Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
29 -Dunia Ras Iblis II


__ADS_3

Liu Chen dan Song Quon terus menunggu didekat sebuah desa. Mereka bersembunyi dibalik pepohonan dan menyembunyikan hawa keberadaannya.


Beberapa kali ada iblis yang lewat, namun sayangnya, yang mereka bahas bukanlah tentang jendral iblis Jiang Fai.


"Argh, ini sangat lama" ucap Song Quon dengan kesal.


"Sabarlah, kita sedang berusaha saat i-", Liu Chen berhenti bersuara. Begitupun Song Quon, sebab tak jauh dari mereka kini ada beberapa iblis yang lewat.


"Apa kau sudah mendengar berita tentang jendral Jiang Fai? kudengar, dia pergi ke dunia itu. Namun sampai saat ini belum juga kembali"


"Entahlah, aku hanya tau bahwa jendral Jiang Fai kesana untuk mengambil kembali pedang phoenix api dari tangan manusia. Sementara untuk keadaannya saat ini, aku belum tau", iblis ini menggelengkan kepala.


"Sebenarnya bagaimana pedang phoenix api bisa jatuh ke tangan manusia manusia itu?"


"Mungkin ada seseorang yang mengambil pedang phoenix api setelah kejadian 'itu'. Sehingga membuat pedang phoenix api jatuh ke tangan manusia"


Mereka sama sama terlihat murung ketika mengingat sebuah berita yang sangat mengejutkan bagi seluruh ras iblis.


"Kalau saja aku memiliki kekuatan yang lebih besar lagi, maka aku akan membantu Kaisar untuk membalaskan dendam pada manusia manusia itu" ucap salah satunya.


( Raja iblis/ Kaisar iblis, sama saja. Sekarang sebutan untuk Raja iblis adalah Kaisar iblis )


"kau benar, jika saja kita memiliki kekuatan yang lebih besar lagi...maka aku akan membantu Kaisar membalaskan dendam. Aku juga dendam pada manusia manusia itu", iblis lain mengepalkan tangannya dengan erat.


"Walaupun sudah lama, namun tetap saja kita tak bisa membiarkan mereka begitu saja. Mereka harus menerima balasan dari kita, ras iblis!"


"Bahkan mereka dengan beraninya mengambil pedang phoenix api!"


"Walaupun saat ini Kaisar masih disegel, namun tak lama lagi...Kaisar akan bebas"


"Haha, aku tak sabar mendengar kabar musnahnya manusia manusia itu"


"Kau benar, hahaha"


Mereka tidak menyadari ada dua pemuda yang mencuri dengar dari pembicaraan mereka. Mereka langsung berjalan meninggalkan tempat itu.


"Membalas dendam? bukankah seharusnya manusia yang membalas dendam? karna ras iblis telah mengacaukan dunia mereka. Lalu kenapa iblis yang dendam? seharusnya manusia!" ucap Liu Chen dengan heran.


"Lagi lagi, kita tak mendapat informasi apapun tentang jendral iblis Jiang Fai. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka tak mengetahui keadaannya saat ini, hari saat ini sudah mulai sore" ucap Song Quon.


Liu Chen mengangguk, iapun menghela nafas. "Apa kita harus pergi ke bagian kota di dunia ini? untuk mencari informasi yang lebih?"


"Huft..lebih baik kita tetap disini saja, kita hanya bisa menunggu untuk mengetahui pembicaraan iblis yang lewat kemari" ucap Song Quon.


"Tapi kita tidak mendengar pembicaraan apapun tentang jendral Jiang Fai bila terus disini. Apalagi, jika kita terus disini, maka lama kelamaan para iblis akan mengetahui keberadaan kita", Liu Chen menatap kearah Song Quon.


"Baiklah, kita akan pergi ke desa itu. Namun kita harus menyembunyikan identitas kita"


"Aku memiliki sebuah jubah berwarna hitam, kita akan memakainya. Walaupun nanti akan dicurigai oleh mereka, namun pasti tidak hanya ada kita yang memakai jubah. Pasti iblis lain juga ada yang memakainya", Liu Chen langsung mengeluarkan dua buah jubah berwarna hitam dan memberikan satu pada Song Quon.


"Sekarang yang jadi masalah adalah iblis memiliki indra yang dapat memberitau mereka mana ras iblis dan mana manusia. Mereka dapat merasakannya dengan penciuman. Mereka dapat mengetahuinya dari darah sesamanya" ucap Liu Chen.


"Kalau begitu, kita tunggu saja iblis yang mungkin akan lewat nanti. Kita bisa mengambil sedikit darah mereka dan mengoleskannya pada pakaian atau tubuh" ucap Song Quon.


Liu Chen mengangguk, "Kita hanya perlu menunggu terlebih dahulu"


Mereka tidak tau, bahwa iblis juga bisa mengetahui antar sesamanya dengan merasakan energi yang keluar dari tubuh orang tersebut. Sementara, energi pada tubuh seseorang akan tetap sama dan tidak berubah.


Setelah menunggu beberapa menit, ada seorang iblis yang lewat di depan mereka. Liu Chen langsung membuat iblis itu pingsan dan membawanya kedekat Song Quon.


Beberapa menit kemudian, Liu Chen dan Song Quon berjalan menuju desa. Mereka juga memakai jubah hitam dan memakai tudung dari jubah untuk menutupi kepala mereka.


"Apa menurutmu cara ini akan berhasil?" tanya Liu Chen.


Song Quon mengangguk, "Pasti ini akan berhasil"


"Kalau begitu, bagaimana jika kita pergi ke kota besar. Disana pasti kita dapat menemukan informasi yang lebih banyak. Lagi pula, kau juga percaya bahwa penyamaran kita takkan terbongkar bukan?"


Song Quon mengangguk.


Mereka kini mulai berjalan masuk ke dalam desa. Di dalam, tidak seperti desa biasanya yang akan sepi saat malam. Disini, terlihat cukup banyak orang yang ada diluar rumah.


Melihat kedatangan dua orang misterius, mereka awalnya mengacuhkan kedua orang misterius itu. Namun salah seorang iblis yang berpapasan dengan kedua orang misterius itu langsung berteriak, "Kalian..tangkap mereka! mereka adalah manusia!"

__ADS_1


Seketika, semua iblis disekitar langsung terkejut. Tak terkecuali Liu Chen dan Song Quon.


"Gawat..!! kenapa mereka bisa mengetahuinya?!" batin Liu Chen.


Awalnya mereka berniat berjalan melewati penduduk penduduk di desa ini, karna ingin mendapat suatu informasi yang mungkin berguna. Namun tak disangka, mereka malah ketahuan.


Liu Chen langsung memegang pergelangan tangan Song Quon dan menggunakan jurus langkah bayangan. Ia langsung melesat lari dari para iblis yang akan mulai mengerumuninya.


"Sial! mereka lolos!"


"Kenapa hari ini bisa ada lebih dari satu manusia yang masuk ke dunia ini?"


"Apalagi, seharusnya tidak ada manusia yang bisa kemari"


"Ini masalah yang penting, beritaukan pada Kepala desa bahwa ada tiga orang manusia yang masuk ke dunia kita ini. Kita tidak boleh membiarkan mereka berkeliaran bebas disini. Kita harus menangkap mereka!"


"Ya, kita harus menangkap mereka secepatnya!"


Beberapa orang langsung pergi menuju rumah kepala desa untuk memberitaukan adanya manusia yang masuk dunia mereka.


Setelah beberapa waktu berlari, Liu Chen kini sudah berada diluar desa.


"Huft..ini mengejutkan, mereka masih mengetahui tentang kita. Padahal kita sudah menggunakan sedikit darah iblis untuk penyamaran. Apa mereka dapat mengetahui seseorang iblis atau bukan, dari sesuatu yang lain? selain dari penciuman mereka?" ucap Liu Chen.


"Seharusnya iblis lain akan menganggap dia sama seperti mereka. Namun ini, tidak. Apa mungkin dia pencampuran dari manusia dan iblis?" batin Song Quon. Ia tak mendengarkan apa yang Liu Chen katakan, sebab ia sibuk dengan pikiran sendiri.


"Quon! apa yang kau pikirkan?! kita harus segera pergi lebih jauh dari sini", Liu Chen menatap kearah Song Quon yang hanya diam.


Song Quon masih belum menjawab, ia masih saja sibuk dengan pikirannya saat ini.


"Quon!" teriak Liu Chen tepat berada didekat telinga Song Quon.


Song Quon yang mendengarnya langsung terkejut, iapun langsung memegangi telinganya yang agak berdengung. "Apa kau tak memikirkan bagaimana kondisi pendengaranku, jika kau berteriak tepat di dekat telingaku, Chen?!", kesal Song Quon.


"Kau tidak menyahutku dari tadi. Jadi aku terpaksa melakukannya" ucap Liu Chen dengan enteng.


"Cih, lain kali jangan melakukannya lagi. Telingaku terasa berdengung!", kesal Song Quon.


"Kenapa kau begitu panik? bukankah kau bisa menghabisi mereka dengan cepat?", heran Song Quon.


"Lebih baik kita jangan menghabisi mereka. Jika mereka mati secara masal, iblis dengan kekuatan yang besar seperti jendral akan turun tangan dan mencari kita. Kita akan sulit lepas darinya, karna akupun saat itu sulit mengalahkan jendral iblis seperti Jiang Fai. Bagaimana jika ada jendral iblis lain yang lebih kuat dari jendral Jiang Fai?"


Song Quon mengangguk, "kau ada benarnya. Baiklah, ayo kita lari dari sini dengan cepat sebelum para iblis menyusul"


Liu Chen mengangguk, ia kembali memegang pergelangan tangan Song Quon dan melesat lari dengan sangat cepat.


Liu Chen mengetahui, ras iblis tidak akan membiarkan ras nya dibunuh secara masal oleh seseorang. Jika itu terjadi, maka kemungkinan mereka akan membalas orang tersebut dengan berkali kali lipat.


Jadi Liu Chen memilih untuk tak melakukan pembunuhan masal di desa itu. Liu Chen mengetahui beberapa informasi seperti itupun dari gurunya.


Liu Chen berhenti disebuah hutan. Karna sudah merasa jauh dari desa, Liu Chen berhenti dan duduk dibawah pohon sambil menyandarkan tubuhnya. Song Quon juga melakukan hal yang sama.


"Huft..kita sudah ketahuan oleh mereka, mereka akan menjadi semakin waspada dengan kita" ucap Liu Chen.


"Tentunya mereka akan waspada. Sebab, manusia adalah musuh mereka. Tidak mungkin mereka akan membiarkan manusia berkeliaran didaerah mereka" ucap Song Quon.


"Ngomong ngomong, dimana Liangyi?"


Song Quon kini baru mengingat bahwa mereka bukan datang berdua saja. Namun bersama dengan Han Liangyi. Iapun menggelengkan kepala, "Sepertinya dia sekarang masih ada di istana itu. Tidak mungkin dia juga masuk ke dalam sini, bukan?"


"Apa yang kau katakan ada benarnya, namun entah kenapa..aku merasa dia juga ada disini" ucap Liu Chen dengan agak ragu.


"Itu mungkin hanya perasaanmu saja. Kau mungkin terlalu khawatir hingga merasa bahwa dia juga ada disini", Song Quon terkekeh pelan.


"Hei, siapa juga yang mengkhawatirkan orang itu? lebih baik dia tak ikut dengan kita, aku lebih suka bila dia pergi dari ku dan tidak mendekatiku lagi selamanya" protes Liu Chen.


"Haha, baiklah..sekarang yang harus kita fikirkan adalah bagaimana cara kita menyamar lagi? kita tadi sudah mencobanya sendiri, nanun penyamaran kita gagal"


Liu Chen menggelengkan kepala, "Mungkin yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah seperti awal. Menunggu iblis lain lewat dan mencuri dengar dari mereka"


Song Quon jadi cemberut, "Apa tidak ada rencana lain? itu membosankan. Hanya menunggu dan menunggu, apa kau tak bosan?"


"Sebenarnya bosan, namun bagaimana lagi? tidak ada pilihan lain", Liu Chen mengangkat kedua bahunya sambil menatap Song Quon.

__ADS_1


***


Di rumah kepala desa berada, seorang iblis menceritakan apa yang terjadi pada kepala desa, yang tentunya dia juga adalah seorang iblis.


"Aku akan memberitaukannya pada jendral yang berada dekat desa kita saat ini. Karna ini adalah masalah yang serius. Kita tak bisa membiarkan musuh berkeliaran bebas di daerah kekuasaan kita" ucap kepala desa, ia bernama Huang Cheng.


"Anda benar, kepala desa. Hari ini bahkan sudah ada tiga manusia yang berada di desa kita"


"Semoga saja tidak ada manusia lainnya yang masuk ke dunia kita. Namun yang membuatku bingung adalah bagaimana cara manusia manusia itu masuk ke dunia kita? bukankah yang bisa masuk hanyalah seorang iblis yang meneteskan darahnya pada singgasana itu? tentunya darah yang diteteskan haruslah darah iblis.


Sementara mereka manusia, lalu tidak mungkin mereka membawa darah iblis tanpa mengetahui terlebih dahulu cara masuk ke dunia kita. Karna untuk apa mereka mengambil darah ras iblis. Bukankah itu aneh?" ucap Huang Chen sambil menatap seorang penduduk didepannya.


"Entahlah, aku juga tidak mengetahui bagaimana cara mereka bisa masuk kemari. Namun yang pasti, kita hanya perlu menangkap mereka"


Huang Cheng mengangguk, "aku tau. Aku akan segera menemui jendral secara langsung untuk memberitaukan hal ini padanya"


Penduduk dihadapannya mengangguk, "Karna saya sudah menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan, maka saya permisi"


Huang Cheng mengangguk dan mempersilahkan orang itu untuk pergi.


Setelah beberapa detik orang itu pergi, Huang Cheng juga pergi untuk memberitaukan masalah ini pada seorang jendral yang tinggal tak jauh dari desa. Ia tak bisa menunggu waktu hingga pagi untuk menemui jendral itu, karna ia merasa bahwa keadaan ini merupakan hal serius.


Didepan sebuah goa, nampak seorang pemuda yang duduk sambil memandangi langit. Iapun menghela nafas, "Huft..bagaimana caraku bisa keluar dari dunia ini? lalu bagaimana jika kedua bocah itu juga ada disini? mereka bisa saja menimbulkan masalah"gumam nya.


Pemuda itu tak lain adalah Han Liangyi. Ia tak tau harus melakukan apa untuk dapat kembali ke dunianya berasal. Ia juga khawatir bila Liu Chen maupun Song Quon ada di dunia ini dan membuat masalah hingga membuat banyak iblis waspada dan akhirnya kedua pemuda itu tertangkap. Bahkan bisa saja mereka langsung dibunuh.


Han Liangyi langsung menggelengkan kepala ketika membayangkan hal itu, "Sebaiknya aku memikirkan tentang jalan keluar dari sini. Aku hanya bisa berharap mereka tak melakukan hal bodoh dengan melawan para iblis itu"


Di dalam hutan, Liu Chen dan Han Liangyi nampak terus berjaga. Mereka akan berjaga secara bergantian untuk mengawasi keadaan sekitar. Sejauh ini, tidak ada seorang iblis pun yang lewat. Walaupun begitu, mereka harus tetap berjaga.


"Karna mereka sudah mengetahui kedatangan kita, maka iblis iblis itu pasti akan memberitaukannya pada iblis yang memiliki posisi lebih tinggi. Lalu memberitaukannya pada seorang jendral iblis" ucap Song Quon yang duduk dibawah pohon.


Liu Chen mengangguk, "Ya, kurasa juga begitu. Mereka pasti saat ini sudah memberitaukan tentang kita pada seorang jendral. Suasana tenang ini tak membuatku merasa tenang. Karna kita berada di wilayah musuh, dan kita bisa tertangkap kapan saja ketika diketahui keberadaannya"


"Suasana tenang ini membuatku mengantuk"


"Kalau begitu, kau tidur saja. Aku yang akan berjaga, lagi pula aku bisa tidak tidur"


"Apa tidak masalah?"


"Tentu, tidak masalah"


"Kalau begitu, bangunkan aku ketika kau mencurigai adanya musuh disekitar kita"


Liu Chen mengangguk, "Aku juga tau"


Song Quon pun langsung memejamkan matanya, tapi dia tidak tidur. Saat ini jiwanya masuk ke dalam ruang jiwanya.


Liu Chen menatap sekitar dengan waspada. Hingga sebuah semak bergerak gerak seperti ada seseorang disana.


Liu Chen menyipitkan matanya dan mengambil pedang di dalam cincin ruang untuk berjaga jaga.


Tak lama, seekor serigala kecil dengan bulu yang berwarna abu abu keluar dari semak.


Liu Chen menghela nafas ketika melihat bahwa yang keluar hanyalah seekor serigala kecil. Liu Chen memasukkan pedangnya ke dalam cincin ruang karna merasa tak ada bahaya.


Iapun langsung berjalan menghampiri serigala abu abu itu.


Ketika melihat adanya manusia mendekat, serigala itu menjadi waspada. Tubuhnya yang kecil tiba tiba saja membesar hingga ukurannya mencapai dua meter. Ia memperlihatkan gigi giginya yang tajam dan besar kearah manusia didepannya.


Liu Chen terkejut dengan ukuran serigala yang kecil itu tiba tiba menjadi besar. Bahkan besarnya saat ini lebih dari tubuhnya. "Bagaiman bisa?!"


Serigala abu abu langsung melompat dan berniat menelan Liu Chen hidup hidup. Namun Liu Chen segera mengambil pedangnya dan mengayunkannya kedepan.


Seketika serigala itu langsung terkena serangan, namun tubuhnya hanya terluka sedikit. Hanya dalam satu tarikan nafas, luka yang terlihat dibagian perutnya menghilang seperti tak pernah terluka sama sekali.


Liu Chen menatap waspada serigala dihadapannya. Karna serigala ini memiliki regenerasi tubuh yang sangat cepat. "Kalau seperti ini, aku tak boleh membiarkannya terlalu lama untuk hidup"


Serigala itu segera menyerang Liu Chen kembali, ia menyerang dengan cakar besar juga tajam. Saat serangan hampir mengenai Liu Chen, pemuda itu langsung menghindar ke samping.


Kaki dari serigala itupun mengenai tanah dan menimbulkan cekungan besar dan cukup dalam. Hal ini membuktikan bahwa serigala dihadapan Liu Chen memiliki kekuatan yang cukup besar.


"Padahal tadi dia terlihat menggemaskan. Namun tidak lagi, dia terlihat menyeramkan saat ini dengan giginya yang tajam dan besar" gumam Liu Chen.

__ADS_1


__ADS_2