Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
24 -Han Liangyi


__ADS_3

"heh, memangnya apa yang bisa kau lakukan?kau akan kalah dengan melawan kami berlima", Wang Shing memandang Liu Chen dengan merendahkan.


"oh ya?apa begitu?", Liu Chen langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Kejadian itu membuat kelima orang terkejut. Mereka melihat ke kanan maupun kiri, namun juga tak menemukan pemuda yang mereka incar.


Hingga sebuah teriakan mengagetkan mereka. Di hadapan mereka saat ini, Liu Chen terlihat memelintir tangan rekan mereka. Bahkan hingga suara tulang retakpun terdengar. "aaarrkkhh"


"a-apa yng kau lakukan pada teman kami?!", Wang Shing menatap Liu Chen dengan takut.


Liu Chen menaikkan salah satu alisnya. Iapun tersenyum, "aku hanya memberinya sedikit pelajaran berharga. Jangan pernah menggangguku atau kalian akan tau akibatnya"


"ka-kami minta maaf tu-tuan", Wang Shing dan teman teman yang ada dibelakangnya langsung terduduk ditanah dan menyatukan tangan mereka dengan takut,meminta pengampunan dari Liu Chen.


"aku akan memaafkan kalian", Liu Chen tersenyum dengan penuh arti.


"te-terimakasih tuan, kami takkan mengganggu anda lagi", ucap pria gendut.


"tapi...kalian akan kuberikan pelajaran sebentar, agar kalian tak bertindak sembarangan lagi di depan seseorang", ucap Liu Chen.


Liu Chen langsung menggerakkan kakinya ke atas dan langsung menghantamkannya ke punggung orang yang masih dipegang olehnya. Hantaman kaki Liu Chen ke punggunya membuat pemuda itu tergeletak dengan wajah mencium tanah. Ia langsung tak sadarkan diri, karna Liu Chen menggunakan kekuatan yang cukup kuat bagi orang biasa seperti pemuda yang merupakan teman Wang Shing ini.


Mendengar suara debaman itu, Wang Shing dan teman temannya yang masih tersisa mengangkat wajahnya dan melihat kearah suara debaman. Ketika melihat teman mereka yang tergeletak tak sadarkan diri, membuat mereka langsung menatap Liu Chen dengan ketakutan yang lebih tinggi lagi.


Liu Chen melemparkan pil pada Wang Shing dan teman temannya yang tersisa. Mereka menatap kearah Liu Chen seakan bertanya pil apa yang mereka pegang ini.


Liu Chen hanya mengatakan agar mereka meminum pil itu. Ia bahkan mengancam jika tidak meminum pil itu, maka dirinya akan membunuh mereka.


Mendengar hal tersebut, tentu membuat Wang Shing dan teman temannya langsung menurut. Mereka lngsung menelan pil tersebut.


"hehe, dengan begini...maka mereka takkan bisa menjerit", batin Liu Chen sambil tersenyum senyum sendiri.


"kalian mendekatlah padaku", Liu Chen menatap empat orang yang tersisa.


Keempatnya hanya menurut, karna jika tidak, mungkin pemuda ini akan membunuh mereka.


"kira kira siapa dulu ya?ah, lebih baik Wang Shing terakhir saja. Agar dia bisa melihat bagaimana teman temannya kesakitan. Hingga membuat Wang Shing ketakutan nanti, hahaha. Itu akan menyenangkan", batin Liu Chen sambil menatap teman teman dari Wang Shing.


Setelah berjam jam berlalu, kini hanya tinggal Wang Shing yang masih sadar. Teman temannya yang lain sudah pingsan. Ditubuh mereka tidak ada luka sama sekali.


Liu Chen memberikan teman teman Wang Shing siksaan yang kejam. Ia terkadang memotong motong jari mereka, bahkan ia memotong kaki maupun tangan. Bukan itu saja, Liu Chen akan memaksa mereka meminum pil miliknya yang dapat menyembuhkan semua luka. Juga dapat menumbuhkan tubuh mereka yang telah terpotong. Lalu Liu Chen akan kembali menyiksa mereka.


Ia beberapa kali memberikan mereka pil itu dan melakukan hal yang sama. Hingga membuat mereka seakan merasakan siksaan tanpa akhir. Hingga akhirnya mereka pingsan setelah berjam jam bertahan.


Ketika mereka tengah disiksa, mereka terus menjerit. Namun tak ada suara yang keluar dari mulut mereka. Jadi tidak ada orang yang mendengar suara teriakan mereka.


Kini Wang Shing terduduk dengan ketakutan yang sangat besar. Ia melihat bagaimana teman temannya disiksa dengan kejam. Bahkan ia menutup matanya, ia berharap pemuda yang diganggunya ini melepaskannya.


Tentunya Liu Chen takkan membiarkan Wang Shing begitu saja. Ia mendekat kearah Wang Shing. Liu Chen tersenyum puas melihat Wang Shing yang begitu ketakutan. Dalam hati, ia tertawa kejam.


"wah, wah, wah..ternyata kau sangat kejam ya?", terdengar sebuah suara dari atas.


Liu Chen mengarahkan tatapannya kearah suara. Dia dapat melihat seorang pemuda yang duduk di sebuah atap rumah. Dia duduk diatap rumah yang temboknya menjadikan tempat itu jalan buntu.


Pakaiannya berwarna hitam, dengan corak pakaiannya yang berwarna merah. Dia terlihat membawa pedang dipunggungnya.


Liu Chen menyipitkan matanya, dia tak mengenal pemuda tersebut, "siapa kau?apa kau berasal dari sekte aliran hitam?"


"teman, kenapa kau mengganggapku berasal dari sekte aliran hitam?apa karna pakaianku yang berwarna hitam hahaha", pemuda itu tertawa tanpa alasan yang jelas.


"orang aneh" batin Liu Chen sambil menatap pemuda itu.


Liu Chen tak lagi menghiraukannya, ia langsung mengarahkan tatapannya pada Wang Shing kembali. Liu Chen menyeringai, "sekarang giliranmu"


"hoi hoi, kau ini mengabaikanku" ucap pemuda yang berada diatap rumah.


"tck, apa yang sebenarnya dia inginkan?!" gumam Liu Chen. Ia tak mengalihkan tatapannya, ia masih tetap menatap kearah Wang Shing. Hingga akhirnya Liu Chen sadar,bahwa Wang Shing tidak bergerak sama sekali dari tempatnya. Bahkan tidak melakukan gerakan seinci pun.


Liu Chen menjadi aneh menatap kearah Wang Shing, hingga sebuah suara kembali terdengar. "kau penasaran bukan, mengapa dirinya tidak bergerak sedikitpun?hahaha, itu karna aku menghentikan waktu disekitar sini. Tidak akan ada yang melihat maupun bergerak dan berbicara ketika waktu berhenti, hahaha. Aku hebat bukan?wah, aku memang sangat hebat", pemuda itu membangga banggakan dirinya sendiri.


Liu Chen terkejut ketika mendengar bahwa pemuda itu menghentikan waktu disekitarnya. Liu Chen tak bisa membantah apa yang pemuda itu katakan, karna apa yang dikatakannya adalah kebenaran. Buktinya, tubuh Wang Shing tak bergerak seinci pun dari tempatnya.


Liu Chen menatap waspada kearah pemuda itu. "siapa kau sebenarnya?"


"haha, tenanglah kawan. Aku takkan menyakitimu, aku hanya ingin ikut denganmu"


"ikut?ikut denganku?apa maksudmu?"


"yah..bisa dibilang aku ingin ikut ke rumahmu untuk meminta makanan. Aku lapar, kau berikan aku makanan", pemuda itu menatap Liu Chen dengan wajah memelas.


Mata Liu Chen berkedut ketika mendengar ucapan pemuda ini, "kau pergi saja minta pada oranglain. Aku tak ada urusan denganmu. Sebaiknya jangan menggangguku dan kembalikan waktu disekitar sini sekarang juga!", ucap Liu Chen dengan tegas.


Pemuda itu melompat turun dari atap, dia langsung merangkul lengan Liu Chen dengan manja bahkan dia mengeluskan kepalanya ke pundak Liu Chen, "oh ayolah..kau tega sekali padaku, ayolah sayang"


Liu Chen langsung melepaskan rangkulan pemuda itu dengan kasar. Iapun langsung mundur untuk menjauh dari pemuda itu. Liu Chen menatap jijik pemuda dihadapannya, "kau ini menjijikan, jangan memanggilku seperti itu. Aku jadi ingin muntah"


"hahaha, kawan aku bercanda! Ayolah...ajak aku ke rumahmu. Maka aku akan mengembalikan waktu disini, bahkan aku akan membuat orang orang ini melupakan apa yang telah kau lakukan pada mereka"


Liu Chen berfikir sejenak, "boleh juga, yah..dilihat dari penampilannya..sepertinya dia tidak makan banyak seperti Quon"


"woah..!terimakasih kawan..!kalau begitu, ayo kita pergi secepatnya darisini"


"bagaimana dengan mereka?bukankah kau bilang akan menghilangkan ingatan mereka tentang apa yang kulakukan tadi?yah..walaupun sebenarnya aku belum membalaskan Wang Shing, namun aku cukup puas melihatnya yang sangat ketakutan tadi, hahaha", ucap Liu Chen sambil tersenyum sinis.


"aku sudah membereskan mereka. Kau tenang saja"


"heh, kapan kau menghilangkan ingatakan mereka?aku tak melihatmu yang bergerak seinci pun", Liu Chen menatap pemuda didepannya dengan penuh selidik.


"apa kau lupa, aku memiliki kekuatan menghentikan waktu. Hahaha, ayo cepat!"


Setelah berfikir sejenak, Liu Chen akhirnya mengangguk, "ayo..!tapi kau takkan makan banyak kan?"

__ADS_1


"haha, kau tenang saja...aku hanya makan sedikit...sedikit, tidak banyak"


"orang ini selalu tertawa tanpa alasan yang jelas. Semoga saja pilihanku adalah yang terbaik untuk membawanya" batin Liu Chen. Iapun mulai berjalan pergi, "ayo..!"


"ya, makanan..aku datang..!", pemuda itu mengikuti Liu Chen dari belakang.


Tak lama setelah kepergian kedua pemuda itu, waktu kembali berjalan dengan normal. Teman teman Wang Shing nampak mulai sadar, mereka pun duduk dan memegang kepalanya. "uh, apa yang terjadi?"


Wang Shing melirik kearah teman temannya, "hei, kenapa kita bisa ada disini? kenapa kita kemari?"


"entahlah, aku tidak tau. Aku tidak mengingat apapun mengapa kita kemari", jawab seorang teman Wang Shing.


"sudahlah, lebih baik kita pergi saja sekarang" ucap Wang Shing, lalu dijawab anggukan teman temannya. Walaupun mereka tak mengerti apa yang terjadi, namun dipikiran mereka terbayang samar sebuah sosok yang membuat mereka takut. Yang mereka pikirkan sebenarnya adalah Liu Chen.


"kau bilang waktu akan kembali normal. Lalu mengapa semua orang disini masih saja tak bergerak?" ucap Liu Chen, ia melihat kesekitar dan melihat beberapa orang yang terdiam ditempatnya.


"kau ingin aku mengembalikan waktu sekarang juga dan membuat mereka terkejut dengan kehadiranmu yang tiba tiba berada disini?"


"tidak juga..yasudah, setelah kita sampai dirumahku, kau harus mengembalikan waktu seperti semula"


"tenanglah..aku juga akan mengembalikan waktu. Namun sebelum itu, lebih baik kita melakukan sesuatu pada orang orang ini. Sepertinya akan menyenangkan, hihihi"


"apa yang ingin kau-"


Liu Chen berhenti berbicara ketika menoleh kebelakang dan tak melihat pemuda itu. Iapun melihat kekanan maupun kiri. Ketika melihat kearah kiri, Liu Chen dapat melihat pemuda yang dicarinya kini terlihat asik mencorat coret muka seorang pria.


"hahaha, bagaimana karyaku?bagus bukan?aku memang hebat!"


Di wajah pria yang dicoret coret mukanya menggunakan lumpur, terlihat bahwa dibawah hidungnya terdapat coretak lumpur membentuk kumis. Di kedua matanya juga membentuk kaca mata. Tak lupa, dihidungnya pun terdapat coretan lumpur.


"haha kau ini sangat hebat Liangyi, kau memang pintar!", ucap pemuda itu. Ia terus saja memuji dirinya sendiri.


"hei, apa yang kau lakukan?!" teriak Liu Chen.


"jangan mengganggu, aku ingin mencoba keahlianku terlebih dahulu"


Hanya dalam beberapa saat saja, Liu Chen dapat melihat bahwa bukan hanya pria itu saja yang dicorat coret wajahnya, namun semua orang disekitar mendapatkan hal yang sama.


Liu Chen langsung melihat kearah kiri dan kanan, "kau dimana?cepat kembali, jika tidak...maka aku takkan mengajakmu pulang dan kau takkan bisa makan!", teriak Liu Chen.


Tak lama setelah Liu Chen berteriak, terdengar sebuah suara dari belakang, "aku sudah kembali"


Liu Chen membalikkan tubuhnya dan melihat pemuda yang berjalan kearahnya dengan senyuman, "apa yang kau lakukan pada semua warga disini?!", kesal Liu Chen.


Mendengar ucapan Liu Chen, pemuda di depannya tertawa tanpa rasa bersalah, "aku hanya sedang memperlihatkan kehebatanku. Sudahlah, ayo cepat kita pulang!"


Liu Chen menghembuskan nafas panjang, "semoga dia tak membuat masalah yang lebih besar lagi"


Liu Chen langsung berlari menuju rumahnya agar pemuda itu tidak melakukan hal yang lebih dari ini.


"hei..!!tunggu aku..!!"


Setelah kepergian mereka, waktu disekitar para warga langsung kembali berjalan. Namun semua warga terkejut ketika saling memandang satu sama lain. Mereka tertawa ketika melihat wajah oranglain yang terlihat terdapat lumpur. Ada juga warga yang marah ketika tau wajahnya juga dicorat coret. Ada juga yang bingung dengan apa yang terjadi.


"heh, apa yang terjadi?!"


"wa-wajahku..!siapa yang melakukan ini?!"


"hahaha, kau terlihat lucu. Apa kau baru saja bermain lumpur?!"


Setelah beberapa waktu berjalan,akhirnya Liu Chen berhenti didepan rumahnya. Ia dapat melihat ibunya yang diam saja, "kembalikan seluruh waktu disekitar sini!"


"ah, baiklah..itu bukan masalah besar sama sekali"


Sekali jentrikan dari pemuda yang Liu Chen bawa, semua waktu yang berhenti langsung berjalan kembali.


Li Wei terlihat bergegas masuk kedalam rumah dan belum menyadari adanya Liu Chen maupun pemuda yang bersamanya.


"ayo masuk", Liu Chen mulai berjalan menuju rumahnya.


"aku Han Liangyi. Siapa namamu?", Han Liangyi mulai berjalan kembali mengikuti Liu Chen.


"namaku Chen. Jangan tanyakan nama margaku, karna aku takkan memberitaukannya padamu"


Liu Chen terus berjalan tanpa berbalik kearah Han Liangyi.


Karna Li Wei sudah masuk kedalam rumah, ia tak mendengar suara Liu Chen maupun Han Liangyi.


Han Liangyi berjalan dibelakang Liu Chen, "sudah berapa lama kau tinggal disini, um..?"


"Chen"


"ah, iya Chen. Sudah berapa lama kau tinggal di rumah ini?apa kau tinggal di sini sudah lama?atau mungkin dari kecil kau tinggal di sini?kau di sini bersama siapa Chen?"


"kau banyak sekali bertanya. Aku malas menjawabnya, lebih baik jangan banyak bertanya. Kalau tidak, kau akan kuusir"


"kau jahat sekali teman...mengusir aku yang tampan ini..kau akan menyesal karna mengusirku, para wanita lain pasti akan mendekatiku dan aku akan melupakanmu"


"memangnya aku peduli?itu urusanmu, bukan urusanku" ucap Liu Chen dengan acuh tak acuh.


Han Liangyi memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.


"astaga..perilakunya bahkan lebih buruk dari Quon" batin Liu Chen.


"ngomong ngomong, kenapa ku tidak bisa mengetahui tingkatannya?" batin Liu Chen sambil sedikit melirik kebelakang. Namun ia segera menghadap kembali kedepan kala Han Liangyi menatap kearahnya.


"ada apa kau menatapku tadi?apa sekarang kau sudah tau aku ini tampan ya?sehingga kau tak mau melepaskanku" ucap Han Liangyi sambil memainkan rambut poni nya.


"sepertinya apa yang kupikirkan memang benar, dia lebih buruk dari Quon. Kenapa orang orang disekitarku ini memiliki sikap yang menyebalkan? kebaikan apa yang kulakukan?" batin Liu Chen sambil menggelengkan kepala pelan.

__ADS_1


"ada apa Chen?" ucap Han Liangyi.


"tidak ada"


Mereka berduapun akhirnya masuk kedalam rumah. Disana ada Song Quon yang terlihat akan pergi keluar.


"eh? Chen, kau sudah kembali? aku tadi berniat untuk mencarimu" ucap Song Quon.


"memangnya ada apa mencariku?"


"tidak ada, eh? siapa dia Chen?", Song Quon melirik kearah Han Liangyi yang ada dibelakang Liu Chen.


"dia bukan siapa siapa" ucap Liu Chen dengan acuh tak acuh.


"kau jahat..kau selingkuh didepan ku? kau jahat sekali", Han Liangyi terlihat merajuk.


"eh?!", Liu Chen maupun Song Quon sama sama terkejut mendengar apa yang Han Liangyi katakan.


"siapa juga yang mau dengannya, aku adalah pria yang normal!", Liu Chen menunjuk Song Quon dengan kesal.


"aku pun sama. Lagi pula aku adalah pria normal!" ucap Song Quon yang juga protes dan kesal.


"aku bercanda, hahaha. Kalian serius sekali", Han Liangyi langsung tertawa.


"lain kali jangan bercanda seperti itu, jika kau tidak mau ku tendang" ucap Song Quon dan Liu Chen secara bersamaan. Mereka pun saling melirik. "kenapa kau mengatakan hal yang sama denganku?!"


Mereka kembali mengatakan hal yang sma, hingga membuat tawa Han Liangyi tambah keras.


"diam!", Liu Chen dan Song Quon menatap Han Liangyi dengan tajam.


"haha, baik baik. Tak perlu marah seperti itu", Han Liangyi terkekeh pelan.


"dari mana kau menemukannya?" bisik Song Quon pada Liu Chen.


"akupun tidak sengaja menemukannya. Dia kemari untuk meminta makan"


"makan?!" ucap Song Quon dengan suara keras. Ia langsung menatap Han Liangyi dengan tajam, "jangan coba coba memakan makananku nanti!"


"eh?", Han Liangyi terlihat kebingungan dengan sikap Song Quon.


"sudahlah, ayo kita duduk di ruang tamu. Ibu saat ini pasti sedang memasak", ucap Liu Chen sambil berjalan kearah ruang tamu.


"aku ikut, tunggu aku", Han Liangyi langsung mengikuti Liu Chen dari belakang.


"aku tidak bisa melihat tingkatan kultivasinya. Apa dia memiliki tingkatan yang berada diatas ku?atau dia memakai sebuah jurus yang membuat oranglain tidak dapat melihat tingkatan kultivasinya?" batin Song Quon sambil menatap punggung Han Liangyi yang terus menjauh dengan serius.


__________________________________


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jendral\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7


*Langit\=1-7


*Immortal


Tingkatan alkemis:


*Junior\=1-3


*Senior\=1-3


*Master\=1-3


*Grandmaster


Tingkatan senjata:


*Rendah


*Menengah


*Tinggi


*Langit


Tingkatan buku jurus:


*Rendah


*Menengah


*Tinggi

__ADS_1


*Puncak


__ADS_2