
Melihat bahwa kembarannya menghilang, Liu Chen tersenyum, "Selamat tinggal.. Aku tidak akan melupakanmu lagi"
Kini, hanya ada Liu Chen yang berada di ruangan gelap itu. Liu Chen kini mulai bercahaya dan berubah menjadi kepingan kepingan cahaya lalu menghilang.
*
Seorang pemuda nampak terbaring di depan sebuah hutan bambu. Pemuda itu mulai membuka mata secara perlahan. "Huh? Aku dimana?", ia adalah Liu Chen.
Liu Chen langsung mengubah posisinya menjadi duduk. Ia melihat ke sekitar. Kondisi langit nampak sudah siang. "Dimana lagi ini? Dan kemana teman temanku? Kenapa hanya ada aku disini?"
Liu Chen menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Iapun mulai berdiri. "Apa hutan kabut darah adalah tempat ujian untuk menuju suatu tempat? Dan kejadian yang kualami tadi adalah salah satunya?" gumam Liu Chen.
"Jika begitu.. Berarti bisa saja ini termasuk ujian dan temanku yang lain juga melakukan ujian, sama sepertiku. Tapi, apa ujian kami berbeda?" lanjut Liu Chen.
Liu Chen menggelengkan kepala, "Lupakan soal ujian. Tempat misteri seharusnya memang dapat membuat seseorang mendapat kejadian aneh, bukan? Dan bila di dalam hutan kabut darah memiliki sebuah harta tersembunyi, maka pasti tidak akan mudah mendapatkannya.
Aku yakin semua teman temanku dalam keadaan baik sekarang. Apa aku pergi saja mencari mereka?"
Setelah berfikir sejenak, akhirnya Liu Chen memutuskan akan pergi ke arah depan untuk mencari teman temannya. Iapun mulai berjalan pergi dan masuk ke dalam hutan bambu.
"Sepertinya, yang baru saja terjadi padaku tadi hanyalah ilusi. Untung saja aku tidak terperangkap dalam ilusi itu," gumam Liu Chen.
Sebenarnya, Liu Chen menyadari bahwa dia berada di tempat ilusi saat itu semenjak dirinya diperlihatkan gambaran bagaimana sebuah pembataian terjadi. Ia mengetahuinya ketika ia mencoba berpindah ke bayangan lain. Seharusnya, ia tidak bisa melakukan itu bila langit benar benar sudah malam. Tapi ternyata dia bisa melakukannya.
Seingat Liu Chen, sebuah ilusi memiliki waktu yang sama dengan dunia nyata. Maksudnya, bila di dunia nyata adalah siang, maka di dalam ilusi juga sebenarnya siang. Namun karna memakai ilusi, jadi orang yang terjebak dalam ilusi itu bisa saja melihat malam atau pagi ketika berada dalam ilusi, yang padahal adalah siang.
Lalu, ilusi tidak terikat dengan perputaran waktu di dunia nyata. Misalnya, bila di dunia nyata seseorang sudah lima menit diam di depan pohon. Maka bila di dunia ilusi, bisa saja lima menit merupakan waktu 5 hari. Namun langit tetap berubah ubah warna seperti berganti hari, yang padahal di dunia nyata masih tetap hari yang sama.
Jadi Liu Chen mencoba menggunakan perpindahan antar bayangan, karna ketika di dunia nyata, waktu adalah pagi hari. Sehingga ia bisa berpindah melalui bayangan orang lain.
Liu Chen tidak langsung keluar lewat bayangan pria naga. Tapi dia hanya diam terlebih dahulu di dalam bayangan. Jadi, Liu Chen yang melihat hologram hanyalah clone es saja.
*
Sementara itu, di sebuah ruangan yang cukup besar dan agak gelap. Di sana banyak sekali orang yang tertidur. Salah satu orang disana adalah Tao Mu. Ia masih membuka matanya. Tempat ini adalah ruangan istirahat banyak budak. Jadi tempatnya tidaklah luas.
"Hei, kemarilah."
Tao Mu langsung bangkit dari posisi berbaringnya. Iapun duduk dan melihat ke sekitar. "Tadi sepertinya aku mendengar suara. Apa aku salah dengar?" gumamnya.
"Kau tidak salah dengar sama sekali. Hanya kau yang bisa mendengar suaraku dan saat kau berbicara denganku, tidak ada yang akan bisa mendengar suaramu. Bila kau ingin mengetahui siapa aku, kemarilah dan temui aku di luar."
"Ingin mengetahuimu? Hmph! Tidak sama sekali. Jangan menggangguku," ucap Tao Mu sambil melihat kearah pintu. Walaupun ia tidak melihat siapa siapa disana, namun karna suara tadi mengatakan untuk dirinya keluar, maka orang itu pasti ada di luar.
"Keluar saja dan temui aku."
"Kenapa tidak kau saja yang kemari dan menemuiku? Bukankah kau yang membutuhkanku?" ucap Tao Mu dengan ketus.
Tao Mu sudah 6 bulan terjebak di dalam ilusi. Namun, Tao Mu masih saja belum menyadari bahwa dirinya berada di dalam ilusi. Itu karna, semua yang dialaminya saat ini terasa sangat nyata. Semua rasa sakit yang dia alami dan hal lainnya terasa nyata.
Tao Mu juga bahkan terhasut oleh kematian ayahnya. Padahal bila di dunia nyata, ayahnya masih hidup sampai saat ini dan Tao Mu tidak pernah mengalami semua hal yang ada di ilusi ini ketika di dunia nyata. Tao Mu benar benar melupakan dunia nyata.
"Bukan aku yang membutuhkanmu. Namun kau yang membutuhkanku. Bukankah kau membutuhkan kekuatan yang besar?" ucap suara misterius.
Mendengar kata 'kekuatan' membuat Tao Mu tersentak. "Apa maksudmu?"
"Kemari dan temui aku. Maka kau akan mengetahuinya."
Tap Mu melihat sekitar dan sudah memastikan bahwa tidak ada yang terbangun. "Lalu bagaimana dengan penjaga diluar?"
"Heh, kau tenang saja. Mereka sudah kubereskan dari tadi."
Tao Mu langsung berdiri dari posisi duduk. Iapun berjalan kearah pintu dan membukanya perlahan. Setelah keluar, Tao Mu kembali menutup pintunya.
__ADS_1
Tao Mu langsung terkejut ketika melihat 4 orang penjaga telah menjadi mayat. Tatapannya pun menelusuri setiap titik di sekitar. Hingga akhirnya berhenti pada sosok berjubah hitam misterius yang berjarak sekitar 7 meter. "Apa ini semua ulahmu?"
"Tidak perlu membahas itu," sosok berjubah hitam dengan tudung yang menutupi sebagian wajahnya itu terdiam sejenak. Iapun kembali melanjutkan, "Aku akan memberikanmu tiga permintaan. Kau bisa meminta apa saja padaku. Harta, kekuatan, jabatan dan hal lainnya. Aku bisa memberikan itu padamu. Sebagai gantinya, berikan jiwamu padaku"
Tao Mu, "Jiwa?"
"Pikirkanlah baik baik tawaranku. Kau pasti membutuhkan kekuatan yang besar untuk membalas dendam. Dengan kekuatanmu yang lemah ini, apa yang bisa kau lakukan?
Ayahmu mati terbunuh di depan matamu sendiri. Apa kau tidak marah dan akan membiarkan pelaku pembunuh ayahmu itu begitu saja? Terlebih, pelaku itu juga sudah membuat hidupmu sengsara seperti ini.
Semua keluarga ini memperlakukan budak sepertimu dengan buruk. Apa kau menerima semua ini?"
"Bagaimana kau bisa tahu apa saja yang terjadi denganku?"
"Karna aku dapat melihat masa lalu dan masa depan. Bila kau menerima tawaranku, maka kau bisa membalaskan dendam. Kau hanya perlu menukarkan jiwamu padaku dan keinginanmu akan terwujud"
Tao Mu menatap sosok berjubah itu dengan mata menyipit, "Apa perkataanmu bisa dipercaya? Kau bisa.. Mengabulkan permintaanku?"
"Tentu saja. Aku tidak berbohong"
"Aku.. Ingin bisa membalaskan dendam kepada keluarga yang sudah menjadikanku budak dan seluruh keluarga penagih hutang itu. Apapun akan kulakukan agar aku bisa membalaskan dendam" ucap Tao Mu dengan tegas.
Sudut bibir sosok itu terangkat. "Kalau begitu, mendekatlah.. Aku akan memberikanmu kekuatan yang dapat membuatmu menjadi kuat. Kau pun akan dapat membalaskan dendam"
Tao Mu langsung berjalan perlahan kearah sosok berjubah. Ia sama sekali tidak peduli bila jiwanya akan diambil. Ia hanya ingin membalaskan dendam.
Kini, Tao Mu sudah berada tepat di depan sosok berjubah. Sosok itu langsung mengulurkan tangan dan menempelkan tangannya di dada Tao Mu. "Keinginanmu, akan menjadi kenyataan"
Seketika, Tao Mu merasa ada sebuah kekuatan yang mulai masuk ke dalam tubuhnya secara perlahan. Semakin lama, semakin banyak kekuatan yang masuk ke dalam tubuhnya, "Aarkkhh!"
Tiba tiba saja, ada sebuah pedang yang terlihat ingin memotong tangan orang berjubah yang berada di dada Tao Mu. Langsung saja, orang berjubah itu melompat mundur. Bersamaan dengan itu, kekuatan yang masuk ke tubuh Tao Mu berhenti.
Tao Mu tidak bisa menegakkan dirinya. Ia merasakan bahwa tubuhnya agak lelah. Sebelum ia terjatuh, seseorang menangkap tubuh kecil Tao Mu.
"Dasar bodoh! Kenapa kau setuju dengannya?! Kau bisa saja mati" ucap suara.
"Heh, jangan ikut campur!" ucap suara orang berjubah.
"Terserahku saja!" ucap orang yang menolong Tao Mu.
Orang itu adalah Liu Chen. Ia menatap kearah Tao Mu, "Sadarlah! Ini hanya ilusi, Mu! Jangan terpengaruh olehnya dan jangan juga terpengaruh oleh semua hal yang ada di dunia ini, karna semua ini hanya ilusi!"
"Pa- ngeran.." ucap Tao Mu dengan lirih.
"Hapus semua ambisimu yang ingin membalas dendam itu! Semua ini tidaklah nyata!" ucap Liu Chen dengan tegas. Ia menatap langsung mata Tao Mu.
"Kenapa kau mengatakan hal seperti itu padanya? Dia berhak memilih. Semua ini tidak ada urusannya denganmu!" ucap sosok berjubah. Dari telapak tangannya, perlahan muncul sebuah sabit. Iapun mencengkram sabit itu.
"Sepertinya aku harus melawannya. Kau diam disini", Liu Chen menurunkan Tao Mu. Iapun kembali menatap sosok berjubah.
"Pa- ngeran.. Tidak.. Perlu"
"Kau harus menghilangkan semua ambisimu yang ingin balas dendam itu. Setelahnya, baru kita bisa keluar. Nanti akan kuceritakan apa yang terjadi", Liu Chen berucap tanpa menatap Tao Mu. Iapun menghilang dari tempatnya berada.
Di udara, langsung terjadi sebuah pertempuran. Dentingan senjata mulai terdengar. Dua kilatan cahaya dengan cepat berpindah pindah tempat.
"Hanya.. Ilusi?" gumam Tao Mu. "Aku harus.. Keluar dari ilusi ini", Tao Mu mulai merubah posisinya menjadi duduk. Ia tak bisa membantu Liu Chen. Karna ia tidak bisa terbang saat ini.
"Menghapus ambisi.. Balas dendam?", Tao Mu langsung memfokuskan pikiran agar menghapus semua keinginannya saat berada di dalam ilusi ini.
Tak lama, Liu Chen langsung menghantam tanah dengan keras. Mendengar suara hantaman besar, membuat Tao Mu langsung berlari kearah suara berasal. "Pangeran!", kini dirinya sudah memiliki tenaga lagi untuk berdiri.
"Uhuk, dia ternyata sangat kuat. Aku.. Tidak bisa menggunakan semua jurusku disini." gumam Liu Chen sambil terbatuk darah.
__ADS_1
"Pangeran.. Apa anda baik baik saja?", Tao Mu menghampiri Liu Chen dan membantu pemuda itu berdiri.
"Ya. Sebaiknya, kita segera pergi dari dalam ilusi ini. Yang bisa membuat kita keluar, hanya kau Mu"
Tao Mu mengangguk faham. "Aku tidak membutuhkanmu untuk mewujudkan keinginanku", ia menatap sosok berjubah yang melayang di udara.
"Kau membutuhkanku, untuk membalas dendam. Itulah yang kau inginkan.. Balas.. Dendam dan tidak ada yang lain! Mereka sudah memperlakukanmu dengan tidak baik dan seseorang juga telah membunuh ayahmu. Jika bukan karna mereka, kau tidak akan semenderita ini"
"Tidak!", Tao Mu menundukkan kepala. "Bila bukan karna penagih hutan dan keluarga ini.. Mungkin aku tidak akan bisa bertemu dengan pangeran. Jadi.. Aku berterimakasih pada mereka.. Karna mereka sama saja membantuku. Karna mereka juga.. Fisikku menjadi lebih kuat sekarang. Aku sangat berterimakasih pada mereka.. Jadi tidak ada gunanya lagi kau disini. Keluarkan kami dari dunia ilusi ini, itulah yang kuinginkan!"
Dunia itu langsung retak seperti kaca dan langsung berjatuhan ke bawah. Beberapa detik kemudian, Liu Chen dan Tao Mu langsung menghilang dari sana.
*
Di dalam hutan bambu, nampak dua orang pemuda tergeletak di tanah. Keduanya mulai membuka mata secara perlahan. Mereka berdua adalah Liu Chen dan Tao Mu.
"Huftt", Liu Chen menghela nafas lega. Ia masih bernaring di tanah.
Tao Mu langsung berdiri dan berlutut menghadap Liu Chen, "Pangeran.. Maaf saya tadi tidak bisa keluar dari ilusi itu sendiri dan terimakasih karna sudah membantu saya"
Liu Chen kini merubah posisi tubuhnya menjadi duduk. Ia melambaikan tangan, "Tidak masalah. Untung saja aku tepat waktu tadi. Bila tidak, mungkin kau akan terjebak dalam ilusi itu selamanya atau bahkan akan mati. Sekarang berdirilah", iapun mulai berdiri.
Tao Mu mengikuti ucapan Liu Chen. Ia juga ikut berdiri. "Em.. Pangeran, bagaimana bisa anda ada di dalam ilusi tadi? Ah, ka- kalau pangeran tidak mau menceritakannya.. Hamba tidak masalah" ucapnya dengan gugup.
Liu Chen, "Jangan terlalu formal padaku seperti itu. Kau berperilaku biasa saja padaku saat tidak ada iblis lain. Jadi, panggil aku Gang atau Chen saja"
"Ba- baik G- Gang"
"Sebenarnya, tadi..."
Flashback
Liu Chen berjalan selama beberapa jam di dalam hutan bambu. Namun ia tidak juga sampai keluar hutan. Iapun tak sengaja melihat Tao Mu yang tergeletak di permukaan tanah.
Liu Chen berniat membangunkan Tao Mu. Ia menggoyang goyangkan tubuh pemuda itu. Namun dirinya tiba tiba merasa pusing dan akhirnya pingsan di dekat Tao Mu.
Liu Chen masuk ke dalam ilusi yang terjadi pada Tao Mu. Ia awalnya keheranan karna ia muncul di dekat sebuah rumah kecil. Sementara di sekitar rumah ada 4 orang yang berjaga.
Liu Chen memutuskan untuk pergi dari sana. Namun pandangannya langsung terarah pada sosok berjubah hitam. Ia merasa curiga bahwa orang itu bukanlah orang baik. Jadi Liu Chen masih tetap di tempatnya.
Tak lama kemudian, sosok berjubah itu menghilang dan kembali ke tempatnya. Bersamaan dengan itu, semua penjaga tewas begitu saja. Melihat hal itu, Liu Chen semakin waspada pada orang tersebut.
Orang berjubah hitam terus saja diam di tempatnya. Hingga tak lama, seorang anak berusia sekitar 10 tahun keluar dari dalam rumah. Liu Chen memperhatikan anak kecil yang keluar dengan seksama.
Liu Chen langsung terkejut kala menyadari bahwa itu adalah Tao Mu. Ia dapat mendengar semua ucapan yang dikatakan orang berjubah dan Tao Mu ketika di luar.
Lalu, ketika mendengar tentang tawaran orang berjubah dan ketika melihat bahwa Tao Mu setuju jiwanya ditukarkan dengan tiga permintaan, Liu Chen ingin langsung melesat dan menghentikannya.
Namun Liu Chen masih mencari waktu yang tepat. Lalu ketika Tao Mu mulai berteriak kesakitan, Liu Chen langsung pergi kearah orang berjubah dan Tao Mu. Ia khawatir bila terjadi sesuatu dengan Tao Mu karna anak itu berteriak kesakitan. Lalu, terjadilah pertarungan antara Liu Chen dan orang berjubah.
Saat Liu Chen berada di dalam ilusi milik orang lain, dirinya tidak bisa mengeluarkan jurus apapun. Hal inilah yang membuatnya dapat kalah oleh orang berjubah. Orang itu memiliki tingkat kultivasi sama dengan Liu Chen. Jadi dia bisa menyaingi Liu Chen. Bila saja Liu Chen dapat menggunakan jurusnya, maka ada cukup banyak kemungkinan dia bisa mengalahkan orang berjubah itu.
Flashback end~
"Jadi begitulah.. Sebenarnya berapa lama kau sudah ada disana?" tanya Liu Chen.
"Em.. Sekitar 6 bulan" jawab Tao Mu.
Liu Chen terkejut, "6 bulan?! Lama sekali. Aku bahkan tidak sampai selama itu!"
"Saya juga tidak tahu pange- maksudku Gang" ucap Tao Mu dengan gugup.
Liu Chen mengerutkan kening, iapun menunjuk bawah leher Tao Mu. "Itu.. Tanda apa, Mu?"
__ADS_1
Tao Mu langsung melihat kearah bawah lehernya, "Ini..!", ia terkejut. Disana adalah tempat dimana orang berjubah meletakkan telapak tangannya. "Tidak mungkin! Apakah.. Ini karna orang berjubah itu?!"
Liu Chen kini memperhatikan dengan seksama tanda yang ada pada dekat leher Tao Mu. Tanda itu berbentuk lingkaran berwarna merah dengan sebuah gambar. Liu Chen melembarkan matanya. "Tanda ini.. Tidak mungkin!" gumamnya.