
"Kau harus menghentikn dulu apa yang sudah kau lakukan!" ucap Han Liangyi dengan kesal.
"Bukankah tadi aku sudah bilang? Aku tidak bisa menghentikannya. Karna aku sudah memulainya. Terserah bagaimana pandanganmu terhadapku saat ini. Namun aku melakukan ini bukan hanya untukku saja. Tapi untuk semuanya.
Sebaiknya kau segera buka pelindung kedap suara ini. Aku ingin keluar. Masih ada banyak hal yang harus kulakukan" ucap Liu Chen dengan dingin.
"Tapi apa alasanmu? Jelaskan padaku!"
Liu Chen tidak menjawab, dia hanya menatap Han Liangyi dengan dingin. "Buka pelindung kedap suara ini sekarang."
"Aku akan membukanya bila kau mau menjelaskan semua yang ingin kau lakukan sebenarnya. Bila kau masih tidak mau, maka jangan harap bisa keluar dari sini" ucap Han Liangyi dengan tegas.
Liu Chen menghela nafas kasar, iapun menatap Han Liangyi dengan serius, "Aku melakukan ini agar bisa mengalahkan naga itu. Walaupun saat itu aku belum memiliki ingatan kehidupan pertama, namun aku dapat merasakan bahwa ada musuh kuat yang masih hidup.
Dengan meminjam semua energi kehidupan banyak orang, maka aku bisa menjadi semakin kuat dengan cepat. Kau tenang saja, semua energi kehidupan yang kuambil akan kukembalikan bila sudah mengalahkannya.
Walaupun mereka mati karna energi kehidupannya telah habis, namun mereka akan hidup kembali. Karna aku memiliki kemampuan mengendalikan mayat hidup. Sementara, untuk menghidupkan mereka sepenuhnya, aku juga bisa melakukan hal itu. Hanya saja, memang mungkin itu akan membuatku mati karna membangkitkan mayat.
Tapi, aku adalah salah satu pilar dunia. Asalkan kepalaku tidak terpenggal, dantian maupun jantungku tidak diambil maupun rusak, maka aku bisa terus kembali bangkit dan kembali membangkitkan orang orang yang energi kehidupannya kuambil."
Han Liangyi kini merasa bahwa dia sudah salah sangka dengan apa yang Liu Chen lakukan dan ucapkan tadi. Ia merasa bahwa Liu Chen bukanlah orang jahat dan dia tidak mungkin melakukan hal sejahat ini dengan mengambil energi kehidupan orang orang untuk keuntungan sendiri. Kini, suara Han Liangyi agak terdengar rendah, "Tapi.. Walaupun kau bisa bangkit kembali, namun kau akan tetap bisa merasakan kematian. Bagaimana bila orang yang menjadi korban hilangnya energi kehidupan, sangat banyak? Maka kau pasti akan merasakan kematian puluhan, ratusan atau mungkin ribuan kali. Kau tidak mungkin bisa menahannya."
"Asalkan aku sudah mengalahkannya dan membuat manusia bahagia, aku tak masalah melakukannya. Berapa kalipun aku harus merasakan kematian, asalkan semua orang mendapat kebahagiaan dan mereka aman dari ancaman. Oh ya, walaupun kau sudah tahu tujuan Quon mendekatiku, namun kau jangan melakukan apapun.
Aku tahu, Quon sebenarnya demonic beast yang baik. Hanya saja, dia dihasut oleh naga itu dan karna kehidupannya yang mungkin selalu saja diburu manusia, membuatnya menjadi jahat. Namun dalam hati terdalamnya, dia masih memiliki sifat baik.
__ADS_1
Kau jangan mencoba membunuhnya. Alasanku mengatakannya, bukan hanya karna aku membutuhkannya untuk mendapatkan kekuatan saja. Tapi karna dia juga adalah temanku. Tidak mungkin aku membiarkan seseorang membunuh temanku begitu saja. Termasuk dirimu, Han Liangyi" ucap Liu Chen dengan dingin.
"Apa kau sudah memikirkannya lagi? Quon bisa menjadi sangat berbahaya bila masih ada didekatmu. Dia akan mengambil dantian milikmu. Bila itu terjadi, maka kau tidak akan bisa hidup lagi. Juga, dunia akan dalam bahaya" ucap Han Liangyi. Ia kesal karna Liu Chen tidak juga setuju untuk membunuh Song Quon. Lagi pula, demonic beast itu adalah bawahan seorang musuh. Kenapa harus dilindungi?!
"Kau tidak perlu mempertanyakan hal itu lagi, aku sudah mengambil keputusan."
"Apa kau tidak mau memikirkannya kembali? Bagaimana bila Quon benar benar mengambil dantian milikmu?"
"Itu tidak akan terjadi. Aku masih mempercayainya. Semua senyuman yang dia perlihatkan padaku memang selalu senyuman palsu. Namun, akhir akhir ini.. Dia selalu memperlihatkan senyuman tulus.
Dia juga sepertinya sudah agak berubah, niat jahat yang kulihat dari tatapan matanya pun berkurang saat ini. Kau pasti berfikir aku ini bodoh karna masih saja percaya dengan Quon. Tapi aku juga sudah memikirkan akibat yang akan terjadi. Bila dantianku diambil olehnya, dan aku mati, maka itu bukanlah akhir dari dunia ini. Akan ada sebuah kejutan yang akan muncul. Namun tentunya, Quon tidak akan mengambil dantian milikku. Tidak akan terjadi."
"Huft.. Sepertinya sulit membujukmu. Kau pasti takkan merubah pendirianmu itu," Han Liangyi menghela nafas.
"Mereka harus merasakan kematian terlebih dahulu, sebelum akhirnya mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dan jauh dari bahaya naga itu. Kau takkan mengerti apa yang akan kulakukan. Jadi sebaiknya kau diam saja tentang masalah Quon dan tanda yang menyerap energi kehidupan itu" ucap Liu Chen.
Liu Chen menggelengkan kepala, "Aku sudah memulainya. Maka aku harus membereskannya. Kau tidak perlu ikut campur masalah ini dan biarkan aku keluar. Aku sudah menjelaskannya padamu"
Han Liangyi membuka pelindung kedap suara. "Asalkan rencanamu itu tidak benar benar membunuh banyak orang."
Liu Chen langsung berlalu pergi meninggalkan Han Liangyi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Flashback end~
Han Liangyi menghela nafas. "Sangat sulit membujuknya. Dia keras kepala. Semoga saja tidak terjadi hal yang buruk" gumam Han Liangyi yang sedang bersandar di rimbunan pohon bambu.
__ADS_1
"Padahal dia akan terus merasakan kematian bila dia memang ingin membangkitkan manusia yang mati karna energi kehidupan mereka habis. Tapi dia tidak memikirkan dan tidak mempermasalahkan itu sama sekali," Han Liangyi menggelengkan kepala.
"Sebenarnya ingatan Quon apa yang tidak bisa kulihat saat itu? Aku hanya tahu sampai naga tua itu ingin memberikan hadiah pada Quon. Tapi apa?", Han Liangyi kembali menghela nafas.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Seiring dengan berjalannya waktu, maka aku akan mendapatkan jawabannya" gumam Han Liangyi.
***
Di suatu tempat, 1 bulan beberapa minggu lalu~
Zhang Jiangwu tengah terdesak oleh manusia yang sudah dirasuki 'kor' yang tak lain adalah anak angkat gurunya, Zhao Yu.
Disaat ambang kematian Zhang Jiangwu, seseorang datang menolong. Zhang Jiangwu menengadahkan kepalanya ke atas. Ia saat ini berlutut di tanah. Di depannya, berdiri seseorang berjubah dan bertopeng.
"Tck, manusia itu hampir diambil alih sepenuhnya oleh kor" gumam orang berjubah.
Zhang Jiangwu dapat mendengar gumaman dari orang berjubah. Ia awalnya terkejut dengan kedatangan seseorang yang tiba tiba menolongnya. Namun kini ia lebih terkejut lagi ketika orang didepannya mengetahui tentang 'kor'.
"Siapa dia?" batin Zhang Jiangwu. Ciri ciri orang didepannya sama dengan orang yang dimaksudkan oleh Zhao Yu. Apakah dia orang yang sama? Itulah yang dipikirkan Zhang Jiangwu saat ini.
"Baiklah, akan kulenyapkan kau" ucap orang berjubah.
Putri angkat Zhao Yu menggertakkan gigi, "Jangan sombong manusia! Akan kubunuh kau!"
Putri angkat Zhao Yu langsung menggerakkan sayapnya dan membuat sayap tulang dipunggung menyerang orang berjubah.
__ADS_1
"Kau ternyata hanyalah kor yang lemah. Akan kuselesaikan dengan cepat" ucap orang berjubah. Iapun langsung menangkis sayap tulang menggunakan sebuah pedang.