Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
63 -Pelatihan Liu Chen


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlari tanpa berhenti, Liu Chen dan Han Liangyi telah sampai di depan sebuah gua. Han Liangyi nampak kebingungan karna Liu Chen mulai masuk ke dalam gua.


"Sebenarnya kelompok apa yang kau miliki Chen?", Han Liangyi menyusul Liu Chen.


Liu Chen berhenti berjalan. Iapun membalikkan tubuhnya hingga menghadap Han Liangyi. Melihat pemuda di depannya berhenti, Han Liangyi juga ikut berhenti dan menatap kearah Liu Chen. "Ada apa? Kenapa berhenti?"


"Ulurkan tanganmu" ucap Liu Chen.


Han Liangyi mengerutkan keningnya. Namun ia menuruti ucapan Liu Chen. "Apa yang akan kau lakukan?"


Tangan kanan Liu Chen mengeluarkan bongkahan es. Sementara tangan kirinya mengeluarkan api. Liu Chen langsung menyatukan kedua elemen berbeda itu.


Keduanya bersatu menjadi api berwarna biru yang memancarkan energi dingin. Lalu, berubah menjadi pecahan pecahan cahaya. Liu Chen mengarahkan butiran cahaya yang melayang beberapa centi dari telapak tangannya itu, kearah tangan Han Liangyi.


Seketika, cahaya langsung menghilang digantikan dengan sebuah tanda api berwarna biru di telapak tangan Han Liangyi. "Eh?! Apa ini?!"


"Itu adalah segel kesetiaan. Jangan pernah menceritakan tentang kelompok ini, markas, anggota atau apapun yang bersangkutan dengan kelompok ini pada orang lain. Bila kau melanggarnya, maka tanda api berwarna biru itu akan berubah merah.


Beberapa detik setelah api itu berubah merah, maka tubuhmu akan membeku. Setelah membeku, maka api akan membakar tubuhmu hingga menjadi debu. Jadi jangan pernah menceritakan tentang kelompok ini karna itu sama saja kau bekhianat, walaupun kau bukanlah anggota disini. Tanda yang ada padamu lebih kuat dari pada milik anggota lainnya" ucap Liu Chen. Ia menatap Han Liangyi tanpa dosa sama sekali.


"Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau tak mengatakannya terlebih dahulu?!", kesal Han Liangyi.


Liu Chen tak mempedulikan ucapan Han Liangyi. Ia kembali berjalan masuk kedalam gua.


Han Liangyi berdecak kesal, "Tck segel ini memang kuat karna terbuat dari elemen berlawanan sifat. Hah.. Padahal aku tak mau terlibat apapun. Tapi sekarang aku sama saja terlibat dengan sebuah kelompok", Han Liangyi langsung berjalan menyusul Liu Chen.


Setelah sampai di ujung gua, Liu Chen langsung menempelkan sebuah kartu pada dinding gua. Seketika, gua terbuka seperti pintu. Dibawah nampak ada sebuah tangga.


"Hebat, jadi ini tangga bawah tanah?", kagum Han Liangyi. Walaupun ia sudah cukup sering melihat tangga bawah tanah, namun ini berbeda. Karna tangga ini terletak dibalik dinding gua.


Mereka berdua langsung menuruni tangga. Hingga akhirnya sampai di tangga terakhir, mereka tiba di depan pintu besar. Disana juga seperti biasa, ada dua orang yang menjaga.


Kedua penjaga itu langsung memberikan hormat. Setelah mendapat anggukan Liu Chen, keduanya langsung membuka pintu besar tersebut.


Saat pintu terbuka, Han Liangyi menjadi kagum karna di dalam terlihat sangat luas. Padahal ini di bawah tanah. Dia dan Liu Chen masuk ke dalam.


Liu Chen berhenti berjalan. Hal ini, membuat Han Liangyi yang tak fokus, menabrak Liu Chen. "Kenapa kau berhenti?!", protes Han Liangyi. Iapun mundur beberapa langkah dan mengelus hidungnya.


Liu Chen melirik ke belakang. Namun posisi berdirinya tetap kedepan. "Kalian berdua juga masuk"


"Tapi kami harus menjaga pintu ini" ucap salah satu penjaga.


Liu Chen menggelengkan kepala, "Biarkan saja. Kalian masuklah"


Kedua penjaga saling bertatapan. Mereka pun akhirnya mengangguk dan masuk. Mereka juga tak lupa menutup pintunya.


Liu Chen mengarahkan tangannya pada pintu. "Ice control:freeze"


Seketika, pintu langsung membeku. Kedua penjaga yang melihat itu terkejut, mereka tidak mengetahui bila Liu Chen memiliki elemen es, yang mana elemen es merupakan elemen langka.


Liu Chen kembali berjalan tanpa mempedulikan tatapan terkejut dari dua penjaga. "Sekarang aku tau apa yang guru maksudkan "


"...Kakek tua itu juga memberitaukan bahaya sebenarnya bukanlah raja iblis, namun makhluk lain... "


Han Liangyi dan dua penjaga mulai menyusul Liu Chen setelah melihat Liu Chen meninggalkan mereka.


"Apa yang akan dilakukannya? " batin Han Liangyi. Ia terus memperhatikan Liu Chen dari belakang.


Liu Chen pergi ke ruang latihan karna merasa semua anggota ada disana. Ia, Han Liangyi dan dua penjaga langsung masuk kedalam.


Tidak ada yang menyadari kehadiran Liu Chen dan yang lainnya. Karna mereka saat ini sedang berlatih. Namun Song Quon langsung mengalihkan perhatiannya kearah Liu Chen dan yang lain karna merasakan kehadiran mereka.


Liu Chen menatap para anggota yang sibuk itu, "Perhatian semua!", ia berbicara menggunakan Qi agar suaranya dapat didengar semua orang.


Mendengar suara itu, membuat semua orang mengalihkan perhatian kearah Liu Chen.


"Ketua Xun!", kaget mereka. Mereka sama sekali tak menyadari kehadiran Liu Chen dan yang lain. Sehingga ketika Liu Chen datang, mereka terkejut karna kedatangan Liu Chen yang tiba tiba.


"Mulai sekarang, aku akan ikut ambil bagian melatih kalian!", tegas Liu Chen. Terlihat ekspresinya saat ini tegas dan serius. Tidak seperti Liu Chen yang dikenal para anggota.


Keesokan harinya, pagi pagi sekali semua anggota sudah dikumpulkan di dalam ruangan latihan. Lebih pagi dari biasanya. Nampak beberapa orang yang menguap karna mengantuk. Beberapa juga ada yang tidak fokus. Namun ada juga beberapa yang sudah siap.


Kini, Yelu dan Lao Tzu ikut berlatih bersama mereka. Karna sekarang sudah ada Liu Chen dan Zhang Jiangwu.


"Apa ketua Xun menemukan ketua Haocun?" bisik seorang anggota.


"Entahlah, semoga dia belum menemukan ketua Haocun. Bila tidak, maka ketua Haocun akan dibawa pada ketua Xinxin, lalu ketua Xinxin akan membunuh ketua Haocun" bisik orang di sebelahnya.


"Aku sekarang tidak menyukai ketua Xun, karna dia mendukung ketua Xinxin"


Dibagian barisan lain juga terdengar bisik bisik para anggota.


"Aku sekarang lebih menyukai ketua Xun karna sudah mendukung ketua Xinxin"

__ADS_1


"Kau benar, ketua Xun memang bijak"


"Aku tidak akan mengikuti latihan dari ketua Xun"


"Aku juga, aku tidak akan mendukungnya"


"Kalau begitu, ayo kita kembali sa-", baru saja salah satu anggota akan berbalik dan menuju pintu keluar, sebuah bongkahan es tajam sudah ada tepat di depan leher orang itu.


Orang yang berada di sekitar pria itu terkejut karna melihat tiba tiba ada sebuah bongkahan es. Sementara pria itu menelan ludahnya sendiri. Hanya tinggal 2 centi saja es itu menancap indah di lehernya.


Dari bayangan seorang anggota, keluar 'lah Liu Chen yang berada tak jauh dari pria yang berniat pergi itu. "Tetap disini bila kau masih sayang nyawamu. Karna aku tak akan segan membunuhmu" ucap Liu Chen dengan dingin.


Pria itu menelan ludahnya sendiri. Iapun tidak jadi keluar ruangan. Ia tetap berdiri di tempatnya. Segera, bongkahan es yang berada di depan lehernya menguap dan mencair seketika.


Liu Chen langsung berjalan menuju ke arah depan. Kini, tidak ada seorang pun anggota yang melihat kearah wajah Liu Chen. Jangankan menatap wajahnya, menatap langsung Liu Chen saja mereka kini tak berani. Sungguh, kejadian tadi sangat mengejutkan mereka. Mereka tak menyangka Liu Chen akan melakukan hal seperti itu.


Setelah sampai di depan mereka, tatapan Liu Chen menjadi tegas dan serius. "Hari ini sampai 1 bulan kedepan, hanya aku yang akan melatih kalian. Qiang (Song Quon), Guang (Zhang Jiangwu), Duan (Lu Tuoli), Gong (Feng Ying), mereka tidak akan mengganggu pelatihanku pada kalian!"


Mereka menelan ludahnya masing masing.


"Kenapa ketua Xun menjadi menyeramkan seperti ini? "


"Apa yang terjadi dengan ketua Xun? "


"Ini pasti karna orang orang yang mendukung ketua Haocun "


Berbagai pertanyaan dan dugaan mereka katakan di dalam hati. Karna tidak ada seorang pun yang berani mengeluarkan suara. Hingga membuat ruangan sangat sepi seperti di kuburan.


"Mungkin kalian bertanya tanya mengapa aku seperti ini. Namun aku juga seperti ini agar kalian kembali bersatu dan ini juga demi kebaikan kalian agar bisa menjadi semakin kuat dengan pelatihan keras yang akan kulakukan " batin Liu Chen.


"Aku tak bisa bersikap lembut terus. Jadi aku akan bertindak tegas saat pelatihan dimulai " batin Liu Chen.


"Aku ingin melihat bagaimana keahlian kalian dalam bertarung. Sebagian pergi ke ujung ruangan. Sebagian lagi tetap disini" ucap Liu Chen.


Banyak yang berniat langsung pergi ke pinggir ruangan. Bahkan ada setengah lebih dari mereka yang berniat diam di pinggir ruangan. Namun Liu Chen segera berkata, "Saya sudah bilang hanya setengah bukan tiga perempat orang yang menyingkir ke pinggir ruangan!"


Satu pertiga dari orang yang berniat jalan ke tepi ruangan pun mengurungkan niat. Mereka kembali ke barisan awal. Kini, sudah ada setengah dari mereka yang ada di hadapan Liu Chen. Setengahnya lagi ada di pinggir ruangan.


"Kalian maju dan serang aku secara bersamaan" ucap Liu Chen.


Semua anggota saling berpandangan. Mereka agak meragukannya. Karna satu orang melawan ratusan orang. Bukankah sudah jelas siapa yang menang? Karna dilihat dari jumlah, maka mereka lebih unggul.


Melihat keraguan mereka, Liu Chen berkata kembali, "Kalian fikir aku lemah hingga dapat kalah begitu saja dari kalian?" ucapnya dengan dingin.


"Bekerja sama 'lah agar bisa mengalahkanku" ucap Liu Chen.


"Heh, kami tak perlu bekerja sama "


"Lagi pula, kami memiliki jumlah yang banyak. Jadi tak perlu kerja sama. Apalagi dengan orang orang dari ketua Xinxin "


"Aku tidak mau bekerja sama dengan orang orang yang mendukung ketua Haocun "


Dalam hati, mereka merasa tak memerlukan kerja sama untuk mengalahkan Liu Chen. Karna mereka pikir, hanya dengan jumlah maka mereka bisa menang.


Liu Chen mengeluarkan pedang miliknya. Karna tak mungkin dia menggunakan elemen es untuk melawan para anggota ini.


"Kalian bisa maju sekarang" ucap Liu Chen.


Tak berapa lama, semua anggota menyerang Liu Chen secara serentak. Berbagai senjata terus beradu. Walaupun Liu Chen hanya satu orang dengan melawan ratusan orang, nyatanya dia mampu mengimbangi mereka. Dia terus menghindar. Namun sesekali memberi serangan. Ketika ayunan pedang mengenai seorang anggota, tangannya yang memegang senjata langsung terpotong.


Langsung saja dia mengerang kesakitan bahkan terduduk di tanah. Beberapa orang yang berada di pinggir ruangan nampak terkejut melihat apa yang Liu Chen lakukan. Selama ini, pemuda itu tidak pernah melukai mereka sampai separah ini, bila melatih mereka. Namun sekarang...


"Mereka tidak memiliki kerja sama yang baik " batin Liu Chen.


Gerakan Liu Chen semakin cepat. Beberapa orang langsung terluka cukup parah karenanya. Ada yang tangan ataupun kaki mereka terpotong.


"Aaarrkk"


"Aarrkk"


Hanya dalam waktu puluhan menit saja, semua anggota yang menyerang Liu Chen sudah terduduk di lantai. Sementara Liu Chen masih berdiri dengan tegak. Bahkan tidak ada luka sedikitpun pada tubuhnya. Bajunya juga nampak masih bersih.


Liu Chen menatap para anggota yang terduduk di lantai itu dengan dingin, "Bukankah aku sudah bilang untuk bekerja sama? Kalian sangat buruk dalam bertarung! Apakah kalian fikir hanya dengan jumlah kalian bisa menang? Kalian salah. Kalian bisa saja melukaiku bila kalian bekerja sama dengan baik. Yah, itu pun bila aku tak menggunakan kekuatanku sepenuhnya "


Anggota yang terduduk di lantai itu menundukkan kepalanya. Bahkan rasa sakit yang mereka rasakan seperti hilang karna ucapan Liu Chen. Apa yang diucapkan pemuda itu memang benar.


"Kalian terlalu bergantung dengan jumlah. Bagaimana bila musuh memiliki jumlah lebih banyak? Kalian akan langsung menyerah disaat itu juga karna merasa akan kalah bila jumlah musuh lebih dari kalian", tegas Liu Chen.


Ia menjadi orang yang benar benar berbeda saat ini. Bahkan tidak dikenali lagi oleh semua orang yang sudah mengenalnya. Karna sifatnya yang berubah 180 derajat.


Liu Chen menghela nafas, "Kalian tangkap!", ia melemparkan banyak pil kearah anggota yang terduduk di lantai itu.


Semua anggota tersebut langsung mengangkat kepala mereka. Melihat adanya pil yang terlempar, mereka segera menangkapnya.

__ADS_1


"Kalian telanlah itu. Setelahnya kalian bisa istirahat sejenak di pinggir ruangan" ucap Liu Chen.


Semuanya mengangguk. Mereka menelan pil yang diberikan Liu Chen dan langsung menyerap khasiat dari pil. Hanya dalam beberapa detik, kaki maupun tangan mereka yang terpotong langsung tumbuh kembali.


Walaupun mereka cukup sering menelan pil seperti itu, namun mereka masih tetap saja kagum. Karna hanya Liu Chen 'lah yang dapat membuat pil seperti itu.


Kemampuan alkemis Liu Chen pun sudah mencapai alkemis tingkat grandmaster, yang mana tingkat itu adalah tingkatan tertinggi. Orang lain mungkin tidak akan percaya bahwa ada pemuda yang akan berusia 18 tahun itu sudah mencapai alkemis tingkat grandmaster.


Karna tidak pernah ada orang yang mencapai tingkat itu. Mungkin hanya dua orang, yaitu orang yang terdahulu, yang kemungkinn kini dia sudah meninggal. Lalu kedua adalah Liu Chen.


Setelah menyerap khasiat dari pil yang diberikan Liu Chen, semua anggota langsung berjalan ke pinggir ruangan dan beristirahat disana. Kini di hadapan Liu Chen terdapat banyak potongan tangan dan kaki. Liu Chen memunculkan api dan menyebarkan api itu ke setiap potongan tubuh dan membakarnya.


Para anggota yang menyaksikan itu cukup terkejut dengan tindakan Liu Chen. Namun tak ada yang membuka suara, karna tidak berani.


Setelah api itu membakar potongan tubuh menjadi debu dan juga membakar darah darah yang berceceran, Liu Chen menatap kearah semua anggota yang kini masih saja duduk di pinggir ruangan.


Orang orang yang belum melawan Liu Chen menelan ludahnya sendiri.


"Semua yang belum melawanku, cepat kemari dan lawan aku" ucap Liu Chen dengan tegas.


Akhirnya para anggota yang belum melawan Liu Chen pun berjalan mendekat kearah Liu Chen dengan pelan pelan.


"Apa kalian ini siput?! Jalan sangat lambat!", tegas Liu Chen.


Semua anggota langsung mempercepat jalannya. Banyak dari mereka yang ragu ragu untuk melawan Liu Chen. Mereka tidak mau mendapatkan nasib yang sama dengan tim pertama tadi.


"Kenapa kalian takut seperti itu? Bukankah ketua Xinxin juga pernah melatih kalian sampai sekeras ini? Bahkan dia memperlakukan kalian dengan lebih keras dariku. Jadi kenapa kalian takut seperti itu?


Seharusnya kalian menjadi orang yang lebih berani. Jangan pernah takut untuk mati bila kematian kalian untuk sebuah kebaikan! Aku mengatakan hal ini karna aku melihat sebuah ketakutan akan kematian dari tatapan kalian" ucap Liu Chen dengan dingin.


Semua anggota yang ada di hadapan Liu Chen menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Liu Chen. Sungguh, Liu Chen saat ini menjadi orang yang menyeramkan bagi mereka setelah Yang Jia Li. Karna pelatihan yang diberikannya tidak jauh dari Yang Jia Li.


Beberapa anggota langsung mengambil senjata masing masing. Namun beberapa masih diam, beberapa orang itu seperti menganalisis apa yang harus mereka lakukan agar dapat mengalahkan Liu Chen, setidaknya memberinya satu goresan.


Yelu langsung menggunakan kekuatan elemen logam miliknya. Ia langsung membuat tangan Liu Chen terikat rantai. Melihat itu, anggota lain tersenyum senang. Jadi mereka dapat mengalahkan Liu Chen dengan mudah. Beberapa orang langsung bergerak menuju Liu Chen yang terikat.


Liu Chen tersenyum sinis. Rantai yang mengikatnya langsung membeku. Liu Chen menarik tangannya dari rantai itu dan seketika rantai terlepas darinya. Bahkan rantai berubah menjadi bongkahan bongkahan es.


Dia memang menggunakan elemen es nya. Namun bukan untuk menyerang. Jadi menurutnya itu tak masalah.


Semua anggota yang akan menyerang terkejut melihat Liu Chen sudah bebas. Seketika mereka pun langsung terlempar beberapa meter ke belakang karna mendapatkan serangan cepat dari Liu Chen.


Seseorang tiba tiba saja muncul di belakang Liu Chen, ia mengayunkan pedang di tangannya. Namun Liu Chen segera menghilang dari tempatnya berada. Ia mencekik pria yang menyerangnya dari belakang itu dengan menggunakan satu tangannya saja. Liu Chen mencekik dari belakang.


"Hm.. Serangan sembunyi, divisi pembunuh " batin Liu Chen.


Pria itu berusaha lepas. Namun tidak bisa. Liu Chen segera melepaskan tangannya dari leher pria itu sebelum pria tersebut kehabisan nafas.


Liu Chen muncul beberapa meter dari tempatnya berada sebelumnya. Lao Tzu nampak memperhatikan jurus jurus milik Liu Chen, ia sedang menganalisa bagaimana cara mengalahkan Liu Chen.


"Ketua Xun memiliki elemen es dan api. Bukankah itu elemen yang bertolak belakang? Lalu sejak kapan ketua Xun memiliki elemen es? " batin Lao Tzu.


"Sudahlah, aku tidak perlu memikirkan itu. Sekarang aku harus mengamati jurus jurus apa saja yang dimiliki ketua Xun. Tidak mungkin dirinya hanya memiliki jurus itu saja. Ketua Xun sudah menunjukkan kecepatannya. Lalu kekuatan es nya.


Bila saja kami bisa melukainya walau hanya satu kali, untuk melihat seberapa cepat luka itu sembuh tanpa menelan pil. Maka kami bisa menyerangnya bila dia sedang fokus menutup luka menggunakan Qi nya.


Lalu tentang kekuatan ketua Xun, kami juga tidak mengetahuinya. Yang harus kami tingkatkan adalah kecepatan, refleks dan kerja sama agar bisa mengalahkan ketua Xun. Itu pun kemungkinan hanya membuat luka kecil saja padanya. Tapi itu cukup. Namun kami tidak memiliki kerja sama yang baik saat ini. Kemungkinan kami untuk melukai ketua Xun sangat kecil, bahkan tidak ada bila tanpa kerja sama " batin Lao Tzu.


"Kalian dengarkan aku, untuk sekarang kita harus bekerja sama mengalahkan ketua Xun. Bukankah kerja sama kita awalnya bagus sebelum kejadian dua kubu? Hingga kita dapat mengalahkan demonic beast yang lebih kuat dari kita saat itu?


Bila sekarang kita juga bekerja sama, maka mungkin kita bisa melukai ketua Xun. Jangan memikirkn pihak ketua Haocun maupun ketua Xinxin saat ini. Karna saat ini kita sedang berlatih untuk bertambah kuat bersama dan mengalahkan ketua Xun!" ucap Xing Fu dengan semangat.


Semua anggota saling berpandangan. Sepertinya mereka setuju karna mereka membalas ucapan Xing Fu dengan anggukan. Mereka kembali berdiri.


Lao Tzu menggelengkan kepala, "Dasar, dia ini memang hebat dalam menyatukan orang yang bertengkar ", iapun tersenyum tipis.


Liu Chen tersenyum tipis melihat semangat yang terpancar dari tim saat ini. Berbeda dari pada tim pertama tadi. "Hong (Xing Fu) sepertinya hebat dalam menyatukan orang orang "


Xing Fu menepuk pundak Lao Tzu, "Nah Jian (Lao Tzu) yang akan mengatur pergerakan kita agar kita menjadi lebih kompak. Lagi pula, Jian tidak berada di pihak ketua Haocun maupun ketua Xinxin. Jadi Jian yng akan memberi komando pada kita semua" ucap Xing Fu dengan semangat.


Lao Tzu menatap Xing Fu dengan dingin seperti biasa, "Mengapa kau menunjukku?"


"Aku cukup mengenal lama dirimu. Kau adalah pemikir, jadi setiap tindakan yang kau lakukan pasti sudah kau perhitungkan sebelumnya", Xing Fu tersenyum.


Lao Tzu menghela nafas, "Baiklah bila mereka juga setuju"


"Aku setuju saja"


"Lagi pula ini untuk mengalahkan ketua Xun"


"Aku setuju"


Banyak tim kali ini yang setuju, Lao Tzu pun mengangguk. "Baiklah", Lao Tzu menatap Liu Chen yang masih saja diam di tempatnya tanpa bergerak satu inci pun.

__ADS_1


__ADS_2