Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
67 -Dua Jenderal Iblis


__ADS_3

Kaisar Xiao mengerutkan keningnya, "Sesuatu apa itu? Hingga menurutmu itu sangat penting"


"Aku hanya ingin mengatakan bahwa manusia bukanlah pelaku dari terbunuhnya pangeran", Han Liangyi mulai menjelaskan bahwa dia memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu.


Han Liangyi saat itu mencari tau tentang benda yang pangeran bawa saat kematian pangeran terjadi. Ketika mendapatkan informasi, ia segera mencarinya dan melihat masa lalu dari pedang pheonix api yang merupakan salah satu senjata tingkat langit. Pedang itu dibawa oleh pangeran saat hari kematiannya.


Iapun mengetahui bahwa orang yang menyerang pangeran bukanlah manusia. Karna saat itu pangeran dijaga oleh iblis iblis kuat ketika pangeran pertama kali mengunjungi dunia manusia. Sementara lawan hanyalah satu orang. Ditambah pangeran juga memiliki kekuatan yang cukup besar bagi iblis dengan umur seperti dirinya saat itu.


Dengan mudah lawan pangeran mengalahkan semua iblis dan mengahabisi mereka, termasuk pangeran sendiri. Lawan membiarkan satu orang jenderal yang menjaga pangeran pergi untuk memberitaukan informasi mengenai kematian pangeran.


Jenderal itu memberitaukan pelaku adalah manusia. Karna memang yang dilihatnya saat itu adalah seorang manusia. Yang diketahui oleh Han Liangyi adalah tidak ada manusia yang bisa mencapai tingkat tinggi yang sampai dapat mengalahkan para iblis itu, apalagi dia hanya satu orang. Wajah orang itu tidak dirinya kenal sebagai salah satu orang terkuat yang diketahui Han Liangyi.


Jadi begitulah Han Liangyi merasa bahwa penyerang bukanlah manusia.


"Jadi begitulah Kaisar Xiao. Manusia bukanlah pelaku yang membunuh pangeran" ucap Han Liangyi yang mengakhiri ceritanya.


Kaisar Xiao menatap tajam pada Han Liangyi, "Kenapa aku harus percaya padamu?"


"Liangyi benar. Bukan manusia yang menyerangku saat itu, ayah. Energinya bukanlah energi manusia. Energi miliknya sangat asing" ucap Liu Chen.


Kaisar Xiao menatap Liu Chen, "Jadi siapa yang menyerangmu?"


"Entahlah aku juga tidak tau. Tapi yang pasti, dia bukan manusia. Aku percaya itu" ucap Liu Chen dengan serius.


"Kaisar Xiao, tolong jangan berperang dengan manusia lagi. Bukankah alasanmu memerangi dan membenci manusia karna kau mengira mereka pembunuh putramu? Tapi sekarang dia ada disini. Dia juga sudah mengatakan bahwa pembunuhnya bukanlah manusia" ucap Han Liangyi sambil menatap Kaisar Xiao.


"He? Benarkah? Apa itu alasan iblis menyerang manusia ayah? Apa hanya karna aku?", Liu Chen menunjuk dirinya sendiri sambil menatap Kaisar.


Kaisar menatap kearah lain, seakan menjauhi tatapan mata Liu Chen. Ia seperti menahan malu.


"Ternyata kau sangat menyayangi dan perhatian padaku, ya? Hingga seperti itu", Liu Chen tersenyum mengejek.


"Kau seharusnya tidak mengatakannya di depan dia", Kaisar Xiao menunjuk Liu Chen.


"Eh? Memangnya kenapa?" bingung Han Liangyi.


"Haha, akhirnya kau mengakui bahwa aku ini sangat berharga bagimu, ya? Bahkan setelah aku mati saat itu, kau ingin membalaskan dendam milikku", Liu Chen tersenyum mengejek. Sifatnya saat dekat dengan Kaisar Xiao memang merupakan sifat dari pangeran iblis.


Han Liangyi mengangguk angguk paham, "Jadi karna itu "


"Tidak, kau salah. Jangan terlalu percaya diri, Gang'er" ucap Kaisar yang masih saja menjauhi tatapan Liu Chen.


"Huh, sudah ketahuan juga masih saja mengelak. Ah, sudahlah. Itu tak penting.." ucap Liu Chen.


Liu Chen terdiam sejenak, "..Jadi bagaimana? Apa kau akan tetap menyerang manusia, ayah?"


Kaisar Xiao kembali menatap Liu Chen dan menggelengkan kepala, "Bila kau mengatakan orang yang membunuh dirimu saat itu bukan manusia, maka aku tidak akan menyerang mereka lagi"


Liu Chen tersenyum, "Benarkah itu?"


Kaisar Xiao mengangguk.


"Huft.. Akhirnya tak sia sia perjuanganku selama ini untuk mencari tau tentang alasan kalian, para iblis. Menyerang manusia" ucap Han Liangyi.


"Gang'er, kau memiliki teman yang menakjubkan", Kaisar menunjuk Zong Xian.


Zong Xian menunjuk dirinya sendiri demgan heran, "Aku?"


"Disaat kau mengira aku akan kembali menyerang Gang'er, kau menghalangiku dan mencoba melindungi Gang'er. Padahal kau tau, bila melawanku maka kau akan mati. Tapi kau tetap ingin melindunginya" ucap Kaisar.


Zong Xian tersenyum canggung. Bukankah Kaisar Xiao baru saja memujinya? Untuk pertama kalinya ia dipuji oleh seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi darinya.


"Kalau begitu, ayo kembali Gang'er. Semua warga pasti menunggumu. Mereka sangat senang ketika mendengar bahwa kau kembali hidup", Kaisar menatap Liu Chen.


Liu Chen berfikir sejenak, "Bila aku ikut dengan ayah sekarang, maka ayah pasti takkan membiarkanku pergi lagi dari dunia iblis dan aku tak bisa kembali ke dunia ini. Aku memiliki sebuah tanggung jawab disini, jadi kapan kapan saja aku berkunjung"


"Tapi Gang'er-"


"Aku sudah memutuskan akan tinggal disini, ayah. Tapi aku akan mengunjungimu lain kali. Mungkin tahun depan"


"Itu terlalu lama, aku khawatir padamu bila kau tetap ada disini"

__ADS_1


"Bukankah satu tahun bagi ras iblis itu sebentar, ya?"


"Ah, ya. Tapi bila menunggumu selama setahun, maka rasanya seperti menunggu selama ratusan tahun"


"Huft.. Nanti aku akan berkunjung. Kau jangan khawatir bila aku disini. Lagi pula, aku memiliki teman teman yang cukup bisa diandalkan. Oh ya, jika aku berkunjung kesana, apa aku boleh membawa temanku?"


Kaisar Xiao menggelengkan kepala, "Kau tidak boleh membawa mereka kesana"


"Tapi saat itu aku pernah pergi kesana bersama teman temanku. Yah, walaupun kami disana tidak diterima dengan baik saat itu"


"Apa?! Kau mengajak teman teman mu kesana? Untuk apa?", kaget Kaisar Xiao.


"Saat itu kami kesana untuk mencari informasi tentang ras iblis. Mungkin kami akan mendapatkan informasi penting, misalnya tentang jumlah kekuatan iblis yang akan menyerang manusia. Tapi ternyata kami disana mendapatkan masalah", Liu Chen menghela nafas.


"Seharusnya cara memasuki dunia iblis tidak diketahui oleh orang lain. Kalau begitu, ayah akan menghabisi mereka. Agar tidak ada yang membocorkan informasi itu. Dimana mereka sekarang?", Kaisar menatap kearah Liu Chen.


Zong Xian dan Han Liangyi menelan ludah mereka. Karna mereka merupakan dua diantara teman teman Liu Chen yang pergi ke dunia iblis.


"Ayah! Apa yang kau katakan?! Membunuh mereka? Tidak! Jangan membunuh mereka ayah, bila kau tetap akan melakukannya, maka aku akan menjadi orang pertama yang melindungi mereka", Liu Chen menatap Kaisar dengan tajam.


Kaisar menghembuskan nafas kasar, "Baiklah. Ayah tidak akan melakukannya"


"Dan tolong izinkan aku membawa beberapa orang dari mereka. Aku berjanji tidak akan mengganggu ayah dan warga iblis lainnya. Aku hanya ingin berpetualang bersama mereka di dunia iblis. Kupastikan juga bahwa tidak akan ada temanku yang memberitaukan informasi apapun yang ada di dunia iblis", Liu Chen menatap Kaisar dengan tatapan memelas.


"Tatapannya seperti ibunya. Aku tidak bisa menolak keinginannya, sangat sulit ", Kaisar akhirnya mengalah dan mengangguk, "Baiklah. Tapi tepati janjimu itu"


"Ya, aku percaya teman temanku tidak akan membagikan informasi informasi mengenai dunia iblis pada warga manusia", Liu Chen tersenyum senang.


"Kalu begitu, ayah bisa pergi sekarang. Aku juga akan melanjutkan aktivitasku" lanjut Liu Chen.


"Heh, kau mengusir ayahmu sendiri, dasar. Walaupun ayah akan kembali ke dunia iblis, tapi jangan mengira kau disini tanpa adanya penjagaan. Walaupun kau bisa dikatakan kuat di dunia manusia ini, namun tetap saja masih ada beberapa orang dengan kekuatan yang berada diatasmu", Kaisar melirik kearah Han Liangyi. Lalu ia kembali menatap Liu Chen.


"Jadi ayah akan mengirimkan Jenderal untuk menjagamu" lanjut Kaisar Xiao.


Liu Chen terkejut, "Apa?!", ia menggelengkan kepala, "Tidak-tidak. Nanti Jenderal itu akan melarangku melakukan apapun yang kuinginkan"


"Tidak ada penolakan", Kaisar menatap Liu Chen seolah dia tak bisa menolak apa kata katanya.


"Huft.. Tapi katakan pada Jenderal yang akan kau kirim untuk menjagaku itu, agar dia tidak ikut campur urusanku. Karna setiap ada Jenderal yang menjagaku, maka mereka banyak melarangku. Seperti melarangku untuk pergi ke hutan, melarangku memegang pedang dan lainnya"


"Jenderal Ding, kirimkan dua orang Jenderal untuk menjaga pangeran. Kirimkan mereka ke hutan yang terdapat danau cahaya. Gunakan teleportasi untuk mengirim mereka kemari. Juga, setidaknya kekuatan mereka di tingkat langit bintang 3, kirim mereka secepatnya ", Kaisar iblis langsung melakukan telepati pada Jenderal Ding Bang.


"Baik, Yang Mulia "


Kaisar Xiao mengetahui bahwa di hutan ini ada sebuah danau sejak ia bertarung dengan Liu Chen di udara. Yang ia ketahui, danau itu dahulu bernama danau cahaya. Karna airnya yang akan mengeluarkan cahaya disaat malam hari.


Kaisar Xiao menatap kearah Liu Chen. "Mereka akan segera sampai"


"Mereka? Berarti lebih dari satu?", Liu Chen mengerutkan keningnya.


Kaisar mengangguk, "Akan ada dua Jenderal yang menjagamu nanti"


Liu Chen hanya menghela nafas. "Asalkan mereka tidak terlalu mencampuri urusanku"


Akhirnya 2 jam telah terlewati.


Kaisar Xiao menyebarkan auranya di seluruh hutan. Aura ini tidak memberikan tekanan pada siapapun. Namun karna aura dari Kaisar Xiao, membuat banyak demonic beast yang lari menjauhi hutan karna merasa takut dengan aura kuat yang mereka rasakan.


Setelah puluhan menit kemudian, sesuatu melesat cepat kearah Kaisar. Namun Han Liangyi masih dapat melihat mereka, walaupun agak samar.


Angin berhembus cukup kencang karna sesuatu itu hingga membuat pepohonan juga terpengaruh oleh angin tersebut.


Zong Xian mengalirkn Qi pada kaki agar tidak terpengaruh oleh hembusan kencang itu.


Sesuatu itu kini berlutut di depan Kaisar Xiao dan wujudnya kini terlihat agak samar karna dedebuan yang beterbangan. "Hormat kami Yang Mulia"


Setelah dedebuan menghilang, akhirnya terlihatlah dua orang manusia. Namun sebenarnya mereka adalah iblis, mereka menyembunyikan tanduk yang ada di kepala mereka, sama seperti Kaisar.


Kaisar Xiao kembali menarik auranya. Ia tadi menyebarkan auranya agar kedua iblis ini tau dimana posisi dia berada. "Berdirilah"


Kedua Jenderal iblis itu langsung berdiri.

__ADS_1


Kaisar langsung menunjuk Liu Chen, "Dia adalah Gang'er. Kalian harus melindunginya"


Kedua Jenderal itu menatap kearah Liu Chen dan mengangguk. Mereka tidak akan meragukan ucapan Kaisar. Walaupun mereka merasakan energi yang keluar dari Liu Chen adalah manusia, namun mereka tau bila pangeran mereka memang memiliki energi manusia. Namun darahnya merupakan darah iblis dan manusia. Itu dikarenakan ibunya manusia. Keduanya kembali menatap Kaisar.


"Kalian harus menjaganya dengan baik. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya, apa kalian mengerti?", Kaisar menatap tajam kedua Jenderal itu.


Keduanya menelan ludah sendiri dan berkata, "Kami mengerti Yang Mulia"


Kaisar Xiao menghampiri Liu Chen dan memegang kedua pundak pemuda itu, "Jaga dirimu baik baik. Jangan sampai kejadian masa lalu terulang kembali. Bila kau mendapat masalah, katakan pada dua Jenderal ini atau langsung saja katakan padaku"


Liu Chen mengangguk, "Kau terlalu mengkhawatirkanku"


"Huh, tidak juga. Baiklah aku pergi", dalam sekejap Kaisar Xiao menghilang dari pandangan semua orang.


Kedua Jenderal langsung menghadap Liu Chen dan berlutut, "Hormat kami pangeran, selamat datang kembali"


"Kalian berdua berdiri dan perkenalkan nama kalian" ucap Liu Chen.


Keduanya langsung berdiri. "Nama saya Xi Wang"


Salah satunya merupakan seorang pria yang terlihat berumur 40 tahun. Padahal umurnya sudah ribuan tahun.


"Nama saya Lin Tian"


Lin Tian merupakan seorang pria yang terlihat berumur sekitar 30 tahunan. Padahal umurnya ratusan tahun.


"Kekuatan ras iblis memang tidak main main. Dua iblis yang dikirim memiliki kekuatan tingkat langit. Iblis bernama Lin Tian itu memiliki kekuatan tingkat langit bintang 3. Sementara Xi Wang tingkat langit bintang 4 " batin Han Liangyi.


Liu Chen mengangguk. Ia tidak bisa melihat tingkatan kedua iblis di depannya. Namun ia tidak ingin menanyakannya.


Liu Chen menatap Zong Xian, "Apa kau akan ikut ke markas atau tidak? Oh ya, bagaimana dengan maekas bandit bawahanmu itu? Kenapa kau meninggalkan mereka begitu saja?"


Zong Xin menghela nafas, iapun mulai menceritakan pertemuannya dengan Kaisar Xiao. Hingga akhirnya ia sampai berada disini.


Liu Chen menahan tawanya, "Pft.. Jadi kau terpaksa kemari, ya? Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"


"Huft.. Aku pulang saja. Lagi pula aku tidak boleh masuk ke dalam markas" ucap Zong Xian.


"Apa kau masih kuat untuk pergi ke markas bandit itu? Juga, kau akan bertemu banyak orang untuk sampai kesana. Bagaimana bila orang orang menyadari bahwa kau buronan yang dicari cari kekaisaran?"


"Aku bisa menjaga diriku. Aku akan kembali saja"


"Baiklah, jaga dirimu dan ini untukmu", Liu Chen melemparkan kantung hitam kecil.


Zong Xin memperhatikan kantung di tangannya, "Apa ini?"


"Itu adalah pil buatanku", Liu Chen mulai menjelaskan setiap kegunaan dari pil pil yang ada di dalam kantung hitam itu.


"Apa tidak apa bila kau memberikan ini padaku? Ini terlalu berharga" ucap Zong Xian yang merasa tidak enak.


"Tidak apa, kau terima saja", Liu Chen tersenyum.


Zong Xian memasukkan kantung ke dalam cincin ruang miliknya, "Baiklah, terimakasih. Kalau begitu aku akan langsung kembali, sampai jumpa", Zong Xian langsung terbang ke langit dan pergi.


Sekarang hanya tinggal Liu Chen, Han Liangyi, Xi Wang dan Lin Tian yang ada disana.


"Ulurkan tangan kalian" ucap Liu Chen sambil menatap dua iblis di depannya.


Tanpa ragu, keduanya langsung mengulurkan satu tangannya.


Kini di tangan kanan Liu Chen terdapat bongkahan es. Sementara tangan kiri terdapat api. Liu Chen menyatukan kedua elemen berbeda sifat itu menjadi satu.


Keduanya bersatu menjadi api berwarna biru yang memancarkan energi dingin. Lalu, berubah menjadi pecahan pecahan cahaya. Liu Chen mengarahkan butiran cahaya yang melayang beberapa centi dari telapak tangannya itu, kearah tangan kedua iblis.


Seketika, cahaya langsung menghilang digantikan dengan sebuah tanda berwarna biru di telapak tangan kedua iblis. Keduanya menatap kearah tanda api itu dengan heran. Mereka tau bila itu adalah segel kesetiaan. Tetapi mengapa pangeran memasangkan itu pada mereka? Padahal mereka tidak akan berkhianat dan menyerang pangeran. Apa pangeran meragukan kesetiaan mereka?


Liu Chen segera berkata, "Kalian pasti tau itu adalah segel kesetiaan. Bukannya aku tidak mempercayai kalian dan merasa kalian akan berkhianat. Namun, aku memasang itu di tubuh kalian agar kalian tidak mengatakan apapun tentang markas milikku dan teman temanku pada Kaisar maupun ras iblis lain.


Bila kalian melanggarnya, maka tanda api berwarna biru itu akan berubah merah dan beberapa detik setelah api berubah merah maka tubuh kalian akan membeku.


Setelah membeku, maka api mulai membakar tubuh kalian hingga kalian menjadi debu. Aku tau kalian memiliki kekuatan diatasku, namun segel yang kupasang terbuat dari dua elemen berbeda yang membuatnya semakin kuat. Jadi kalian akan tetap mati bila melanggar ucapanku tadi. Maka dari itu, jangan pernah mencoba membocorkan informasi mengenai markas ku dan teman temanku pada orang lain, termasuk Kaisar. Kalian mengerti?"

__ADS_1


"Kami mengerti, pangeran"


"Kalau begitu, kalian ikut aku", Liu Chen mulai berjalan menuju markas. Kedua Jenderal iblis langsung mengikuti Liu Chen dari belakang.


__ADS_2