Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
106 -Kekacauan IX (Song Quon III)


__ADS_3

Setelah selesai mengalahkan seseorang yang mirip dengannya, Liu Chen langsung diserang oleh seekor demonic beast.


Bahkan dari pertarungan antara dirinya dan demonic beast itu, mengakibatkan sekte pedang langit semakin kacau. Semua divisi pertahanan langsung membawa seluruh orang dari sekte pedang langit untuk pergi ke tempat aman. Karna di sini, sekarang sangatlah tidak aman.


Sekte pedang langit sudah hancur sebagian. Puing puing bangunan berserakan di mana mana. Liu Chen dan seekor demonic beast berwujud serigala saling berhadapan di jarak beberapa meter.


Debaman keras yang terjadi hingga dapat didengar Jenderal Xi dan Jenderal Lin diakibatkan oleh pertarungan keduanya.


Demonic beast berwujud serigala itu memiliki bulu berwarna biru dengan adanya bulu berwarna abu. Mata serigala berwarna kuning cerah. Ia memiliki tinggi sekitar 5 meter. Di dahinya terlihat gambar angin berwarna putih.


Liu Chen terkejut ketika pertama kali diserang oleh demonic beast itu. Ia tidak bisa menghindari serangan dan membuatnya terlempar saat tadi. Namun, kini dia sudah mengerti. "Dia.. Quon" gumamnya.


Serigala angin yang tak lain wujud asli dari Song Quon itu menggeram, giginya nampak tajam dan dia terlihat ganas. "Gggrrhh"


"Kekuatannya berada di atasku. Bagaimana aku bisa mengalahkannya?" batin Liu Chen. Ia tau bila serigala angin itu kekuatannya berada di atasnya, hanya dengan merasakan aura yang terpancar dari tubuhnya. Bila orang biasa ada di sini, maka dia akan langsung mati hanya dengan auranya saja. Namun untungnya, di sini hanya tinggal Liu Chen dan Song Quon yang berubah menjadi serigala.


Liu Chen memejamkan matanya dan menghirup nafas panjang. Ia langsung melakukan gerakan tangan yang rumit hingga akhirnya kedua telapak tangan disatukan, "Lepas!"


Bersamaan dengan itu, kekuatan mulai terkumpul dan bergerak menuju ke arah Liu Chen.


Song Quon terkejut melihat hal itu. Namun ia tak melakukan apapun dan hanya memperhatikan saja apa yang akan dilakukan Liu Chen.


***


Di kekaisaran Yang, tiba tiba banyak warga yang mati secara tiba tiba. Tubuh mereka perlahan mengering dan seakan darah mereka tersedot habis. Semua keadaan mayat memiliki kondisi sama. Setelahnya, mereka berubah menjadi tulang belulang.


"Aarrkkhh!"


"Aarrkkhh!"


Banyak warga yang berteriak kesakitan ketika tubuh mereka mengering dan energi kehidupan mereka menghilang perlahan. Kejadian ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua orang. Melainkan ribuan orang. Bahkan, beberapa orang yang merupakan tetua sekte, patriarch, murid juga guru mendapatkan kejadian sama. Hanya saja, tidak semua mendapatkan kejadian itu.


Kebanyakan orang yang menjadi korban adalah warga biasa yang tak mengetahui apapun. Teriakan penuh pilu dan keputus asaan terdengar di seluruh penjuru kekaisaran Yang.

__ADS_1


***


Liu Chen sengaja hanya menggunakan energi kehidupan dari semua orang kekaisaran Yang terlebih dahulu. Karna bila ia menggunakan energi kehidupan dari orang orang kelompoknya, maka siapa yang akan mengevakuasi yang lainnya? Dan siapa yang akan melawan pasukan kekaisaran Phoenix api?


Kekuatan Liu Chen semakin meningkat yang awalnya hanya berada di tingkat langit bintang dua, menjadi bintang 5. "Sepertinya hanya sampai ini saja" gumam Liu Chen.


Liu Chen tadinya berniat mengambil energi kehidupan milik Song Quon. Hanya saja, dia tak bisa melakukannya. Hatinya berkata bahwa dia tidak bisa melakukan itu. Karna Song Quon berharga baginya.


Liu Chen melesat ke arah Song Quon yang sudah berubah menjadi serigala angin. Mereka berakhir bertarung dengan sengit. Tanah menjadi retak dan cekungan berada di mana mana. Puing puing terbawa angin kejut yang ditumbulkan dari pertarungan keduanya.


***


Di tempat Jenderal muda, Tao Mu. Dia saat ini sudah menghabisi banyak anggota sekte aliran hitam. Bukan hanya dia yang menghabisinya. Namun, anggota lain juga membantu menghabisi mereka semua.


Mayat bergeletakan di mana mana. Bau amis darah tercium oleh hidung semua yang masih hidup di sekitar tempat itu. Mayat mayat itu bukan hanya dari orang sekte aliran hitam. Namun, ada tiga mayat yang berasal dari anggota divisi pembunuh.


Banyak anggota kelompok yang dekat dengan ketiga korban itu menangis. Sekuat apapun mereka, mereka tetaplah manusia. Kehilangan orang yang sudah bersama mereka, membuat kesedihan tersendiri bagi yang ditinggalkan.


Tao Mu menatap ke arah di mana dia mendengar suara debaman, "Apa yang terjadi di tempat itu?" gumamnya. Ia tidak mempedulikan semua anggota yang menangis. Lagi pula, wajar saja bila mereka sedih. Jadi dia akan memberikan mereka waktu.


"Jenderal Tao, apa kau bisa melakukan telepati dengan pangeran?" ucap Jenderal Lin dengan telepati.


Mendengar suara telepati seseorang membuat Tao Mu terkejut sejenak. Iapun menjawab, "Aku belum menghubungi pangeran. Jadi aku tidak tau apakah aku bisa menghubunginya atau tidak."


"Coba kau hubungi pangeran sekarang. Karna pangeran tidak menjawab telepatiku dan Jenderal Xi" ucap suara Jenderal Lin.


Mendengar itu, Tao Mu segera mencoba melakukan telepati dengan Liu Chen. Namun, telepati yang ia lakukan tidak dijawab sama sekali, "Pangeran tidak menjawab telepati dariku. Apa terjadi sesuatu?" gumam Tao Mu.


"Ah iya! Bukankah pangeran pergi bersama kedua temannya? Coba kuhubungi salah satu dari mereka. Lagi pula, mereka bisa bertelepati" gumam Tao Mu. Iapun langsung melakukan telepati dengan Zhang Jiangwu. Ia pernah melakukan telepati dengan pemuda itu. Jadi, melakukan telepati sekali lagi dengannya tidak masalah.


"Apa kau bisa menjawabku?"


Tao Mu mencoba melakukan telepati dengan Zhang Jiangwu beberapa kali. Namun, tidak ada jawaban. Ia juga langsung berniat bertelepati dengan Song Quon. Namun, pemuda itu juga tidak menjawabnya.

__ADS_1


"Kenapa mereka semua tak menjawabku? Apa yang terjadi? Apa keadaan di sana sangat kacau?" gumam Tao Mu. Iapun melirik ke arah anggota, "Aku membutuhkan satu orang untuk mengantarkanku pada pangeran" ucap Tao Mu menggunakan Qi, sehingga suaranya dapat didengar jelas oleh semua anggota.


Seorang pemuda mengacungkan tangan, "Aku akan mengantarmu, Tuan Tao."


Tao Mu mengangguk, "Baiklah yang lain akan tetap diam di sini. Aku dan dia akan pergi ke tempat pangeran berada. Bila terjadi sesuatu, hubungi aku segera."


"Baik!"


***


Han Liangyi menapak di tanah dengan mulus setelah melompat di udara dan memberikan sebuah tendangan. Ia menatap wanita di depannya dengan geram. Di samping wanita itu terlihat sosok yang sama seperti Han Liangyi. Dua pria yang bersama musuh wanita sekarang sudah menjadi mayat. Karna telah dikalahkan Han Liangyi.


"Ini merepotkan. Dia membuat makhluk seperti diriku" gumam Han Liangyi. Ia menggertakkan gigi dengan kesal. Iapun menghilang dari tempatnya berada. Begitupun sosok yang mirip dengannya.


***


Liu Chen dan Song Quon sekarang sudah tidak berada di wilayah sekte pedang langit. Karna semakin lama bertarung, mereka juga semakin menjauh dari sekte.


Liu Chen melakukan pukulan keras terhadap Song Quon dan membuat serigala angin itu terlempar dan menghantam tanah. "Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini Quon. Tapi kau yang memulai."


Baik Liu Chen dan Song Quon sama sama mendapatkan beberapa luka. Song Quon berubah menjadi manusia kembali. Ia bangkit berdiri dengan perlahan, "Kau tau ini aku?"


"Ya, dan bukan itu saja yang kutau. Aku juga tau kau adalah musuh. Kau mengincarku. Aku mengetahui bahwa kau adalah musuh sudah sejak lama."


Song Quon terkejut, "Lalu kenapa kau masih membiarkanku?"


"Hm.. Karna aku ingin memberimu kesempatan untuk berpikir kembali dengan apa yang akan kau lakukan. Bila saja kau bertarung denganku menggunakan seluruh kemampuanmu, aku sudah mati. Tapi kau tidak menggunakan seluruh kemampuanmu dan membiarkanku melukaimu. Apa ini artinya kau berada di pihakku sekarang?"


"Heh, jangan kira aku masuk ke dalam pihakmu hanya karna aku menahan diri dalam menyerangmu" ucap Song Quon sambil tersenyum tipis.


Liu Chen mengangkat sebelah alisnya, "Apa maksudmu?"


"Kali ini aku akan mulai serius," Song Quon perlahan berubah kembali menjadi serigala angin yang berukuran besar.

__ADS_1


Melihat hal itu, Liu Chen langsung bersikap waspada. Dia mencengkram pedang phoenix api dengan kuat.


__ADS_2