
Kini ada 5 orang anggota dibagian kanan dan kiri dari Song Quon. "Apa kalian sudah mengerti aturannya?"
Kesepuluh orang itu menganggukkan kepala tanda mengerti.
Song Quon langsung pindah ke tepi arena, "Baiklah, pertandingan dimulai"
Kedua tim berada di jarak beberapa meter saat ini dan saling menatap lawan. Dibagian kelompok 3, terdapat Wu Anming (Yong) dan Wu Xianlun (Hua). Mereka berada di tim yang sama.
Xing Fu dan Lao Tzu pun nampak berada di tim yang sama dengan kedua kakak beradik itu. Sementara satu orang lainnya adalah seorang wanita yang merupakan teman baru Wu Xianlun, bernama Zhi Shu.
Di tim 4, nampak tiga orang pria dan dua orng wanita. Mereka nampak memiliki jumlah kekuatan yang lebih unggul dari tim 3. Namun semua anggota tim 3 tidak akan menyerah begitu saja tanpa bertarung.
"Aku akan buktikan kekuatan milikku. Walaupun kekuatanku sangatlah lemah untuk saat ini. Namun aku percaya, aku dapat mengalahkan lawan yang berada ditingkatan sama denganku" batin Wu Anming sambil tersenyum percaya diri.
"Dia terlalu percaya diri" batin Lao Tzu sambil sedikit melirik Wu Anming. Setelahnya iapun kembali melihat kearah depan.
Tidak ada anggota yang bergerak di kedua pihak sampai saat ini. Mereka terlihat sedang mencari kelemahan lawan masing masing.
"Kenapa mereka diam saja seperti itu?" ucap seorang pria yang sedang menonton.
"Entahlah, akupun tidak tau. Hei, kalian cepatlah! Kenapa terus diam seperti itu, kalian mau sampai kapan diam terus?!" teriak seorang wanita disamping pria itu.
"Elemen tanah:duri tanah" gumam Xing Fu. Seketika, tanah yang berada didepan salah satu lawan terangkat keatas dengan bentuk tajam.
Karna serangan tiba tiba itu, membuat lawan yang menjadi sasaran tidak dapat menyingkir. Akhirnya, tanah tajam itu menggores dagu dari lawan. Seketika lawan langsung melompat mundur dan memegang dagunya.
Kejadian ini begitu tiba tiba hingga membuat penonton dan orang orang dari tim 4 terkejut.
"Heh, sudah dimulai ternyata" ucap seorang pria dari tim 4. Iapun langsung melesat maju kearah tim lawan. Gerakannya cukup cepat bagi orang orang yang berada ditingkatan sama dengannya.
"Hei, jangan mengambil tindakan sendiri!" ucap ketua tim 4 kesal.
Dua orang lainnya yang berada di tim 4 juga mengikuti pria itu dan tak mendengarkan ketua tim mereka sendiri. Hal ini membuat ketua tim berdecak kesal. Iapun menatap seorang pria yang berdiri di dekat bendera. Ketua itupun mengangguk. "Setidaknya ada satu yang masih mengikuti arahanku" gumamnya.
Ketua tim 4 hanya berjaga di daerahnya. Ia seperti pertahanan pertama yang akan membantu satu anggota yang menjaga bendera tim nya itu.
"Kalian memilih melawan langsung, bodoh" gumam Xing Fu. Tepi bibirnya tertarik. Ia memiliki dantian khusus dengan elemen tanah. Maka tentunya elemen tanah yang dikeluarkannya akan lebih kuat dari pada elemen tanah yang oranglain pelajari tentang elemen tanah dengan dantian yang biasa.
"Elemen tanah:kubah tanah", Xing Fu menghentakkan kakinya dan langsung saja, tanah langsung naik dan membentuk kubah di setiap orang lawan. Kini, tiga lawan yang maju langsung terjebak di dalam tanah yang membentuk kubah itu.
"Tck! Sekarang hanya ada aku dan dia. Apa yang harus kulakukan?" gumam ketua tim 4 dengan kesal.
"Woah! Apa tim 4 hanya memiliki kekuatan sebesar itu saja?!" teriak seorang penonton.
"Kita lihat saja nanti" ucap penonton disampingnya.
"Yong (Wu Anming), Jian (Lao Tzu) dan Hua (Wu Xianlun), kalian pergi ke tempat lawan dan rebut bendera mereka. Sementara aku akan mempertahankan kubah tanah ini. Lalu Jiao (Zhi Shu) akan tetap menjaga bendera tim kita. Aku akan berusaha agar dapat mempertahankan kubah tanah ini" ucap Xing Fu.
Semuanya mengangguk. Wu Anming, Wu Xianlun dan Lao Tzu langsung berlari kearah arena lawan. Xing Fu dan Zhi Shu tetap di arena tim mereka.
Di dalam kubah tanah, ketiga orang yang terjebak disetiap kubah berbeda berusaha membebaskan diri mereka. Mereka menggunakan kekuatan yang dimiliki dan menggunakan kepalan tangan untuk menghancurkan kubah kubah ini. Walaupun kekuatan mereka berada diatas Xing Fu, namun cukup sulit menghancurkan kubah tanah ini karna tanahnya sangat keras dan kuat.
Melihat adanya lawan yang mendekat ke daerahnya, ketua tim 4 langsung berusaha menghentikan mereka. Dia menggunakan tombaknya untuk melawan 2 orang lawan. Sementara sisanya ia percayakan pada temannya yang menjaga bendera.
"Kau kira aku akan membiarkan kalian begitu saja menang?" ucap ketua tim 4.
Wu Anming menggertakkan giginya. Iapun langsung mengambil pedang yang tersarung di pinggangnya dan menahan serangan yang dilancarkan oleh ketua tim musuh. Senjata mereka memiliki tingkat yang sama, yaitu menengah. Senjata ini diberikan pada mereka sebagai hadiah karna sudah menjadi anggota kelompok topeng bayangan.
"Aku serahkan dia padamu", Lao Tzu langsung berlari menuju bendera tim 4 dan meninggalkan Wu Anming sendiri.
"H-hei, tck sudahlah", pasrah Wu Anming. Iapun kini harus berhadapan dengan ketua tim 4 yang berada dua bintang diatasnya.
Angin yang kencang langsung berhembus. Angin itu berasal dari daerah bendera bagian lawan. Lao Tzu dan Wu Xianlun yang berlari menuju bendera lawan langsung menutupi mata mereka dengan tangan yang terulur ke depan dan mereka berusaha berdiri tegak.
Ketua tim 4 dan Wu Anming juga merasakan angin yang cukup kencang itu, mereka langsung menutupi mata dengan tangan yang terulur ke depan agar debu yang beterbangan tidak mengenai mereka.
"Orang itu menyembunyikan tingkatan kultivasinya. Dia terlihat berada di tingkat Qi foundation. Padahal dia berada di tingkat master" gumam Zong Xian.
Pria di tim 4 yang menjaga bendera, langsung bergerak menuju lawan. Ketika lawan sedang disibukkan dengan hembusan angin yang dibuatnya. Iapun langsung mengayunkan pedang kearah Wu Xianlun. Namun serangannya segera ditahan oleh Lao Tzu menggunakan pedang miliknya.
"Kau memang hebat" ucap Lao Tzu dengan dingin. Dia dikenal dengan pria dingin. Bukan karna ia memiliki elemen es, namun karna ucapan dan ekspresi yang diperlihatkannya hanyalah ekspresi dingin. Maka dari itu ia disebut seperti itu oleh kebanyakan anggota kelompok.
"Heh, sudah kuduga kau akan menghentikan seranganku" ucap pria tim 4. Ipun melompat tinggi dan mulai menyerang Lao Tzu. Walaupun ada hembusan angin yang cukup besar, nyatanya mereka nampak masih bisa bertarung.
"Aku tak bisa mempertahankan kubah tanah ini lebih lama lagi", desah Xing Fu.
"Kalau begitu, kita akan menghentikan 3 lawan yang akan keluar dari kubah tanahmu ini" ucap Zhi Shu sambil menatap tiga buah kubah dihadapannya yang mulai retak.
Krakk
__ADS_1
Retakan kubah semakin besar hingga akhirnya hancur. Ketiga orang lawan yang ada di dalam kubah nampak agak kelelahan hanya untuk menghancurkan penjara tanah ini saja. Namun mereka tetap langsung menyerang dua lawan dihadapan mereka.
Angin yang berhembus cukup kencang kini tidak lagi dirasakan. Wu Xianlun menatap ke arah sebuah pertarungan yang mana itu adalah pertarungan Lao Tzu dan seorang pria tim 4. "Ini kesempatanku" gumamnya.
Iapun langsung lari menuju bendera lawan dan berusaha mengambilnya. Namun ketika hampir menyentuhnya, sebuah tombak terlempar dan menuju kearah Wu Xianlun. Tombak itu tepat menancap di kaki wanita itu.
Wu Xianlun langsung terjatuh dan mengerang kesakitan, "Akh, sakit", iapun langsung mencabut tombak dengan sekuat tenaga.
"Xian'er!", Wu Anming menatap kearah adiknya. Iapun berniat menolong adiknya itu, namun ketua tim 4 juga berlari menuju Wu Xianlun.
Disaat yang bersamaan juga, Xing Fu kini sudah sangat kelelahan. Namun ia tetap menahan satu orang lawan agar tidak merebut bendera. Dua orang lawan lainnya diatasi oleh Zhi Shu. Walaupun sebenarnya wanita itu sangat kesulitan untuk menghentikan dua lawan sekaligus. Apalagi dua lawan ini memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada Zhi Shu.
Namun, wanita itu tetap bertarung dan menahan dua lawan.
"Heh, kau takkan bisa menang melawan kami. Walaupun kami cukup kelelahan untuk hanya bebas dari kubah pria itu, namun kami dapat mengalahkanmu. Jadi menyerah saja bila tak ingin terluka" ucap seorang wanita yang dilawan Zhi Shu.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja" ucap Zhi Shu. Iapun langsung melompat tinggi dan mengayunkan pedang kearah lawan.
Namun sayangnya, lawan yang satunya adalah pengguna busur dan panah. Wanita dengan busur itu langsung menembakkan panahnya kearah tangan Zhi Shu yang memegang pedang.
Shuutt
Hanya saja, panah itu hanya menggores tangan Zhi Shu. Tapi tetap saja, serangan Zhi Shu menjadi agak berbelok.
"Tck, sial. Aku tidak mengenainya" gumam wanita yang menggunakan busur.
Kini pedang Zhi Shu berbenturan dengan pedang lawan.
"Aku akan menahannya disini, kau cepatlah ambil bendera lawan" ucap wanita tim 4 yang bertarung dengan Zhi Shu.
Wanita pengguna busur mengangguk. Iapun berniat lari menuju bendera lawan.
"Takkan kubiarkan!" ucap Zhi Shu. Iapun langsung berlari menuju wanita pengguna busur dan langsung mengayunkan pedang milik nya kearah lawan.
Ungtungnya, wanita pengguna busur langsung melompat mundur sehingga serangan tidak mengenainya.
"Kau keras kepala sekali, lebih baik menyerah!" ucap wanita pengguna busur.
"Elemen tanah:kubah tanah" gumam Xing Fu. Seketika, sebuah kubah tanah langsung menutupi bendera tim nya.
Pria yang melawan Xing Fu menjadi terkejut, "Kau curang!"
"Aku tidak curang sama sekali, bukankah kita hanya harus mempertahankan bendera tim nya dan mengambil bendera lawan. Apa kau lupa?" ucap Xing Fu dengan nada mengejek.
Xing Fu terus menghindari serangan dan sesekali menangkisnya. "Jiao (Zhi Shu), kau tak perlu khawatir tentang bendera tim kita. Aku yang akan menjaganya menggunakan kubah tanah ku"
"Tapi bukankah kau sudah lelah? Jadi biarkan aku saja yang menjaganya" ucap Zhi Shu sambil memiringkan kepala ke samping untuk menghindari sebuah panah yang melesat kearahnya.
"Tenang saja, aku masih sanggup. Kau hanya harus fokus pada musuhmu saja" ucap Xing Fu.
"Kalau begitu, baiklah. Kita hanya bisa berharap pada teman teman kita yang kini ada diarea musuh agar secepatnya mendapatkan bendera lawan"
Xing Fu mengangguk. Iapun langsung termundur beberapa langkah kala menahan serangan pedang lawan.
"Aku hanya perlu mengalahkanmu dan menghabiskan Qi milikmu agar kubah tanah itu bisa hilang" ucap lawan.
"Heh, takkan kubiarkan hal itu terjadi" ucap Xing Fu. Walaupun ia kini cukup terdesak karna ia berada ditingkatan dibawah musuh, namun ia tetap tersenyum percaya diri. Seakan sudah melihat kemenangan yang jelas sudah ada di depan matanya. "Aku percayakan kemenangan pada kalian bertiga" batinnya sambil tersenyum.
"Cih, padahal kau sudah terdesak tapi kau masih bisa tersenyum" ucap lawan. Iapun merasa diremehkan. Ia langsung menyerang Xing Fu lebih cepat hingga membuat pemuda itu lebih kesulitan menahan dan menghindari serangan lawan.
Disaat yang bersamaan, Wu Anming langsung menghalangi ketua tim 4 yang berniat mendekat kearah adiknya dan berniat menyerang adiknya itu.
"Akh, kakak jangan pedulikan aku. Ambil bendera lawan" ucap Wu Xianlun dengan kesakitan. Ia masih belum berdiri karna kakinya yang terluka akibat tombak yang tadi menancap pada kakinya.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu disini dan membiarkanmu terluka Xian'er", Wu Anming menggelengkan kepala.
"Ikatan kakak dan adik kalian, hanya akan membuat kekalahan bagi tim kalian sendiri" ucap ketua tim 4. Iapun langsung menyerang Wu Anming menggunakan kepalan tangan.
Boomm
Wu Anming langsung terlempar beberapa meter karna mendapat serangan pukulan yang mengenai perutnya.
"Kakak!"
"Cih, kau tak perlu mencemaskan kakakmu. Lebih baik cemaskan dirimu sendiri" ucap ketua tim 4. Ia terlihat kesal ketika melihat ikatan adik dan kakak ini.
Iapun langsung menendang Wu Xianlun hingga membuat gadis itu terlempar beberapa meter dan tergeletak ditanah. Namun Wu Xianlun masih sadar dan belum pingsan.
"Beraninya..beraninya kau melukai adikku!", Wu Anming yang sudah berdiri menatap ketua tim 4 dengan tajam. Tiba tiba saja, disekitar tubuhnya muncul percikan percikan petir berwarna kuning. Iapun langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
"Dimana dia?!", ketua tim 4 menjadi waspada, ia melihat kearah kanan dan kiri. Namun tidak menemukan lawan nya.
Wu Anming tiba tiba saja muncul dihadapan ketua tim 4. "Terimalah ini!", iapun langsung mengepalkan tangan yang dialiri petir dan langsung memukul perut ketua tim 4 itu dengan keras.
Ketua tim 4 terkejut, namun tak bisa menghindari serangan. Iapun akhirnya terpental beberapa meter dan iapun jatuh di tempat area musuh.
Xing Fu dan pria yang dilawannya sama sama melompat mundur kala sesuatu terbang kearah mereka. Saat dedebuan menghilang disekitar tempat sesuatu jatuh, mereka terkejut ketika melihat ketua tim 4. Namun Xing Fu yang terkejut segera tersenyum. "Hehe, kau lihat? Tim kami akan menang"
Pria yang dilawannya menggertakkan gigi dan tak tau harus membalas seperti apa ucapan yang Xing Fu katakan.
Lao Tzu nampak masih bertarung melawan seorang pria dari tim 4. Lawannya ini memiliki kecepatan yang seperti angin sehingga sulit dilihat. Namun dengan kemampuannya yang unik, yang dapat melihat warna jiwa seseorang, maka Lao Tzu tidak terlihat kesulitan.
Lawannya memiliki tingkatan kultivasi yang sama dengannya. Hanya saja, lawannya pasti akan daat mengalahkan orang dengan beberapa bintang diatasnya karna dia memiliki kecepatan seperti angin dan agak sulit dideteksi.
"Kau hebat juga dapat bertahan melawanku, pria dingin" ucap lawan.
Lao Tzu tak mengatakan apapun. Namun dalam hati ia bergumam, "Pria dingin? Siapa yang dimaksud? Apa aku?"
"Anming sudah menunjukkan kekuatannya. Kemampuannya juga sepertinya sudah meningkat" gumam Liu Chen. Iapun tersenyum tipis.
"Anggotamu yang bernama Yong (Wu Anming) itu cukup hebat juga, ya. Xun" ucap Zong Xian.
Liu Chen hanya mengangguk dan tersenyum tanpa menatap kearah Zong Xian. Ia tetap fokus menatap ke arena turnamen. "Anggota yang Guang bawa pun hebat. Dia memiliki dantian khusus berelemen tanah"
"Kau benar", Zong Xian mengangguk.
"Namun walaupun begitu, jumlah kekuatan kita masihlah lemah bila ingin melindungi semua manusia. Kita takkan bisa mengalahkan kaisar iblis" ucap Liu Chen.
"Lalu Xun, seberapa besar kekuatan kaisar iblis menurutmu?" ucap Yang Jia Li.
"Seharusnya guru kalian mengatakannya pada kalian, bukan? Kenapa bertanya padaku?", Liu Chen mengerutkan keningnya dan menatap Yang Jia Li.
"Hehe, sepertinya guru menjelaskan dan memberitaukan hal itu padaku. Namun karna aku terlalu bosan, aku tidak mendengarkannya" ucap Zong Xian sambil terkekeh pelan.
"Aku malas mendengar penjelasan guru yang sangat panjang. Itu membuatku mengantuk. Mungkin saat guru menjelaskan tentang kekuatan kaisar iblis, aku tertidur hehe" ucap Yang Jia Li sambil terkekeh pelan.
Liu Chen menggelengkan kepala mendengarkan jawaban mereka berdua. Iapun langsung menjawab pertanyaan Yang Jia Li tadi, "Kalau tak salah, guru saat itu memberitau bahwa kekuatan kaisar iblis berada pada immortal.
Namun karna tersegel dan bertarung dengan guru kita, mungkin kekuatan kaisar iblis melemah. Maka dari itu, setelah kaisar iblis bangkit, maka kaisar iblis tidak mungkin langsung menyerang. Dia akan mengumpulkan kekuatan terlebih dahulu"
Zong Xian dan Yang Jia Li mengangguk. Mereka pun kembali menatap kearah arena begitupun Liu Chen.
"Kakak, ambil bendera lawan! Setelah itu, kita akan menang" ucap Wu Xianlun.
Wu Anming mengangguk, iapun langsung melesat cepat dan kini dirinya sudah berada didepan bendera lawan. Iapun langsung mencabut bendera itu dan mengangkatnya keatas. "Tim kami menang!"
Sorakan dan tepuk tangan penonton terdengar.
"Tim 3 menang!"
"Kukira tim 4 akan menang karna mereka memiliki jumlah kekuatan yang lebih besar dari tim 3. Namun ternyata sebaliknya. Tim 3 lah yang menang!"
"Kau benar, aku pun awalnya mengira bahwa tim 4 yang akan menang!"
"Pertarungan ini dimenangkan oleh tim 3! Selamat pada tim 3, kalian lolos masuk babak ke 2!" ucap Song Quon.
Mendengar hal itu, semua yang ada di arena berhenti bertarung. Semua anggota tim 4 nampak kecewa. Sementara tim 3 nampak bahagia.
"Aku sudah bilang, bahwa kami lah yang akan menang!" ucap Xing Fu sambil tersenyum kearah pria yang dilawannya tadi.
"Lain kali, kami takkan membiarkan kalian menang dari kami. Kami akan bertambah kuat dan melampaui kalian!" ucap pria itu.
Xing Fu menggelengkan kepala, "Percuma bila kalian kuat dan lebih kuat dari lawan. Namun tak memiliki kerja sama yang baik. Seharusnya tadi kalian mendengarkan perkataan ketua tim kalian terlebih dahulu. Jangan bertindak sendiri"
Pria itu langsung membantu ketua tim nya yang tergeletak di tanah. Nampak darah di ujung bibir ketua tim 4 itu. "Akan kuingat apa yang kau ucapkan tadi. Baiklah, selamat atas kemenangan kalian"
Xing Fu mengangguk. Iapun langsung menghilangkan kubah tanah yang menutupi bendera tim nya.
Wu Anming langsung membantu adiknya berjalan. Ia pergi menuju kearah Xing Fu. Begitupun Lao Tzu beserta pria yang dilawannya tadi. Tidak ada yang terluka sama sekali diantara Lao Tzu dan pria yang dilawannya.
Namun Qi milik mereka terkuras cukup banyak dan pria yang Lao Tzu lawan pun nampak kelelahan. Berbeda dengan Lao Tzu yang nampak tidak lelah sedikitpun. Namun sebenarnya ia juga sama lelahnya dengan lawan. Tapi tak menunjukkannya.
"Kau hebat ya, kau tidak terlihat kelelahan sama sekali" ucap lawan dari Lao Tzu.
Lao Tzu tidak mengatakan apapun. Ekspresinya tetap saja dingin.
"Kau baik baik saja 'kan, Xian'er?" ucap Wu Anming. Ia menggendong adiknya dipunggung.
"Tidak apa, hanya sedikit sakit saja. Karna kakak, tim kita menang!" ucap Wu Xianlun sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hehe, tentu saja. Ini aku, Wu Anming. Aku akan menjadi orang yang lebih kuat lagi dan melindungimu, Xian'er. Apapun yang terjadi" ucap Wu Anming sambil tersenyum.
Walaupun tubuhnya terasa masih agak sakit, namun dia tak mempedulikan itu. Yang dipedulikannya adalah Wu Xianlun.