
Keesokan paginya, Liu Chen pergi ke ruang latihan. Ia dapat melihat bahwa semua anggota sudah berbaris dengan rapi di hadapannya saat ini. Sementara Song Quon, Feng Ying, Lu Tuoli, Yelu dan Lao Tzu berdiri di pinggir kanan dan kiri Liu Chen.
Liu Chen menyipitkan mata dan seperti menerawang ke dalam jiwa semua anggota yang berdiri di hadapannya. Mendapat tatapan seperti itu, semua anggota penatap kearah lain dan berdiri lebih tegak lagi.
"Sepertinya mereka cukup berkembang" ucap Liu Chen. Iapun menatap kearah Feng Ying, "Bagaimana kerja sama mereka? Apa sudah cukup bagus saat mengalahkan demonic beast yang kukatakan saat itu?"
Saat itu, setelah beberapa hari Liu Chen membuat pil, dirinya menyuruh Feng Ying untuk membawa anggota ke hutan yang ada di atas markas mereka. Liu Chen memberitaukan dimana letak seekor demonic beast yang harus dikalahkan semua anggota, kecuali Feng Ying dan Lu Tuoli. Mereka berdua hanya boleh bergerak bila demonic beast yang dilawan mengancam nyawa para anggota.
Feng Ying mengikuti instruksi Liu Chen. Dia membawa para anggota ke tempat yang Liu Chen katakan dan disana mereka bertemu demonic beast besar dengan tingkat kultivasi yang tidak rendah.
Feng Ying dan Lu Tuoli memperhatikan bagaimana pertarungan para anggota melawan makhluk yang lebih kuat beberapa kali lipat dari mereka.
Sebenarnya, demonic beast yang dilawan adalah salah satu undead milik Liu Chen. Pemuda itu sengaja menyuruh mereka bertarung dengan salah satu undead miliknya karna ia ingin tau bagaimana kerja sama mereka. Liu Chen mengendalikan undead dari markas. Jadi cukup sulit mengendalikannya karna dirinya tidak ada disekitar undead itu langsung.
Sebenarnya Liu Chen juga dapat melihat pertarungan mereka dari undead miliknya. Namun tetap saja ia menanyakan bagaimana kerja sama para anggota pada Feng Ying. Tidak ada yang tau bila demonic beast yang dilawan mereka adalah undead termasuk Feng Ying dan Lu Tuoli pun tidak mengetahuinya.
Feng Ying mengangguk, "Mereka cukup baik dalam bekerja sama. Mereka bahkan bisa mengalahkan demonic beast itu dengan kerja sama mereka. Walaupun demonic beast yang mereka lawan berada di tingkat berkali kali lipat lebih besar dari mereka"
Liu Chen mengangguk. Ia menatap kearah para anggota yang ada di hadapannya. "Kerja bagus semua!" ucapnya sambil tersenyum.
Mendengar pujian seperti itu, membuat para anggota merasa senang.
Di tengah kesenangan para anggota, seorang wanita tiba tiba saja masuk ke dalam ruang latihan.
Melihat itu, Feng Ying langsung menatapnya. "Kenapa kau terlambat?"
"Maafkan saya, saya anggota yang ketua Xinxin perintahkan untuk mencari informasi di luar. Jadi saya tidak pernah mengikuti latihan disini. Sekarang saya kemari atas perintah ketua Xinxin melalui batu komunikasinya. Saya diperintahkan untuk mengatakan sesuatu pada kalian" ucap wanita yang tiba tiba masuk ke dalam ruang latihan tersebut.
Liu Chen langsung menghampirinya dan kini berada di hadapan wanita itu. "Memangnya ada apa? Apa yang ingin kau katakan?"
Wanita itu langsung menatap Liu Chen. Ia menarik nafas terlebih dahulu karna apa yang ingin dia ucapkan sangat serius dan apa yang ingin dikatakannya bisa membuat tegang para anggota. "Ketua Xinxin ingin semua anggota pergi mencari ketua Haocun"
Liu Chen mengerutkan keningnya, "Apa Haocun mendapatkan masalah?"
Wanita itu menggelengkan kepala, "Ketua Xinxin ingin kalian menangkap ketua Haocun secepatnya. Karna ketua Haocun sudah membunuh permaisuri, ibu dari ketua Xinxin"
Semua anggota yang awalnya agak berisik dan berbincang bincang langsung berhenti. Semuanya melihat kearah wanita yang datang itu.
Ruangan menjadi sangat hening. Semua mata tertuju pada wanita yang mengatakan dirinya adalah orang suruhan dari Yang Jia Li.
Bukan hanya para anggota itu saja, namun Song Quon, Feng Ying, Lu Tuoli, Lao Tzu dan Yelu pun melihat kearah wanita itu. Mereka merasa telah salah mendengar sesuatu. Begitupun Liu Chen.
"Coba kau katakan sekali lagi" ucap Liu Chen.
"Ketua Xinxin ingin kalian menangkap ketua Haocun. Karna ketua Haocun sudah membunuh permaisuri, ibu dari ketua Xinxin" ucap wanita dihadapan Liu Chen.
Semua orang benar benar mendengar dengan jelas apa yang wanita itu ucapkan. Namun mereka seakan tak percaya dengan informasi yang diberitau oleh wanita itu. Rasanya sangat mustahil bahwa Zong Xian berani membunuh permaisuri.
"Tidak mungkin Haocun melakukan itu. Jangan mencoba menipu kami" ucap Liu Chen yang tak percaya dengan ucapan wanita di hadapannya.
Wanita itu menggelengkan kepala, "Saya tidak menipu ketua pertama dan yang lainnya. Saya mendapat informasi langsung dari ketua Xinxin pagi tadi dari batu komunikasi. Saya tidak berbohong.
Ketua Xinxin ingin membunuh ketua Haocun dengan tangannya sendiri. Jadi ketua Xinxin meminta tolong pada kalian untuk membantunya mencari ketua Haocun"
Suasana masih saja hening. Tentu informasi ini sangat tak terduga dan mengejutkan.
"Bila benar apa yang kau katakan tadi, apa alasan Haocun melakukan itu?" ucap Liu Chen dengan serius.
"Ketua Xinxin tidak mengatakan apapun lagi pada saya dan hanya mengatakan itu saja" ucap wanita tersebut.
"Ketua Haocun pasti memiliki alasannya sendiri. Dia tak mungkin melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas. Alasan yang dimiliki ketua Haocun pun pasti sangat kuat" ucap Feng Ying.
Ia tidak terima bila Zong Xian dibunuh oleh Yang Jia Li. Bagaimana pun, Zong Xian merupakan orang yang membawanya masuk ke dalam kelompok ini dan membuatnya menjadi semakin kuat. Zong Xian juga merupakan temannya. Tidak mungkin dia rela temannya mati begitu saja.
"Tapi pembunuh tetaplah pembunuh. Ketua Haocun berkhianat dengan membunuh salah satu orang terdekat dari ketua Xinxin" ucap wanita dihadapan Liu Chen. Ia tentunya akan lebih membela Yang Jia Li karna wanita itu sudah memberikan kehidupan yang layak baginya.
"Ketua Haocun tidak berkhianat sama sekali. Aku yakin itu" ucap Feng Ying.
"Jelas jelas ketua Haocun berkhianat karna sudah membunuh salah satu orang terdekat ketua Xinxin dengan sengaja"
__ADS_1
"Tapi ketua Haocun pasti memiliki alasan. Jangan seenaknya memerintah kami untuk menangkap salah satu ketua kami"
"Tapi aku hanya menyampaikan apa yang diinginkan ketua Xinxin. Dia tidak memaksa kalian untuk melakukannya. Hanya saja, bila kalian bertemu dengannya, maka kalian harus membawanya pada ketua Xinxin"
"Membawanya pada ketua Xinxin, sama saja membawa ketua Haocun pada kematian. Karna kau bilang bahwa ketua Xinxin ingin membunuh ketua Haocun"
"Tapi ketua Xinxin memang mengucapkan hal seperti itu"
"Sudah kalian berhenti berdebat" ucap Liu Chen. Ia mulai kesal karna kedua orang ini terus saja berdebat dari tadi.
Wanita dihadapan Liu Chen yang memiliki umur sekitar 25 tahun itu pun terdiam dan tak mengatakan apapun lagi. Begitupun dengan Feng Ying, ia terdiam mendengar perintah Liu Chen.
"Bagaimana ketua Xun (Liu Chen). Apa keputusanmu? Hanya ada dirimu ketua yang ada di markas ini. Apa ketua akan membantu ketua Xinxin atau akan membantu ketua Haocun. Siapa yang kau pilih?" ucap Song Quon yang berdiri di samping Liu Chen.
"Ketua Xun, ketua Haocun pasti memiliki alasan melakukan itu" ucap seorang anggota. Ia adalah orang yang Zong Xian bawa.
"Ketua Xun, ayo bantu ketua Xinxin menangkap ketua Haocun karna ketua Haocun sudah berkhianat. Jangan biarkan ketua Haocun hidup" ucap seorang anggota lainnya. Dia adalah orang yang dibawa oleh Yang Jia Li.
"Ketua Xun, tolong bantu lindungi ketua Haocun"
"Ketua Xun, kita harus membunuh ketua Haocun"
"Ketua Xun.."
"Ketua Xun.."
Banyak pendapat yang keluar dari setiap anggota. Tentunya orang orang yang dibawa Yang Jia Li mendukung wanita itu untuk membunuh Zong Xian.
Sementara orang orang yang Zong Xian bawa tidak mendukung untuk melenyapkan Zong Xian. Mereka ingin Zong Xian dilindungi karna pemuda itu pasti memiliki alasan dan mereka yakin bahwa Zong Xian tidak berkhianat dalam kelompok.
Song Quon tau saat ini Liu Chen pasti sedang memilki banyak pikiran ketika mendengar ucapan ucapan semua anggota kelompok. Lagi pula, Liu Chen yang harus memutuskan ini semua. Jika salah memilih keputusan, maka akan berakibat fatal. Bukan hanya pada kelompok tapi pada dirinya sendiri.
Song Quon menepuk pundak Liu Chen dari samping. "Jangan mendengarkan ucapan mereka. Dengarkan kata hatimu sendiri. Apa kau mempercayai ketua Haocun ataukah tidak. Bila kau mempercayainya, seharusnya kau melindunginya dan bila kau percaya ketua Haocun berkhianat, maka kau harus membantu ketua Xinxin menangkap ketua Haocun"
Ruang latihan kini sangat berisik oleh suara suara para anggota. Terlebih, orang orang yang dibawa oleh Zong Xian dan Yang Jia Li. Karna ini menyangkut kedua orang itu.
Liu Chen memang sangat bingung hari ini harus memilih siapa, diantara Zong Xian dan Yang Jia Li. Karna kedua orang itu sama sama temannya. Dia tidak bisa memihak salah satunya. Namun hari ini, ia dipaksa untuk memilih.
Mendengar suara itu, semua anggota langsung terdiam. Mereka menantikan keputusan yang diambil oleh Liu Chen.
Liu Chen berdiri menghadap para anggota kelompok. Iapun teringat dengan ucapan ucapan dari Zong Xian ketika dirinya selesai bertarung dengannya.
"Apa yang akan kau lakukan bila mengetahui ada seseorang yang menyakiti perasaan ibumu?"
"Lalu, bagaimana bila ibumu kecewa terhadap seseorang dan langsung membunuh dirinya sendiri karna orang itu? Apa yang akan kau lakukan? Apakah membalaskan dendam pada orang yang membuat ibumu kecewa dan sedih itu?"
"Seberapa berartinya kelompok ini dan semua anggota ini bagimu, Xun?"
"Lalu apa yang akan kau lakukan bila seorang anggota kita mendapatkan masalah? Apa kau akan menolongnya? Atau membiarkannya karna merasa bahwa itu bukanlah urusanmu"
Liu Chen menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Ia pun menatap tegas para anggota kelompok, "Bila kalian menemukan ketua pertama, maka beritau aku dan aku akan membawanya pada ketua keempat" ucapnya dengan tegas.
Semua anggota terkejut. Sementara orang orang yang mendukung Yang Jia Li merasa senang. Bukankah berarti Liu Chen mendukung Yang Jia Li untuk membunuh Zong Xian?
Song Quon agak terkejut dengan ucapan Liu Chen. Namun keterkejutannya tidak bertahan lama. "Aku tau kau pasti tidak akan membiarkan Jia Li membunuh Zong Xian, Chen. Namun kau mengatakan itu agar semua anggota merasa kau mendukung Jia Li" batinnya. Iapun tersenyum tipis.
"Tapi ketua Xun, ketua Haocun tidak mungkin berkhianat" protes seorang anggota.
"Benar ketua Xun, ketua Haocun tak mungkin berkhianat. Lebih baik kita melindunginya, ketua Xun"
"Ini sudah menjadi keputusanku. Kalian tidak bisa membantahnya" ucap Liu Chen dengan tatapan tajam.
Semua orang yang ingin protes terdiam ketika melihat tatapan Liu Chen. Bahkan Feng Ying yang ingin protes pada Liu Chen tidak jadi. Setelah melihat tatapan pemuda itu.
Liu Chen menghadap kearah wanita penyampai pesan tadi. "Katakan pada Xinxin bahwa kami akan membantunya menangkap Haocun"
Setelah mengatakan itu, Liu Chen langsung pergi dari ruang latihan begitu saja.
Ketika mendengar ucapan Liu Chen, wanita itu menjadi senang. Iapun langsung pergi untuk memberitau Yang Jia Li melalui batu komunikasi dan dia juga sekalian akan ikut membantu mencari Zong Xian.
__ADS_1
Kini anggota yang mendukung Yang Jia Li dan Zong Xian, nampak berjauhan. Mereka seakan adalah musuh. Suasana kini berbeda dan berubah.
Lu Tuoli, Song Quon dan Lao Tzu tidak memihak pada siapapun. Sementara Feng Ying nampak marah ketika mendengar keputusan Liu Chen. Bagaimana bisa Liu Chen memihak Yang Jia Li membunuh Zong Xian? Bukankah Liu Chen teman Zong Xian? Lalu kenapa dia ingin Zong Xian mati?
Feng Ying langsung pergi dari ruang latihan karna marah dan tak terima tentang keputusan ini.
Semua menjadi kacau. Anggota kelompok terbagi menjadi dua kubu, yaitu orang orang yang memihak Zong Xian dan orang orang yang memihak Yang Jia Li.
Di sebuah ruangan yang minim akan cahaya. Tempat ini berada di dunia iblis.
"Haha, ternyata sesuai dugaanku. Bocah itu membunuh ibu dari salah ketua di dalam kelompok itu. Ini semua sesuai rencana. Tidak sia sia aku menunggu hingga satu tahun lebih.
Kami memang bisa menghancurkan mereka dengan mudah. Namun akan lebih menarik bila menghancurkan mereka dengan cara lain" ucap seorang Jenderal iblis. Dia adalah Jenderal Iblis, Jing Mi.
Dia berada di sebuah ruangan yang minim cahaya. Di sekitarnya pun hanya ada beberapa iblis saja. Tidak ada iblis lain.
Ia tadi baru saja mendapat kabar bahwa Zong Xian telah membunuh permaisuri. Ia juga baru saja mendengar bahwa Zong Xian menaklukan kelompok bandit untuk persembunyian dirinya.
"Sekarang kau bisa kembali lagi kemari. Tugasmu sudah selesai. Kelompok mereka mungkin saat ini sedang kacau" ucap Jenderal Jing Mi dalam batinnya.
"Kalau begitu aku akan kembali. Aku sudah lelah terus mengikutinya" ucap suara yang didengar Jenderal Jing Mi.
Jenderal Jing Mi pun menyudahi telepatinya dengan iblis yang terus mengikuti Zong Xian. Ia tersenyum sinis, "Heh, rencana yang aku lakukan sudah selesai dan sesuai rencana"
Iapun berjalan keluar dari ruangan tersebut, "Kaisar akan segera bangkit. Kami harus menyiapkan sambutan yang meriah untuk Yang Mulia" gumam nya sambil tersenyum senang.
Saat malam tiba, Liu Chen segera pergi keluar dari markasnya. Namun belum sampai dia didepan pintu keluar, seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
Refleks Liu Chen membalikkan tubuhnya dan menatap orang yang menepuk pundaknya. Ternyata itu adalah Song Quon.
"Kenapa kau ada disini, Qiang (Song Quon)?" ucap Liu Chen.
"Kau sendiri?"
"...", Liu Chen tak menjawab apapun.
Song Quon terkekeh pelan.
Melihat itu, Liu Chen segera bertanya, "Apa yang kau tertawakan? Tidak ada yang lucu disini"
Song Quon tersenyum, "Aku tau kau pasti ingin pergi mencari ketua Haocun. Kau mengkhawatirkan nya"
"Ma-mana ada?! Aku tidak mengkhawatirkan nya sama sekali. Lagi pula, dia itu orang yang sudah membunuh permaisuri. Jadi dia berkhianat. Pengkhianat harus dihukum mati" ucap Liu Chen dengan gugup.
Song Quon terkekeh melihat Liu Chen yang kelabakan menjawab pertanyaannya seperti itu. "Jangan berbohong padaku. Kau tidak terlalu pandai berbohong. Sudah jelas bahwa kau mengkhawatirkan ketua Haocun. Jadi kau memang benar benar ingin mencarinya dan meminta penjelasan darinya, ya?"
Liu Chen menatap Song Quon dan menghela nafas, iapun mengangguk. "Aku ingin meminta penjelasan darinya. Aku tau, dia pasti memiliki alasan kuat untuk membunuh permaisuri. Beberapa hari sebelum dia pergi, dia mengatakan hal hal yang cukup aneh bagiku dan dari pertanyaan yang dilontarkannya pada ku saat itu, aku tau dia membunuh permaisuri karna ibunya.
Aku memang tidak tau apakah dugaanku benar atau salah. Tapi firasatku mengatakan bahwa ini ada hubungannya dengan ibunya"
"Apa yang akan kau lakukan bila mengetahui ada seseorang yang menyakiti perasaan ibumu?"
"Lalu, bagaimana bila ibumu kecewa terhadap seseorang dan langsung membunuh dirinya sendiri karna orang itu? Apa yang akan kau lakukan? Apakah membalaskan dendam pada orang yang membuat ibumu kecewa dan sedih itu?"
Liu Chen mengingat ucapan Zong Xian saat itu. Disanalah dia menduga bahwa Zong Xian melakukan semua ini karna ibunya.
Song Quon hanya mengangguk mendengar ucapan Liu Chen tadi. "Lalu bagaimana sekarang? Kau akan tetap pergi sekarang juga dan mencari ketua Haocun?"
Liu Chen mengangguk. "Aku menyerahkan tugas yang ada disini padamu. Tolong kembali satukan semua anggota selama aku pergi. Aku akan berusaha membawa Haocun kembali dengan selamat kesini" ucapnya dengan nada memohon.
Song Quon belum pernah melihat tatapan memohon seperti itu dari seorang Liu Chen. Ia jadi merasa bahwa kelompok ini begitu berarti bagi Liu Chen begitupun semua orang orang yang ada di dalam kelompok ini, tak terkecuali.
Song Quon pun mengangguk, "Aku akan berusaha menyatukan mereka kembali. Kau hati hati, jangan sampai mati sebelum bertemu ketua Haocun" canda Song Quon sambil terkekeh pelan.
Liu Chen tersenyum, "Tentu. Aku tidak akan mati untuk saat ini karna aku juga memang tidak bermaksud mati hari ini. Masih banyak tugas yang harus kulakukan. Tolong jaga semua orang disini untukku, Qiang"
Song Quon mengangguk. "Berhati hatilah di jalan"
Liu Chen mengangguk. Ia pun langsung pergi untuk mencari Zong Xian. Yang mengetahui kepergiannya hanyalah Song Quon dan dua orang penjaga yang menjaga gerbang. Tidak ada lagi orang yang mengetahui kepergiannya.
__ADS_1
Song Quon menghela nafas, "Kenapa kau begitu peduli pada orang lain? Seharusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri. Mungkin saat ini ada beberapa anggota yang berniat membunuhmu karna mengira kau memihak Jia Li", Song Quon menggelengkan kepala.
"Kau sangat berbeda dengan orang lain yang pernah kutemui. Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri dan tak mempedulikan orang lain. Kau terlalu baik pada mereka" gumam Song Quon. Ia pun mulai berjalan menjauh dari pintu keluar.