
"Ingatan? Ingatan apa maksudmu? Kurasa, aku sudah mendapatkan semua ingatanku" ucap Liu Chen.
"Kau tidak mengingat pembicaraan pak tua itu dengan seseorang saat itu. Karna dia sudah menyegel ingatanmu" ucap clone.
Flashback~
Ribuan tahun lalu, ketika hari ulang tahun Kaisar tiba. Liu Chen yang merupakan pangeran iblis berniat memberikan kejutan pada Kaisar. Ia memerintahkan pelayan membuat banyak makanan dan mengatakan agar mereka tidak memberitaukannya pada Kaisar. Para pelayan pun menyanggupinya dan melakukan apa yang Liu Chen katakan.
Sementara, Liu Chen pergi mencari barang yang akan dijadikan hadiah untuk Kaisar. Tentunya barang yang dihadiahkannya haruslah mengesankan bagi Kaisar. Setelah selesai mendapatkan hadiah, Liu Chen memakai salah satu ruangan yang cukup luas di istana untuk dihias.
Setelah selesai, Liu Chen pergi ke dapur istana. Disana dia dapat melihat banyak pelayan melakukan apa yang diperintahkannya. Walaupun Kaisar bisa tidak makan untuk beberapa hari karna tingkat kultivasinya yang tinggi, namun Liu Chen ingin menyediakan makanan bagi Kaisar.
"Aku ingin membuatkan sup rubah hitam untuk pak tua itu", Liu Chen tersenyum.
Mendengar itu, para pelayan menghentikan aktivitas mereka dan menatap kearah Liu Chen. "Sebaiknya jangan pangeran" ucap mereka serempak.
Liu Chen menaikan sebelah alisnya, "Memangnya ada apa? Sup rubah hitam buatanku sangat enak. Banyak orang yang menyukainya dan mereka mengatakan bila masakanku sangat enak. Lalu kenapa pak tua itu tidak boleh merasakan masakanku? Apa kalian iri karna tidak mendapat sup rubah hitam buatanku?"
"Bu- bukan begitu pangeran. Tapi bila pangeran membuatkan sup rubah hitam untuk Kaisar, maka Kaisar akan sangat terkesan dengan masakan anda. Jadi Kaisar akan selalu meminta anda membuatkannya lagi dan lagi. Lalu bagaimana anda dapat berlatih dan melakukan hal lainnya bila anda harus terus membuatkan sup rubah hitam untuk Kaisar?"
Liu Chen memegang dagunya mendengar ucapan salah satu koki istana. "Kau benar juga, nanti pak tua itu akan sangat terkesan dengan masakanku. Dia pun akan selalu menyuruhku membuatkan makanan itu lagi untuknya"
Para koki dan pelayan disana menghela nafas lega, "Kaisar, anda selamat. Berterimakasih 'lah pada kami " batin mereka.
"Kalau begitu, aku serahkan semua masakan pada kalian. Segera selesaikan dan kalian harus mengantarkan makanan makanan itu ke ruangan yang sudah ku hias", Liu Chen pun langsung berlalu meninggalkan para koki dan pelayan.
"Baik pangeran"
Liu Chen menunggu di ruang yang sudah dihiasi banyak hiasan olehnya. Setelah beberapa waktu, akhirnya para pelayan datang sambil membawa makanan.
"Nah, taruh disini", Liu Chen menunjuk sebuah meja panjang.
"Baik pangeran", para pelayan sedikit membungkukkan tubuhnya. Mereka pun menaruh makanan di tempat yang diinginkan Liu Chen.
Setelah mereka selesai menaruh semua makanan, Liu Chen segera berkata. "Kalian tunggu disini dan sambut pak tua itu ketika ia datang kemari"
"Baik pangeran"
Liu Chen segera pergi ke tempat dimana ayahnya berada. Tepatnya, di ruang kerja Kaisar. Ia menyembunyikan hawa keberadaannya untuk mengejutkan Kaisar.
Liu Chen juga melapisi tubuhnya dengan hawa dingin dari elemen es agar suhu panas tubuh tidak dapat dirasakan ayahnya. Karna ia tau, Kaisar akan tetap menyadari kehadirannya, walaupun ia sudah menyembunyikan hawa keberadaan. Jadi Liu Chen membuat dirinya agar memiliki suhu tubuh yang sama dengan suhu ruangan di sekitar. Agar Kaisar tidak mengetahui keberadaanya.
Ketika Liu Chen akan masuk dan mengejutkan Kaisar, ia menghentikan langkahnya di depan pintu. Ia menempelkan telinga ke pintu agar lebih jelas mendengar pembicaraan di dalam ruang kerja Kaisar.
"Walaupun pangeran tidak pernah melihat ibunya, namun pangeran tidak pernah sedih. Pangeran memiliki kepribadian semangat dan ceria. Jadi anda tidak perlu memikirkan masa lalu saat itu" ucap sebuah suara pria.
__ADS_1
"Jenderal Ding, tetap saja aku merasa bersalah. Karnaku, Gang'er tak pernah merasakan kasih sayang ibunya. Bahkan dia tak pernah melihat ibunya. Jika saja saat itu
aku tidak egois, maka Mei'er pasti masih hidup.." ucap suara. Itu adalah suara Kaisar. Sementara orang yang menjadi lawan bicaranya adalah Jenderal Ding Bang.
"..Aku menerima syarat untuk memberikan sedikit darahku pada Mei'er agar aku bisa menikahi Mei'er. Aku tau, banyak iblis yang menentangnya karna bila kami memiliki anak, maka anak itu akan memiliki umur seperti manusia dan mereka hanya akan menjadi iblis setengah manusia yang lemah.
Namun jika aku memberikan sebagian darahku pada Mei'er, maka anak kami akan memiliki umur panjang seperti iblis dan perkembangannya akan sama seperti iblis. Dia tidak akan menjadi iblis setengah manusia yang lemah. Namun akan menjadi manusia setengah iblis yang kuat.
Aku menyanggupi syarat yang mereka ajukan agar aku dapat menikah dengan Mei'er. Padahal aku tau, bila aku memberikan darahku pada Mei'er, maka ia akan mati setelah dirinya melahirkan anak kami. Aku bahkan tidak memberitau Mei'er apapun tentang syarat ini.
Jadi kematiannya itu disebabkan karna keegoisanku. Padahal aku seharusnya tidak menikahinya dan membuatnya mati seperti itu atau setidaknya seharusnya aku tidak melakukan syarat yang diajukan mereka. Bukankah aku ini sangat egois, Jenderal Ding? Aku hanya memikirkan keinginanku tanpa memikirkan hidup Mei'er dan aku bahkan menuruti syarat mereka tanpa ragu" lanjut Kaisar Xiao.
"Yang Mulia, itu bukan salah anda. Takdir sudah menentukan bahwa permaisuri meninggal setelah ia melahirkan pangeran. Lagi pula, bila anda tidak menyetujui syarat mereka dan tetap menikah dengan permaisuri, maka warga akan selalu menyalahkan anda atas masa depan yang akan terjadi nanti. Anda sudah memilih keputusan yang tepat" ucap Jenderal Ding Bang.
Brakkk
Pintu tiba tiba dibuka dengan keras hingga menghantam dinding ruangan. Kedua iblis yang ada di dalam terkejut karna melihat siapa yang datang. Ya, dia adalah pangeran. Padahal mereka berdua tidak merasakan hawa keberadaannya sama sekali. Namun tiba tiba pangeran datang.
Tatapan pangeran mengarah pada Kaisar dengan marah. Selama ini, ia selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kematian ibunya. Ia merasa bahwa ia tak pantas hidup karna dirinya hidup, ibunya jadi tewas. Walaupun ia tak pernah bertemu permaisuri dan mendapat kasih sayang darinya, namun pangeran sangat menyayangi wanita itu. Wanita itu yang telah membuatnya lahir ke dunia.
"Jadi kau 'lah penyebab kematian ibu?! Kau 'lah yang membuatku merasakan rasa bersalah dan karna mu, aku tak bisa merasakan bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu. Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku selama ini?!
Perasaan bersalah yang selalu menghantuiku. Perasaan kesepian yang selalu kurasakan. Karna dirimu, ibu mati. Aku membecimu, aku sangat membencimu!", Liu Chen langsung menyerang Kaisar dengan sangat cepat.
Kaisar Xiao dengan cepat menangkis serangan pangeran. Keduanya bertarung di dalam ruangan selama beberapa saat. Hingga akhirnya mereka keluar ruangan dengan menghancurkan tembok.
Pangeran dan Kaisar langsung bertarung di udara. Kaisar terus menangkis dn menghindari serangan Liu Chen. Tanpa membalas serangan itu. "Dengarkan penjelasan ayah dulu, nak" ucap Kaisar.
"Tidak ada yang harus dijelaskan karna semua sudah jelas! Kau penyebab kematian ibu!" ucap Liu Chen. Disekitarnya langsung muncul banyak jarum es dan langsung dilesatkan kearah Kaisar.
Kaisar segera menghindari serangan itu. Liu Chen tidak memberikan jeda dalam melawan Kaisar. Ia bertarung secara membabi buta. Ia sudah sangat marah saat ini.
Banyak iblis yang terkejut ketika mendengar suara dentuman dentuman keras di langit. Dentuman itu sangat keras. Bahkan angin kejut yang dihasilkan cukup besar. Walaupun orang yang bertarung berada di ketinggian yang jauh dari permukaan tanah.
"Aku sangat membecimu, aku membencimu! Karna mu, ibu mati. Kau penyebabnya!" ucap Liu Chen. Ia terlihat seperti kehilangan kendali atas tubuhnya. Ia dikendalikan oleh emosinya sendiri.
"Selama ini, aku selalu menyalahkan diriku sendiri atas kematian ibu. Tidak peduli berapa kalipun aku menghindari pikiran itu, pikiran itu tetap menghantuiku. Aku sangat ingin merasakan kasih sayang seorang ibu. Banyak orang mengatakan bila kasih sayang seorang ibu itu tak terbatas. Aku ingin merasakannya " batin pangeran.
Pikirannya sudah masuk ke dalam kegelapan. Selama ini, ia selalu merasa kesepian, sendiri dan merasa hampa. Walaupun di sekelilingnya selalu ada iblis yang memberikan perhatian padanya, maupun memberikan senyuman mereka, namun ia dapat merasakan bahwa senyuman dan perhatian yang diberikan mereka tidak terlalu tulus. Tidak banyak iblis yang benar benar tulus padanya.
Liu Chen yang dikendalikan emosinya, terus menerus melawan Kaisar.
"Semua salahmu, semua ini salahmu!"
Semakin Liu Chen mengatakan ucapannya, semakin Kaisar merasa bersalah dengan apa yang pernah dilakukannya dahulu.
__ADS_1
Iblis yang ada di bawah tidak bisa melakukan apapun untuk memisahkan anak dan ayah yang bertarung itu. Termasuk Jenderal Ding. Ia tidak bisa memisahkan keduanya.
Semakin lama, pertarungan mereka semakin kuat hingga membuat beberapa rumah warga yang ada di bawah tersapu oleh angin kejut. Kini, warga langsung menjauh dari tempat pertarungan terjadi.
Ketika merasa dampak dari pertarungannya dengan pangeran akan semakin besar, Kaisar ingin segera menyelesaikan pertarungan. Ia menghilang dari hadapan Liu Chen yang sedang mengarahkan tinjunya.
Dengan sangat cepat, Kaisar melakukan gerakan tangan dan kembali ke hadapan Liu Chen. Ia langsung menempelkan jari telunjuk dan tengah pada dahi Liu Chen. Seketika, terbentuk suatu tanda berbentuk salju dan pada tanda itu terasa udara yang dingin.
"Aarrrkkhh"
Beberapa saat Liu Chen berteriak kesakitan. Hingga akhirnya ia pun memejamkan mata dan pingsan. Sebelum Liu Chen terjun bebas ke bawah, Kaisar segera menangkap tubuh Liu Chen. "Maafkan ayah, Gang'er. Ayah terpaksa melakukan ini" gumam Kaisar Xiao.
Ia dan Liu Chen turun perlahan dan akhirnya menapak di permukaan tanah. Mereka sudah tidak berada di wilayah istana, namun berada di luar ibukota. Karna saat di udara, mereka menyerang sambil berpindah pindah tempat dengan sangat cepat. Hingga akhirnya membuat mereka berada di luar ibukota.
Flashback end~
Clone Liu Chen menceritakan semuanya pada Liu Chen.
"Pak tua itu sangatlah egois. Gara gara dia, ibu meninggal. Bukan hanya karna itu yang membuatku membencinya. Gara gara dia, kita dihantui rasa bersalah, kehampaan dan perasaan lainnya. Itu adalah perasaan yang tidak nyaman" ucap clone dengan tatapan yang mengandung kebencian.
Liu Chen terdiam sejenak. Iapun tertawa, "Haha, apa kau sedang bercerita? Kau bercanda, bukan? Pasti bercanda. Tidak mungkin ayah melakukan hal itu" ucap Liu Chen sambil menggelengkan kepala dengan tidak percaya.
"Aku ini dirimu. Jadi kau pasti mengetahui bagaimana sifatku bila sedang membahas hal seperti ini. Tidak mungkin aku bercanda. Apalagi berbohong" ucap clone dengan kesal karna Liu Chen tidak mempercayainya. Padahal dia adalah bagian dari Liu Chen. Tapi kenapa pemuda itu tidak mempercayainya? Bukankah sama saja pemuda itu tidak percaya pada dirinya sendiri?
Liu Chen berhenti tertawa, iapun tersenyum kearah clone nya. "Walaupun begitu, bukankah sekarang hidup kita sudah berubah? Lalu untuk apa mengingat masa lalu? Tidak ada gunanya bila kau terus menghadap pada masa lalu"
"Kau tidak mengerti! Apa kau ingin melupakan begitu saja perasaan yang selama ini membuatmu tak nyaman ketika saat itu?", kesal clone.
Liu Chen berkata, "Masa lalu tidak bisa kita rubah. Kita hanya bisa terus menatap ke depan agar mendapatkan hari yang bahagia. Kita tidak akan mendapatkan apapun bila terus menatap masa lalu. Masa lalu ada bukan untuk disesali. Tapi masa lalu ada untuk membuat kita melangkah maju dan menjadi yang lebih baik lagi"
Clone itu terdiam. Iapun perlahan berubah menjadi serpihan cahaya dan masuk ke dalam diri Liu Chen.
Liu Chen agak terkejut karna tiba tiba clone nya menghilang dan masuk ke dalam tubuhnya. Padahal bukan dia yang menghilangkan clone itu.
Di dalam ruang jiwa Liu Chen, tempat yang serba putih. Tiba tiba muncul cahaya. Disekitar cahaya itu, muncul serpihan serpihan cahaya kecil dan menyatu dengan cahaya putih.
Perlahan, cahaya putih meredup dan hilang, digantikan dengan bola cahaya kecil yang melayang. "Tuanku lolos dalam ujian ini. Maka akan saya berikan dia dua permintaan. Jika Tuan sudah menggunakan dua permintaan itu, maka aku akan menghilang. Semoga Tuan menggunakan dua permintaan itu dengan sebaik baiknya"
Bola cahaya kecil itu sama seperti bola cahaya yang ditemukan Liu Chen saat di istana iblis yang ada di dunia manusia. Bola itu juga yang pernah membangkitkan Liu Chen, Song Quon dan banyak warga di kota Bulan Merah yang seharusnya sudah mati.
Sebenarnya, bola cahaya itu adalah buah dari tanaman yang sangat langka. Bila ada orang yang memakannya, maka orang itu mendapat kesempatan untuk meminta 3 permintaan. Tentunya, permintaan itu harus yang sangat diinginkan orang tersebut.
Orang itu harus memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu yang diinginkannya. Maka bola cahaya akan mewujudkannya. Bila permintaan itu tidak terlalu diinginkan orang yang memakannya, maka bola cahaya tidak akan mengabulkan permintaan tersebut.
Sementara, Liu Chen sudah menggunakan satu permintaan. Yaitu bisa mendapat 3 kesempatan hidup kembali. Liu Chen tidak mengetahui bahwa bola cahaya dapat memberinya 3 kesempatan untuk meminta permintaan. Yang diketahui Liu Chen, bola cahaya itu dapat membuatnya memiliki 3 kali kesempatan hidup lagi.
__ADS_1
Di luar, Liu Chen sangat heran karna clone nya menghilang begitu saja. "Ah, sudahlah"
Liu Chen terdiam. Ia menatap kearah atasnya yang membeku, "Yah.. Aku memang tidak bisa mengubah masa lalu. Walaupun apa yang clone ku tadi katakan memang benar, aku tak bisa melakukan apapun. Membalasnya? Untuk apa? Jika aku melawan dan membunuh ayah, bukankah kesedihan itu hanya akan bertambah?" gumam Liu Chen. Iapun menghela nafas.