Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
75 -Toko Obat


__ADS_3

Kini, 1 bulan telah terlewati. Artinya, sudah 1 tahun 5 bulan latihan empat divisi. Sementara Chu Kaili sudah 1 tahun berlatih dengan bimbingan dari Liu Chen.


Hari kembali berganti dan terus berjalan. Sudah 2 hari Liu Chen, Song Quon dan Chu Kaili pergi menuju keluarga Chu. Chu Kaili dibawa terbang oleh Liu Chen agar perjalanan lebih cepat.


Mereka mengetahui letak pasti keluarga Chu dari divisi informasi. Ya, divisi informasi sudah disebarkan ke segala penjuru kekaisaran. Sudah sebagian kekaisaran Yang berada dalam pemantauan. Sebagian lagi, tidak berada dalam pemantauan. Karna jumlah orang orang dari divisi tersebut tidak mencukupi.


Beberapa anggota divisi informasi masuk ke dalam sekte sekte aliran putih dan netral untuk memantau dan mencari tau informasi yang dimiliki sekte sekte itu.


Liu Chen sudah menyuruh anggota divisi pembunuh untuk berkumpul di kota Awan. Divisi pembunuh sudah pergi ke kota Awan beberapa hari sebelum Liu Chen pergi. Karna mereka akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari Liu Chen untuk sampai kesana.


Setelah dua hari perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di depan gerbang kota Awan. Kota Awan adalah kota yang besar dan dekat ibukota kekaisaran Yang. Disini, mereka harus melakukan pemeriksaan yang ketat.


"Perlihatkan tanda pengenalmu" ucap penjaga.


Liu Chen memperlihatkan tanda pengenalnya. "Untung saja aku sudah membuatkan tanda pengenal lain untuk Kaili " batinnya.


Song Quon tentu saja memiliki tanda pengenal sendiri. Jadi tidak perlu dibuatkan lagi. Sementara Chu Kaili memiliki tanda pengenal dari keluarga Chu. Jadi tidak mungkin Chu Kaili memakainya. Liu Chen pun membuatkan tanda pengenal baru untuk Chu Kaili. Karna setau orang orang kota Awan, Chu Kaili menghilang. Itulah yang Liu Chen dan yang lain tau dari divisi informasi mengenai kota awan.


Setelah diperiksa, akhirnya mereka diperbolehkan masuk ke dalam kota.


"Kami sudah sampai. Dimana kalian? " ucap Liu Chen menggunakan telepati.


"Ketua Xun memang hebat. Hanya dalam dua hari sudah sampai " ucap suara wanita. Ia adalah Wu Xianlun.


"Lupakan tentang itu. Dimana kalian saat ini? "


"Kami berada di restoran 5. Itulah namanya"


"Agak aneh. Tapi aku tak peduli. Kami akan kesana "


"Baik, ketua Xun "


Liu Chen mengakhiri telepatinya. Ia menatap ke arah Chu Kaili. "Apa kau mengetahui dimana restoran 5 berada?"


Chu Kaili mengangguk, "Aku mengetahuinya ketu- maksudku Chen"


Liu Chen mengangguk. "Kalau begitu, pimpin jalan menuju kesana"


"Baiklah"


Mereka bertiga akhirnya pergi menuju restoran 5. Wu Xianlun dapat bertelepati dengan Liu Chen karna pemuda itu mengajarkan semua anggota dari divisi manapun cara telepati. Liu Chen juga sudah mendapat izin dari Kaisar Xiao untuk memberitaukan jurus cara bertelepati ini. Walaupun meminta izin itu dengan cara yang memaksa hingga membuat Kaisar menyerah dan akhirnya mengizinkan Liu Chen membagikan jurus itu pada anggotanya.


Liu Chen tidak memberitaukan bahwa dia memberikan jurus ini pada kelompoknya. Dia hanya mengatakan ingin mengajari jurus tersebut pada seseorang. Kaisar Xiao mengizinkan namun dengan syarat bahwa orang itu tidak memberitaukannya pada orang lain. Liu Chen menyanggupi syarat Kaisar karna ia percaya anggotanya tidak akan melakukan itu. Liu Chen bisa jurus telepati karna ia adalah pangeran iblis. Sejak ia mendapat ingatan dari pangeran Xiao, dia bisa melakukan jurus itu. Jadi dia 'lah yang mengajarkan anggota kelompok jurus telepati.


Dengan jurus telepati, maka komunikasi dengan para anggota menjadi lebih mudah dan cepat. Itulah alasan Liu Chen ingin mengajari jurus ini pada yang lainnya.


Akhirnya, Liu Chen, Chu Kaili dan Song Quon telah tiba di restoran 5. Mereka kini masuk ke dalam. Restoran nampak tidak terlalu ramai. (Kini, umur Liu Chen adalah 18 tahun.)


Liu Chen, Song Quon dan Chu Kaili duduk di sebuah meja yang terlihat 3 orang mengisinya. Karna meja itu panjang dan kursinya pun masih tersisa, mereka duduk disana. Alasan lain karna 3 orang itu merupakan bagian dari divisi pembunuh yang ditugaskan pergi ke kota Awan ini.


Di meja dekat 3 orang itu, sebenarnya ada juga orang orang dari divisi pembunuh lainnya. Orang yang ditugaskan membunuh keluarga Chu sekitar 15 orang. Walaupun sedikit, namun mereka adalah orang orang berpengalaman dan tidak bisa dianggap remeh.


Selama ini, mereka dilatih dengan begitu keras oleh Feng Ying. Mereka juga pernah dilatih oleh Liu Chen beberapa kali. Hingga akhirnya mereka bisa menjadi orang yang hebat dan bisa diandalkan di dalam kelompok. Wu Xianlun salah satunya yang ada disana.


Nampak bahwa ke-15 orang sudah memesan makanan dan minuman masing masing.


"Dasar, kalian tidak menunggu kami" ucap kesal Song Quon.


"Eh? Itu salah kalian sendiri. Kenapa kalian baru saja datang" ucap Wu Xianlun. Saat di tempat umum seperti ini, mereka tidak boleh memanggil dengan nama samaran setiap anggota. Itulah aturannya.


Juga, sebenarnya semua anggota kelompok tidak ada yang terlalu tau dengan nama asli rekan rekan mereka. Tapi mereka mungkin hanya tau beberapa. Yang mereka tau hanyalah nama samaran dari setiap anggota. Namun sebagai ketua dan wakil, tentunya Liu Chen dan Song Quon mengetahui semua nama asli mereka. Beberapa pun ada yang memiliki latar belakang tidak biasa.


Dari ke-15 orang yang ditugaskan ke kota Awan ini, sebenarnya ada beberapa orang yang berasal dari aliran hitam. Namun mereka tidak seperti orang orang aliran hitam yang suka membuat kekacauan.


Mereka masuk ke dalam kelompok ini dimulai sejak berdirinya kelompok. Mereka juga masuk karna diajak oleh salah satu ketua disana. Tentunya mereka ikut dengan senang hati. Mereka masuk karna ingin membuat kedamaian di dunia ini. Aneh, namun itulah kenyataannya.


......


Pelayan akhirnya datang ke meja tempat Liu Chen berada. Liu Chen, Chu Kaili dan Song Quon memesan makanan. Namun kali ini, Song Quon tidak memesan terlalu banyak makanan. Hanya 3 porsi.


Akhirnya pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan.


Liu Chen melirik Song Quon, "Tumben sekali kau hanya pesan 'sedikit'. Biasanya kau memesan 8 porsi atau lebih"


Para anggota divisi pembunuh yang mendengar itu terkejut. Mereka menatap Song Quon secara bersamaan, "8 porsi? Yang benar saja! Apa kau memang benar benar bisa menghabiskan makanan sebanyak itu?! " batin mereka.

__ADS_1


Song Quon yang ditatap oleh semua orang yang dikenalnya, langsung menunduk malu. Ia kemudian menatap Liu Chen. "Suutt, apa kau tidak bisa untuk tidak mengatakan hal itu di depan mereka?" ucapnya dengan suara kecil. Namun tetap saja dapat didengar yang lainnya.


Melihat tingkah Song Quon, membuat semuanya tertawa termasuk Liu Chen. "Haha, sepertinya kau memesan lebih sedikit dari biasanya karna ada mereka" ucap Liu Chen.


Song Quon menunduk. Dia menggerutu dalam hati, "Huh menyebalkan. Kenapa dia harus mengatakan hal itu di depan yang lainnya? Memalukan ".


Song Quon pun mengangkat wajahnya dan melihat semua yang menertawainya. "Apa kalian sudah selesai tertawa? Bila kalian masih tertawa, akan ku robek mulut kalian" ancam nya. Ia kesal karna ditertawakan terus seperti ini.


Semuanya berhenti tertawa mendengar ancaman Song Quon. "Kejamnya " batin mereka.


Setelah beberapa saat mereka tak berbicara, akhirnya Liu Chen mulai angkat suara. "Selama ini, kalian menginap dimana?"


"Kami menginap di penginapan 7" jawab Wu Xianlun.


Liu Chen mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa nama restoran dan penginapan adalah angka?"


"Penginapan dan restoran di kota Awan ini diberi nama angka sesuai nomor ke berapa dibangunnya restoran dan penginapan dari kedua bisnis itu di kota ini" ucap Chu Kaili.


Liu Chen mengangguk, "Ternyata kau masih ingat semua hal yang ada disini, Kaili"


Chu Kaili membantah ucapan Liu Chen, "Mana ada?! Aku.. Hanya ingat beberapa saja... Lagi pula, untuk apa aku mengingat tentang kota dimana diriku tersiksa ini"


"Terserah kau saja" ucap Liu Chen. Walaupun Chu Kaili terlihat lebih tua darinya, namun Liu Chen langsung mengatakan nama dari Chu Kaili. Lagi pula, bila dihitung dengan umur saat di kehidupan pertamanya, Liu Chen sudah berumur ratusan tahun. Memanggil Chu Kaili langsung dari nama pemuda itu juga agar membuat perasaan tidak canggung.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya makanan sudah dihidangkan.


"Woah, kelihatannya enak" ucap Song Quon. Iapun langsung memakan makanannya dengan cepat. "Um.. Memang enak"


Liu Chen dan Chu Kaili pun ikut makan. Makanan itu memang sangat enak.


......


Liu Chen dan kedua temannya yang baru saja sampai di kota Awan memilih untuk menginap di penginapan yang berbeda dengan divisi pembunuh lainnya. Mereka bertiga menginap di penginapan 5.


Di kamar Liu Chen berada, ia nampak terdiam. Iapun mulai bertelepati. Bukan hanya pada satu orang, namun seluruh anggota yang ikut ke kota Awan.


"Kalian dengarkan aku. Aku memiliki rencana lain sebelum membantai keluarga Chu.. "


"...", tidak ada yang memotong ucapan Liu Chen sama sekali.


"..Jadi bagaimana menurut kalian? Lagi pula, tidak ada salahnya membuka toko obat disini. Kita akan bersaing dengan toko obat keluarga Chu dan membuat mereka bangkrut terlebih dahulu. Tidak perlu waktu banyak, aku hanya perlu waktu satu minggu untuk bisa menjatuhkan keluarga Chu"


"Benar sekali Hua (Wu Xianlun). Bila mereka berpaling dari keluarga Chu, mereka tidak akan mempedulikan kematian massal keluarga Chu. Lagi pula, info yang kita dapat adalah banyak orang yang tidak suka dengan sifat keluarga Chu.


Jadi mereka hormat pada keluarga itu karna toko obat milik mereka. Lalu bagaimana bila ada toko obat lain yang lebih bagus dari toko obat keluarga Chu dan lebih murah? Pelanggan pasti akan lebih memilih toko obat itu. Lalu keluarga Chu tidak akan dihormati lagi. Walaupun kekuatan mereka cukup kuat "


"Itu rencana yang bagus" ucap Song Quon.


"Baiklah, Hua kau cari sebuah toko yang sudah bangkrut. Karna harga toko itu pasti akan lebih murah dari pada toko yang memang berniat dijual. Setelah kau menemukannya, katakan padaku. Aku akan datang dan membayarnya" ucap Liu Chen.


"Baik, ketua Xun " ucap Wu Xianlun.


Akhirnya mereka memutuskan telepati.


"Untung saja aku masih memiliki banyak pil untuk dijual. Dengan membuat toko obat di sini, kelompok kami akan mendapat penghasilan selain dari Asosiasi Bulan Perak" gumam Liu Chen.


.......


Kini, Liu Chen, Song Quon, Chu Kaili, Wu Xianlun dan 3 orang dari divisi pembunuh berada di dalam sebuah toko yang nampak cukup luas. Toko itu agak kotor. Liu Chen sudah membeli toko ini. Toko ini memiliki dua lantai. Nampak beberapa barang disana.


"Kita bereskan dahulu tempat ini. Toko akan dibuka besok" ucap Liu Chen.


"Baik!"


Semuanya mulai membereskan segala sudut tempat yang ada di dalam toko. Mereka juga menata beberapa barang yang ditinggalkan pemilik toko sebelumnya.


Liu Chen naik ke lantai dua yang akan dijadikan ruang kerjanya. Tentu saja, itu ruang kerja untuk dirinya sementara. Karna Liu Chen nanti akan mempekerjakan orang lain yang akan mengurus toko obat ini.


Di lantai dua, ada dua ruangan. Yang satu lagi akan Liu Chen jadikan tempat untuk membuat pil. Ia nanti akan merekrut para alkemis dari keluarga Chu ketika keluarga Chu bangkrut. Karna tentunya para alkemis tidak akan mendapatkan bayaran bila keluarga itu bangkrut dan mereka pun akan pergi.


Liu Chen melihat sekitar, "Lumayan bagus"


Liu Chen berjalan kearah meja kerja dan duduk di kursi yang ada di balik meja itu. "Dalam satu minggu, aku pasti akan membuat keluarga Chu hancur" gumam nya.


Ruangan itu, perlahan membeku dan membuat suasana ruangan menjadi dingin. "Dengan begini, aku tidak perlu lama membersihkan ruangan ini"

__ADS_1


Perlahan, es pun menguap. Ruangan yang awalnya agak kotor, langsung bersih setelah es es menguap. "Nah, sudah bersih" ucap Liu Chen sambil tersenyum.


Liu Chen mulai berdiri dan berjalan kearah jendela yang berada di belakangnya. Iapun melihat keadaan kota Awan dari jendela. "Kota ini memang sangat ramai. Juga, sepertinya cukup maju"


Beberapa menit kemudian, pintu diketuk. "Masuk" ucap Liu Chen.


Song Quon membuka pintu dan masuk ke dalam. Setelah di dalam, ia menutup pintu kembali. "Sepertinya ruangan ini sudah bersih"


Liu Chen menatap Song Quon, "Ya, sudah dari tadi"


"Bagaimana pendapatmu tentang kota Awan ini? Jika menurutku, kota Awan ini adalah kota yang maju dan makmur. Tidak ada orang yang mengemis atau mencuri disini. Jadi bisa dikatakan ini adalah kota yang makmur karna penduduk tidak ada yang kesusahan" ucap Song Quon.


"Kurasa sepertinya masih ada beberapa orang yang kesusahan di tempat seperti ini. Sebaik baiknya kota, tetap saja pasti ada tempat buruknya. Mungkin di salah satu titik kota, ada tempat kumuh dan banyak orang yang tinggal disana" ucap Liu Chen.


Song Quon mengangguk, "Kau ada benarnya. Sangat sulit membuat semua rakyatnya sejahtera tanpa terkecuali"


Keduanya terdiam. Hal ini membuat ruangan menjadi hening. Hingga akhirnya Song Quon kembali membuka suara, "Chen, apakah kau akan ikut membantai keluarga Chu nanti?"


Liu Chen menggelengkan kepala, "Bila aku ikut, lalu untuk apa anggota dari divisi pembunuh yang ada disini? Aku dan kau hanya akan mengawasi mereka saja"


"Baiklah, terserah kau saja. Lalu, kapan kita akan pergi ke dunia iblis itu?"


Saat itu, Liu Chen pernah mengatakan akan pergi menjelajahi dunia iblis. Dia mengatakan akan membawanya dan beberapa teman lain kesana. Maka dari itu, Song Quon bertanya hal ini.


"Entahlah, tapi pertama aku harus menyelesaikan konflik antara Jia Li dan Xian terlebih dahulu. Sudah setahun lebih mereka tidak pergi ke markas dan mereka juga tidak mengetahui bagaimana keadan markas saat ini. Kurasa mereka takkan bisa menyelesaikan konflik ini sendirian. Jadi aku akan ikut campur. Aku tak bisa membiarkan konflik seperti ini terus berlanjut" ucap Liu Chen dengan serius.


"Karna bila ini berlanjut, maka mereka hanya akan fokus pada konflik itu dan mereka juga melupakan kewajiban yang harusnya mereka lakukan. Bukan begitu?"


Liu Chen mengangguk, "Tapi aku tidak tahu dimana mereka berada. Saat ini, beberapa orang dari divisi informasi mencari mereka. Sepertinya mereka tidak akan lama menemukan Jia Li dan Xian"


"Kenapa kau yakin bahwa mereka tidak akan lama menemukan Jia Li dan Xian?"


"Karna aku tau, mereka adalah orang yang hebat dalam hal mencari informasi. Mereka sudah berlatih sangat keras. Tidak mungkin dari latihan itu tak membuahkan hasil sama sekali"


Song Quon mengangguk.


Keesokan harinya, toko obat sudah buka. Toko Liu Chen bernama toko obat senja. Toko obat tidak diberi nama seperti penginapan maupun restoran di kota Awan. Jadi Liu Chen menamai toko obatnya dengan senja dan bukan angka.


"Untuk pembukaan pertama, kita akan memberikan diskon harga setengah dari harga yang akan kita jual nanti. Semuanya, bersiap di tempat kalian masing masing" ucap Liu Chen.


Langsung saja, dua orang keluar dan menjaga toko di luar. Semuanya langsung melakukan pekerjaan masing masing. Dua orang berperan sebagai pembeli.


Setelah dua orang itu keluar, mereka nampak memperlihatkan ekspresi bahagia. Lalu, satu orang yang merupakan anggota divisi pembunuh lain langsung menghampiri keduanya dan seakan tak kenal. "Apa kalian tau dimana letak toko obat keluarga Chu? Kudengar mereka memiliki pil pil yang bagus"


Keduanya menoleh ke arah suara. Mereka juga berperilaku seakan tak kenal dengan satu orang ini. "Apa kau ingin membeli pil?"


"Ya, dimana aku bisa menemukan toko obat keluarga Chu?"


"Lebih baik kau mengunjungi toko obat senja saja. Disana lebih murah. Mereka baru saja buka hari ini dan untuk hari pembukaan pertama, mereka membuat diskon setengah dari harga pil yang akan mereka jual nanti. Bukan hanya murah, tapi pil disana sangat bagus. Kemurniannya hampir 100%"


Liu Chen memang sengaja tidak membuat kemurnian pil yang dijual hingga 100%.


"Apa? Orang orang bilang bahwa toko obat keluarga Chu adalah yang terbaik"


"Itu dulu. Sekarang toko obat terbaik adalah toko obat senja. Pil pembeku darah yang dijual disana pun lebih murah dari pada dari keluarga Chu. Padahal fungsi dan kemurniannya sama saja"


"Benarkah?! Kalau begitu aku akan pergi ke toko obat senja saja. Terimakasih saran kalian"


"Baik, sama sama. Kami pergi dulu", keduanya pergi.


Satu orang yang merupakan seorang dari divisi pembunuh langsung pergi ke toko obat senja.


Beberapa orang yang mendengar itu, langsung menjadi penasaran tentang kebenaran dari ucapan yang dikatakan dua orang pemuda tadi. Mereka pun langsung pergi ke toko obat senja.


Ketika akan masuk, mereka disambut dengan ramah oleh penjaga disana. Hal ini membuat mereka takjub. Karna bila dibandingkan dengan penjaga di keluarga Chu, penjaga disini lebih ramah.


Ketika mereka masuk, mereka dapat mencium aroma obat obatan yang cukup pekat. Mereka juga dapat melihat banyak pil berbagai fungsi di ruangan.


Di dalam, mereka juga disambut oleh pelayan pelayan cantik. Bahkan lebih cantik dari pada pelayan yang ada di toko obat keluarga Chu. Bukan hanya itu, beberapa orang yang melihat pil di ruangan itu dapat merasakan bahwa pil itu memiliki kemurnian hampir 100%. Ucapan dua orang pemuda itu ternyata memang benar. Seketika, orang orang itu langsung membeli pil yang ada di toko obat senja.


Dua pemuda yang berpura pura menjadi pelanggan tadi kini berada di sebuah jalan sempit. Mereka saling memandng dan tersenyum menyeringai.


"Rencana ketua Xun berhasil" ucap salah satunya.


Temannya mengangguk, "Cara ini membuat pembeli lebih cepat datang. Ketua Xun memang hebat"

__ADS_1


Pemuda di depannya mengangguk setuju. "Kita akan mendapatkan kenaikan gaji selama setahun. Karna berhasil menarik pelanggan"


"Hihihi, kau benar"


__ADS_2