Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
91 -Makhluk bernama Kor


__ADS_3

"Kenapa aku merasakan tekanan energi 'mereka' di sini? Apa itu hanya firasatku saja? Karna tidak mungkin mereka ada di sini" gumam Kaisar Xiao yang sedang mengadakan rapat.


Melihat Kaisar yang melamun, Jenderal Ding Bang yang berdiri di samping Kaisar segera berkata dengan setengah berbisik, "Kaisar Xiao, ada apa?"


Kaisar Xiao tersadar dari lamunannya. Iapun menggelengkan kepala, "Tidak ada."


***


"Aku.. Tidak bisa seperti ini terus. Aku harus segera.. Menyadarkan Chen" batin Song Quon.


Song Quon memperkuat Qi yang melindungi tubuhnya. Iapun sekarang merasa lebih baik dari pada saat tadi. Ia kembali berjalan mendekat dengan tubuh yang agak membungkuk.


"Dia sepertinya belum.. Memperlihatkan semua aura dan tekanannya. Aku harus segera menyadarkan Chen sebelum dirinya memperkuat tekanan" batin Song Quon. Ia kembali memperkuat Qi nya. Ia juga menggunakan elemen angin untuk membuatnya dapat bergerak cepat menuju Liu Chen.


Hembusan angin kuat memutari tubuh Song Quon. Bahkan cekungan yang tadi terbentuk menjadi semakin lebar karna dirinya. "Aku mempertaruhkan tiga perempat.. kekuatanku yang tersisa untuk mendekat pada Chen."


Kini Song Quon dapat bergerak cukup bebas. Ia langsung berlari kearah Liu Chen dan seakan tidak merasakan tekanan sama sekali. Song Quon sudah ada di hadapan Liu Chen.


Liu Chen langsung mengepalkan tangan dan meninju kearah Song Quon. Pemuda yang di serang langsung membungkukkan tubuhnya. Secara bersamaan dengan ia menghindar, Song Quon langsung memukul tengkuk Liu Chen.


Namun Liu Chen segera melompat ke belakang. Song Quon langsung berlari mendekat dan mengayunkan tangan dari atas ke bawah secara menyamping.


Liu Chen tidak mengetahui ataupun melihat adanya serangan yang datang.


CRRASH


Serangan tak terlihat langsung melukai perut Liu Chen dan membuat sedikit luka di tubuhnya. Asap hitam langsung berkumpul pada bagian luka. Seketika, luka pun langsung sembuh.


Song Quon berhenti mendekat. Ia melompat mundur dua kali dan menatap Liu Chen dengan waspada.


"Sepertinya.. aku harus menggunakan 'itu' untuk membuatnya pingsan" gumam Song Quon. Ia menutup mata sejenak. Tak lama kemudian, sebuah kekuatan besar langsung terpancar dari tubuh Song Quon. Lantai lantai istana semakin rusak. Tekanan energi besar saling beradu dengan tekanan yang terpancar di tubuh Liu Chen.


Liu Chen menggeram, "Ggrrhh," keluar energi dan tekanan yang lebih besar dari tubuhnya.


Song Quon membuka mata. Nampak kilat kuning terpancar dari matanya. Tatapannya sangat tajam dan nampak mengintimidasi siapapun yang melihatnya. Iris matanya berubah menjadi keemasan. Pupil matanya membentuk garis vertikal berwarna hitam.


***


Han Liangyi dan Tao Mu yang sedang melawan para mayat hidup tersentak kala merasakan dua energi besar saling bertabrakan. Kini, bangunan istana mulai bergetar karna tekanan besar yang saling bertabrakan itu.


Padahal istana ini terbuat dari bahan bahan yang sangat bagus dan tidak dapat dihancurkan dengan mudah. Bahkan bila ada sebuah tekanan tingkat langit yang mengenainya. Namun kini, bangunan itu bergetar.


Para mayat hidup langsung menyerang Han Liangyi dan Tao Mu lebih ganas lagi ketika tekanan energi semakin besar. Kekuatan mereka juga seakan bertambah.


Han Liangyi dan Tao Mu kembali dikejutkan dengan reaksi para mayat hidup. Mereka pun langsung menyerang para mayat hidup itu kembali dengan lebih cepat. Karna mayat hidup menjadi semakin cepat dan kuat.


Beberapa waktu kemudian, istana hancur sebagian. Hal ini mengejutkan Han Liangyi dan Tao Mu yang sedang bertarung. Dari arah istana, sesuatu meluncur cepat ke langit. Terlihat kilatan kilatan cahaya yang saling bertabrakan dan angit kejut dari kedua kilat itu sampai menerbangkan para mayat hidup ke berbagai arah.

__ADS_1


Kilatan kilatan cahaya berpindah pindah tempat. Ketika kedua kilatan berada dekat dengan Han Liangyi dan Tao Mu, kedua pemuda itu juga ikut terpental jauh seperti para mayat hidup.


Han Liangyi yang terhempas ke bawah, langsung menancapkan pedang agar tidak semakin berguling di tanah. Sementara itu, Tao Mu nampak terus terseret di atas permukaan tanah, walaupun sudah mencoba menancapkan pedangnya. Tapi itu tidak berguna karna hempasan angin yang sangat kuat baginya.


Karna terus terseret, membuat Tao Mu mendapatkan luka luka yang diakibatkan gesekan tubuhnya dengan permukaan tanah. Iapun langsung tergeletak di tanah dengan wajah menghadap ke permukaan.


Angin kejut dari dua kilat cahaya tidak hanya berdampak pada para mayat hidup, Han Liangyi dan Tao Mu saja. Terlihat bahwa tanah tanah dan pepohonan terhempas jauh. Bahkan ada yang langsung hancur karna hempasan.


Han Liangyi menatap ke arah kedua kilatan cahaya yang semakin jauh dari istana dan membuat hempasan angin agak berkurang. "Apa itu sebenarnya? Kuat sekali" gumam Han Liangyi.


Tempat dimana dua kilatan cahaya saling beradu nampak rusak. Tanah tanah terangkat dan terhempas begitu saja. Kedua kilatan cahaya langsung terbang tinggi ke langit hingga membuat lubang pada awan.


Kedua kilatan cahaya kini saling beradu di atas awan. Sehingga dampak dari kedua kilatan itu berkurang pada permukaan tanah.


***


Sementara itu, di bawah tanah yang agak gelap di suatu tempat. Terlihat seorang pemuda dengan pakaian yang nampak sobek di beberapa bagian, seperti terkena sesuatu yang tajam. Di beberapa bagian tubuhnya juga nampak beberapa luka. Namun ekspresinya masih saja datar. Ia adalah Zhang Jiangwu.


Di hadapannya terlihat sosok berjubah hitam yang memegang sabit besar berwarna hitam kebiruan dan sabit itu juga terlihat seperti bayangan. Sepasang sayap tulang terlihat di punggungnya.


"Hmph! Kau takkan bisa mengalahkanku" ucap sosok berjubah hitam. Sebagian wajahnya tertutup tudung jubah. Suara sosok itu terdengar feminim.


Zhang Jiangwu tidak mengatakan apapun. Memang apa yang dikatakan sosok itu benar. Ia mencengkram pedangnya dengan kuat.


Flashback~


Zhang Jiangwu pergi dari markas untuk mencari tempat tersembunyi dari sebuah peta. Peta itu dibelinya saat pelelangan Asosiasi Bulan Perak saat itu. Ia membelinya karna peta itu milik gurunya.


Zhang Jiangwu mengetahui peta ini memang bukan peta untuk menunjukkan tempat persembunyian harta karun Zhao Yu. Namun peta itu menunjukkan ke sebuah tempat dimana seseorang disegel.


Zhao Yu memberikan tugas pada Zhang Jiangwu untuk pergi ke sana dan mengalahkan sosok berjubah hitam dan menyelamatkannya. Karna sosok berjubah hitam itu adalah.. Anak angkat dari Zhao Yu.


Zhao Yu meminta agar Zhang Jiangwu tidak memberitahukan hal ini pada siapapun. Ia juga mengatakan pada Zhang Jiangwu untuk menyadarkan putri angkatnya itu. Karna putri angkatnya seperti kemasukan sesuatu.


Hal ini pernah terjadi pada orang lain saat Zhao Yu masih hidup. Lalu ketika bertemu dengan orang seperti itu dan melawannya, ia terkejut ketika melihat wujud orang yang dilawan memiliki sayap tulang. Tidak pernah ada makhluk seperti itu.


Iapun dapat mengalahkannya dengan cukup cepat. Ketika dirinya sudah membunuh orang tersebut dengan menusuk jantungnya, tiba tiba sayap tulang yang ada pada diri orang tersebut menghilang.


Lalu kejadian yang sama pernah terjadi pada teman Zhao Yu. Padahal Zhao Yu yakin, temannya adalah manusia. Lalu, ketika ia memperhatikan pergerakan temannya, ia menyadari bahwa semua gerakan menyerang itu tidak seperti temannya. Iapun beranggapan bahwa temannya dikendalikan orang lain. Ia terus memanggil nama temannya. Namun tetap temannya tidak menjawab semua apa yang ia katakan.


Lalu, tanpa terduga muncul sesosok manusia dengan jubah dan topeng yang menutupi semua wajahnya. Dia membantu Zhao Yu untuk menolong temannya. Awalnya Zhao Yu kurang percaya dengan orang yang tiba tiba datang begitu saja. Namun, ternyata orang itu benar benar membantunya.


Sosok misterius mengayunkan tangannya dari arah kiri ke kanan. Seketika, mulai muncul sebuah tulisan tulisan berwarna hitam dengan warna biru di bagian pinggiran tulisan yang melayang di udara.


Tulisan yang dibuat sosok misterius tidak Zhao Yu mengerti sama sekali. Tulisan itu terlihat asing baginya.


Tulisan yang melayang mulai melesat ke arah teman Zhao Yu dan tulisan itu terlihat seperti sebuah serangan. Namun, teman Zhao Yu langsung mengayunkan sabit yang dipegangnya dan langsung menghancurkan tulisan itu dan merubahnya menjadi butiran cahaya redup.

__ADS_1


Teman Zhao Yu menggunakan sayap tulang miliknya dan menggerakkannya untuk menyerang sosok misterius. Ia juga mengayunkan sabitnya untuk menyerang sosok misterius.


Zhao Yu hanya diam dan memperhatikan apa yang akan dilakukan sosok itu. Ia diam juga karna sosok misterius itu yang menyuruhnya. Zhao Yu agak ragu. Namun ia mencoba mempercayai sosok misterius itu.


Sosok misterius terus menyerang teman Zhao Yu hingga ketika teman Zhao Yu lengah, sosok misterius kembali menciptakan tulisan tulisan aneh yang melayang di udara. Langsung saja, tulisan itu memutari salah satu sayap tulang dan menghancurkannya.


Teman Zhao Yu mulai tidak bisa berdiri tegak. Matanya menutup dan membuka dengan tatapan lemah. Sayap tulang yang ada di punggungnya kini sudah menghilang.


Ketika teman Zhao Yu akan terjatuh ke tanah, sosok misterius langsung menangkapnya dan memberikannya pada Zhao Yu.


Zhao Yu segera membaringkan temannya di permukaan tanah. Ia langsung mengecek kondisi temannya. Setelah mengetahui bahwa temannya baik baik saja, iapun menghela nafas. "Dia ternyata hanya pingsan."


Zhao Yu mengerutkan keningnya kala menyadari sesuatu setelah mengecek kondisi temannya. "Energi kehidupan miliknya hilang cukup banyak. Kini umur hidupnya berkurang," ia langsung menatap sosok misterius yang berdiri tak jauh darinya.


"..Sebenarnya apa yang terjadi dengan temanku tadi?"


Sosok misterius menjawab dengan nada tenang, "Temanmu meminta 3 permintaan pada 'kor' dengan bayaran jiwanya sendiri. Ketika permintaan ketiga terkabul, maka jiwanya akan diambil oleh 'kor'. Makhluk itu bebas ingin mengambil jiwanya saja atau bahkan juga beserta tubuhnya.


Sementara temanmu tadi tubuhnya juga ingin diambil alih oleh 'kor'. Bila saja permintaan ketiga sudah terkabul selama satu hari lalu, maka jiwanya akan benar benar diambil sepenuhnya oleh 'kor'. Ketika jiwamu diambil oleh makhluk itu, maka kau akan masuk ke dalam jurang keputusasaan tanpa batas. Kau bahkan takkan bisa keluar dari sana selamanya. Apapun yang kau lakukan tidak akan berguna. Maka dari itu, semua jiwa yang sudah diambil oleh 'kor' akan sangat menderita. Mereka juga bahkan tidak akan bisa pergi ke alam berikutnya.


Untungnya temanmu masih bisa diselamatkan. Sehingga sekarang dia masih ada di sini. Bila saja selama seharian 'kor' itu mengambil alih tubuhnya dan tidak ada yang memusnahkan 'kor' dalam tubuhnya, maka dia tidak bisa diselamatkan lagi."


Zhao Yu mengerutkan kening tak mengerti dengan makhluk yang dibahas sosok misterius. "Apa itu 'kor'?"


Sosok itu menghela nafas, "Aku tidak perlu menjelaskannya padamu. Karna kau takkan mengerti. Yang jelas, kau hanya harus memusnahkan 'kor' yang sudah mengambil alih tubuh orang selama ia belum seharian dikendalikan oleh makhluk itu. Kau hanya harus memotong sayap tulang miliknya."


"Tapi aku sudah pernah melakukan itu pada seseorang yang juga mendapat kejadian sama dengan temanku ini. Namun itu tidak bereflek apapun," Zhao Yu menggelengkan kepala.


"Itu karna, yang dapat memusnahkan 'kor' hanyalah orang orang tertentu sepertiku. Namun di dunia ini, entah hanya ada aku yang bisa melakukannya atau ada juga orang lain. Yang jelas, orang orang sepertiku memiliki energi untuk membunuh 'kor', berbeda dengan energi biasanya.


Bila energi biasa yang dimiliki orang orang, maka itu tidak bisa digunakan untuk memusnahkan 'kor'. Namun bila energi berbeda yang kumaksud, itu bisa digunakan untuk memusnahkan 'kor' dan juga dapat digunakan seperti energi biasa yang digunakan sebagai serangan pada orang lain dan membuat pelindung.


Kau bisa mengetahui orang yang pernah meminta sebuah permintaan pada 'kor' dari bawah leher mereka. Disana akan ada tanda lingkaran berwarna merah dengan gambar sayap tulang di tengahnya. Baiklah, aku akan pergi. Sampai jumpa"


"Tu-"


Belum sempat mengucapkan sesuatu, sosok misterius sudah pergi. Zhao Yu hanya menghela nafas ketika melihat sosok itu menghilang begitu saja.


Suatu hari, kejadian yang sama seperti temannya terjadi pada putri angkat Zhao Yu. Putrinya kini memiliki sayap tulang di punggungnya. Zhao Yu tidak tahu harus melakukan apa. Sosok misterius sudah mengatakan bahwa yang dapat memusnahkan 'kor' hanya orang orang tertentu. Sementara dirinya tidak memiliki energi yang dimaksud oleh sosok misterius untuk membunuh 'kor'. Jadi, dirinya tidak akan bisa menyelamatkan putri angkatnya.


Lalu, Zhao Yu pun memutuskan untuk menyegel putrinya. Segel ini adalah segel khusus ia buat untuk putrinya. Seseorang yang tersegel di dalam kotak peti, tidak akan terpengaruh oleh waktu di dunia. Yang artinya, bila kotak peti dibuka setelah seribu tahun, maka seseorang yang berada di dalamnya masih dalam keadaan sama ketika dirinya disegel.


Zhao Yu memberikan peta menuju tempat dimana putrinya disegel dan menyuruh Zhang Jiangwu kesana adalah untuk mengetahui, apakah Zhang Jiangwu memiliki energi berbeda seperti yang dikatakan sosok misterius ataukah tidak.


Flashback end~


"Hmph! Kau takkan bisa mengalahkanku" ucap sosok berjubah hitam. Sebagian wajahnya tertutup tudung jubah. Suara miliknya terdengar feminim.

__ADS_1


Zhang Jiangwu tidak mengatakan apapun. Memang apa yang dikatakan sosok itu benar. Ia mencengkram pedangnya dengan kuat. Ia sudah dua kali memotong sayap tulang milik wanita di depannya. Namun, ia tidak juga berhasil membuatnya sadar. Jadi, Zhang Jiangwu memutuskan akan menyegel wanita itu kembali.


Zhang Jiangwu langsung menerjang kearah wanita berjubah. Ia mengayunkan pedang miliknya dan mulai bertarung dengan wanita itu.


__ADS_2