
Setelah berhari hari berjalan menuju markas, mereka akhirnya sampai di depan gua. Mereka pun langsung memasukinya tanpa ragu.
Saat menuju gua terdalam, mereka melihat seorang wanita yang nampak berjalan keluar dari dalam gua. "Eh?! Ketua dan wakil ketua" ucapnya dengan terkejut.
Mereka sama sama berhenti berjalan. Zong Xian segera berkata pada wanita itu yang mana dia adalah wakil dari Yang Jia Li, Chan Juan. "Kau akan pergi kemana?"
Chan Juan menghela nafas, "Huft..aku berniat pergi ke Asosiasi Bulan Perak, untuk menjual pil yang tersisa. Untung saja ketua kedua segera datang. Karna kami sudah kehabisan pil untuk dijual. Sebaiknya ketua dan wakil ketua segera masuk ke dalam dan lihat apa yang terjadi"
Semuanya menjadi heran ketika melihat Chan Juan yang menghela nafas seperti itu. Tapi mereka hanya mengangguk dan segera pergi menuju ujung gua.
Chan Juan segera pergi keluar gua. Namun sebelum itu terjadi, Feng Ying segera mendekat kearah wanita itu, hingga membuat Chan Juan menghentikan jalannya. "Ada apa wakil ketua pertama?"
"Bagaimana keadan kakakku?" ucap Feng Ying. Kakak yang dimaksud adalah Feng Yi yang saat itu menjadi pengatur acara pelelangan.
"Kakak anda baik baik saja. Kenapa anda tidak pergi saja menemuinya sekarang? Dia sepertinya merindukan wakil ketua pertama" ucap Chan Juan.
Feng Ying menggelengkan kepala. Iapun memberikan surat pada Chan Juan, "Aku ingin meminta tolong. Berikan ini pada kakakku. Jangan melihat isi di dalam kertas ini", Feng Ying memberikan sebuah kertas yang dilipat.
Chan Juan langsung menerimanya, "Baiklah, akan ku sampaikan surat ini padanya"
Feng Ying mengangguk dan tersenyum, "Kalau begitu terimakasih. Kau bisa pergi sekarang"
Chan Juan mengangguk. Iapun mulai berjalan pergi keluar dari gua dan pergi menuju Asosiasi Bulan Perak. Sementara Feng Ying kembali mengikuti yang lainnya.
Sebelum berangkat, Chan Juan langsung mengenakan jubah dan topeng dari kelompok topeng bayangan. Agar identitasnya tidak diketahui oranglain. Setelah selesai, Chan Juan segera melompat lompat diantara pepohonan.
Zong Xian segera menempelkan token miliknya pada dinding gua dan seketika dinding gua membuka seperti pintu dan terlihat bahwa ada sebuah tangga menuju bawah tanah. Dia dan yang lain segera masuk ke dalam.
Saat sampai di tangga terakhir, mereka berjalan menuju pintu yang sangat besar. Mereka segera menjadi aneh. Karna seharusnya ada 2 orang yang menjaga pintu. Namun sekarang tidak ada siapapun.
Mereka segera membuka pintu dan kembali menutupnya. Di dalam juga, nampak sepi. Namun tiba tiba mereka dapat merasakan sedikit getaran disuatu arah. Mereka segera bergegas ke arah dimana getaran itu dirasakan.
Ternyata, getaran berasal dari ruang latihan. Pintu yang sangat besar menutup bagian ruangan.
Mereka segera membukanya. Saat pintu terbuka, mereka dapat mendengar suara jeritan. Bukan hanya satu, bahkan ada banyak suara jeritan kesakitan yang terdengar.
Saat melihat keadaan sekitar, mereka segera terkejut. Para anggota kelompok nampak memiliki kondisi yang mengkhawatirkan. Mereka dapat melihat banyak orang yang kehilangan satu kaki, maupun tangan.
"Cepatlah berdiri! Jangan lemah seperti itu!" ucap suara yang terdengar marah.
"A-apa yng terjadi disini?" ucap Liu Chen dengan terkejut.
Ketika mendengar suara itu, semua orang langsung mengarahkan tatapannya pada Liu Chen. Para anggota nampak tersenyum senang dan nampak penuh rasa syukur saat melihat para ketua dan wakil ketua yang sudah kembali.
"Ketua! Wakil ketua!" teriak mereka senang.
Liu Chen dan yang lainnya segera pergi menuju seorang wanita yang tampak mengajari para anggota ini berlatih.
"Oh, ternyata kalian sudah kembali. Bagaimana?! Apa informasi yang kalian dapat di dunia iblis itu?! Jangan bilang bahwa kalian tidak mendapat informasi apapun dan hanya bersenang senang disana!" ucap Yang Jia Li dengan penuh kekesalan.
"Kita akan membahasnya nanti. Sekarang kami ingin tanya, kenapa semua anggota memiliki kondisi seperti ini? Tangan yang tinggal satu, kaki yang patah, luka luka sayatan yang cukup dalam. Apalagi ada luka sayatan di perut yang bisa saja membunuh nya" ucap Liu Chen dengan tegas.
Hanya dilihat sekilas pun, Liu Chen dan yang lain dapat mengetahui seberapa menderitanya mereka ketika dia dan yang lain sedang pergi.
"Aku hanya melatih mereka. Mereka juga sekarang terlihat sudah berkembang dengan latihan yang kulakukan ini. Latihan yang kulakukan tidak berat sama sekali, bukan begitu?", Yang Jia Li langsung melihat para anggota yang berada disekitar.
__ADS_1
Semua anggota mengangguk dengan cepat cepat sebelum wanita itu menyiksa mereka.
Yang Jia Li menatap Liu Chen dan yang lainnya kembali. Namun ketika itu juga, semua anggota langsung menggelengkan kepala dengan cepat. Pertanda latihan yang dilakukan Yang Jia Li sangat berat bagi mereka. Bahkan bisa disebut, Yang Jia Li seperti menyiksa mereka.
Pelatihan yang dilakukan Yang Jia Li sudah hampir 1 tahun. Ketika kepergian Liu Chen dan yang lain, Yang Jia Li melakukan latihan tertutup selama beberapa bulan. Sementara markas diurus oleh Chan Juan dan Yelu.
Awalnya semua baik baik saja ketika mereka berdua yang mengurus markas. Namun semua berubah ketika Yang Jia Li mulai melatih mereka. Mereka diberi makan hanya satu kali sehari. Karna mereka masih berada di tingkat kultivasi yang rendah saat itu, jadi semuanya masih membutuhkan makan.
Lalu, mereka hanya diberi waktu 4 jam untuk tidur. Dalam satu minggu, mereka hanya diberikan satu hari libur. Latihan yang mereka jalankan pun sangat berat. Setelah bangun tidur, maka mereka harus segera makan dan setelah selesai, maka mereka berlatih dengan membawa beban sebuah batu yang berat. Lalu mereka juga harus mengelilingi hutan selama hampir seharian.
Bukan itu yang paling parah, namun ketika satu persatu orang mulai bertanding dengan Yang Jia Li. Ya, mereka harus bertarung dengan wanita itu secara bergantian dengan waktu 30 menit.
Yang Jia Li tidak segan segan melukai mereka dengan parah. Bahkan memotong tangan maupun kaki. Karna kekuatan Yang Jia Li ada diatas mereka, mereka hanya bisa bertahan menerima semua serangan. Karna serangan yang mereka lakukan tidak berguna bagi Yang Jia Li. Wanita itu memiliki kecepatan yang lebih cepat dari mereka karna memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, jadi dia bisa menghindari semua serangan.
Tidak hanya satu atau dua anggota yang tangan atau kakinya pernah terpotong. Namun semua anggota merasakannya. Ketika itu terjadi, Yang Jia Li tidak memberikan pil apapun untuk menumbuhkan bagian tubuh yang hilang. Padahal Liu Chen memberikan pil itu cukup banyak.
Mereka akan mendapatkan pil itu bila sudah 3 hari. Jadi mereka harus menahan sakit karna kaki ataupun tangan yang terpotong. Bahkan saat keadaan seperti itu, besok mereka harus terus mengikuti latihan.
Bila ada yang bolos latihan, maka ia akan dihukum cambuk oleh Yang Jia Li tidak peduli apa alasannya. Anggota yng kehilangan kakinya saat latihan, maka keesokannya ia akan sulit berlatih apalagi ketika berlari memutari hutan.
Apalagi dengan makan yang hanya diberikan satu kali setiap hari, tidak sesuai dengan latihan yang mereka lakukan. Bahkan pernah ada yang mencoba bersembunyi dari wanita itu, ia tetap ditemukan dan dia langsung dihukum cambuk.
Tentunya latihan yang diberikan putri Kaisar itu sangatlah tidak manusiawi. Setidaknya, seharusnya dia langsung memberikan pil penumbuh tubuh yang hilang saat ada anggota yang kehilangan kaki atau tangannya. Namun Yang Jia Li memberikannya setelah 3 hari berlalu.
Awalnya ada banyak anggota yang menyukai Yang Jia Li. Karna parasnya yang sangat cantik. Namun setelah pelatihan dilakukan, mereka semua menjadi takut dengan wanita itu. Mereka tidak ingin dekat dekat dengannya. Bisa bisa saat wanita itu marah pada mereka, mereka akan dibuat sekarat bahkan dibunuh. Itulah yang mereka fikirkan.
Liu Chen menggelengkan kepala kala melihat kondisi semua anggota. Bahkan Zong Xian dan Song Quon pun begitu.
"Berikan mereka pil berwarna merah yang kuberikan saat itu padamu" ucap Liu Chen.
"Pil itu sudah habis" ucap Yang Jia Li dengan cuek. Karna masih kesal dengan semua orang di hadapannya ini.
"Ketua keempat memang sangat tidak manusiawi. Lihatlah, kasihan mereka" ucap Lu Tuoli.
Yang Jia Li penatap Lu Tuoli tajam. "Kau berani padaku, ya? Apa kau juga ingin seperti mereka?"
Lu Tuoli langsung berlindung dibalik Zhang Jiangwu, iapun menggelengkan kepala kearah Yang Jia Li. "Tidak, tidak. Maksudku, ketua keempat sangat cantik dan baik. Bahkan banyak orang yang menyukai ketua keempat" ucapnya sambil tersenyum dipaksakan.
"Hmph!", Yang Jia Li membuang muka dengan kesal.
Setelah berjam jam perjalanan, Chan Juan sampai di Asosiasi Bulan Perak. Iapun langsung melakukan pekerjaan seperti biasa. Memberikan pil pada manajer dan menerima setengah dari hasil penjualan kemarin dan mengambil tanaman yang diberikan manajer untuk membuat pil. Lagi pula, tanaman yang dibutuhkan tidak terlalu sulit dicari dan tidak terlalu mahal.
Setelah selesai, Chan Juan segera pergi menemui kakak dari Feng Ying, yaitu Feng Yi.
"Ada surat untukmu, kak Yi" ucap Chan Juan. Iapun memberikan secarcik kertas pada Feng Yi.
Chan Juan memang sudah mengenal Feng Yi. Feng Yi memiliki umur beberapa tahun lebih tua darinya.
Feng Yi juga sudah mengenal Chan Juan yang selalu pergi ke Asosiasi setiap sebulan sekali. Namun dia tidak mengetahui wajah dari wanita itu dan juga tidak mengetahui nama sebenarnya, yang dia tahu hanyalah nama samaran dari Chan Juan. Tapi ia tau bahwa Chan Juan merupakan teman adiknya.
Feng Yi segera menerima surat yang diberikan Chan Juan. "Apa ini dari adikku?"
Chan Juan segera mengangguk. "Baiklah, karna aku sudah memberikannya pada kak Yi, maka aku pamit pergi", iapun langsung pergi dari sana.
Feng Yi membuka surat yang diberikan padanya. Saat membaca itu, membuat urat urat muncul di pelipisnya. Ia meremas kertas itu dengan kesal, "Ying'er! Kenapa kau menyerahkan pembayaran hutang hutangmu padaku?! Hutangmu juga sangat besar! Ying'er, sialan!"
__ADS_1
Setelah berjam jam membuat pil, akhirnya Liu Chen sudah selesai membuatnya. Ia kemudian membagikan pil pil itu pada semua anggota berdasarkan luka yang dialami. Tidak sedikit orang yang kehilangan kaki dan tangan mereka. Melihat kondisi itu membuat Liu Chen merasa kasihan dengan mereka.
"Pasti sulit bagi kalian karna pelatihan yang dilakukan ketua keempat, bukan? Tapi tenang saja, kalian tidak akan berlatih seperti itu lagi" ucap Liu Chen.
Mendengar itu, membuat semua anggota menatap Liu Chen dengan rasa syukur. Untung saja ada ketua yang baik pada mereka dan mengeluarkan mereka dari pelatihan yang menyiksakan.
"Terimakasih, terimakasih ketua kedua!" ucap mereka.
Liu Chen hanya tersenyum. Ia pun pergi menemui Yang Jia Li. "Sebaiknya aku, Haocun dan wakil kami saja yang melatih mereka"
"Hmph! Terserah kau saja! Aku tak peduli" ucap Yang Jia Li dengan ketus.
"Apa kau setuju, Haocun?", Liu Chen melirik kearah Zong Xian.
Zong Xian langsung mengangguk, "Aku setuju saja. Lagi pula aku juga dapat berlatih"
Liu Chen melirik kearah Song Quon dan Feng Ying. "Bagaimana dengan kalian?"
"Aku setuju" ucap Feng Ying.
"Aku setuju. Namun aku akan pergi terlebih dahulu besok dan akan kembali beberapa hari lagi" ucap Song Quon.
"Mamangnya kau akan pergi kemana?", Liu Chen menatap Song Quon. Tidak biasanya pemuda itu pergi.
"Aku memiliki urusan dengan perutku. Aku akan pergi dan berkeliling diluar dan mencari berbagai makanan" ucap Song Quon semangat.
Liu Chen berkedip, iapun menghela nafas. "Baiklah, terserah kau saja. Tapi cepatlah kembali lagi. Karna waktu kita tidak banyak"
Song Quon mengangguk.
Keesokan harinya, Liu Chen, Zong Xian dan Feng Ying mulai melatih para anggota. Mereka melatih lebih baik dari pada Yang Jia Li. Makan diberi dua kali sehari, pelatihan yang dilakukan pun tidak menimbulkan luka serius. Ini membuat para anggota semakin bersemangat untuk menunjukkan bahwa mereka dapat berguna untuk perang nanti.
Liu Chen dan Zong Xian juga mengundurkan waktu untuk saling bertarung. Karna mereka harus mengajari anggota anggota mereka ini.
Sementara itu, Song Quon terus terbang menuju suatu tempat. Selama berhari hari dia terus terbang tanpa henti. Saat malam tiba, dia masih tetap terbang di langit dengan sangat cepat. Tidak ada yang tahu kemana tempat yang dituju olehnya.
Setelah melalui perjalan yang panjang, akhirnya Song Quon menapak ditanah. Dia pun mulai berjalan menuju sebuah hutan dengan banyaknya bambu.
Ketika melewati bambu yang kesepuluh, pandangan Song Quon berubah. Dihadapannya bukan lagi sebuah hutan bambu. Namun sebuah gerbang besar. Song Quon dapat melihat ada dua orang yang berjaga didepan gerbang.
Ketika melihat Song Quon, kedua orang itu sedikit membungkuk dan membuka gerbang dengan hati hati.
Tempat ini seperti ditutupi oleh ilusi hampir sama seperti istana iblis. Namun, bedanya adalah orang yang dapat melihat hal sebenarnya dari hadapan mereka dan masuk ke dalam hanyalah orang orang tertentu.
Bila orang itu bukanlah orang yang diizinkan, maka mereka hanya dapat melihat hutan bambu. Bahkan bila sudah memasuki jalur bambu yang kesepuluh, maka akan ada sebuah asap yang mengganggu penglihatan mereka dan mereka pun akan segera tewas disaat itu juga karna penjaga gerbang akan langsung membunuhnya.
Song Quon segera masuk ke dalam. Setelah dirinya masuk, pintu gerbang segera ditutup. Ia berjalan terus ke depan. Ada cukup banyak orang yang berlatih disekelilingnya.
Ketika melihat Song Quon, ada yang menatapnya dengan benci namun ada juga yang menatapnya dengan hormat sambil sedikit membungkuk. Tidak ada yang tau apa masalah mereka dengan Song Quon hingga mereka membenci pemuda itu. Namun hanya merekalah yang mengetahui itu semua.
Song Quon tidak mempedulikan tatapan benci yang diarahkan padanya. Ia hanya terus berjalan ke sebuah bangunan besar dihadapannya tanpa peduli pada semua orang yang ada disekitar.
Saat tiba di depan sebuah pintu besar, dia segera menatap kedua penjaga yang ada disana. Penjaga itu langsung membuka pintu kala ditatap oleh Song Quon.
Setelah pintu dibuka, pemuda itu langsung masuk dan pintu kembali ditutup dengan rapat.
__ADS_1
Song Quon segera berlutut dihadapan seorang pria yang nampak berusia 30 tahunan yang kini sedang duduk disebuah kursi yang terlihat seperti tahta untuk Kaisar.
"Hormat saya pada Tuan" ucap Song Quon dengan penuh hormat.