Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
66 -Kaisar Iblis


__ADS_3

Liu Chen dan penjaga akhirnya sampai di luar pintu markas. Disana, Liu Chen dapat melihat Zong Xian yang berdiri menunggu. "Ada apa kau kemari, ketua Haocun?", Liu Chen mengahampiri Zong Xian.


"Ketua Xun, ikut aku keluar sekarang. Ada seseorang yang ingin menemuimu. Aku tidak tau siapa dia. Tapi dia sepertinya mencarimu. Sebaiknya kau secepatnya menemui orang itu, sebelum dia melakukan hal hal yang tidak diinginkan" ucap Zong Xian dengan serius.


Liu Chen mengangkat sebelah alisnya. Iapun mengangguk, "Baiklah"


Liu Chen melirik kedua penjaga, "Kalian tetap disini dan jaga pintu masuk ini"


"Baik ketua Xun!" ucap keduanya.


Liu Chen kembali menatap Zong Xian, iapun mengangguk. "Ayo"


Zong Xian mengangguk. Dia dan Liu Chen pun langsung pergi ke atas.


Di luar gua, pria yang datang bersama Zong Xian masih menunggu. "Dia lama sekali. Bila dia membohongiku, maka akan kuhabisi dia setelah menyiksanya nanti" gumam pria itu.


Setelah beberapa menit kemudian, keluarlah dua orang pemuda dari dalam gua. Pria itu menatap kearah Zong Xian. Tatapannya pun terarah pada seorang pemuda yang ikut dengan Zong Xian. Ia menyipitkan matanya. Ia pun tersenyum.


"Aku sudah membawa orang yang anda ca.."


Zong Xian tidak melanjutkan ucapannya. Dia terkejut kala hembusan angin yang kuat menerpa tubuhnya dan langsung terdengar suara pukulan. Itu terjadi dekat dari dirinya.


Saat Zong Xian akan menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi, hembusan angin yang cukup kuat kembali terjadi hingga membuat pakaiannya berkibar. Zong Xian juga langsung menutup matanya.


Saat Zong Xian membuka mata dan melihat ke belakang, ia terkejut karna Liu Chen tak ada di tempatnya berada. "Chen! Kau dima.."


Lagi lagi Zong Xian menghentikan ucapannya kala merasakan sedikit hembusan hembusan angin yang terjadi di langit. Ia menatap kearah langit dan seperti ada sesuatu yang melesat cepat. Seperti dua kilat yang saling bertabrakan terus menerus dan berpindah pindah tempat.


"Apa itu? Apa Chen bertarung dengan pria yang kubawa itu? Kenapa aku tidak bisa melihat pergerakan mereka? Mereka terlalu cepat" gumam Zong Xian.


Liu Chen dan pria itu terus bertarung menggunakan pukulan maupun tendangan. Mereka juga terus berpindah pindah tempat dengan kecepatan yang sulit dilihat mata biasa. Setiap mereka saling berbenturan, maka akan tercipta angin kejut di sekitar. Mereka saat ini bertarung di udara agar tak menimbulkan kerusakan di hutan.


Liu Chen mengepalkan tangan yang dialiri oleh Qi dan langsung memukul kearah perut pria yang dilawannya. Namun tangannya segera ditangkis. Lalu kaki kanan lawan langsung terangkat, memberikan tendangan samping pada Liu Chen.


Melihat itu, Liu Chen segera menahan kaki kanan pria tersebut menggunakan kedua tangannya. Ia agak terdorong ke belakang karna menahan serangan lawan. Ketika lawan akan memberikan pukulan kearah Liu Chen, pemuda itu langsung membungkukkan tubuh ke depan. Sehingga pukulan hanya mengenai udara kosong.


Mereka kembali bertukar serangan, tangkisan, elakan dan serangan mereka terus lakukan di udara. Ekspresi mereka terlihat serius ketika bertarung.


Hingga akhirnya setelah puluhan menit bertarung, Liu Chen terkena terndangan samping membuatnya terjun ke permukaan tanah.


Boomm


Tanah tempat Liu Chen terjatuh menjadi cekungan yang besar. Tanah di sekitar cekungan menjadi retak. Dedebuan menutupi pandangan di sekitar.


Zong Xian melihat kearah langit. Disana hanya ada pria yang dibawanya. Menandakan bahwa yang terjatuh tadi adalah temannya. Mengetahui hal itu, Zong Xian segera pergi menuju Liu Chen yang terjatuh. "Chen!"


Pria itu menghilang di langit. Ia pun muncul di dekat dimana Liu Chen terjatuh.


"Uhuk.. Chen!", Zong Xian terbatuk karna dedebuan yang tebal itu. Ia menyipitkan mata agar dedebuan tidak masuk ke matanya.


Setelah beberapa saat, akhirnya dedebuan menghilang. Memperlihatkan seorang pemuda yang berlutut sambil memegangi perutnya. Dia adalah Liu Chen.


"Chen!", Zong Xian segera menghampiri Liu Chen setelah melihat pemuda itu. Zong Xian segera membantu Liu Chen berdiri, "Apa kau baik baik saja?"


"Ya" jawab Liu Chen dengan singkat.


Tak lama, seorang pria menghampiri mereka.


Melihat orang itu, Zong Xian menatap pria tersebut dengan marah. "Apa yang kau lakukan pada temanku?! Kenapa kau menyerangnya?!"


Pria itu tak mempedulikan ucapan Zong Xian. Ia berjalan mendekat kearah dua pemuda di depannya.


"Jangan mendekati temanku", Zong Xian segera berdiri di depan Liu Chen dan merentangkan tangannya.


Melihat hal itu, pria di hadapan Zong Xian tertawa, "Hahaha apa yang kau lakukan? Sebaiknya kau menyingkir sekarang juga"

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak akan menyingkir, kau pasti akan melukai temanku lagi. Seharusnya aku tak membawamu kemari, bila aku tau kau akan melukai temanku!", Zong Xian menatap tajam pria itu.


Liu Chen tersenyum melihat tindakan Zong Xian. "Tidak perlu menghalanginya, Xian"


Zong Xian melirik ke belakang, "Tapi dia akan melukaimu lagi, Chen"


"Gang'er kau memiliki teman yang baik" ucap pria itu.


Zong Xian menatap pria itu sambil mengerutkan kening, "Siapa yang dimaksud olehnya? " batin Zong Xian.


"Heh, pak tua kau masih saja hebat walaupun sudah berumur" ucap Liu Chen sambil tersenyum.


"Ehh?! Chen! Kau mengenalnya? Siapa dia?", kaget Zong Xian. Yang lebih mengejutkan dia adalah ketika mendengar Liu Chen mengatakan 'pak tua'.


"Huh, kau tidak sopan sekali. Dari dulu tidak juga berubah, selalu memanggilku dengan sebutan itu. Aku ini ayahmu" ucap pria itu sambil tersenyum menatap Liu Chen.


Zong Xian menatap Liu Chen dan pria di hadapannya secara bergantian. Di wajah mereka terdapat senyuman, membuatnya bingung. "Apa yang sebenarnya terjadi?!" ucapnya kesal. Karna tidak juga mengetahui apa yang terjadi.


Liu Chen menyentuh salah satu tangan Zong Xian yang direntangkan. "Xian, menyingkirlah sebentar"


"Tapi.."


"Tidak apa", Liu Chen menggelengkan kepala dan tersenyum.


Akhirnya Zong Xian menyingkir. Namun dia masih menatap tajam pria yang tadi dibawanya. "Jangan kau macam macam. Walaupun kau memiliki kekuatan lebih tinggi dariku, namun aku tidak akan membiarkanmu melukai temanku begitu saja"


Pria itu tak mempedulikan ucapan Zong Xian. Tatapannya masih pada Liu Chen yang berdiri di depannya sambil memegangi perutnya. Semakin berada di dekat Liu Chen, dia semakin yakin bahwa pemuda di depannya adalah anaknya. Ia pun langsung memeluk Liu Chen dengan erat. "Akhirnya kau kembali"


Perut Liu Chen saat ini masih terasa sakit. Ditambah pria dihadapannya memeluknya begitu erat. Namun Liu Chen menahan sakitnya dan membalas pelukan itu. "Bagaimana kabarmu pak tua?"


"Kau ini masih saja tidak sopan pada ayahmu ini", pria itu memukul punggung Liu Chen hingga membuat pemuda itu terbatuk.


"Uhuk.. Kau ini ingin membunuhku, ya? Pukulanmu menyakitkan" ucap Liu Chen.


Zong Xian terdiam dengan kebingungan. "Bukankah ayahnya adalah Kaisar muda dari kekaisaran Salju Putih yang pernah kutemui saat itu? "


"Heh, ternyata kau bisa menangis juga ya? Pak tua", Liu Chen tersenyum mengejek.


"Sudah kubilang panggil aku ayah" ucap pria itu.


"A-Chen, sebenarnya apa hubunganmu dengan orang itu?" ucap Zong Xian. Ia heran dengan hubungan temannya dengan seorang pria yang dibawanya tadi. Juga, ia merasa aneh dengan ucapan Liu Chen yang mengatakan 'pak tua'. Terlebih lagi, pria yang dibawanya tidaklah terlihat sepuh. Pria itu terlihat masih muda dengan wajah yang tampan. Lalu mengapa Liu Chen memanggilnya 'pak tua'?


Liu Chen menatap kearah Zong Xian, "Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku adalah pangeran iblis?"


Zong Xian berkedip beberapa kali. Tak lama, iapun terkejut mendengar ucapan Liu Chen. Bila seperti itu, berarti pria yang dibawanya adalah...


Kaisar iblis!


Liu Chen hanya tersenyum menatap Zong Xian. Iapun menatap Kaisar iblis dengan serius. "Aku ingin mengatakan sebuah kebenaran. Aku tidak peduli kau akan percaya ataupun tidak dan kau akan menerimanya atau tidak. Ini tentangku"


Melihat keseriusan Liu Chen, Kaisar iblis ikut serius menatap Liu Chen. "Kebenaran apa? Bukankah kau memang anakku? Aku bisa mengetahuinya. Aku bisa merasakannya bahwa kau memang anakku"


Liu Chen menghembuskan nafas, "Aku memang pangeran iblis. Tapi aku juga merupakan Liu Chen. Jiwa anakmu bersatu dengan diriku. Dantian miliknya, ingatan miliknya, sifat, energi, darah dan beberapa hal lainnya. Jadi tidak sepenuhnya aku merupakan pangeran. Karna aku juga adalah Liu Chen. Apa kau masih akan menerimaku? Aku memang pangeran. Namun aku juga Liu Chen, anak manusia..", Liu Chen menatap Kaisar dengan serius.


Iapun kembali melanjutkan ucapannya, "...Terserah apa jawabanmu. Namun, tolong jangan berperang lagi dengan ras manusia. Bila kau masih tetap akan berperang melawan manusia, maka aku akan berada di pihak manusia dan akan berperang melawan ras iblis"


Walaupun Liu Chen mengakui bahwa dirinya masih lemah dari pada Kaisar iblis, namun dia tidak akan diam saja bila manusia diserang oleh iblis dan dibantai oleh mereka.


"Apa kau ingat tentang kehidupanmu sebelumnya?" ucap Kaisar dengan serius.


Liu Chen mengangguk, "Dua minggu lebih yang lalu aku baru mendapatkan ingatan pangeran"


Kaisar iblis langsung memeluk Liu Chen, hingga membuat pemuda itu tersentak kaget. "Kau mengingat masa lalu mu, di dalam dirimu juga terdapat jiwa anakku. Jadi kau tetaplah Gang'er, anakku"


"Apa kau tidak marah padaku?"

__ADS_1


"Untuk apa aku marah padamu, Gang'er? Aku tetap akan menerimamu"


Liu Chen tersenyum dan membalas pelukan Kaisar. Setelah mendapat ingatan pangeran, sifat dan perilakunya memang agak berubah. Tapi itu tidak merubah semua sifatnya. Kekuatannya juga bertambah setelah mendapatkan ingatan pangeran. Dia juga sekarang bisa mengontrol elemen es miliknya.


Rasa kasih sayang pangeran pada Kaisar menempel padanya. Jadi Liu Chen merasa Kaisar seperti ayahnya. Bagaimanapun dia adalah dua jiwa yang disatukan dalam satu raga. Jadi semua perasaan kedua jiwa yang berbeda itu dapat dirasakan olehnya.


Zong Xian masih mematung di tempatnya. Ia masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya dan kenyataan yang ada di hadapannya. "Jadi.. Orang yang kubawa adalah.. Kaisar... Iblis "


Liu Chen dan Kaisar akhirnya melepaskan pelukan mereka.


"Bagaimana keadaanmu, Gang'er?" ucap Kaisar. Nama pangeran iblis adalah Xiao Gang.


"Aku baik baik saja. Ayah, jangan berperang dengan manusia dan jangan bermusuhan dengan mereka, aku mohon. Demi diriku, apa ayah akan melakukannya?" ucap Liu Chen dengan tatapan memelas.


"A-ayah?" gumam Kaisar. Jarang sekali pangeran mengatakannya dengan sebutan ayah. Biasanya pangeran selalu memanggilnya dengan sebutan 'pak tua' atau lainnya. Kaisar nampak terdiam, namun entah bagaimana di dalam hati dia sangat senang di panggil seperti itu lagi setelah sekian lama tidak mendengar kata itu.


"A-ayah, ada apa?" ucap Liu Chen.


Kaisar akhirnya tersadar dari lamunanya. "A-ah, iya?"


"Tolong berhenti bermusuhn dengan manusia dan jangan berperang dengan mereka, demi diriku. Apa ayah akan melakukannya?" ucap Liu Chen.


Kaisar iblis mengerutkan kening, "Mereka sudah membuatku berpisah denganmu, Gang'er. Bagaimana bisa aku melepaskan mereka begitu saja? Gara gara manusia, kau terbunuh saat itu"


"Tapi bukan manusia yang membunuhku saat itu ayah" ucap Liu Chen dengan serius.


"Lalu siapa lagi bila bukan mere..", Kaisar menghentikan ucapannya. "Elemen es:jarum es"


Seketika, tercipta sekitar 5 jarum es di sekitar Kaisar. Jarum es langsung melesat kearah dimana Kaisar menatap suatu tempat, yaitu di sebuah pohon besar.


Saat jarum es mengenai pohon, seketika pohon membeku dan tak lama langsung rubuh ke belakang. Seseorang keluar dari balik pohon.


Liu Chen dan Zong Xian terkejut dengan apa yang Kaisar lakukan. Mereka menatap kearah pohon yang terkena serangan. Disana mereka dapat melihat seorang pemuda yang mereka kenal.


"H-hai" ucapnya sambil melambaikan tangan dengan canggung.


Kaisar menatap dingin orang itu, "Siapa kau? Mengapa kau dari tadi terus disana?"


Liu Chen dan Zong Xian kembali terkejut mendengar ucapan Kaisar. Dari tadi? Tapi mereka tak merasakan kahadiran pemuda itu sejak tadi. Pemuda itu adalah Han Liangyi.


Awalnya Han Liangyi melihat Liu Chen pergi menuju pintu keluar bersama seorang penjaga pintu. Padahal saat itu masihlah waktu pelatihan. Han Liangyi pun menjadi penasaran.


Ketika sudah merasa bahwa Liu Chen sedang menaiki tangga untuk keluar markas, Han Liangyi pun menghentikan waktu dan keluar dari markas. Sebelum pintu gua menutup, ia segera keluar dari sana. Ia bersembunyi di pojok gua dan menghilangkan hawa keberadaannya.


Han Liangyi langsung menyusul ketika beberapa waktu Liu Chen dan Zong Xian mulai pergi keluar gua. Saat sampai di luar gua, bertepatan ketika Kaisar dan Liu Chen bertarung. Lalu Han Liangyi sembunyi agar yang lain tidak menyadari kehadirannya. dia juga menyembunyikan hawa keberadaannya.


Sebenarnya Kaisar sudah mengetahui kedatangan Han Liangyi ketika ia sedang bertarung melawan Liu Chen. Namun dia membiarkan hal itu terlebih dahulu. Tapi karna Han Liangyi tidak juga pergi, akhirnya Kaisar mulai membuat Han Liangyi keluar dari persembunyian.


"Liangyi! Kenapa kau bisa ada disini?!", kaget Liu Chen dan Zong Xian.


"Hehehe", Han Liangyi membalas dengan tawa canggung.


"Kau mengenalnya, Gang'er?" ucap Kaisar sambil menatap Liu Chen.


"Um.. Kurang lebih begitu. Dia temanku" ucap Liu Chen.


"Apa yang kau inginkan? Mengapa sejak tadi terus memperhatikan kami?" ucap Kaisar kembali menatap Han Liangyi dengan dingin.


Han Liangyi menatap Kaisar iblis, "A-ano, aku tadi hanya penasaran kemana Chen akan pergi. Jadi aku mengikutinya. Tapi tak disangka, ternyata dia menemui anda, Kaisar Xiao"


Nama Kaisar iblis adalah Xiao Gui. Biasa dipanggil Kaisar Xiao.


"Sebaiknya kau pergi sekarang juga" ucap Kaisar Xiao.


"E-eh, Kaisar Xiao, aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pada anda", Han Liangyi berucap dengan hati hati. Bagimanapun, iblis di depannya adalah seorang Kaisar. Apalagi tingkatan kultivasi Kaisar Xiao lebih tinggi dari dirinya.

__ADS_1


Kaisar Xiao mengerutkan keningnya, "Sesuatu apa itu hingga menurutmu itu sangat penting?"


__ADS_2