Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
28 -Dunia Ras Iblis


__ADS_3

Liu Chen dan Song Quon menatap kearah patung patung dihadapan mereka. Kini patung lain mulai melemparkan tombaknya kearah Liu Chen maupun Song Quon.


Kedua pemuda ini langsung menghindarinya. Hingga membuat tombak tertancap dilantai.


Boomm boomm boomm


Tombak tombak yang dilemparkan kembali meledak dan menimbulkan suara yang cukup besar.


"Jika mereka hanya bisa melempar tombak, maka mereka termasuk penyerang jarak jauh. Kami bisa menyerang mereka dengan serangan jarak dekat. Namun masalahnya adalah tubuh patung patung ini yang terlihat sangat keras dan bagaimana jika ternyata mereka juga merupakan penyerang jarak dekat dengan tombak?" batin Liu Chen.


"Aku bisa saja menghancurkan sampah sampah tak berguna ini, namun tak mungkin aku melakukannya karna dia ada disini. Begini saja, aku suruh saja dia untuk meneteskan darahnya pada singgasana itu. Mungkin semua patung ini akan menghilang" batin Song Quon.


"Chen, sekarang giliranmu. Coba kau yang meneteskan darahmu pada singgasana itu, mungkin patung patung dihadapan kita akan langsung menghilang setelahnya", Song Quon melirik kearah samping.


Sebelum Liu Chen menjawab, beberapa patung batu kembali melemparkan tombak mereka kearah Liu Chen dan Song Quon. Mereka menghindarinya dengan cukup mudah, namun tak mungkin mereka terus menghindar.


"Kenapa kau begitu percaya jika aku yang meneteskan darahku pada singgasana itu, maka patung batu ini akan menghilang?" tanya Liu Chen sambil menatap kearah semua patung batu yang masih belum bergerak dari tempatnya ketika pertama kali muncul hingga saat ini.


"Aku hanya ingin tau, mungkin saja itu berhasil" jawab Song Quon.


Liu Chen mengangguk setuju. Ia langsung menggigit jarinya dan langsung pergi kearah singgasana lalu meneteskan darahnya.


Seketika patung patung batu bergetar. Tak lama setelahnya, semua patung batu turun kedalam lantai dan menghilang begitu saja.


"Eh? sudah? tapi mengapa mereka tiba tiba menghilang hanya karna aku meneteskan darahku?" gumam Liu Chen.


Hanya dalam beberapa detik, sebuah lingkaran didepan singgasana muncul dengan jarak beberapa meter dari singgasana. Lingkaran itu terlihat seperti sebuah portal.


"Portal? kemana tujuan dari portal ini? apa kita akan tetap masuk ke dalam sana, Quon? kita tidak tau tujuan dari portal ini", Liu Chen menatap kearah portal dan berjalan mendekat hingga dirinya berada tepat didepan portal.


"Kita tidak tau apa yang ada didalam sana. Namun lebih baik, kita cari tau sendiri saja. Kita akan tau nanti setelah memasukinya, mungkin disana ada benda berharga", Song Quon mendekat kearah portal dan berdiri disamping Liu Chen.


"Tapi akan berbahaya bagi kita, bila kita tidak mengetahui tujuan dari portal ini" ucap Liu Chen dengan ragu.


"Lebih baik kita masuk saja, ayo!", Song Quon langsung memegang tangan Liu Chen dan memaksanya masuk ke dalam portal.


"tapi Quon, bagaiman jika kita-"


"apa kau percaya padaku?", potong Song Quon sambil melirik Liu Chen. Ia juga melepaskan pegangan tangannya dari pemuda disampingnya ini.


Mereka berhenti berjalan menuju portal, Song Quon menatap Liu Chen. Sementara Liu Chen berfikir sejenak, iapun mengangguk. "Aku percaya padamu, kalau begitu kita masuk"


Song Quon mengangguk. Ia dan Liu Chen akhirnya masuk kedalam portal.


Tak lama setelah mereka masuk, Han Liangyi membuka pintu ruangan utama. Ia melihat sekitar dan melihat sebuah portal, "Portal apa itu?"


Han Liangyi berjalan mendekat, "Apa kedua anak itu masuk ke dalam portal ini?", ia melihat kearah kiri dan kanan. Namun tak menemukan siapapun. Ketika ia melihat kearah portal kembali, portal itu terlihat makin mengecil.


"E-eh?! sebaiknya aku segera masuk saja, mungkin kedua anak itu juga masuk kedalam sini", Han Liangyi langsung masuk ke dalam portal sebelum portal menghilang sepenuhnya.


Setelah Han Liangyi masuk, portal langsung menghilang dan suasana diruangan nampak sepi karna tak ada penghuni sama sekali.


Disuatu tempat, sebuah portal muncul di dalam pegunungan.


Liu Chen dan Song Quon keluar dari portal tersebut. Mereka dapat melihat bahwa pepohonan disekitar nampak lebih besar dari pada pohon umumnya. Langit terlihat sudah siang hari.


"Dimana ini?", Liu Chen melihat kearah kanan dan kirinya. Namun yang ia temukan hanyalah pepohonan.


"Chen, lihat itu!", Song Quon menunjuk sebuah tempat yang tak jauh dari mereka. Didepan, tanah sudah tak ada lagi. Berarti mereka ada di tepi gunung. Bukan itu yang membuat Song Quon menunjuk kearah depan, namun karna dibawah gunung terdapat bangunan bangunan.

__ADS_1


Liu Chen mengangguk, "Apa kita ada didekat sebuah desa? tapi tidak mungkin portal yang ada di istana ras iblis mengirim kita ke sebuah desa yang nampak biasa saja. Jika ini hanya desa biasa, untuk apa ras iblis membuat portal dengan tujuan kemari? pasti ini bukanlah desa biasa", Liu Chen berjalan lebih dekat kearah tebing. Ia melihat kearah depannya dan melihat adanya bangunan bangunan seperti sebuah desa atau mungkin kota.


"Apa kau merasakannya Chen? Qi disini terasa cukup padat" ucap Song Quon.


"Aku juga merasakannya. Qi disini terasa padat. Qi disini hampir sepadat di goa tempat guru melatihku"


"Lebih baik kita dekati terlebih dahulu desa itu. Namun kita jangan terlalu dekat dengan desa disana. Karna kita tidak tau desa apa ini. Tidak mungkin ras iblis membuat teleportasi hanya untuk ke sebuah desa yang biasa saja. Pasti ada keistimewaan dari desa ini" ucap Liu Chen.


Song Quon mengangguk, "aku setuju. Tidak mungkin ras iblis membuat teleportasi hanya untuk pergi ke sebuah desa maupun kota biasa"


Mereka mulai turun dari gunung untuk mendekati desa yang mereka lihat. Mereka juga ingin mencari tau, dimana mereka berada saat ini.


Di sebuah langit, muncul sebuah portal yang menghadap kearah permukaan tanah. Tak lama, seorang pemuda keluar dari sana. "Eh? dimana iniii!!"


Pemuda itu adalah Han Liangyi. Ia tiba tiba keluar dari portal yang muncul diatas langit. Setelah Han Liangyi keluar, portal perlahan menutup dan hilang.


Han Liangyi terkejut ketika dirinya langsung terjun bebas dari atas langit. Iapun segera melayang diudara.


Jantungnya terasa berdetak dengan kencang saat ini, karna terlalu terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Bahkan ia merasa jantungnya pindah ke telinga.


"Hah..hah..hah..itu..sangat mengejutkan! kenapa portal ini muncul dilangit?! kenapa tidak muncul dipermukaan tanah saja?! karna portal itu, aku merasa jantungku melompat keluar lewat telinga! huft..lain kali aku takkan memasuki portal seperti itu lagi! untung saja aku bisa terbang, jika tidak? mungkin aku sudah menjadi daging remuk!"


Han Liangyi saat ini merasa sangat kesal dengan portal yang membawanya itu. Namun tak ada gunanya kesal, sebab Han Liangyi tak bisa melampiaskan kekesalannya pada portal itu. Karna portal sudah menghilang.


"Ngomong ngomong, aku sekarang berada dimana? aku tidak pernah pergi ketempat seperti ini. Tempat ini terasa asing, bukan hanya itu. Namun Qi disini cukup tebal" gumam Han Liangyi.


Han Liangyi memperhatikan kearah bawah, terdapat bangunan bangunan yang nampak kecil ketika dilihat dari atas langit.


Han Liangyi muncul ditempat yang berbeda dengan Song Quon dan Liu Chen saat ini. Namun dia tak berada terlalu jauh dari kedua pemuda itu.


"Lebih baik aku menanyakan keberadaanku saat ini, pada penduduk yang ada disekitar sini. Maka aku akan mendapat jawabannya", Han Liangyi langsung melesat turun ke bawah dengan cepat.


Han Liangyi melihat kearah sekitar, dia berada di tengah tengah sebuah desa dengan beberapa penduduk yang lewat.


Penduduk yang ada disana terkejut ketika melihat Han Liangyi. Pasalnya, mereka dapat merasakan bahwa Han Liangyi berbeda dari mereka.


"Siapa kau?!" ucap salah satu dari mereka.


Ketika melihat penduduk disekitarnya, Han Liangyi terkejut. Semua penduduk disekitarnya memiliki dua buah tanduk dikepala mereka. Bukankah artinya mereka ini iblis?


"I-iblis?! bagaimana ada banyak iblis disini?! apa jangan jangan...aku berada ditempat sebenarnya dari ras iblis?" batin Han Liangyi.


"A-anu, saya pengelana yang sampai didesa kalian ini..jadi, saya minta maaf bila mengganggu kalian. Kalau begitu, sampai jumpa!", Han Liangyi langsung berlari menjauh dari para penduduk disana.


"Dia manusia..!! kejar dia, jangan biarkan lolos!" teriak seorang iblis pria.


"Kejar..!!"


Mereka langsung mengejar Han Liangyi. Mereka terlihat cukup cepat. Apalagi kekuatan mereka yang lebih besar daripada penduduk manusia biasa. Padahal mereka hanyalah penduduk biasa, namun memiliki kekuatan tingkat pemula sampai master. Sementara, bila penduduk manusia biasa, mereka kebanyakan hanyalah manusia biasa tanpa kekuatan apapun.


Ini kembali membuktikan, bahwa ras iblis lebih kuat dari pada manusia.


"Gawat..!! sepertinya aku berada di dunia ras iblis! sekarang aku dikejar kejar oleh mereka! sepertinya ini adalah alasan mengapa disekitar istana iblis tidak ada bangunan bangunan lainnya. Ternyata ini adalah wilayah mereka yang sebenarnya!" gumam Han Liangyi. Padahal ia memiliki kekuatan yang lebih besar dari para penduduk ini, namun dia memiliki sebuah alasan mengapa tak menyerang mereka dan malah melarikan diri.


"Sial, kenapa aku harus berada disini?! seharusnya aku tidak menghampiri mereka tadi, bila aku tau mereka bukanlah manusia!" batin Han Liangyi. Iapun menengok ke belakang dan melihat cukup banyak penduduk yang mengejar dirinya.


"Aku lupa, bukankah aku bisa menghentikan waktu? hehehe", Han Liangyi berhenti dan membalikkan badan. Ia menatap kearah kerumunan penduduk.


"Time control:stop it"

__ADS_1


Han Liangyi langsung membuat sebuah gerakan tangan dan terakhir ia langsung menempelkan kedua telapak tangannya. Setelah selesai, ia kembali melihat kearah kerumunan.


Tidak ada seorangpun penduduk yang terpengaruh oleh jurusnya. Semua penduduk masih bisa bergerak, bahkan kecepatan lari mereka tidak berkurang.


"Hei, diam kau disana! jangan kemana mana lagi!"


"Menyerah saja manusia!"


Han Liangyi berkedip beberapa kali, "Aku lupa! aku takkan bisa menggunakan jurus pengontrolan waktu bila berada di dunia selain duniaku! sekarang aku bisa merasakan kekurangan dari jurus ini huhuhu, padahal aku sedang butuh sekali jurus itu"


Han Liangyi berbalik dan kembali berlari. Ia kali ini memakai Qi miliknya untuk mempercepat lari. Sehingga saat ini, tidak ada penduduk iblis yang bisa mengejar Han Liangyi.


"Hahaha, untungnya tingkat kultivasiku sudah tinggi. Jika aku tak bisa menggunakan jurus pengontrolan waktu, maka aku bisa lari. Sekarang aku benar benar percaya, bahwa ada dunia lain selain dunia yang kutempati. Karna buktinya, aku tak bisa menggunakan jurus pengontrol waktu"


"Bagaimana caraku bisa kembali? dan dimana kedua bocah itu? aku kehilangan jejak mereka. Sungguh hari yang tidak beruntung!", kesal Han Liangyi.


"Lebih baik saat ini aku bersembungi saja ke hutan hutan atau goa. Karna disini, aku takkan aman! akan ada banyak penduduk yang mengejarku!" gumam Han Liangyi. Iapun mempercepat larinya menuju sebuah gunung.


***


Setelah beberapa jam turun gunung, akhirnya Liu Chen dan Song Quon sampai dibagian bawah gunung. Mereka kini sudah berada didekat desa yang mereka lihat dari atas gunung.


Keduanya terkejut ketika melihat beberapa penduduk yang lewat, mereka memiliki dua tanduk dikepala.


"Iblis?!"


"Kita harus memusnahkan mereka. Mereka iblis", Song Quon berniat keluar dari persembunyian dan menyerang tiga orang iblis yang lewat tak jauh dari dirinya dan Liu Chen.


Namun Liu Chen langsung menggenggam tangan Song Quon, "Jangan gegabah. Kita lihat saja dulu. Mereka tidak terlihat seperti sebuah pasukan. Mereka terlihat seperti warga biasa. Namun mereka juga memiliki kekuatan"


Song Quon menghentikan apa yang akan dilakukannya tadi, iapun mengangguk. "Baiklah"


"Jika ada tiga orang iblis berkeliaran disini secara bebas, maka hanya ada dua alasan. Pertama, kita berada di wilayah iblis yang masih berada di dunia kita. Kemungkinan kedua, kita berada di wilayah iblis. Namun kita bukan lagi berada di dunia kita berasal, namun kita berada didunia iblis" ucap Liu Chen.


"Jika kemungkinan yang pertama, kita bisa saja pulang. Namun bila kemungkinan kedua yang benar, maka kita harus mencari tau terlebih dahulu cara agar kita dapat keluar darisini. Tentunya, kita tak bisa terus berada disini, bukan?", Song Quon melirik Liu Chen yang berada disampingnya.


Liu Chen sendiri, mengangguk mendengar pernyataan Song Quon. Memang benar, bila mereka harus mencari tau terlebih dahulu bagaimana cara agar dapat keluar dari dunia ini. Karena mereka tak mungkin terus berada disini.


"Apa yang harus kita lakukan pertama kali? jikapun kita bertanya pada ketiga iblis itu, mereka takkan menjawabnya. Sebab, aku mendengar dari guruku bahwa ras iblis sangat setia dengan pemimpin mereka. Jadi mereka tak mungkin memberitau manusia seperti kita jalan keluar dari sini. Yang ada, mereka akan menangkap kita" ucap Liu Chen.


"Jika memakai darah dia memang akan berhasil, namun resikonya terlalu besar bagiku" batin Song Quon.


"Aku ingat, aku pernah bertarung melawan salah satu jendral iblis. Kalau tak salah namanya adalah Jiang Fai. Dia menyerangku karna ingin merebut pedang phoenix api. Dia mengatakan melakukan itu sebagai bukti kesetiaannya pada seseorang" ucap Liu Chen.


Song Quon mengerutkan keningnya karna tak mengerti, "Lalu?"


"jika dia bilang melakukan itu sebagai bukti kesetiaannya, maka iblis lain juga mungkin akan melakukan hal yang sama. Kesetiaannya pada seseorang, menurutku yang dimaksud adalah Raja iblis. Bila iblis lain yang ada didunia ini tau tentang letak pedang phoenix api dan menyuruh jendral Jiang Fai mengambilnya, maka bisa dibilang bahwa mereka saat ini pasti masih menunggu jendral Jiang Fai membawa pedang phoenix api.


Karna terlalu lama, mungkin mereka akan menyusulnya ke dunia kita. Ketika itu terjadi, maka mereka akan melakukan sebuah cara agar dapat pergi kedunia kita. Karna iblis adalah makhluk yang saling percaya dengan kekuatan mereka, maka mereka akan memberikan waktu yang banyak bagi jendral Jiang Fai berada di dunia kita dan tak mengkhawatirkannya. Karna mereka percaya jendral Jiang Fai bisa mengambil pedang phoenix api tanpa ada masalah.


Kini mungkin hampir 1 bulan terlewati setelah adanya pelelangan asosiasi bulan perak. Kemungkinan saat ini beberapa iblis yang memiliki posisi tinggi akan pergi memeriksa keadaan dari jendral Jiang Fai. Sebab, ini sudah terlalu lama jendral Jiang Fai tak kembali. Intinya, kita hanya perlu tau informasi tentang siapa saja yang akan memeriksa keadaan jendral Jiang Fai.


Karna mereka mengira jendral Jiang Fai ada didunia kita, maka mereka akan pergi ke dunia kita. Pada saat itulah, kita akan mengikuti mereka. Jadi informasi yang harus kita cari mengenai jendral Jiang Fai" jelas Liu Chen.


Song Quon masih termenung, sebenarnya dia masih kurang mengerti tentang penjelasan Liu Chen. Namun karna Liu Chen mengatakan inti dari ucapannya, song Quon kini mengerti. Dia dan Liu Chen hanya perlu mencari tau keadaan jendral Jiang Fai.


"Karna jendral Jiang Fai adalah seorang jendral iblis, maka pasti akan ada berita tentangnya dan dia kemungkinan akan dibicarakan oleh para iblis. Apalagi tugasnya adalah untuk mengambil pedang phoenix api yang katanya sebagai bukti kesetiaan jendral Jiang Fai pada Raja iblis. Tentunya, akan ada banyak iblis yang membicarakannya" lanjut Liu Chen.


Song Quon mengangguk, "walaupun aku tak mengerti sepenuhnya, namun aku mengerti inti dari perkataanmu. Inti dari perkataanmu, kita hanya harus mencari informasi tentang jendral iblis bernama Jiang Fai itu"

__ADS_1


__ADS_2