
Liu Chen mengalihkan pandangannya ke bawah.Iapun langsung menghilang dari tempatnya berada.
Liu Chen muncul di tengah tengah kerumunan.Disekitarnya sudah ada banyak bola api.Seketika,semua bola api terlempar ke arah para demonic beast sekitarnya.
Banyak yang terlempar.Namun ada yang hilang dan ada yang masih bisa bertahan sehingga tidak terlempar.Dedebuan menutupi para demonic beast.
Liu Chen langsung menghilang dan melakukan serangan kejutan ketika semua demonic beast sedang lengah karna bola api.Ia terus mengayunkan pedang ke arah mereka.
Pedangnya ini sangat tajam,bahkan ia tidak kesulitan untuk memenggal para demonic beast di sekitarnya.
"jika seperti ini terus,maka akan lama"gumam Liu Chen.Ia langsung terbang tinggi di udara.
Ia memposisikan pedang bagian tajam ke samping.Setelahnya,memposisikan pedang bagian tajam ke depan.Iapun langsung melemparkan pedang ke bawah hingga membuat pedang tertancap di tanah.
"elemen api:pilar api"
Tak lama,dari permukaan tanah nampak api.
"aku harus menjauh dari sini",Liu Chen langsung terbang lebih jauh dari tempat pedangnya tertancap.Ia ingat bahwa pedang phoenix api dapat meningkatkan daya serang sebesar 50%.Maka serangannya kali ini pasti akan menjadi lebih luas.
Dari permukaan tanah muncul api,lalu tak lama setelah itu,api langsung menyembur ke atas langit dengan tinggi,seperti sebuah pilar besar.Jangkauan serangan Liu Chen juga kini menjadi lebih luas.
Kejadian itu hanya terjadi beberapa detik sebelum akhirnya keadaan kembali seperti semula.
Pedang phoenix api nampak masih tertancap di tanah dan baik baik saja.Sementara di sekitar,nampak mayat mayat demonic beast yang hangus.Kini hampir setengah nya telah tewas karna pilar api.
Liu Chen kembali ke tempat dimana demonic beast berada.Ia takjub karna pedang phoenix api sama sekali tak rusak.Ia langsung mengambil pedang tersebut dan menatap ke arah demonic beast yang tersisa.
Liu Chen mengalirkan Qi miliknya ke pedang phoenix api,yang membuat pedang itu menjadi lebih tajam."bersiaplah kalian!"
Liu Chen menghilang dari tempatnya berada.Ia langsung muncul di samping seekor demonic beast sambil mengayunkan pedang phoenix api.
Demonic beast yng diserang Liu Chen menyadari adanya bahaya,ia langsung menahan serangan Liu Chen menggunaka satu kakinya.Tapi,kakinya langsung terpotong oleh pedang Liu Chen yang sangat tajam.
"kau kira dengan menahan menggunakan kaki,maka kau akan selamat?"ejek Liu Chen.Iapun langsung memenggal kepala demonic beast itu.
Liu Chen kembali menghilang dan muncul di dekat demonic beast yang lain.Mereka melakukan hal yang sama,yaitu menahan serangan Liu Chen menggunakan kaki,namun itu sia sia saja.Karna pedang phoenix api sangat tajam hingga membuat kaki mereka terpotong,dan tak lama setelah itu,Liu Chen langsung membunuh mereka.
Liu Chen kembali menyerang demonic beast lain.Tapi kali ini,para demonic beast yang menyadari adanya serangan Liu Chen,tidak menahan serangan itu.Mereka menghindarinya karna tau mereka tak bisa merusak pedang tersebut.
Namun tidak ada banyak demonic beast yang bisa menghindari serangan cepat Liu Chen membuat mereka mati maupun menghilang begitu saja."memang benar,senjata tingkat langit sangat hebat"batin Liu Chen sambil tersenyum.
"kalian akan mati disini!"
Dengan menggunakan pedang phoenix api,Liu Chen dapat membunuh banyak demonic beast.Bahkan demonic beast yang memiliki kulit sangat keras bisa dibunuhnya dengan cepat.Kecepatan Liu Chen dalam membunuh demonic beast juga berkat pedang phoenix api.Jika dirinya tidak memakai pedang ini,mungkin dirinya tidak akan bisa secepat ini menghabisi para demonic beast.
Langit terlihat sudah gelap,namun Liu Chen belum juga berhenti menyerang.Ia terus menyerang para demonic beast dengan cepat.Sejak ia kembali setelah menjauhkan Song Quon dari para demonic beast,ia tidak lagi mendengar suara seruling Xin Qian.Namun Liu Chen belum menyadarinya,karna ia fokus melawan para demonic beast saat ini.
Liu Chen akhirnya selesai membunuh para demonic beast setelah berjam jam.Ia langsung membaringkan tubuhnya di tanah karna lelah.Nafasnya tak beraturan setelah bertarung begitu lama dengan para demonic beast.
Malam yang sunyi membuat Liu Chen menyadari,bahwa dirinya tidak lagi mendengar suara seruling.Liu Chen langsung duduk dari posisi berbaringnya.Iapun lngsung menelan pil pengembali Qi dan stamina.Ia juga menelan pil yang dapat menyembuhkan luka,karna ia mendapat beberapa luka sebab demonic beast yang dilawannya.
Setelah selesai menyerap khasiat dari pil miliknya,Liu Chen langsung berdiri dan melihat sekitar.Dia dapat melihat banyak mayat demonic beast yang telah dibunuhnya.
"kenapa suara seruling tidak terdengar lagi?apa karna wanita itu ada jauh dari sini?"gumam Liu Chen.
"lebih baik aku mencari Quon terlebih dahulu",Liu Chen langsung pergi menuju tempat dimana dia menempatkan Song Quon.Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada temannya itu.
Setelah sampai di tempat Song Quon,Liu Chen menghela nafas karna temannya itu masih ada di tempatnya dan tak terjadi sesuatu padanya.
"Quon!"
Song Quon langsung mengalihkan tatapannya ke arah sumber suara,iapun tersenyum,"akhirnya kau kembali juga Chen.Aku kira terjadi sesuatu padamu"
"maaf,banyak demonic beast yang harus kulawan tadi.Jadi membutuhkan banyak waktu untuk membunuh mereka"ucap Liu Chen sambil tersenyum canggung.
Song Quon memiringkan kepalanya,"lalu dimana wanita bernama Xin Qian itu?"
"aku pun tidak tau dia dimana.Karna aku juga tidak mendengar suara seruling lagi.Apa mungkin karna dia terlalu jauh dari sini?",ucap Liu Chen dengan bingung.
"kalau begitu,kita harus menemukannya terlebih dahulu.Karna kita harus segera kembali"
Liu Chen mengangguk,"apa sekarang kau sudah baik baik saja?"
Song Quon mengangguk,"lebih baik kita segera mencari Xin Qian"
"ayo,aku akan membawamu",Liu Chen langsung menarik Song Quon dan langsung terbang sambil membawa pemuda itu.
Sementara itu,di jarak ratusan meter dari Liu Chen dan Song Quon,Xin Qian duduk diatas pohon.Ia memutar mutar seruling miliknya."mereka cukup hebat dapat mengalahkan demonic beast yang kupanggil",Xin Qian tersenyum sinis.
Tiba tiba sebuah suara dapat di dengarnya.Namun di tempat tersebut tidak terdengar suara apa yang Xin Qian dengar.
"jadi begitu,ya.Aku akan melakukannya",Xin Qian menjawab suara yang di dengarnya.
__ADS_1
Dirinya pun langsung turun dari pohon.Xin Qian langsung menggerakkan jari jarinya,iapun langsung menyentuh permukaan tanah menggunakan tangan kanannya."teleport"
Pandangan Liu Chen maupun Song Quon berubah.Kini mereka berada di dekat jurang.
Liu Chen terkejut ketika dirinya tiba tiba saja berada di dekat jurang."apa yang terjadi?!"
"seperti nya wanita itu yang mengakibatkan hal ini.Karna dia,kita kembali lagi"ucap Song Quon sambil melihat sekitar.
"apa ini benar benar bukan ilusi lainnya?"
"sepertinya bukan,karna kita sama sekali tak mendengar suara seruling"
Liu Chen mengangguk."kalau begitu,dimana wanita itu?"
"entahlah,akupun tidak tau",Song Quon menggelengkan kepala sambil mengangkat bahunya.
"sebenarnya apa yang direncanakan wanita itu?"batin Liu Chen.
"lebih baik kita segera pergi dari sini.Jika tidak,kemungkinan Xin Qian akan kembali dan akan menyulitkan kita"ucap Song Quon.
"kau benar,kalau begitu lebih baik kita-tunggu!aku lupa!kenapa aku meninggalkannya!",kesal Liu Chen.
Melihat Liu Chen yang kesal tanpa sebab,membuat Song Quon bingung,"ada apa?"
"aku lupa membawa mayat burung garuda yang kulawan tadi.Padahal aku bisa menjual bulunya yang dapat dijadikan senjata.Jika saja aku tak melupakannya..ggrh",Liu Chen menjadi kesal pada dirinya sendiri.
"kau itu memang aneh ya?selalu marah marah pada dirimu sendiri",Song Quon terkekeh pelan.
"sudahlah,lebih baik jangan membahas itu lagi.Kita pergi saja dari sini sekarang.Aku juga melupakan untuk bertanya pada kakak dimana jalan menuju desa.Jadi kita hanya bisa berjalan lurus saja ke depan",Liu Chen tersenyum kecut.
"huft..kau ini pelupa juga ya?baiklah,ayo kita pergi"
Liu Chen memasukkan pedang phoenix api miliknya ke dalam cincin ruang,"ayo"
Liu Chen langsung membawa Song Quon terbang,agar lebih cepat.
Setelah terbang selama berhari hari,akhirnya Liu Chen pun turun untuk beristirahat.
"kau pasti lelah Chen,karna sudah terbang berhari hari"ucap Song Quon.
"hah..hah..aku memang cukup lelah"
Song Quon merangkul Liu Chen dan membantu pemuda itu untuk berjalan.Di depan mereka nampak sebuah desa.
Song Quon menggelengkan kepala,"kau tidak merepotkan sama sekali.Karna kau lah,aku masih hidup sampai sekarang.Terimakasih Chen"
Liu Chen membalas dengan senyuman sambil menatap Song Quon.
Liu Chen pun menatap ke arah depan,ia menyipitkan matanya kala melihat sebuah desa yang tak asing baginya.Ia pun tersenyum senang,"itu dia!desa yang selama ini kita cari cari.Ternyata kita sudah sampai",Liu Chen nampak sangat senang.Bahkan ia lupa dengan rasa lelahnya.
Mata Song Quon berbinar,"benarkah?!kalau begitu,setelah sampai dirumahmu aku ingin makan yang banyak!"
Liu Chen mengalihkan tatapannya pada Song Quon,ia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.Sepertinya pemuda ini sangat kelaparan karna berhari hari belum makan.
Liu Chen baru ingat,bahwa Song Quon berada di tingkat Qi foundation.Seharusnya dia belum bisa mengubah Qi menjadi nutrisi,yang membuatnya masih harus makan setiap hari.Jika tidak,maka dia akan kelaparan.
Pasti temannya ini menahan lapar sangat lama.Liu Chen jadi tidak enak padanya.
"kalau begitu,ayo kita segera ke rumahku",Liu Chen berdiri sendiri tanpa dibantu oleh Song Quon.
"eh?bukankah kau sudah lelah?"
"iya,tapi jika kita terus berjalan seperti ini akan lama",Liu Chen langsung menggendong Song Quon seperti putri.Ini membuat temannya terkejut karna perlakuan Liu Chen.
"turunkan aku,Chen"
"berpegangan yang erat",Liu Chen langsung melesat sangat cepat ke arah desa tanpa mempedulikan ucapan Song Quon tadi.
Ia tidak melihat perubahan wajah Song Quon saat ini yang sangat merah karna malu.Bagaimana bisa dirinya dibawa seperti ini oleh Liu Chen?!
Apalagi ketika ia melihat wajah Liu Chen yang membuatnya agak salah tingkah."kau bisa membuatku salah paham.Aku ini pria yang normal!"batin Song Quon menggerutu dalam hati.
Setelah beberapa waktu,akhirnya mereka pun sampai di depan sebuah rumah.Liu Chen langsung berhenti di depan rumah itu sambil mengamati nya.
Langit yang sudah gelap membuat warga yang ada disekitar tak ada yang keluar rumah.
Liu Chen tersenyum bahagia melihat rumahnya kembali.
"a-apa kau bisa menurunkanku sekarang?!"ucap Song Quon yang menahan kesal.
Liu Chen tersadar dari lamunnya.Iapun langsung menurunkan Song Quon.Ia heran ketika melihat wajah Song Quon yang agak merah.Walaupun hari sudah malam,namun ia masih bisa melihat wajah Song Quon.Karna penasaran,akhirnya Liu Chen membuka suara."kau kenapa?"
"semoga saja tak ada yang melihat hal ini,kalau tidak aku bisa sangat malu"batin Song Quon.Ia tak mendengarkan apa yang Liu Chen katakan,yang ia pikirkan saat ini adalah harga dirinya.
__ADS_1
"Quon,kau kenapa?!"ucap Liu Chen dengan suara yang lebih keras.
Song Quon akhirnya tersadar dari lamunannya,"tidak ada",ia memalingkan mukanya dari Liu Chen.
"em..baiklah,kalau begitu ayo kita temui kedua orangtuaku.Ini adalah rumahku",Liu Chen tersenyum.
"ini rumahmu?"tanya Song Quon sambil mengamati sebuah rumah sederhana yang ada di hadapannya saat ini.Ia mencoba melupakan apa yang terjadi,karna yang terpenting tidak ada yang melihatnya dengan Liu Chen tadi.
Liu Chen mengangguk.Iapun mulai berjalan menuju ke arah rumahnya berada.Ia sudah berganti pakaian sejak turun dari terbangnya.Begitupun Song Quon.Jadi pakaian nya saat ini terlihat rapi.
Pakaian berwarna birunya tertiup angin malam yang terasa menenangkan.Liu Chen menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya.
Song Quon mengikuti Liu Chen yang berjalan menuju rumah sederhana itu.Ia melihat lihat sekitar dan sesekali mengangguk,"ternyata ini rumah Chen"
Liu Chen mengetuk pintu dengan hati hati.
"siapa?",terdengar sebuah suara wanita dari dalam rumah.
Liu Chen tak menjawab,ia hanya mengetuk pintunya.
Setelah menunggu beberapa detik,akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita cantik yang Liu Chen kenal.
"siapa?",wanita itu melihat kedua pemuda di depannya dari atas sampai bawah.
Ketika melihat salah satu pemuda itu,entah kenapa ada perasaan dekat.
"ibu"ucap Liu Chen dengan lirih.
Li Wei,ibu Liu Chen.Melihat ke arah pemuda yang memanggilnya ibu.Iapun mengerutkan keningnya,"maaf sepertinya kau salah orang"
"tidak,aku tidak salah orang.Aku Chen ibu,anakmu"
Li Wei menatap tak percaya pemuda di depannya,"apa kau memang Chen'er?"
Liu Chen mengangguk.
Li Wei sangat senang,ia percaya anaknya belum mati dan kini,ia benar benar bertemu anaknya yang terlihat sehat sehat saja.Karna terlalu bahagia,membuat nya mengeluarkan air mata."Chen'er,kau kemana saja,nak?"
Liu Chen memeluk ibunya,"maafkan aku ibu karna tidak memberitau ibu kalau aku pergi"
Li Wei membalas pelukan anaknya ini."tidak apa Chen'er.Tapi jangan kau ulangi lagi.Ibu cemas padamu,kami mencarimu selama setahun lebih tapi tidak juga menemukanmu.Tapi,yang terpenting sekarang kau masih hidup.Ibu sangat senang.Akhirnya kau kembali juga,Chen'er"
"maafkan aku ibu karna sudah membuatmu cemas"
Song Quon hanya memperhatikan interaksi antara anak dan ibu itu.Di ujung matanya terlihat air mata.Namun Song Quon segera menghapusnya.
Setelah cukup lama berpelukan,mereka akhirnya melepaskan pelukan masing masing.
Ada sedikit air mata yang nampak di ujung mata Liu Chen.Namun segera dihapus oleh pemuda itu dan digantikan dengan senyumn bahagia."ibu aku merindukanmu"
"ibu juga merindukanmu,Chen'er",Li Wei menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya.Ia tersenyum bahagia ke arah putranya.
"ekhem..apa kita bisa makan sekarang?"ucap Song Quon sambil tersenyum.
Liu Chen maupun Li Wei mengalihkan perhatian mereka ke arah Song Quon.Ditatap oleh mereka membuat Song Quon menjadi canggung.
"siapa dia Chen'er?apa temanmu?"ucap Li We sambil tersenyum.
Liu Chen mengangguk,"perkenalkan ibu,namanya adalah Song Quon.Song Quon,ini ibuku",Liu Chen memperkenalkan mereka.
Song Quon tersenyum canggung ke arah Li Wei.
Li Wei tersenyum lembut pada Song Quon,"akhirnya kau punya teman juga,Chen'er"
"memangnya Chen tidak pernah punya teman ya..um..",Song Quon tidak melanjutkan ucapannya.
Li Wei tersenyum,"panggil saja bibi Wei.Namaku Li Wei.Chen'er memang tidak pernah berteman dan ini adalah pertama kalinya"
"um..jadi begitu,bibi Wei apa aku boleh ikut makan?"tanya Song Quon dengan jelas.
Liu Chen berkedip beberapa kali.Ia baru tau,ternyata Song Quon bisa bersikap tidak tau malu.
Li Wei tersenyum,"tentu saja.Mari masuk,kebetulan aku masih memiliki makanan di tempat makan.Chen'er,ayo ajak temanmu ini masuk ke dalam"
Liu Chen mengangguk,"baik bu,tapi dimana ayah sekarang?"
"kau seperti tidak tau saja.Ayahmu sudah tidur,dia bahkan tak mendengar ada suara ketukan pintu.Dia sulit dibangunkan"
"ah,begitu",Liu Chen mengangguk.
"ayo masuk",ajak Li Wei.Iapun mulai masuk ke dalam.
"ayo masuk Chen",Song Quon mengikuti Li Wei yang sudah masuk ke dalam rumah mengikuti Li Wei.
__ADS_1
"padahal aku saja belum masuk dan mengajaknya",Liu Chen menggelengkan kepala.Iapun ikut masuk ke dalam.