
Ketika malam hari, Liu Chen berkultivasi dan tidak tidur. Sebab, kasur miliknya tidak cukup untuk ditempati bertiga.
Seperti apa yang dikatakan Han Liangyi dan Song Quon saat siang, mereka bertemu diluar rumah. Tidak ada yang tau bahwa keduanya keluar, sebab mereka menyembunyikan hawa keberadaan masing masing.
"ayo ikut aku! aku tau dimana letak hutan didekat desa ini berada", Song Quon berjalan didepan dengan diikuti oleh Han Liangyi.
"hoams..aku mengantuk", Han Liangyi mengucek matanya dan terlihat mengantuk.
Song Quon tidak berkomentar atau mengatakan apapun tentang Han Liangyi yang mengantuk.
Setelah berada agak dalam ke hutan, Song Quon menghentikan langkahnya. Iapun berbalik menghadap Han Liangyi.
Han Liangyi yang tak memperhatikan, langsung menabrak Song Quon, "aduh..!", Han Liangyi langsung mundur beberapa langkah dan mengusap kepalanya.
"kenapa kau tiba tiba berhenti?"
"aku dari tadi sudah berhenti, kau saja yang tak memperhatikan. Makanya perhatikan jalanmu!" ucap Song Quon.
"huft..baik..baik.., apa yang ingin kau bicarakan denganku? jangan terlalu lama. Aku ingin tidur kembali, hoams..", ucap Han Liangyi dengan malas.
"sebenarnya kekuatanmu ini berada ditingkat apa? kenapa aku tak bisa melihat tingkatanmu?", Song Quon menatap Han Liangyi dengan datar.
"itu karna kau terlalu lemah! jadi kau tak bisa melihat tingkatanku. Aku saja bisa melihat tingkatanmu yang kini berada di tingkat bumi bintang 2, apa aku benar?", sudut bibir Han Liangyi terangkat.
"ternyata benar dugaaku. Kau memiliki tingkatan yang lebih tinggi dariku. Siapa kau sebenarnya?" ucap Song Quon dengan serius.
"aku? aku hanyalah seorang pengelana. Aku bukan siapa siapa", Han Liangyi tersenyum.
"bagaimana kekuatanmu bisa berada diatasku dengan umurmu yang terlihat baru saja 17-18 tahun?"
Han Liangyi mengangkat kedua bahunya dan tersenyum, "sekarang aku yang akan bertanya", ekspresinya langsung berubah serius.
"kau bukan manusia 'kan?" tanya Han Liangyi.
"apa maksudmu? kenapa kau berfikir seperti itu?" ucap Song Quon dengan tenang.
Han Liangyi tersenyum, "tentu aku mengetahuinya, aku pernah melihatmu"
"aku sama sekali tidak ingat pernah bertemu denganmu. Aku juga baru saja mengenalmu saat ini"
"kita awalnya memang tak saling mengenal, pertama kali aku melihatmu pun, aku tak mengenalmu. Namun aku tau wajahmu, aku pernah melihatmu mengacaukan sebuah desa", Han Liangyi tersenyum.
"apa maksudmu? mana mungkin aku melakukan hal itu? aku tak pernah melakukannya", Song Quon menatap Han Liangyi dengan datar.
"bukan itu saja, aku melihatmu bukanlah manusia. Kau adalah demobic beast yang bahkan belum berumur 1.000 tahun untuk menjadi manusia. Teknik apa yang kau pakai hingga bisa merubahmu menjadi manusia sebelum berumur 1.000 tahun? apa kau memakai sebuah teknik terlarang?", Han Liangyi menatap Song Quon dengan penuh selidik.
"itu bukan urusanmu! urus saja urusanmu sendiri", Song Quon menatap Han Liangyi dengan dingin.
"jika kau menjawabnya seperti itu, berarti apa yang kukatakan benar, bukan? kau memanglah bukan manusia. Kau demonic beast serigala angin, yang populasinya saat ini sangat langka"
"dengarkan aku baik baik, aku adalah manusia. Kau jangan menuduhku sembarangan tanpa bukti apapun", Song Quon menatap Han Liangyi dengan datar.
"huft..aku memang tidak memiliki bukti. Namun wajahmu sama dengan demonic beast yang bisa berubah jadi manusia itu. Jadi pasti kaulah yang membantai dan memakan sebagian penduduk disana"
"bisa saja itu hanyalah orang yang mirip denganku. Jadi jangan menuduhku. Sudahlah, aku akan kembali saja. Aku juga tidak peduli siapa dirimu", Song Quon langsung berjalan menjauh.
Sudut bibir Han Liangyi tertarik keatas, "apakah apa yang kuucapkan memang benar? melihat reaksimu yang seperti itu, membuatku yakin. Bahwa memang kaulah serigala angin itu"
Song Quon berhenti berjalan, ia melirik kebelakang, "jika kau sudah mengetahuinya, maka jangan beritaukan hal ini pada siapapun. Kau mengerti?!"
"baiklah..baiklah..bahkan pada temanmu Chen itu? kau tak ingin dia tau?", Han Liangyi mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Song Quon.
"jangan beritaukan ini padanya. Aku tak mau bila dia mengetahuinya maka dia mungkin akan menjauhiku"
Han Liangyi tersenyum, "kau pikir saudara Chen adalah orang seperti itu? kau pikir saudara Chen akan menjauhimu karna itu? maka kau salah!"
Song Quon berbalik dan menatap kearah Han Liangyi, "tidak mungkin dia bisa menerimaku yang merupakan demonic beast. Kebanyakan manusia tidak akan menerima demonic beast sepertiku"
Han Lingyi kembali tersenyum, "kau pikir dia akan peduli tentang identitasmu yang merupakan demonic beast? kurasa dia bukan orang seperti itu"
"tapi tetap saja, jangan beritaukan identitasku padanya"
"baiklah, aku takkan memberitaukannya. Tapi bagaimana caramu bisa berubah menjadi manusia sebelum 1.000 tahun?"
__ADS_1
"aku tak ingin mengatakannya, bagaimanapun kau memaksaku, aku tetap takkan memberitaumu. Aku juga sudah tak peduli lagi tentang identitasmu", Song Quon berbalik dan berjalan pergi.
"hei, tunggu aku! kau ingin meninggalkanku di hutan seperti ini?!", Han Liangyi mengikuti Song Quon yang berjalan menjauh.
"apa kau takut kegelapan, hm?", ejek Song Quon sambil melirik kesamping.
"tidak, aku tidak takut gelap. Aku hanya tak mau ditinggalkan sendiri disini. Tak apa, walaupun kau tidak memberitaukanku bagaimana caramu bisa menjadi manusia sebelum 1.000 tahun, namun aku akan mencari taunya sendiri"
Mereka pun berjalan kembali menuju rumah Liu Chen. Namun suasana disekitar mereka terasa berbeda setelah Han Liangyi mengatakan bahwa Song Quon adalah demonic beast.
"tak apa, walaupun identitasku yang merupakan demonic beast diketahui, asalkan dia tak mengetahui lebih lanjut tentangku" batin Song Quon.
"lalu, saat kau melihatku di desa itu, kenapa kau tidak menghentikanku?" tanya Song Quon dengan bingung.
"karna itu bukanlah urusanku. Tapi lebih baik kau tidak lagi memakan manusia. Kau itu 'kan sudah menumpang makan pada saudara Chen" ucap Han Liangyi.
"hee?! apa maksudmu menumpang, hah?! aku tak menumpang sama sekali pada Chen!" protes Song Quon.
"hehe, itu memang kenyataannya bukan? kau ikut numpang makan dan tinggal dirumahnya"
"kau yang seperti itu! sementara aku, aku adalah teman Chen. Chen pun tidak masalah jika aku ikut makan dan tinggal disana. Sementara kau? kau ikut makan dan tinggal dirumahnya, padahal kau bukan siapa siapa" ejek balik Song Quon.
"aku ini juga temannya, kau tau?"
"Chen tidak mengatakan nya seperti itu"
"uh, i-itu karna saudara Chen tak mau mengakuinya bahwa mulai sekarang aku adalah temannya"
"huh, bilang saja hanya ingin numpang makan dan tidur" ucap Song Quon dengan cuek.
Suasana kembali menjadi hening untuk beberapa waktu hingga sampai dirumah Liu Chen. Mereka langsung masuk kedalam rumah.
Keesokan paginya, Liu Chen pamit kepada orangtuanya dan mengatakan bahwa dia akan pergi sebentar. Liu Chen juga mengatakan agar Song Quon maupun Han Liangyi tetap dirumahnya. Itu ia lakukan untuk menjaga orangtuanya.
Kedua temannya pun tidak masalah dengan itu, kedua orangtuanya awalnya tidak mengizinkan untuk Liu Chen pergi. Namun Liu Chen mengatakan alasannya. Akhirnya kedua orangtuanya mengizinkan Liu Chen.
Liu Chen pergi memasuki hutan dekat desa. Ia masuk ke kedalaman hutan. Ketika ia sudah masuk hutan cukup dalam, Liu Chen tak melihat adanya jurang yang pernah membuat dirinya jatuh.
"sepertinya jurang itu akan menghilang bila sudah 5 tahun" gumam Liu Chen.
Liu Chen memasuki goa yang dalam itu. "tempat ini, sepertinya cocok untuk latihan tertutupku. Aku akan menyerap Qi yang ada pada inti demonic beast. Guru memberikan sangat banyak, sehingga mungkin aku akan banyak naik tingkat. Namun aku takkan menyerap semuanya sekaligus untuk saat ini"
Setelah mencari tempat yang pas, Liu Chen langsung duduk bersila dan meletakkan beberapa inti demonic beast didepannya.
Di dalam setiap inti, memiliki Qi yang padat membuat Liu Chen kagum dengan gurunya. Itu artinya, gurunya ini sudah menghabisi banyak demonic beast dengan tingkatan yang tinggi sehingga setiap inti yang ada didepan Liu Chen saat ini memiliki kepadatan Qi yang tebal.
Liu Chen langsung memfokuskan dirinya untuk menyerap Qi yang ada disetiap inti demonic beast dihadapannya.
Waktu terus berlalu, tak terasa 2 minggu sudah terlewati.
Liu Chen mulai membuka matanya dan menghembuskan nafas panjang. "Qi yang ada pada setiap inti memiliki Qi yang tebal. Inti yang harus kuserap pun banyak. Sekarang aku sudah naik 3 bintang. Jadi sekarang aku berada ditingkat kaisar bintang 8"
Jika oranglain tau, Liu Chen hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk berhasil menyerap semua inti yang Liu Chen simpan didepannya dan jika saja oranglain tau Liu Chen berhasil naik tiga bintang hanya dalam waktu 2 minggu, mungkin mereka akan muntah darah mendengarnya.
Inti yang Liu Chen serap bukanlah inti dengan tingkatan rendah. Namun inti yang diserapnya memiliki tingkatan yang tinggi tinggi, jadi Qi didalamnya pastilah banyak. Namun Liu Chen berhasil menyerap semuanya hanya dalam waktu dua minggu? mungkin oranglain akan menganggapnya sebagai monster.
Liu Chen kini mulai berdiri, ia pun langsung meregangkan tubuhnya yang terasa kaku. "uh, pegal sekali. Sudah berapa lama aku disini?"
Liu Chen mulai keluar goa, ia melihat bahwa langit saat ini gelap, artinya sekarang hari sudah malam. "aku akan langsung pulang sa-", ucapan nya tidak dilanjutkan. Liu Chen menatap kesekeliling dengan waspada.
"kalian keluarlah..! aku tau, kalian bersembunyi..! cepat tunjukkan diri kalian!" teriak Liu Chen.
"wah..kau hebat juga ya, bisa mengetahui keberadaan kami", seseorang keluar dari balik pohon. Dia memakai jubah hitam dengan topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Topeng itu menutupi wajah bagian atasnya.
Bukan hanya ada satu, namun ada sekitar 20 orang dengan tampilan yang sama. Kekuatan mereka juga terlihat sudah berada ditingkat jendral bahkan ada yang ditingkat kaisar, walaupun masih bintang 2.
Liu Chen menyipitkan mata kearah rombongan manusia yang berjumlah 20 orang itu, "siapa kalian? kenapa kalian ada disini?"
"hahaha, kau tidak perlu tau siapa kami" jawab salah satu dari mereka.
"lalu, apa yang kalian inginkan?"
Seketika, mereka semua hilang dari pandangan.
__ADS_1
"oh, kalian ingin bertarung denganku? baiklah"
Liu Chen juga ikut menghilang. Tak lama setelah itu, terdengar benturan benturan pedang dan kilatan kilatan yang nampak di sekitar Liu Chen berada sebelumnya.
Mereka sangat cepat, namun kecepatan 20 orang itu berada dibawah Liu Chen. Yang menyulitkn dari melawan mereka adalah, kerjasama mereka yang cukup baik.
Setiap ada diantara 20 orang itu yang akan terkena serangan, maka yanglain akan membantu.
"kerjasama mereka cukup baik. Ini membuatku cukup kesulitan, apalagi ada setengah dari mereka yang sudah berada ditingkat kaisar. Apa yang mereka inginkan sebenarnya?" batin Liu Chen.
Liu Chen memiringkan kepala kesamping kala sebuah pedang menuju kearahnya. Karna cukup kesulitan melawan mereka, Liu Chen langsung menggunakan jurus langkah bayangan.
Kecepatan Liu Chen semakin bertambah dengan menggunakan jurus langkah bayangan. Kini dirinya bisa melukai beberapa dari 20 orang itu.
"cepat sekali" gumam kedua puluh orang tersebut. Mereka kini mengambil posisi bertahan dan berdiri membentuk sebuah lingkaran untuk saling melindungi satu sama lainnya.
Liu Chen muncul di hadapan mereka, "kalian kira, kalian bisa selamat dengan mengubah posisi kalian?"
Liu Chen kembali menghilang. Ia tiba tiba muncul diatas langit sambil menggenggam pedang miliknya. Ia memposisikan pedang bagian tajam kesamping, lalu kedepan.
"elemen api:pilar api"
Setelahnya, Liu Chen pun melemparkan pedang kebagian tengah lingkaran musuh. Hingga membuat pedang tertancap ditanah.
Musuh belum mengetahui bahwa Liu Chen ada diatas langit, mereka juga tidak tau ada bahaya yang kini mereka hadapi.
Setelah melemparkan pedang miliknya, Liu Chen langsung terbang menjauh. "mungkin yang dapat bertahan adalah orang orang dengan tingkat kaisar. Itupun, akan mendapatkan luka yang parah"gumam nya.
Tak lama, dari pedang yang tertancap muncul api yang langsung meluas dipermukaan tanah. Setelahnya, api pun naik ke langit membentuk sebuah pilar. Kedua puluh orang itu juga terkena serangan area pilar api.
"aaarrkkh"
"aarrkkhh"
Dalam beberapa detik, pilar api langsung menghilang. Liu Chen pun terbang mendekat. Ia dapat melihat bahwa pedang miliknya sudah menjadi debu. Di tempat pilar api, terdapat 10 orang yang terluka parah.
"si-sialan!"
Mereka berdiri dengan sekuat tenaga yang tersisa.
"aku tak perlu khawatir bila kehabisan Qi, karna aku memiliki pil pengembali Qi. Jurus ini memang menguras banyak Qi ku" gumam Liu Chen. Iapun mulai turun kebawah dan menapak ditanah dengan mulus.
Ia menatap kearah 10 orang yang bersusah payah untuk berdiri.
"sekarang jawab aku, kenapa kalian menyerangku? aku tidak mengenal kalian sama sekali"
"ka-kau kira..kami akan menjawabmu?" ejek salah satunya yang bersusah payah berdiri. Walaupun ia dalam keadaan terluka parah, ia tetap takkan memberitaukan apapun pada pemuda didepannya ini.
"oh begitukah? kalau begitu, kalian tak berguna. Lebih baik kalian mati", Liu Chen langsung menghilang dengan cepat.
Ke-10 orang ini kini menjadi waspada, mereka tak bisa melawan. Mereka bahkan belum menunjukkan kekuatan mereka. Namun mau bagaimana lagi? awalnya mereka meremehkan Liu Chen. Hingga tidak menyerang dengan seluruh kekuatan milik mereka saat pertama kali.
Namun kini mereka tak bisa menggunakan seluruh kekuatan mereka, sebab mereka sudah terluka parah. Kini mereka menyesal karna tak mengeluarkan seluruh kekuatan mereka.
Karna mereka terluka parah, jadi tak butuh waktu lama bagi Liu Chen untuk menghabisi mereka semua. Liu Chen langsung melemparkan api kearah mayat mayat yang ada. Ia menunggu hingga mayat mayat itu berubah menjadi abu.
Setelah selesai, Liu Chen langsung pergi menuju kerumah. Karna ia tak ingin membangunkan orangtuanya, Liu Chen berjalan dengan hati hati saat masuk kedalam rumah. Ia juga menyembunyikan hawa keberadaannya.
Namun tentunya kedua pemuda yang tinggal dikamarnya mengetahui adanya seseorang yang masuk. Namun karna merasa orang itu tak memiliki niat yang jahat, keduanya menghiraukan nya.
Liu Chen langsung membersihkan dirinya setelah sampai dirumah. Iapun langsung berjalan keluar dan duduk diluar. Ia khawatir bila orang orang seperti yang dilawannya tadi datang kembali.
Jadi Liu Chen memilih untuk berjaga diluar. "sebenarnya siapa mereka? apa yang mereka inginkan?" batin Liu Chen sambil menatap langit malam yang penuh dengan bintang.
Jangan lupa like, favorite ataupun vote.
Terimakasih pada para pembaca setia 'kelompok topeng bayangan'🙏
__ADS_1
Terimakasih juga atas semua dukungan yang kalian berikan🙏