Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
77 -Pembantaian Keluarga Chu


__ADS_3

Kepala keluarga Chu, Chu Gao kembali mengirim mata mata. Karna mata mata yang dikirimnya tidak juga kembali. Ia tidak akan merasa aneh bila mata mata pertamanya yang pergi ke toko obat senja belum juga kembali. Ia pikir orang itu mungkin membuat kesalahan hingga penjaga toko obat senja curiga dan kemungkinan mata mata pertamanya itu dibunuh karna mencurigakan.


Dia tidak berfikir bahwa di toko obat senja ada orang yang sangat kuat. Karna mata mata yang dikirimnya pertama kali adalah orang yang tidak terlalu kuat. Maka sekarang, ia mengirim mata mata yang lebih kuat lagi untuk mengawasi dan memata matai toko obat senja.


Selama seharian ini, hari ke-6 buka nya toko obat senja. Chu Gao terus mengirim mata mata bahkan kini ia sudah mengirim sampai 5 orang mata mata. Tapi tidak ada satupun mata mata nya yang kembali. Mata mata yang terakhir kali ia kirim adalah mata mata dengan kekuatan tingkat grandmaster bintang 5. Itu sudah kuat menurutnya. Tapi tetap saja, orang itu tidak kembali padanya.


Perlahan, Chu Gao mulai curiga bahwa di toko obat senja ada orang kuat yang bersembunyi. Ia pun memutuskan untuk memperketat penjagaan di wilayah keluarga Chu nya. Karna bisa saja orang orang dari toko obat senja ingin membalas perbuatannya yang terus saja mengirim mata mata dan berniat melukai pemilik toko obat itu.


Liu Chen kini menutup toko lebih awal. Ia juga sudah mengumpulkan seluruh orang dari divisi pembunuh yang ditugaskan di kota Awan. Orang orang yang berada di ruang kerjanya kini berjumlah 18, termasuk Liu Chen.


Song Quon berdiri di samping Liu Chen. Sementara Chu Kaili berbaris bersama dengan anggota lainnya.


"Kalian pasti mengerti kenapa aku mengumpulkan kalian disini dan kalian tentu tau kenapa kita menutup toko lebih awal" ucap Liu Chen.


Semuanya mengangguk. Mereka berfikir pasti ini karna keluarga Chu yang mulai waspada pada mereka.


"Keluarga Chu memperketat penjagaan mereka, yang berarti keluarga Chu waspada pada kita. Mungkin mereka mengira bahwa kita akan membalas mereka yang terus saja memata matai kita. Yah, itu hanya menurutku.


Karna mereka sudah mulai waspada dan sudah mengetahui ada orang kuat di toko obat kita ini, maka kunjungan kita ke keluarga Chu akan dipercepat. Seharusnya itu dilakukan malam besok. Tapi kita akan mempercepatnya malam ini. Apa ada yang keberatan?" ucap Liu Chen.


Tidak ada jawaban sama sekali yang berarti semuanya setuju dan tidak ada yang protes tentang waktu yang dipercepat.


"Baiklah, malam ini kita akan pergi ke keluarga Chu. Jadi, persiapkan diri kalian semua!"


"Ya, ketua Xun!" jawab mereka serempak.


Pada malam harinya, nampak banyak bayangan yang berlarian di atas atap rumah warga. Langkah mereka tidak terdengar sama sekali. Walaupun mereka bergerak dengan cepat. Ini menandakan bahwa mereka adalah orang orang terlatih.


Mereka semua memakai jubah berwarna putih dengan corak berwarna biru dan kuning. Mereka juga memakai topeng berbentuk rubah berwarna putih. Tidak ada orang yang menyadari mereka sama sekali.


Di atas langit, dua orang nampak melayang. Mereka memiliki penampilan yang sama dengan orang orang yang berlarian di atap atap rumah warga.


Dalam waktu beberapa menit, akhirnya mereka telah sampai di depan sebuah tembok yang tinggi. Bukan hanya itu, di luar nampak dua orang tergeletak tak sadarkan diri. Salah satu dari mereka langsung mengeluarkan pedangnya dan menebas leher kedua penjaga itu.


Mereka semua pun masuk lewat tembok yang tinggi itu, bukan gerbang. Disana, pemandangan yang sama terjadi. Yaitu, banyaknya orang yang tergeletak tak sadarkan diri.


"Yelu mengerjakan bagiannya dengan baik" gumam Wu Xianlun yang ada di salah satu orang orang bertopeng.


Semua orang orang itu dapat pingsan karna meminum air dari sumur yang sudah diberikan obat oleh Yelu.


"Selesaikan semuanya dengan cepat. Jangan ada yang tersisa. Kecuali, sisakan kepala keluarga Chu dan anak anaknya" ucap salah satu orang bertopeng. Dia adalah Chu Kaili. Dia 'lah yang menjadi pemimpin untuk menyelesaikan tugas ini.


"Baik", semuanya berpencar.


Nampak dua orang keluar dari salah satu rumah yang ada disekitar. Mereka tidak pingsan karna tidak meminum air yang sudah dicampur obat. Mereka terkejut kala melihat banyaknya penjaga yang tergeletak pingsan. Apalagi, orang orang berjubah yang berada disana membunuh penjaga penjaga yang ada.


Mereka berniat berteriak untuk memberitau yang lain. Namun, Jie sudah ada di hadapan kedua orang itu. "Walaupun kalian masih kecil, namun aku tidak akan membiarkan kalian hidup"


SRAATTT


BRRUUK


BRUUKK


Dua buah kepala langsung terjatuh dari tempatnya berada. Jie memandang dua mayat anak kecil itu dengan datar. Tidak ada rasa bersalah sama sekali yang terlihat di matanya. Iapun mulai masuk ke dalam rumah dimana kedua bocah itu keluar.


Bukan hanya dua anak kecil itu saja yang tidak pingsan. Namun banyak keluarga Chu yang tidak pingsan. Tapi mereka tidur, adapun yang terjaga dari tidurnya.


Chu Kaili pun ikut pergi menuju kediaman keluarga Chu. Namun dia pergi ke rumah tempat dimana kepala keluarga berada. "Pembalasan sudah dimulai "


Liu Chen dan Song Quon masih memperhatikan dari atas. Mereka dapat melihat para anggota yang sangat cepat dalam membunuh. Juga tidak menimbulkan suara.


Liu Chen tersenyum dibalik topengnya. "Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang bagus"


"Mereka sangat ahli. Mereka bahkan tidak menimbulkan suara sama sekali dan mereka sangat cepat" ucap Song Quon.


Liu Chen menatap Song Quon, "Tentu saja. Mereka sudah dilatih dengan sangat keras", iapun kembali menatap ke bawah.


Song Quon juga menatap ke bawah. "Padahal satu tahun 5 bulan yang lalu, mereka baru 'lah belajar dan tidak memiliki keahlian yang hebat. Tapi sekarang? Mereka sudah ahli. Tak terasa waktu sangat cepat berlalu"


Liu Chen mengangguk. "Huft..", ia menghela nafas panjang.


"Hm? Ada apa?"


"Mungkin sekarang keadaan damai damai saja. Tapi suatu hari nanti, sepertinya akan ada 'badai' yang besar"

__ADS_1


Song Quon memiringkan kepalanya, "Apa maksudmu?"


"Saat itu, sebenarnya aku bukan dibunuh oleh manusia. Wujudnya memang manusia. Tapi ketika aku merasakan auranya, dia adalah makhluk yang menakjubkan sekaligus mengerikan.


Dia berniat membuat ras iblis dan manusia berperang. Maka dari itu, dia membunuhku. Lalu terjadilah perang. Aku tidak tau apa tujuannya melakukan ini. Tapi yang jelas itu bukanlah hal yang baik"


Song Quon mendengarkan dengan seksama ucapan Liu Chen. "Lalu menurutmu, makhluk apa yang membunuhmu itu?"


"Ketika seorang Jenderal yang ikut denganku masih hidup dengan keadaan terluka parah, ia pergi dan berniat memberitaukan kejadian yang baru saja terjadi. Ia dan semua Jenderal yang ikut denganku saat itu, mengira bahwa aku sudah benar benar mati setelah sebuah pedang langsung menembus jantungku.


Namun sebenarnya kesadaranku masih ada sedikit. Orang yang menyerangku itu juga menyadarinya. Dia langsung menatapku dan mengatakan 'dengan kematianmu, maka ras iblis akan menyerang manusia. Aku tau, kelemahan iblis adalah Kaisar iblis dan keturunan pertama dari Kaisar. Karna kau akan mati, sepertinya aku akan memperlihatkan wujud asli ku'.


Setelah mengatakan itu, dia benar benar memperlihatkan wujudnya. Aku terkejut mengetahui bahwa dia bukan manusia. Namun ternyata dia adalah..."


Liu Chen tidak melanjutkan ucapannya dan terlihat ragu untuk mengatakannya.


"Katakan saja" ucap Song Quon.


Liu Chen menatap Song Quon, "Makhluk yang menyerangku adalah.. Naga"


Song Quon tertegun mendengarnya dan terlihat tidak percaya, "Bagaimana bisa? Bukankah naga hanyalah legenda di buku dan tidak diketahui keberadaan mereka memang benar ada ataupun tidak. Lalu bagaimana bisa yang menyerangmu adalah naga?"


Liu Chen menggelengkan kepala, "Aku tidak tau mengapa dia bisa ada disini. Tapi yang menyerangku memang naga... Naga yang dapat berubah menjadi manusia. Makhluk itu mungkin memiliki kekuatan setingkat dengan ayahku, kaisar iblis"


Song Quon nampak terdiam sejenak. Iapun kembali membuka suara, "Dia pasti memiliki alasan yang kuat dengan membuat ras iblis menyerang manusia"


Liu Chen mengangguk, "Sepertinya, naga itu masih hidup sampai saat ini. Karna, ras naga adalah makhluk yang memiliki umur panjang sama seperti iblis. Aku tidak tau apa lagi yang akan dilakukannya nanti di masa depan. Tetapi, kita harus waspada"


Song Quon mengangguk. "Aku mengerti"


Keduanya kembali fokus lagi ke bawah.


Di depan sebuah rumah besar, Chu Kaili sudah berada disana. Ada beberapa penjaga yang menjaga rumah itu. Chu Kaili tidak sendiri, ada dua orang yang bersama dengannya.


"Kalian selesaikan para penjaga itu" ucap Chu Kaili.


"Baik" ucap serempak keduanya. Mereka pun menghilang dari tempatnya berada dan muncul di tempat yang berjauhan.


SRRATT


BRUUKK


BRRUUK


"Suutt, jangan berisik. Disini banyak yang sedang tidur dan kau juga akan menyusul mereka ke dalam mimpi"


SRAATT


BRRUUK


Seketika, kepalanya terpisah dari tempatnya berada.


Pemuda yang menyerang penjaga itu tersenyum menyeringai di balik topengnya. Ia pun kembali menghilang dan kembali menyelesaikan penjaga yang lain. Begitupun teman yang satunya.


Chu Kaili menghilang dari tempatnya berada. Ia bergerak dengan sangat cepat di dalam rumah besar. Ia mencari sebuah kamar. Ketika menemukannya, Chu Kaili membuka pintu dengan perlahan bahkan tidak menimbulkan suara sama sekali.


Chu Kaili masuk ke dalam. Namun, dia tak menemukan siapa siapa. Tak lama, ia merasakan adanya bahaya dari belakang. Chu Kaili segera membalikkan tubuhnya sambil melakukan tendangan.


Seseorang langsung melompat mundur kala dirinya melakukan tendangan. "Sepertinya kau cukup berpengalaman karna dapat menghindari serangan sembunyi dariku" ucap orang itu.


Chu Kaili memandang orang di depannya dengan datar. Tidak ada keterkejutan sama sekali ketika melihat pria paruh baya di depannya.


"Sudah kuduga bahwa pemilik toko obat senja akan mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuhku" ucap pria paruh baya. Ia adalah Chu Gao, kepala keluarga Chu.


Chu Gao belum mengetahui keadaan diluar sama sekali. Ia dari tadi hanya bersembunyi di balik pintu.


Chu Gao menyeringai dan menatap Chu Kaili dengan sinis, "Sebaiknya kau menyerah saja. Karna kekuatanmu berada di bawahku. Kau akan kalah jika melawanku"


"Kemenangan tidak ditentukan dari kekuatan. Tapi pengalaman dan keahlian, Tuan Gao ", Chu Kaili menekankan kata 'Tuan Gao'.


Mendengar suara yang tak asing baginya, Chu Gao mulai mengingat ingat orang yang memiliki suara sama dengan orang dihadapannya. Iapun tersentak kala menyadari siapa pemilik suara itu, "K- kau Chu Kaili"


Chu Kaili tersenyum di balik topengnya. "Kau ternyata masih mengingatku"


Chu Gao terdiam beberapa saat. Iapun tertawa terbahak bahak, "Hahaha, ternyata pembunuh bayaran yang disewa oleh pemilik toko obat senja adalah orang tak berguna dan lemah. Kenapa pemilik toko itu memilih orang lemah sepertimu untuk membunuhku? Apa pemilik toko itu adalah orang yang bodoh? Haha"

__ADS_1


Chu Kaili mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia tak terima karna Chu Gao mengatakan Liu Chen adalah 'orang bodoh'. "Apa kau sudah selesai tertawa? Dasar pengkhianat"


Chu Gao menghentikan tawanya mendengar ucapan 'pengkhianat' dari mulut Chu Kaili. "Apa maksudmu?" ia mengangkat sebelah alisnya.


"Tidak perlu berpura pura lagi. Aku tau, kau 'lah yang telah membunuh ayah dan ibuku agar kau bisa mengantikan ayahku untuk menjadi kepala keluarga Chu"


"Hehehe, ternyata kau sudah tau. Dari mana kau bisa mengetahuinya, hm?"


"Tidak penting dari siapa aku mengetahuinya. Saat ini, aku hanya ingin nyawamu" ucap Chu Kaili dengan dingin.


"Memangnya kau bisa apa? Aku memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darimu. Kau tidak akan bisa mengalahkanku" ucap sombong Chu Gao.


Chu Kaili menghilang dari tempatnya berada. Hal ini, membuat Chu Gao terkejut sejenak. Hingga akhirnya kepala belakangnya terbanting ke lantai dengan keras hingga membuat lantai retak bahkan kepalanya juga berdarah.


Pandangan Chu Gao berputar putar karna pusing. Belum sempat berdiri dan mengatakan umpatan umpatan, perutnya langsung dipukul dengan keras hingga membuatnya terbatuk darah.


Chu Kaili berdiri di samping Chu Gao yang tergeletak. "Pukulan itu sebagai balasan karna kau sudah menghina ketua! Namun, itu masih belum sebanding."


Chu Kaili lagi lagi memukuli Chu Gao. Sementara pria baruh baya itu tak bisa melakukan apapun ketika Chu Kaili terus saja memukul maupun menendangnya.


Walaupun tingkat kultivasi Chu Gao lebih tinggi dari Chu Kaili, namun ia tidak bisa membalas serangan Chu Kaili sama sekali. Lagi pula, ia bisa sekuat ini karna bantuan dari pil pil penambah Qi. Jadi dia tidak perlu melakukan latihan keras agar memiliki kultivasi yang tinggi.


Sementara Chu Kaili, walau tingkat kultivasinya ada di bawah Chu Gao, namun ia mendapatkan kekuatan itu karna berlatih dengan keras dan karna bantuan dari Liu Chen. Ia juga memiliki lebih banyak pengalaman bertarung secara langsung. Karna ia bukan hanya diajarkan cara membunuh secara diam diam, namun juga bertarung langsung. Ini dilakukan agar ia dapat bertarung meski secara langsung dengan orang lain.


Setelah puluhan kali menendang dan memukul Chu Gao, Chu Kaili langsung mengangkat kerah pria paruh baya itu. "Berdiri!"


Dengan kesulitan, Chu Gao berdiri dengan kerah yang diangkat oleh Chu Kaili. "Heh, puku'lah.. Aku sepuasmu.., sampah"


"Kau banyak bicara juga, ya? Pak tua. Ingatlah, kau bisa mendapat jabatan sebagai kepala keluarga Chu karna cara yang licik. Kau membunuh kepala keluarga sebelumnya, yaitu ayahku. Kau juga bahkan membunuh ibuku" ucap Chu Kaili dengan marah.


"Heh, mereka saja.. Yang.. Terlalu.. Percaya denganku.. Hingga akhirnya.. Mereka mati di.. Tanganku" ucap Chu Gao dengan kesulitan. Ia tersenyum mengejek, "Apa yang bisa.. Sampah sepertimu lakukan? Walaupun.. Kau membunuh.. ku.. Kedua orang itu takkan.. Bisa hidup lagi"


"Kau terlalu banyak bicara pak tua, akan kurobek mulutmu itu", Chu Kaili langsung mengeluarkan sebuah belati dari balik jubahnya.


Chu Kaili tersenyum menyeringai di balik topengnya, "Yang bisa kulakukan untuk mereka adalah membalaskan dendam dan membunuhmu dengan cara yang menyakitkan"


SRAATT


Chu Kaili langsung merobek mulut Chu Gao secara perlahan hingga membuat pria itu tersiksa. Kedua pipinya langsung terbelah karna belati Chu Kaili. Ia tidak bisa berteriak. Karna bila ia melakukannya, rasa sakitnya akan bertambah.


"Hehe, bagaimana Tuan Gao? Kenapa kau diam saja? Kenapa kau tidak berbicara lagi padaku? Apa kau bahagia saat ini karna dapat melihat sampah sepertiku kembali kemari dan kau bisa memerintahkan segala hal padaku lagi? Apa kau bahagia? Ah~ kau pasti sangat bahagia saat ini karna dapat bertemu denganku lagi", Chu Kaili kembali menyeringai di balik topengnya.


"Sial, apa bocah ini menjadi tidak waras sekarang? Dia terlihat sangat menyeramkan saat ini" batin Chu Gao. Ia menahan sakit di bedua pipinya. Bahkan mulutnya yang robek lebih terasa menyakitkan dibandingkan dengan pukulan dan tendangan yang dilakukan Chu Kaili tadi padanya.


Chu Kaili langsung melempar Chu Gao dengan keras. Hingga membuat pria itu menghantam dinding dan menyebabkan kepalanya terluka.


Chu Kaili memainkan belati di tangan kanannya. Sementara tangan kiri di taruh di dagu, seakan berfikir. "Kira kira lukisan apa yang bagus untukmu, ya?"


Chu Gao berkeringat dingin. Chu Kaili menjadi pemuda yang tidak ia kenali sama sekali saat ini. Chu Kaili saat ini menjadi sangat menyeramkan baginya. Ia tidak bisa memikirkan apa yang akan dikakukan Chu Kaili padanya. Karna semua yang dilakukan Chu Kaili padanya terlalu kejam. Bahkan untuk orang dari aliran hitam, mereka tidak akan sekejam ini.


"Ah, aku sudah memikirkan lukisan yang cocok untukmu. Bagaimana bila tikus saja? Ah ya, benar. Itu sangat cocok untukmu", Chu Kaili berjalan mendekat kearah Chu Gao.


Chu Gao ingin pergi menjauh dari Chu Kaili. Namun, di belakangnya adalah tembok. Jadi tidak bisa mundur. "Ja- jangan mendekat" , Chu Gao nampak sangat ketakutan.


"Hehe, aku suka ekspresi ketakutanmu itu", Chu Kaili semakin dekat dengan Chu Gao.


Sementara itu, dua orang anggota yang ikut dengan Chu Kaili sudah berada di ruang tamu. Tidak hanya ada mereka, namun sudah ada Yelu dengan jubah dan topeng yang sama dengan keduanya disana.


Bahkan, ada juga 2 orang pemuda dengan 1 orang wanita muda yang terlihat terikat di dekat mereka. Ya, ketiganya adalah saudara dari Chu Kaili. Mereka hanya mengikat ketiganya karna Chu Kaili ingin membereskan kepala keluarga Chu dan anak anaknya sendiri. Jadi mereka hanya bisa membantu dengan cara ini.


Sementara penjaga penjaga dan pelayan yang ada di dalam rumah, sudah mereka bereskan semua dengan sangat cepat.


"Lepaskan kami, apa yang kalian inginkan?!" ucap wanita yang berumur sekitar 25 tahun.


"Lepaskan kami. Jika tidak, kalian akan berada dalam bahaya karna menantang keluarga Chu!" ucap salah satu pemuda berumur sekitar 22 tahun.


Mereka tadi melihat beberapa mayat dari pelayan dan penjaga disana. Mereka bisa menebak bahwa itu adalah ulah dari ketiga orang di depan mereka.


Walau begitu, mereka tetap percaya diri bahwa ketiga orang ini tak bisa mengalahkan kepala keluarga Chu. Mereka percaya, ayah mereka sangat kuat. Tidak akan ada yang bisa mengalahkannya di kota Awan ini. Jadi tidak mungkin ketiga orang di depan mereka berani melakukan hal yang macam macam.


"Heh, sadarlah. Keluarga Chu kalian sudah hancur" ucap Yelu dengan tak acuh.


"Tudak mungkin! Kalian takkan bisa menghancurkan keluarga Chu kami" ucap wanita berumur 25 tahun.


"Sebenarnya apa tujuan kalian kemari?!", kesal pemuda 22 tahun.

__ADS_1


__ADS_2