Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
45 -Masalah


__ADS_3

"Mu, apakah berarti jenderal besar ada disini?" ucap Liu Chen dengan hati hati.


Tao Mu menatap kearah Liu Chen, "Tidak, dia tidak ada disini. Namun dia berada di dekat kota"


"Jadi begitu", Liu Chen mengangguk. "Ini sama saja berbahaya. Bila jenderal besar ada di dekat sini dan mengetahui bahwa kami manusia, dia akan langsung membunuh kami"


"Mu, apa harapan yang kau tulis pada lampion mu?" tanya Song Quon.


"Hm..harapanku adalah ingin bertemu dengan pangeran. Yah, maksudku bukannya aku ingin mati dan menyusulnya. Tapi pangeran bereinkarnasi dan aku dapat bertemu dengannya" ucap Tao Mu sambil menatap Song Quon.


Song Quon mengangguk, "Harapannya terwujud. Apa harapanku juga akan terwujud, ya?"


"Jadi maksudnya, mereka juga memiliki seorang pangeran? Tapi aku tidak mendapatkan informasi apapun soal itu. Guru juga sepertinya tidak tau tentang ini. Tapi Mu bilang bahwa dia bukannya ingin mati dan menyusul pangeran. Bukankah itu artinya pangeran iblis sudah tewas?" batin Liu Chen.


"Itu lampion!" teriak seorang warga.


"Mana?!"


"Itu diatas sana!"


Semuanya melihat kearah yang ditunjuk. Ketika melihat bahwa ada lampion yang sudah terbang, mereka pun mulai menerbangkan lampion masing masing.


Lampion mulai beterbangan di langit malam. Cahaya dari lampion menerangi malam yang gelap. Di langit malam saat ini, terdapat banyak harapan yang diterbangkan ke langit.


Tao Mu langsung menerbangkan lampionnya. Ia berharap, apa yang diinginkannya tercapai. Iapun melirik Liu Chen dan kedua teman pemuda itu, "Kenapa kalian belum menerbangkannya?"


"Baiklah", Liu Chen dan Zhang Jiangwu mulai menerbangkan lampion. Begitu pun Song Quon.


Banyak iblis yang menatap kearah dimana lampion terbang.


Saat sedang menatap keatas, sebuah lampion tiba tiba mulai jatuh di dekat Liu Chen. Pemuda itu pun langsung mengambilnya. Ia dapat melihat sebuah tulisan 'Semoga kakek bisa segera sembuh dan bermain bersama lagi denganku'


Liu Chen tersenyum. Iapun langsung menyalakan lampion hingga membuat lampion bisa terbang kembali. "Semoga harapanmu menjadi kenyataan" gumam Liu Chen.


Saat sedang menatap kembali kearah ribuan lampion, tiba tiba ada yang menarik tangan Liu Chen dari belakang. Dia langsung dibawa menjauh dari teman temannya.


Liu Chen terkejut saat dirinya dibawa ke sebuah tempat yang cukup sepi dari keramaian. Iapun melihat dihadapannya ada seseorang.


"Saudara Chen, gawat!" ucap nya. Orang itu pun membuka tudung jubahnya yang berwarna putih dengan corak biru dan kuning.


"Feng Ying? Ada apa? Dimana Xian dan Tuoli?" tanya Liu Chen.


"Mereka, mereka ditangkap saudara Chen" ucap Feng Ying dengan panik.


"Ceritakan, bagaimana kejadiannya?"


Feng Ying mulai menceritakan kejadian pertama kali. Saat dia, juga Zong Xian dan Lu Tuoli sedang berjaga di hutan, tiba tiba saja ada sebuah pasukan yang melihat mereka.


Awalnya mereka dapat unggul karna musuh hanyalah lima orang iblis tingkat master dan grandmaster. Karna dapat Zong Xian atasi. Namun, tiba tiba saja datang pasukan yang lebih banyak lagi. Bahkan ada seorang jenderal yang datang. Jenderal itu juga memiliki tingkat kultivasi yang lebih besar dari Zong Xian.


Mengetahui bahwa dirinya akan kalah, maka Zong Xian menyuruh untuk Lu Tuoli dan Feng Ying pergi. Awalnya kedua nya menolak. Namun Zong Xian mengatakan untuk memberitaukan hal ini pada Liu Chen dan yang lain agar dapat membantunya. Jadi Zong Xian akan menahan sementara musuh.


Akhirnya, kedua pemuda ini pun setuju. Mereka berniat memberitaukan hal apa yang terjadi dan ingin meminta bantuan. Tapi, ada pasukan yang mengejar dan menangkap Lu Tuoli. Akhirnya, hanya Feng Ying yang dapat selamat. Sementara kedua orang temannya dibawa oleh pasukan tersebut.


"Begitulah ceritanya, saudara Chen. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" ucap Feng Ying dengan panik.


"Kita harus memberitaukannya pada Quon dan Jiangwu sekarang. Lalu, apa kau ingat dimana mereka membawa teman teman kita?" ucap Liu Chen dengan serius.


Feng Ying mengangguk, "Namun aku tidak tau lokasi pasti kemana mereka dibawa"


"Kita harus mencari mereka secepatnya. Kau tunggu disini. Aku akan membawa Quon dan Jiangwu kemari"


Feng Ying mengangguk. Raut wajahnya nampak khawatir dan panik.


Liu Chen langsung pergi menemui Song Quon dan Zhang Jiangwu. Song Quon itu nampak melirik ke kanan dan kiri. Namun dari raut wajahnya, dia nampak tidak menemukan apa yang dicarinya. Tentunya yang dicari oleh Song Quon adalah Liu Chen. Ia bingung ketika tidak melihat Liu Chen. Ia khawatir bila terjadi sesuatu pada pemuda itu.


"Apa yang sedang kau cari, Qiang?" ucap Tao Mu.

__ADS_1


"Aku mencari Xun. Dia tidak ada di tempatnya sekarang"


"Kalau begitu, kita harus mencari-"


"Kalian!" ucap sebuah suara. Orang pemilik suara itu pun mendekat. Ya, dia adalah Liu Chen.


"Xun, kau kemana saja? Kau membuatku khawatir", Song Quon menatap kearah Liu Chen.


Liu Chen menggelengkan kepala, "Aku baik baik saja. Aku lupa, kita harus menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu. Kita tidak memiliki banyak waktu"


Song Quon mengerutkan kening, begitupun Zhang Jiangwu. Pemuda di hadapan mereka saat ini nampak agak panik.


"Memangnya ada urusan apa? Dan kenapa kau terlihat panik seperti itu? Apa sesuatu yang harus kalian selesaikan itu sangat penting, hingga ketika kalian belum menyelesaikannya, kalian menjadi khawatir?" ucap Tao Mu.


"Aku tak bisa menjelaskannya padamu sekarang. Aku dan teman temanku harus pergi. Kami memiliki beberapa urusan yang harus segera diurus" ucap Liu Chen.


"Baiklah, kalian pergi saja bila urusan yang harus kalian selesaikan itu sangat penting. Kurasa kita akan bertemu kembali nanti. Jadi sampai jumpa kembali" ucap Tao Mu.


Liu Chen mengangguk, "Ayo", iapun segera pergi.


Song Quon dan Zhang Jiangwu juga ikut pergi mengikuti pemuda itu. Tao Mu hanya diam menatap kepergian tiga pemuda itu.


"Bagaimana? Apa disekitar kota ini, kalian menemukan hal yang mencurigakan?" batin Tao Mu. Ia sepertinya sedang mengirim pesan suara menggunakan telepati.


Sebenarnya, setiap jenderal iblis dan wakilnya memiliki jurus yang dapat membuat mereka bisa saling berkomunikasi walaupun di jarak yang jauh. Yaitu dengan telepati.


"Ya, aku menemukan hal yang mencurigakan. Tepatnya, aku menemukan tiga orang manusia di dekat kota. Terimakasih sebelumnya atas informasimu yang mengatakan agar aku mengecek sekitar kota", sebuah suara segera Tao Mu dengar.


"Ternyata benar dugaanku. Lalu bagaimana, apa kalian sudah menyelesaikan apa yang kukatakan sebelumnya?"


"Aku dan para prajuritku tentunya sudah menyelesaikan masalah tentang ini. Bagaimana dengan manusia yang bersamamu?"


"Semua berjalan dengan baik. Mereka saat ini sudah pergi untuk mencari teman mereka" ucap Tao Mu menggunakan telepati.


"Ah, ya. Maaf aku sedikit mengubah rencana. Namun tenang saja, rencana ini akan menguntungkan kita"


"Baiklah, aku percayakan manusia manusia itu padamu dan prajurit bawahanmu"


Ia menghela nafas, "Hah...padahal aku berniat melarikan diri dari tugas dan beristirahat. Namun aku malah mengurusi tugas tentang manusia manusia itu. Namun untungnya, tugasku sudah selesai untuk saat ini" gumamnya.


Liu Chen, Song Quon dan Zhang Jiangwu kini menemui Feng Ying.


"Untuk apa kau membawa kami ke tempat yang agak sepi i..", Song Quon berhenti berbicara kala dihadapannya saat ini ada Feng Ying.


"..Kenapa kau ada disini? Kemana dua orang lainnya?" ucap Song Quon.


Liu Chen langsung menceritakan kejadian yang dialami Feng Ying. Mendengar itu, Zhang Jiangwu dan Song Quon terkejut. Namun ekspresi Zhang Jiangwu nampak datar. Hingga dia terlihat biasa saja. Padahal dia juga terkejut.


"Kalau begitu, kita harus menolong mereka secepatnya" ucap Song Quon.


Liu Chen mengangguk, "Ya, jadi sekarang Ying akan mengantarkan kita ke tempat dimana dia terakhir kali melihat Zong Xian dan Lu Tuoli"


"Yang membuatku heran adalah mengapa mereka membiarkan Ying melarikan diri? Apa ini adalah jebakan untuk menangkap kita semua?" ucap Song Quon.


"Jebakan ataupun bukan, kita harus tetap pergi dan menolong mereka", Liu Chen menatap Song Quon dengan serius. Menandakan bahwa ia tidak main main dengan ucapannya.


"Tapi akan sangat berbahaya bagi kita bila itu memang jebakan. Kekuatan kita tidaklah sebanding dengan mereka. Bagaimana kita menang? Kita hanya akan menjadi mayat bila memaksa bertarung melawan mereka" ucap Song Quon dengan serius. Ia juga yakin, bila disana ada seorang jenderal iblis, maka dirinya juga takkan bisa menang melawannya.


"Aku akan menahan mereka. Kalian bebaskan saja Xian dan Tuoli dan setelah kalian membebaskan mereka, maka kalian harus lari" ucap Liu Chen.


Song Quon terkejut, "Apa yang kau katakan?! Apa kau berniat mengorbankan dirimu?! Kau tidak akan bisa menang melawan mereka!"


"Tenang saja, aku memiliki satu kesempatan untuk hidup kembali. Jadi bila aku mati, maka aku akan bangkit lagi. Namun kesempatanku hanya tinggal satu kali. Jadi kalian harus memanfaatkan waktu untuk lari ketika melihat diriku menahan mereka"


"Apa kau yakin dengan itu? Bagaimana bila kau akan benar benar mati? Lagi pula, bagaimana kau bisa hidup kembali?" ucap Song Quon.


"Aku saat itu tak sengaja menemukan bola cahaya yang ada di istana iblis. Jadi aku pun memakannya dan ternyata bola cahaya dapat memberiku kesempatan hidup 3 kali. Namun kini, kesempatanku hanya satu kali. Jadi pergunakan waktu dengan baik nanti dan larilah secepatnya, bawa mereka berdua kembali" ucap Liu Chen.

__ADS_1


"Baiklah, tapi berjanjilah kau tidak akan mati nanti" ucap Song Quon dengan serius menatap Liu Chen.


"Aku tidak tau, tapi aku akan berusaha menepati janji", Liu Chen tersenyum.


"Haih...kau masih saja bisa tersenyum di keadaan seperti ini. Apalagi nanti saat kau tidak tau saat menyelamatkan mereka berdua, kau masih hidup atau tidak"


"Aku percaya dengan kemampuanku. Aku pasti dapat hidup kembali. Tapi kalian harus segera pergi menjauh secepatnya nanti"


Song Quon, Zhang Jiangwu dan Feng Ying mengangguk. Walaupun agak keberatan dengan keputusan Liu Chen.


Kini mereka mulai pergi ke tempat dimana Feng Ying terakhir kali bersama Zong Xian dan Lu Tuoli.


"Aku terpisah dengan mereka disini", Feng Ying menunjuk ke depan.


"Bagaimana cara kita mencari.."


Belum selesai Song Quon mengucapkan sesuatu, dia dan yang lain dapat mendengar suara pertarungan di jarak beberapa meter dari tempat mereka saat ini.


Mereka segera pergi kesana. Saat sampai, mereka dapat melihat Zong Xian bertarung dengan Lu Tuoli.


"Sadarlah!" teriak Zong Xian.


Seberapa kali pun Zong Xian berteriak untuk menyadarkan Lu Tuoli, nyatanya dia tidak bisa melakukannya. Lu Tuoli tetap melawannya. Walaupun Lu Tuoli memiliki tingkat kultivasi yang lebih rendah darinya, namun Zong Xian tentu tidak ingin membunuh Lu Tuoli. Karna dia tau, pemuda itu sedang dikendalikan.


Liu Chen, Song Quon, dan Feng Ying terkejut kala melihat kedua teman mereka bertarung.


Melihat adanya teman temannya yang datang, Zong Xian segera berteriak. "Cari iblis yang mengendalikan Tuoli. Agar dia bisa berhenti menyerangku. Iblis itu berada tak jauh dari kita saat ini"


"Haha, kalian tidak perlu mencariku seperti itu. Aku sendiri yang akan menemui kalian", seorang iblis tiba tiba saja muncul di dekat Liu Chen dan teman temannya.


Liu Chen dan yang lainnya menjadi waspada. Iblis itu sudah berada di tingkat bumi bintang 2.


"Chen, lihat itu. Di tangannya seperti ada sesuatu" ucap Song Quon. Iapun menunjuk sesuatu.


Liu Chen dan yang lain melihat kearah yang ditunjuk. Disana, seperti ada sesuatu yang berkilat. Sesuatu itu juga nampak tertuju pada Lu Tuoli. Itu seperti benang.


"Itulah yang mengendalikan Tuoli" ucap Liu Chen.


"Kita harus memutuskan benang itu. Mungkin bila benang itu terputus, maka Tuoli tidak dapat dikendalikan lagi olehnya" ucap Song Quon.


Feng Ying mengangguk. Mereka berempat pun kini mulai bersiap untuk memutuskan benang yang mengikat Lu Tuoli.


Feng Ying mengambil tombak yang ada di punggungnya. Liu Chen mengambil pedang miliknya di dalam cincin ruang. Begitu pun Zhang Jiangwu. Sementara Song Quon nampak memegang dua buah belati. Song Quon memang selalu menyimpan belati di pinggangnya sebagai persiapan.


Song Quon mulai melemparkan belatinya kearah benang. Namun, Lu Tuoli langsung menghalangi dengan menjadikan tubuhnya sebagai perisai. Akhirnya lengannya tertusuk belati.


"Cih, kita harus mendekat. Aku dan Jiangwu akan melawannya. Sementara kalian berdua akan memutuskan benang yang mengikat Tuoli" ucap Liu Chen. Lalu iapun dibalas anggukan oleh ketiga temannya.


Liu Chen dan Zhang Jiangwu mulai maju dan menyerang iblis itu. Sementara Song Quon dan Feng Ying berusaha mendekat dan memutuskan benang yang mengendalikan Lu Tuoli.


Setiap Song Quon dan Feng Ying berniat memotong benang, maka Lu Tuoli akan menyerang mereka. Itulah yang membuat keduanya sulit memutuskan benang. Karna tak mungkin mereka melukai Lu Tuoli.


"Kalian kira dapat membunuhku dengan mudah? Heh, kalian sangatlah lemah! Kalian takkan bisa menggoresku, apalagi membunuhku!" ucap iblis.


"Aku pun tau itu. Kami hanya ingin membuatmu sibuk dengan kami dan lalu teman kami akan memutuskan benang yang mengendalikan Tuoli" ucap Liu Chen. Iapun melakukan gerakan menusuk menggunakan pedangnya.


Namun, hal itu dapat dihindari iblis dengan mudah. Karna perbedaan kultivasi yang tentunya sangat jauh. Dari tingkat kaisar ke tingkat bumi.


Liu Chen melompat tinggi dan mengayunkan pedang kearah iblis. Namun serangan itu segera di tangkis oleh iblis itu.


Liu Chen kembali menapak di tanah. Kini Zhang Jiangwu yang menyerang iblis dengan cepat. Walau cepat, nyatanya serangan itu tak menggores iblis sedikitpun.


Liu Chen menatap kearah dimana Song Quon dan Feng Ying berada. Kedua pemuda itu kini sedang menghindari serangan serangan yang Lu Tuoli lakukan.


"Cih, dia masih bisa mengendalikan Tuoli. Padahal Jiangwu sedang bertarung dengannya untuk membuyarkan konsentrasinya. Tapi ternyata dia tak terpengaruh" gumam Liu Chen. Iapun langsung ingat bahwa dirinya dapat mengendalikan mayat.


Apalagi, ia memiliki ratusan bahkan ribuan mayat yang ada di dalam cincin ruangnya. Iapun langsung mengambil 5 mayat manusia yang memiliki tingkat kultivasi dari prajurit sampai jenderal. Bahkan satu mayat memiliki tingkat kultivasi kaisar saat semasa hidupnya.

__ADS_1


Liu Chen menyentuh salah satunya sambil menutup mata. "Undead", iapun membuka matanya. Saat dirinya membuka mata, nampak bahwa iris matanya berubah merah. Mayat yang disentuhnya juga mulai membuka mata.


Liu Chen tersenyum senang, "Walaupun mayat mayat ini tak sebanding dengan kekuatan iblis itu, tapi tujuanku bukan untuk mengalahkannya. Namun untuk mengganggu konsentrasinya agar kami bisa membebaskan Tuoli" gumam Liu Chen. Iapun mulai membangkitkan satu persatu mayat.


__ADS_2