
Feng Ying nampak berjalan menuju pintu keluar. Ia berjalan dengan penuh kehati hatian. Namun, pundaknya tiba tiba langsung disentuh oleh seseorang dari belakang.
Mengetahui ada yang menepuk pundaknya, Feng Ying berbalik dan melihat ada seseorang di hadapannya saat ini. Feng Ying terkejut ketika mengetahui bahwa itu adalah Song Quon.
"Kau ingin pergi kemana?" ucap Song Quon.
"A-aku hanya berkeliling" ucap Feng Ying dengan gugup. "Kenapa bisa ada Qiang (Song Quon) disini?! "
Song Quon menyipitkan matanya dan melihat Feng Ying dari bawah sampai atas. Pemuda itu saat ini terlihat memakai jubah kelompok topeng bayangan. Song Quon juga dapat melihat adanya tombak yang berada di punggung pemuda itu.
Song Quon menatap Feng Ying, "Jika kau hanya ingin berkeliling, kenapa kau membawa tombak? Biasanya kau tak membawa tombak seperti itu bila hanya ingin berkeliling disekitar sini"
"Aku ingin berlatih di ruang latihan"
"Ruang latihan ada disana", Song Quon menunjuk suatu tempat sambil melihat tempat tersebut. "Tapi kau pergi kesini", iapun kembali menatap Feng Ying.
Feng Ying tidak bisa menjawab apapun lagi. "Apa yang harus kukatakan padanya? Dia pasti lebih memihak ketua Xun. Sementara ketua Xun berpihak pada ketua Xinxin yang ingin membunuh ketua Haocun. Apa yang harus kukatakan padanya?" batin Feng Ying. Ia menundukkan kepalanya berfikir.
Tanpa aba aba, ia langsung mengepalkan tangan dan meninju kearah Song Quon. Namun kepalan tangannya di tangkap dengan mulus oleh pemuda itu.
Feng Ying menatap Song Quon dengan terkejut. Padahal ia menyerang secara mendadak. Juga, seharusnya Song Quon tak bisa menahan pukulan yang ia aliri Qi miliknya. Karna yang ia tahu, pemuda itu memiliki tingkat kultivasi di bawahnya.
Song Quon menatap Feng Ying dengan datar, "Apa kau bermaksud berkhianat dengan menyerangku seperti itu?"
"Ti-tidak. Ak-aku tidak bermaksud seperti itu", Feng Ying langsung melepaskan tangannya dari Song Quon dengan paksa.
"Lalu kenapa kau menyerangku dengan tiba tiba seperti itu?" ucap Song Quon yang masih dengan nada datarnya.
Feng Ying hanya diam karna tak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Song Quon.
Song Quon kembali buka suara karna tak mendapat jawaban, "Ah, aku tau. Apa kau berniat mencari ketua Haocun dan melindunginya?", sebelah alisnya terangkat.
Feng Ying tak bisa membantah dengan apa yang Song Quon ucapkan. Karna apa yang pemuda itu ucapkan memanglah kebenarannya. Ia ingin mencari Zong Xian dan menyembunyikan nya dari yang lain.
Song Quon mengangguk angguk mengerti, "Sudah kuduga. Kau berniat mencari ketua Haocun dan menyembunyikannya dari yang lain. Aku tidak melarangmu untuk pergi. Tapi sebaiknya kau jangan pergi dari sini dan meninggalkan markas ini hanya untuk mencari ketua Haocun"
Feng Ying menatap Song Quon, "Kenapa? Apa karna kau berada di pihak ketua Xinxin. Jadi kau tidak ingin aku yang menemukan pertama kali ketua Haocun dan menyembunyikannya?!"
Song Quon menggelengkan kepala, "Apa yang kau pikirkan salah. Aku menyarankan mu agar tetap disini karna untuk membantuku mengurusi orang orang disini. Karna ketua kedua sudah pergi untuk mencarinya"
Feng Ying terkejut ketika mendengar bahwa Liu Chen sudah pergi untuk mencari Zong Xian, "Kalau begitu, aku harus segera pergi dan menemukan ketua Haocun. Sebelum ketua Xun yang menemukannya terlebih dahulu"
Ketika Feng Ying berbalik dan ingin pergi, tangannya segera ditahan dari belakang oleh Song Quon. "Ketua Xun mencari ketua pertama bukan untuk menyerahkannya pada ketua Xinxin dan membiarkan ketua Haocun terbunuh begitu saja. Tapi ia mencarinya untuk meminta penjelasan dari ketua Haocun dan dia ingin ketua Haocun menjelaskan alasannya langsung di depan ketua Xinxin.
Maka dari itu, dia bilang bahwa bila kita menemukan ketua Haocun, untuk memberitaunya terlebih dahulu. Maka dia akan membawa ketua Haocun pada ketua Xinxin"
Feng Ying berbalik dan menatap Song Quon dengan penuh selidik. Ada rasa percaya dan tidak percaya pada ucapan Song Quon tadi.
Song Quon melepaskan pegangan tangannya dari Feng Ying. "Apa kau tidak percaya dengan ucapanku?"
"Kenapa aku harus percaya? Kau berada di pihak ketua Xinxin yang menginginkan kematian ketua Haocun" ucap Feng Ying dengan datar.
"Aku tidak berpihak pada siapapun. Terserah kau percaya dengan ucapanku ataupun tidak. Tapi apa kau kira ketua Xun menganggap ketua Haocun hanya sebagai teman? Namun ketua Xun tidak akan melakukan apapun untuk menolong temannya? Kau kira ketua Xun adalah orang yang seperti itu?"
Feng Ying terdiam. Matanya masih menatap pada mata Song Quon dan seperti mencari kebohongan dari ucapan pemuda itu.
Song Quon menghela nafas, "Liu Chen adalah orang yang terlalu peduli dengan orang lain. Apalagi kau pasti mengetahui bila dia itu terlalu mudah percaya dengan orang lain. Namun dia tidak akan mudah percaya dengan apa yang orang lain katakan tentang keburukan temannya.
Jadi Xun tidak mungkin meninggalkan temannya begitu saja dan mempercayai ucapan orang lain yang mengatakan tentang keburukan ketua Haocun.
Tidak ada gunanya kau mencari ketua Haocun, karna Xun akan lebih cepat sampai ke ibukota. Jadi sebaiknya kau membantuku menyelesaikan masalah disini. Kau lebih berguna bila tinggal di markas"
Feng Ying menatap Song Quon dengan intimidasi, "Apa ketua Xun tidak akan membunuh ketua Haocun?"
__ADS_1
Song Quon mengangguk dengan yakin. Iapun langsung menarik tangan Feng Ying agar ikut dengannya.
"Kau akan membawaku kemana?" ucap Feng Ying.
"Ikut saja, kita selesaikan semua tugas tugas disini. Aku tidak akan bisa menyelesaikannya sendiri" ucap Song Quon tanpa menoleh pada Feng Ying.
"Semoga apa yang kau katakan benar, Qiang" batin Feng Ying sambil menatap punggung Song Quon yang terus menariknya.
Liu Chen terus terbang di langit malam menuju ibukota kekaisaran Yang. "Aku akan menemukan mu dan meminta penjelasan darimu, Xian"
Sementara itu, di istana.
Sekarang, penjagaan di istana semakin diperketat karna kematian permaisuri yang disebabkan oleh orang dalam. Banyak prajurit yang terus berjaga. Walaupun hari sudah malam.
Di salah satu ruangan, Yang Jia Li terus menangis di dalam kamarnya. Dia sangat terpukul akan kematian permaisuri. Permaisuri yang selalu menemaninya saat di istana kini sudah tiada untuk selamanya.
"Hiks..hiks..Xian sialan! Aku akan membalasmu. Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri..hiks" ucap Yang Jia Li.
Tak lama, pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria paruh baya yang berjalan mendekat pada Yang Jia Li. Dia adalah Kaisar Yang Jiaerui.
Yang Jia Li tidak mengatakan apapun pada ayahnya dan terus menangis sambil duduk di tepi kasurnya. Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri karna ialah yang membawa Zong Xian ke dalam istana.
Chan Juan muncul di belakang Kaisar. Ia ingin menenangkan sahabatnya. Ia tidak tega bila Yang Jia Li terus menangis di dalam kamar selama seharian.
Kaisar memperbolehkan Chan Juan untuk masuk. Ketika mendapatkan izin, Chan Juan langsung duduk di samping Yang Jia Li dan memeluk wanita itu sambil mengelus punggungnya.
"Hiks..ini semua salahku, Juan. Seharusnya aku tak membawa dia kemari" ucap Yang Jia Li. Dia membenamkan kepalanya pada pundak Chan Juan.
"Ini bukan salahmu. Ini salahku. Seharusnya aku tidak membiarkan dia ikut" ucap Chan Juan. Air mata mulai menetes membasahi pipi nya. Ia bisa merasakan kesedihan yang dialami sahabatnya ini.
Kaisar sendiri tidak tau harus melakukan apa. Sebenarnya ia juga masih sedih, namun ia tak mungkin memperlihatkannya pada putrinya ataupun orang lain.
Setelah beberapa menit, Yang Jia Li merasa lebih baikan. Ia melepaskan diri dari Chan Juan yang memeluknya.
"Ada apa, nak?", Kaisar mengelus puncuk kepala putrinya.
"Siapa Yi Ze?"
Kaisar menjauhkan tangannya dari pucuk kepala Yang Jia Li. Ia terkejut ketika putrinya mendengar nama orang yang tak asing baginya. "Dari mana kau mengetahui nama itu, Li'er?"
"Si pembunuh itu yang mengatakan nama itu padaku", Yang Jia Li mulai bercerita saat dirinya bertemu Zong Xian sebagai pembunuh ibunya.
"Jadi siapa itu Yi Ze, ayah?" ucap Yang Jia Li. Ia penasaran siapa sebenarnya wanita itu.
"Kau tidak perlu memikirkan itu Li'er" ucap Kaisar Yang Jierui.
"Tapi dia berkata bahwa dirinya melakukan semua ini karna balas dendam dan dia mengatakan nama Yi Ze. Dia juga mengatakan bahwa ayah mengetahuinya. Jadi siapa wanita bernama Yi Ze itu ayah?"
Kaisar terlihat sulit untuk mengatakan nya pada Yang Jia Li.
"Katakan ayah!" ucap Yang Jia Li dengan nada memaksa.
Kaisar menatap Yang Jia Li dengan lekat. "Yi Ze adalah istri pertamaku"
Yang Jia Li dan Chan juan terkejut. Apa maksudnya ini?
"Bukankah istri ayah adalah ibu, Lien Hua" ucap Yang Jia Li dengan menatap tajam ayahnya.
Kaisar pun mulai bercerita saat pertama kali bertemu dengan Yi Ze. Awalnya, ia dan beberapa pengawal pergi ke hutan untuk berburu demonic beast. Itu juga adalah keinginan Kaisar sendiri. Saat itu, Kaisar berumur sekitar 25 tahun.
Awalnya mereka dapat mengalahkan demonic beast yang datang pada mereka, walaupun cukup sulit. Namun mereka tiba tiba saja bertemu demonic beast kuat. Hingga membuat seluruh orang yang mengawal Kaisar terbunuh dan hanya menyisakan Kaisar yang masih hidup. Walaupun dengan luka yang sangat parah.
Kaisar pergi menjauh dari demonic beast kuat yang kini sudah mati karna para pengawalnya. Ia cukup kesulitan menjauh dari tempat itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya Kaisar pingsan di dalam hutan. Lalu saat dirinya pingsan, seorang wanita yang bernama Yi Ze bertemu dengan Kaisar. Karna kasihan, Yi Ze membawa Kaisar Yang Jierui dengan susah payah ke rumahnya.
Yi Ze hanya tinggal bersama ayahnya di rumah. Sementara ibunya sudah meninggal. Yi Ze mulai merawat Kaisar dibantu oleh ayahnya. Mereka tidak tau bahwa Yang Jiaerui merupakan Pangeran. Saat itu, Yang Jiaerui memang Pangeran. Karna masih ada ayahnya yang menjadi Kaisar.
Akhirnya Pangeran Yang Jierui terbangun ketika dirinya sudah beberapa hari pingsan. Awalnya ia bingung, mengapa bisa ada di dalam rumah seseorang. Namun Yi Ze segera datang disaat Pangeran sudah sadar. Yi Ze pun menceritakan saat dirinya menemui Pangeran di hutan.
Yi Ze juga mengatakan bahwa rumahnya ini berada dekat hutan. Bukan hanya ada dirinya saja, namun ada juga penduduk lain yang tinggal di dekatnya. Dia mengatakan bahwa tempat tinggalnya adalah sebuah desa yang tidak terlalu jauh dari ibukota kekaisaran Yang.
Walaupun sudah siuman, namun Pangeran Yang Jierui tidak bisa pergi untuk kembali ke istananya. Ia juga tidak boleh banyak bergerak terlebih dahulu. Jadi Yi Ze selalu mengurusnya.
Perlahan, sebuah rasa tumbuh diantara keduanya. Mereka juga menjadi semakin dekat. Pangeran sendiri tidak mengatakan identitas sebenarnya bahwa dia seorang pangeran. Dia mengatakan bahwa dia berasal dari sebuah kota.
Akhirnya, sudah beberapa minggu Pangeran tinggal di rumah Yi Ze. Dia juga terkadang suka membantu Yi Ze di rumah, seperti menanam sayuran dan terkadang suka membantu ayah Yi Ze menebang kayu di hutan untuk di jual.
Namun suatu hari terjadi kejadian, dimana ayah Yi Ze meninggal karna serangan hewan buas ketika sedang menebang pohon. Saat itu, Yi Ze sangat sedih ketika mengetahui bahwa ayahnya meninggal.
Akhirnya hanya dirinya dan Pangeran yang tinggal di rumah. Saat beberapa hari setelah kematian ayah Yi Ze, Pangeran Yang Jierui langsung mengatakan perasannya pada Yi Ze bahwa dia mencintai wanita itu. Ye Ze juga mencintai Pangeran. Lalu mereka pun menikah.
Pangeran tidak mengatakan pernikahannya pada ayahnya sama sekali. Hari hari terus dilalui keduanya dengan bahagia. Hingga pernikahan mereka pun sudah 1 tahun.
Saat itu, ketika Pangeran Yang Jierui akan ke hutan dan menebang kayu untuk dijual, ia bertemu dengan para prajurit yang selama ini mencarinya. Para prajurit juga mengatakan bahwa ayah dari Yang Jierui sakit karna terus memikirkan nya.
Mendengar bahwa ayahnya sakit, Yang Jierui langsung panik. Ia meminta agar prajurit menungggunya disana dan tidak mengikuti nya untuk ke rumah.
Yang Jierui menemui Yi Ze dan mengatakan akan pergi sebentar. Awalnya Yi Ze ingin mengatakan sesuatu, namun tidak jadi karna melihat Yang Jierui panik seperti itu. Yi Ze akhirnya mengizinkan Yang Jierui untuk pergi sebentar. Disaat itu juga, Yi Ze belum mengetahui identitas asli dari Yang Jierui.
Yang Jierui langsung pergi bersama para prajurit ke istana untuk menemui ayahnya. Saat itu, keadaan ayah dari Yang Jierui sudah parah. Sebelum kematiaannya, ayahnya langsung meminta satu permintaan terakhir pada Yang Jierui. Yaitu ingin Yang Jierui menikah dengan putri dari Jenderal kepercayaannya. Bisa dikatakan, bahwa Jenderal itu juga merupakan sahabatnya.
Ayah Yang Jierui juga mengatakan untuk tidak menduakan putri Jenderal tersebut. Yang Jierui langsung mengiyakan permintaan terakhir sang ayah.
Ayahnya Yang Jierui pun tak lama meninggal setelah pernikahan Yang Jierui bersama putri Jenderal yang dimaksud. Tentunya putri Jenderal itu adalah Lien Hua.
Yang Jierui langsung diangkat menjadi Kaisar setelah kematian dari Kaisar sebelumnya. Yang Jierui hidup bersama Lien Hua di istana. Lien Hua sama sekali tak mengetahui bahwa Yang Jierui sudah menikah, sebelum bersamanya.
Setelah satu tahun dari pernikahan mereka, Lien Hua mengandung. Ketika kelahiran anaknya, Yang Jierui sangat senang. Ia berjanji tidak akan membuat Lien Hua sedih disaat itu.
Ketika anaknya sudah berumur 6 tahun, Yang Jierui berencana ingin menemui Yi Ze. Tentunya tanpa pengawalan siapapun. Ia datang sendiri menemui Yi Ze.
Yi Ze sangat senang ketika melihat suaminya pulang. Dia selalu menantikan Yang Jierui setiap waktu. Namun takdir berkata lain. Yang Jierui kesana bukan untuk bersama kembali dengan Yi Ze.
Kaisar berkata, "Sebaiknya kau jangan mencariku lagi dan jangan menggangguku lagi. Karna aku sudah memiliki istri lain dan anak", selain itu, Kaisar juga mengatakan identitasnya yang sebenarnya pada Yi Ze.
Yi Ze terkejut. Semua perasaan sedih, kecewa, marah bertumpuk menjadi satu. Penantian yang selama ini selalu ditunggu nya pergi begitu saja.
Yi Ze berusaha mencegah Yang Jierui yang berniat akan pergi setelah mengatakan hal itu. Namun apa daya, Yang Jierui bisa melepaskan pegangan tangannya dengan mudah dan langsung pergi meninggalkannya.
Yi Ze menangis disana. Penantian yang ia lakukan tidak mendapatkan hasil yang bagus sama sekali. Hancur, itulah yang dirasakan Yi Ze saat itu.
Yang Jia Li dan Chan Juan yang mendengar cerita masa lalu Kaisar Yang Jierui terkejut bukan main.
"Lalu ayah pun tidak pernah bertemu lagi dengannya" ucap Kaisar.
"Maaf Yang Mulia, tapi apa anda masih mencintai wanita bernama Yi Ze itu saat ini?" ucap Chan Juan dengan hati hati.
Kaisar menatap kearah Chan Juan, "Jujur saya masih mencintainya"
Yang Jia Li menjadi marah, "Jadi ayah selama ini membohongi ibu?! Ayah tidak menceritakan sama sekali tentang wanita bernama Yi Ze itu padanya!"
"Bukan begitu, Li'er. Ayah hanya ingin melupakannya. Jadi ayah tidak menceritakan apapun pada ibumu. Jangan marah seperti itu pada ayah. Maafkan ayah" ucap Kaisar dengan menyesal.
Yang Jia Li membuang mukanya dan menatap kearah lain. Seakan ia ingin menghindari tatapan mata ayahnya.
"Jadi ada hubungan apa si pembunuh itu dengan wanita bernama Yi Ze?" ucap Yang Jia Li.
__ADS_1
"Ayah juga tidak mengetahuinya, Li'er", Kaisar menggelengkan kepala. Namun saat pertama kali bertemu dengan Zong Xian, ia merasakan perasaan yang dekat. Tapi dia tidak mengetahui perasaan apa itu.