
Zhang Jiangwu dan Song Quon mengikat satu persatu murid yang terkena ilusi dari seruling Xin Qian. Keduanya cukup kewalahan karna ada banyak murid yang terkena ilusi.
"Wu'er! Kapan kau sampai di sini?!"
Mendengar suara yang tak asing baginya itu, membuat Zhang Jiangwu menoleh ke asal suara dan melihat kakaknya, Zhang Bingjie. Ia dapat melihat bahwa kakaknya itu terbang menghampirinya.
"Saat ini sekte tengah kacau dan kau datang diwaktu yang bersamaan. Apa ini hanya kebetulan atau karna kau mengetahui ini akan terjadi?" ucap Zhang Bingjie. Adiknya ini sudah lama tidak kembali, lalu saat kembali pasti itu karna sesuatu yang penting dan ketika memiliki urusan saja di sekte. Seperti saat Zhang Jiangwu membawa seorang wanita ke sekte.
"Tidak ada waktu menjelaskan" ucap Zhang Jiangwu. Iapun agak menundukkan kepalanya, "Maaf."
Setelah mengatakan itu, Zhang Jiangwu menghilang dari hadapan kakaknya. Melihat hal ini membuat Zhang Bingjie menggelengkan kepala, "Dia sudah besar dan dia bahkan tidak mempedulikan kakaknya ini. Wu'er sepertinya memiliki kekuatan lebih tinggi dariku."
Zhang Bingjie membungkukkan tubuhnya ke depan kala mendapatkan serangan dari belakang. Iapun memutar tubuhnya dan menghadap orang yang menyerangnya itu. Setelahnya, ia membuat dia pingsan.
***
Zhang Jiangwu terbang ke arah suara seruling berasal. Karna Liu Chen terlalu lama, jadi dia memutuskan menyusul pemuda itu.
Ketika dekat dengan tempat kejadian, ia dapat melihat pertarungan yang terjadi di atas langit. Tak jauh dari tempat tersebut pun nampak seorang wanita memainkan seruling.
Zhang Jiangwu mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin ruang miliknya. Tangan kanannya pun terulur pada Xin Qian. Perlahan, kaki wanita itu berubah menjadi butiran cahaya. Bukan kaki saja, bahkan kondisi tubuh lainnya juga mulai ikut berubah menjadi cahaya.
Xin Qian terkejut. Ia langsung berhenti bermain seruling dan melihat ke arah tubuhnya yang mulai berubah menjadi butiran cahaya, "A- apa yang terjadi?!"
Xin Qian akhirnya menghilang sepenuhnya. Butiran cahaya dari tubuh Xin Qian melayang ke arah buku yang dipegang Zhang Jiangwu dan tengah dibuka oleh pemuda itu.
Whuuss
Setelah cahaya habis, Zhang Jiangwu menutup bukunya. Iapun menghela nafas. Sekarang, suara seruling tidak terdengar lagi dan ilusi yang dibuat oleh Xin Qian menghilang.
Zhang Jiangwu memasukkan buku kembali ke dalam cincin ruang. Setelahnya, dia terbang dengan cepat menuju ke arah atap bangunan yang sudah membeku saat ini. Iapun dapat melihat seruling berwarna hitam di sana dan langsung mengambilnya sebelum orang lain yang mengambil benda itu.
__ADS_1
Hanya dengan memegang seruling ilusi itu, Zhang Jiangwu dapat merasakan aura kematian yang besar. Ini diakibatkan karna banyak orang yang mati karna senjata ini. Zhang Jiangwu segera memasukkannya ke dalam sebuah kotak panjang yang baru saja dikeluarkannya. Ia pun memasukkan seruling ke dalam kotak dan setelahnya memasukkan kotak itu ke dalam cincin ruang.
Pandangannya terarah pada dua kilat cahaya yang saling berbenturan. Ia tidak dapat melihat jelas pertarungan itu dan hanya bisa melihat dua kilatan cahaya saja. Karna itu, ia tak bisa melakukan apapun untuk membantu Liu Chen.
***
Saat ini, matahari akan segera terbit. Di tempat prajurit kekaisaran Elang putih berada. Semua prajurit maupun anggota kelompok topeng bayangan berjaga jaga.
"Musuh yang mengendalikan prajurit kekaisaran Phoenix api sudah kami bereskan. Penyerangan yang dilakukan prajurit kekaisaran Phoenix api seharusnya tidak akan datang menyerang. Jadi kalian bisa kembali" suara Han Liangyi terdengar pada telepati.
Ketika menerima pesan telepati, semua anggota saling berpandangan. Mereka pun berniat akan memberitau prajurit kekaisaran Elang putih. Namun sebelum itu terjadi, dari arah datangnya matahari terbit, terlihat sekumpulan orang yang berlari ke arah mereka.
Lao Tzu menyipitkan mata dan melihat ke arah tersebut, "Pasukan kekaisaran Phoenix api" gumamnya. Ia kini bingung, mengapa pasukan itu tetap datang kemari.
Namun, ketika melihat sebuah pedang maupun tombak yang dipegang mereka, Lao Tzu menebak bahwa mereka akan melakukan penyerangan.
"Bukankah kau bilang bahwa pasukan kekaisaran Phoenix api tidak akan datang kemari? Tapi kenapa nyatanya mereka ada di sini sekarang dan akan melakukan penyerangan?" ucap Lao Zhu menggunakan telepati kepada Han Liangyi.
"Sepertinya musuh kembali mengendalikan mereka. Kalau begitu, kami akan menghentikan mereka" ucap Lao Tzu. Iapun mengakhiri telepati dengan Han Liangyi.
"Mereka akan segera sampai!" teriak salah satu Jenderal kekaisaran Elang putih.
Ketika mendengar teriakan itu, semua prajurit yang awalnya sedang duduk kembali berdiri. Mereka menatap ke arah pasukan musuh yang mulai mendekat.
***
Di tempat Jenderal Lin Tian berada.
Hampir semua penduduk di kekaisaran Elang putih dipindahkan oleh Jenderal Lin. Ia tidak sendiri memindahkan semuanya. Ia dibantu oleh Jenderal Xi yang bertugas untuk menteleportasikan anggota kelompok maupun masyarakat.
Walaupun mereka memiliki kekuatan yang besar, tidak menutup kemungkinan bila mereka bisa lelah. Karna memindahkan banyak orang dan berkali kali itu sangat menguras tenaga. Buktinya, kedua iblis yang menyamar itu kini berlutut di tanah. Karna kelelahan. Di sekitar sudah tak ada orang orang lagi.
__ADS_1
Sementara, di tempat yang agak jauh dari mereka terus terjadi debaman yang diakibatkan pertarungan Zong Xian, Yang Jia Li, juga Chan Juan yang melawan demonic beast yang sudah bisa berubah menjadi manusia.
"Hah.. Hah.. Ini melelahkan" ucap Jenderal Lin.
Dia dan Jenderal Xi memindahkan para penduduk ke benua lain di dunia manusia ini. Tepatnya, pulau yang tak berpenghuni dan cukup jauh dari benua timur ini. Di sana juga terdapat pelindung yang dapat melindungi mereka. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat beberapa orang divisi pertahanan yang akan menjaga masyarakat.
"Apa.. Kita beritau Yang Mulia tentang kejadian ini? Lagi pula.. Ini juga.. Menyangkut keselamatan.. Pangeran" ucap Jenderal Xi dengan kesulitan. Di kepalanya nampak seekor kucing.
Miao~
Kucing itu kali ini seperti kucing penurut yang tidak pergi kesana kemari. Dia seperti tau bila Jenderal Xi sedang menyelamatkan banyak orang. Jadi dia tidak boleh nakal. Agar pekerjaan Jenderal Xi tidak bertambah.
"Kau benar, Jenderal Xi. Kalau begitu.. Aku akan memberitau Jenderal Ding terlebih dahulu. Walaupun kita akan dimarahi, namun yang paling penting adalah keselamatan pangeran" ucap Jenderal Lin.
Jenderal Xi langsung mengangguk ketika mendengar ucapan Jenderal Lin Tian.
"Lapor.. Jenderal Ding" ucap Jenderal Lin menggunakan telepati.
Tak lama kemudian, balasan suara terdengar, "Ada apa?"
"Pangeran berada dalam masalah. Tidak, dunia manusia berada dalam masalah dan pangeran membantu mereka. Kami tidak bisa melindungi pangeran, karna kami berada di tempat yang berbeda dan karna kami diberikan tugas oleh pangeran. Sehingga tak bisa mendampinginya. Dunia manusia sangat kacau saat ini."
"APA?! Kenapa kau membiarkan Yang Mulia pangeran pergi tanpa penjagaan, HAH?! Bagaimana bila sesuatu yang buruk terjadi pada Yang Mulia pangeran?! Kalian sangat ceroboh! Sekarang kalian cari Yang Mulia pangeran dan jaga dia!"
"Ta- tapi, Jenderal Ding.. Saya dan Jenderal Xi saat ini sudah tidak memiliki banyak tenaga. Karna.. Kami terus menggunakan teleportasi untuk memindahkan manusia manusia di sini ke tempat aman" ucap Jenderal Lin dengan rasa bersalah.
"Kalian diberi tugas untuk menjaga Yang Mulia pangeran! Tapi apa yang kalian lakukan?! Aku akan memberitaukan ini pada Yang Mulia dan meminta izin untuk mengirimkan beberapa pasukan untuk menjaga Yang Mulia pangeran," Jenderal Ding Bang langsung memutuskan telepati.
Jenderal Lin menghela nafas berat, "Kita sepertinya akan mendapatkan masalah."
"Tak apa, yang terpenting adalah keselamatan pangeran. Apa Jenderal Ding akan mengirimkan pasukan?" ucap Jenderal Xi.
__ADS_1
Jenderal Lin mengangguk, "Ya."