
Liu Chen menatap kearah Song Quon. Temannya itu juga terlihat kesulitan menghadapi roh roh ini. "Jika kami tak bisa melukai makhluk makhluk ini, maka kami hanya perlu membunuh pengguna dari seruling itu. Tapi bagaimana caranya? Dia dikelilingi oleh makhluk makhluk ini"
Liu Chen langsung terbang dilangit dan berniat pergi menuju wanita pemain seruling. Namun, tidak ia duga. Bahwa beberapa makhluk hitam yang terlihat seperti bayangan itu juga bisa terbang dan menghalangi Liu Chen dilangit.
"Cih, tak kukira akan seperti ini. Suara seruling ini..membuatku tak bisa berfikir" gumam Liu Chen. Kepalanya terasa sakit begitupun telinganya kala terus saja mendengar suara seruling.
Liu Chen tak mempedulikan roh yang menghalanginya dilangit, ia langsung terbang lebih tinggi. Iapun melakukan salah satu jurus andalannya untuk mengalahkan musuh.
Ia memposisikan pedang bagian tajam ke samping, lalu kedepan.
"Elemen api:pilar api"
Liu Chen pun langsung melemparkan pedang hingga menancap didekat wanita pemain seruling.
Ketika Liu Chen akan terbang lebih tinggi untuk menghindari serangan yang akan diakibatkan jurusnya, ia melihat Song Quon menghindari setiap roh roh yang menyerang. Song Quon lama kelamaan mendekat kearah wanita pemain seruling.
Apalagi, bagian ujung pedang sudah nampak mengeluarkan api. Melihat hal itu, Liu Chen terbang dengan cepat kearah Song Quon sambil menghindari setiap roh yang terbang kearahnya. "Quon..!! Awas..!!"
Wanita pemain seruling menyadari adanya bahaya, namun ia tak bisa menghindarinya. Sebab, serangan itu lebih dulu mengenainya sebelum dapat ia hindari.
Mendengar ucapan Liu Chen, Song Quon menatap kearah pemuda itu. Namun yang dilihatnya saat ini adalah sebuah api seperti pilar yang menuju keatas. Bahkan ia masuk dalam area serangan.
Liu Chen langsung mendorong Song Quon dari area serangan miliknya. Namun dirinya sedikit terkena serangan karna menyelamatkan Song Quon.
Song Quon langsung terjatuh ketanah. Sementara Liu Chen terjatuh disampingnya.
Wuushh
Pilar api naik tepat didepan mereka.
Hanya dalam beberapa detik, pilar api sudah menghilang. Tanah tempat pilar api tadi terdapat sebuah cekungan besar. Tanahpun terlihat terbakar.
"Kenapa kau menolongku?" ucap Song Quon dengan terkejut sambil mencoba berdiri.
"Memangnya aku harus memiliki alasan untuk menolongmu? Tentu kau adalah temanku. Jadi aku menolongmu" ucap Liu Chen. Iapun berdiri kembali. Tangan bagian kirinya terkena luka bakar.
Song Quon mengerutkan keningnya. "Kenapa? Apakah itu yang disebut teman?"
Liu Chen menatap aneh Song Quon, "Kau aneh sekali bertanya hal seperti i-"
Ucapan Liu Chen terhenti kala mendengar sebuah suara ditempat pilar api tadi berada, "Bagus, bagus sekali. Aku ternyata terlalu meremehkan kalian"
Seorang wanita tiba tiba saja muncul ditempat cekungan berada.
Liu Chen terkejut ketika melihat wanita itu yang ternyata masih hidup, "Ba-bagaimana kau masih hidup? Bukankah kau terkena seranganku?"
"Seranganmu memang kuat, bahkan aku bisa langsung mati oleh seranganmu itu. Bila saja aku tak memiliki jurus untuk menghindarinya" ucap wanita pemain seruling. Ia memegang serulingnya ditangan yang nampak mengeluarkan sedikit asap.
Semua roh roh yang ada disekitarnya tidak lagi terlihat. Wanita itu menatap tajam dua pemuda didepannya.
"Cih, kita serang dia lagi Quon. Apa kau masih sanggup?", Liu Chen menatap kearah samping, dimana temannya berada.
Song Quon mengangguk, "Aku masih sanggup. Kita kalahkan dia secepatnya!"
Mereka berdua pun menatap kearah wanita pemain seruling.
"Kalian sudah membuatku marah, kalian akan melihat kekuatanku yang sebenarnya!", seketika iapun langsung menempelkan serulingnya dibibir dan meniupnya. Nada nada dari seruling seketika terdengar.
Ketika seruling sudah mulai dimainkan, bayangan bayangan langsung keluar dari tanah. Namun kali ini, bukan hanya ada disekitar wanita itu saja. Tapi ada disetiap titik kota. Kecuali dalam rumah rumah warga.
Kemunculan bayangan bayangan itu, mengagetkan semua orang. Bayangan bayangan itu bahkan melawan orang orang yang kini berada diluar.
Karna bayangan itu tak bisa disakiti, mereka menjadi kesulitan menghadapi bayangan bayangan ini.
"Ini menjadi semakin sulit saja. Kita harus mengambil seruling itu" ucap Song Quon. Ia menghindari semua bayangan yang menyerangnya.
Liu Chen mengangguk, iapun langsung melompat tinggi dan terbang. Ia berniat menyerang wanita itu dari langit lagi. Namun kali ini, ada banyak sekali bayangan yang menjaga wanita itu dari langit. Mereka membuat Liu Chen mundur beberapa meter kebelakang. "Kalau begini, kami harus menyerangnya dari permukaan"
Liu Chen pun turun, ia langsung bergegas berlari kearah wanita pemain seruling sambil menghindari bayangan bayangan yang menerjangnya.
"Jika saja ini bukan malam hari, maka aku bisa menggunakan jurusku untuk berubah menjadi bayangan" gumam Liu Chen sambil menggertakkan gigi.
Kali ini, suara seruling yang dibuat wanita itu memang tidak membuat oranglain menggila lagi. Namun suara seruling ini kini membuat para bayangan yang merupakan roh menggila untuk menyerang orang. Kini roh roh itu sudah mulai memasuki rumah rumah warga dan menyerang para penduduk.
Song Quon menatap kearah wanita pemain seruling. "Walaupun tingkatannya masih berada dibawahku, namun aku sulit mengalahkannya. Karna dia memakai senjata tingkat langit yang merepotkan"
__ADS_1
Song Quon hanya menghindari semua serangan roh roh ini sambil tetap berlari menuju wanita pemain seruling. Ia mengejar Liu Chen dari belakang.
Liu Chen mengambil pedang phoenix api dari cincin ruangnya, lalu mengalirkan Qi miliknya dan langsung mengayunkannya kearah wanita dihadapannya.
Karna Qi nya sudah terkuras banyak, jadi walaupun serangannya ditingkatkan 50%, serangan itu tidaklah terlalu besar.
Melihat adanya serangan yang mengarah padanya, wanita itu mengendalikan roh roh memakai suara serulingnya untuk menjadi perisai.
Ketika pedang phoenix api mengenai roh roh itu, roh roh pun langsung lenyap.
Liu Chen terkejut melihat hal itu, "Aku bisa memusnahkan makhluk makhluk ini menggunakan pedang phoenix api" gumamnya. Sudut bibirnya pun terangkat.
Wanita itu nampak terkejut melihat roh roh yang dikendalikannya dapat musnah. Iapun langsung terbang diudara. Namun masih memainkan seruling miliknya. "Dia bisa memusnahkan roh yang kukendalikan"
Liu Chen langsung menyerang semua roh roh yang mengganggunya dipermukaan tanah.
Dengan menggunakan pedang phoenix apinya, Liu Chen dapat dengan mudah menghancurkan roh roh ini.
Ketika Liu Chen sedang membasmi roh roh didepannya, tiba tiba saja seseorang langsung menyerangnya menggunakan sebuah pedang. Liu Chen langsung melompat mudur dan menatap kearah orang tersebut.
Ia dapat melihat seorang pria yang memiliki tatapan kosong. Pria itu langsung menyerang Liu Chen dengan bruntal dan tanpa arah.
"Sepertinya dia dirasuki makhluk makhluk ini. Aku tak bisa menyakitinya" gumam Liu Chen. Akhirnya, ia hanya menghindar dan menangkis serangan pria yang melawannya.
"Chen, kenapa kau tidak menyerangnya?! Serang dia!" teriak Song Quon sambil menghindari beberapa roh yang menghalangi.
"Aku tidak bisa. Dia masih hidup, dia hanya dikendalikan!" ucap Liu Chen dengan menghindari setiap serangan bruntal pria yang menyerangnya.
"Cih, kalau begitu, aku yang harus melenyapkan wanita itu" gumam Song Quon.
Song Quon menambah kecepatan larinya hingga membuat roh roh tak bisa menghentikan Song Quon. Pemuda itu langsung melompat tinggi dan mengarahkan tangan yang terkepal pada wanita yang melayang dilangit itu.
Wanita itu terkejut dengan kemunculan Song Quon yang tiba tiba. Bahkan dirinya tak bisa menghindar hingga membuat tinju Song Quon mengenainya.
Boomm
Wanita itu langsung terjatuh ketanah. Song Quon juga langsung menapak dipermukaan tanah sambil menatap wanita yang tergeletak didepannya itu.
"Uhuk..ba-bagaimana kau bisa..secepat itu?" ucap wanita tersebut yang mencoba berdiri kembali.
"Heh, kau yakin?", wanita itu langsung berdiri dengan kesulitan. Ia mencengkram serulingnya dengan erat.
Mendengar itu, Song Quon menatap wanita dihadapannya dengan serius, "Apa maksudmu? Kau sudah terluka parah"
Keadaan wanita dihadapannya saat ini kurang baik, wajah yang nampak agak pucat dan sudut bibir yang banyak mengeluarkan darah. Lalu apa yang bisa dilakukannya? Seharusnya wanita itu juga sudah kehilangan banyak Qi.
Wanita itu langsung meniup serulingnya. Seketika, semua roh yang ada disekitar dan yang ada disemua titik kota Bulan Merah terbang menuju kearah wanita tersebut.
Semua orang yang awalnya melawan roh roh terkejut karna tiba tiba saja makhluk itu pergi menuju suatu tempat yang sama. Namun mereka juga senang. Ketika roh roh itu menyerang, sudah ada banyak orang yang tewas juga terluka. Bahkan ada yang dirasuki roh roh itu hingga membuat orang tersebut menyerang oranglain.
Namun kini semua roh yang merasuki manusia sudah keluar dan terbang menuju sebuah titik dikota Bulan Merah ini.
"Apa yang terjadi?" gumam Song Quon. Iapun melompat mundur sambil tetap menatap kearah wanita dihadapannya.
Liu Chen langsung menangkap tubuh pria yang tadi melawannya. Karna pria itu nampak akan jatuh dengan mata tertutup. Setelah itu, Liu Chen memindahkan pria itu agak jauh dari tempatnya berada saat ini dengan cepat. Setelah selesai, ia langsung pergi menuju Song Quon dan berdiri disamping temannya.
"Sebenarnya apa yang ingin dilakukan wanita itu?" ucap Liu Chen sambil memperhatikan bagaimana roh perlahan maju menuju wanita didepannya.
"Sebaiknya kita langsung melawannya saja, sebelum terjadi sesuatu" ucap Song Quon.
Liu Chen mengangguk. Ia dan Song Quon pun langsung berlari kearah wanita didepan yang kini hanya diam saja.
"Heh, kalian takkan bisa melawanku dengan mudah kali ini" ucap wanita tersebut. Setiap roh yang mendekat kearahnya, roh terlihat masuk ke dalam tubuh wanita itu. Setiap itu juga, maka kekuatannya semakin bertambah.
Liu Chen mengayunkan pedang phoenix api yang dilapisi Qi kearah wanita dihadapannya. Sementara Song Quon mengepalkan tangan dan mengarahkan tinju kearah depan.
Wanita itu dengan cepat menghilang dari sana. Pergerakannya bertambah sangat cepat kali ini. Dia langsung muncul disamping Liu Chen dan langsung menendang pemuda itu dari samping.
Liu Chen menyadari adanya serangan, langsung menyilangkan tangan dan mengubah posisi berdiri menjadi menghadap kearah musuh.
Namun karna Qi nya sudah terkuras banyak, Liu Chen tak bisa menahan serangan dengan baik. Iapun terlempar kebelakang.
Setelah menyerang Liu Chen, wanita itu menghilang kembali dan menyerang Song Quon dari belakang.
Karna Song Quon memiliki kekuatan yang lebih besar dari wanita itu, ia bisa menghindar dengan cepat kesamping. Hingga membuat pukulan musuh mengenai tanah dan membuat cekungan.
__ADS_1
"Semakin lama, kekuatannya bertambah. Bahkan sekarang ia akan naik tingkat menjadi tingkat bumi" batin Song Quon. Iapun membuat jarak dengan musuh.
Wanita itu tidak diam saja melihat lawannya menghindar, ia langsung menyerang kembali dari berbagai arah. Namun Song Quon berhasil menghindar dan menangkis serangan. Bahkan Song Quon melawan balik.
Hingga sudah satu menit mereka bertukar serangan. Namun tidak ada yang terluka diantara mereka.
Liu Chen yang baru saja kembali langsung menolong Song Quon dengan mengalihkan perhatian wanita itu. Ia menyerang menggunakan pukulan dan tendangan. Sementara pedang phoenix apinya sudah dimasukkan ke dalam cincin ruang.
"Bagus Chen. Sekarang aku bisa menyerang wanita itu dengan lebih mudah" batin Song Quon. Iapun langsung mengumpulkan banyak Qi pada kepalan tangan dan mengarahkan kepalan tangannya pada musuh.
Boomm
Liu Chen langsung melompat mundur kala Song Quon mulai melancarkan serangan. Iapun memperhatikan kepulan debu dihadapannya yang menutupi Song Quon dan musuh.
Ketika kepulan debu menghilang, Liu Chen dapat melihat tangan Song Quon berada ditubuh wanita itu. Apalagi, itu tepat berada dijantung.
Tangan wanita itu mencengkram tangan Song Quon yang menembus tubuhnya. Mulutnya nampak mengeluarkan darah disudut kiri dan kanan. Ia menatap Song Quon dengan terkejut. "Ba-bagaimana bisa?!"
Sudut bibir Song Quon tertarik, "Sepertinya hanya sampai disini saja, karna kau akan segera mati"
Wanita itu memuntahkan seteguk darah, "Jika aku mati..maka kau harus ikut denganku!", ia semakin erat mencengkram tangan Song Quon.
Mulut wanita itu nampak bergerak mengatakan sesuatu. Tak lama setelah itu, semakin banyak roh yang masuk ke dalam tubuhnya, ia juga semakin cepat bertambah kuat.
Song Quon melebarkan matanya, "Lepaskan aku, apa yang ingin kau lakukan, sialan!"
"Hahaha, kau akan mati bersamaku. Ketika aku tak bisa lagi menahan kekuatan ini, maka aku akan meledak lalu akupun mati dan kau juga akan mati" ucap wanita itu sambil tersenyum kearah Song Quon.
Song Quon terkejut, "Kalau begitu, lepaskan aku!", iapun langsung berusaha melepaskan tangan wanita dihadapannya. Namun tidak bisa. Cengkraman musuh sangat kuat pada tangannya.
"Haha, tentu aku akan melepaskanmu ketika kau sudah menjadi mayat"
Mendengar ucapan musuhnya, membuat Liu Chen terkejut. Iapun berniat membantu temannya. Namun Song Quon segera berteriak kearahnya.
"Jangan pedulikan aku! Pergilah sekarang juga! Atau kau juga akan ikut mati bila masih ada disini" teriak Song Quon sambil melirik kearah Liu Chen yang nampak ingin membantunya.
"Apa yang kau katakan, aku takkan melakukannya!", Liu Chen langsung berlari kearah Song Quon dan memegang tangan temannya yang berada ditubuh wanita itu. Ia berusaha menarik tangan temannya agar terlepas dari cengkraman musuh.
"Hahaha, percuma kalian melakukannya! Aku takkan melepaskan tangannya!" ucap musuh sambil tertawa.
"Cepat kau pergi dari sini sebelum terlambat! Jangan pedulikan aku, cepatlah pergi sekarang!", Song Quon menatap kearah Liu Chen yang berada disampingnya dan berusaha membantunya terlepas dari cengkraman musuh.
"Aku takkan meninggalkanmu disaat seperti ini. Jika kita tidak bisa melepaskan cengkramannya, maka kita akan mati disini bersama" ucap Liu Chen dengan keras kepala.
"Apa kau gila?! Kenapa kau rela mati hanya untukku?!" ucap Song Quon dengan terkejut.
"Karna aku adalah temanmu dan selamanya akan seperti itu! Aku...takkan meninggalkanmu disaat kau kesulitan. Kau adalah teman pertamaku", Liu Chen menggunakan Qi miliknya ke tangan dan berusaha menarik tangan musuh agar terlepas dari tangan temannya.
Mendengar ucapan Liu Chen, membuat Song Quon terkejut. Ia bahkan tak berkata apapun lagi dan hanya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman musuh.
Kini tidak ada lagi roh roh yang masuk kedalam tubuh wanita itu dan kini tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya yang terang.
"Sepertinya kita akan mati disini" ucap Song Quon.
Liu Chen tak mengatakan apapun dan hanya fokus untuk melepas cengkraman tangan musuh.
Cahaya semakin meluas. Karna kini hari masihlah malam, cahaya dapat dilihat dijarak sampai ratusan meter dari tempat itu.
"Cahaya apa itu?" ucap Wu Anming yang berada di dekat penginapan.
"Kakak, kak Chen dan kak Quon ada disana! Kita harus kesana" ucap Wu Xianlun dengan panik.
Wu Anming mengangguk, ia dan adiknya pun pergi ketempat cahaya berasal.
Bukan hanya mereka saja yang melihat cahaya itu. Namun seluruh penduduk yang ada dikota Bulan Merah melihatnya, begitupun orang orang yang berada diluar.
Dikota Bulan Merah, nampak ada cukup banyak mayat bergeletakan dimana mana. Ada juga banyak orang yang terluka.
Semua penduduk dan orang orang yang memiliki misi dikota Bulan Merah ini nampak terkejut ketika melihat sinar yang semakin membesar disebuah titik kota.
"Apa itu?!"
Itulah yang ada dipikirn mereka saat ini. Hingga...
Boommm
__ADS_1