Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
87 -Pembicaraan II


__ADS_3

Liu Chen, Song Quon, Tao Mu dan Han Liangyi kini sudah bertemu. Mereka kini berjalan bersama melewati hutan. Setelah setengah hari berjalan, mereka sampai di perbatasan hutan dengan pohon wisteria.


Mereka takjub saat melihat banyaknya pohon wisteria ungu. Tempat itu terlihat sangat indah dan bukannya berbahaya.


"Eh? Itu apa?" ucap Han Liangyi. Iapun menunjuk sesuatu yang nampak melayang di dekat sebuah pohon wisteria.


Semuanya menatap kearah yang Han Liangyi tunjuk. Mereka langsung terkejut kala menyadari apa yang melayang itu. "Ikan.. Terbang?"


Mereka tak percaya ketika melihat ada seekor ikan yang hidup di darat. Apalagi, ikan itu bisa terbang.


"Bukan itu saja, lihatlah!", Tao Mu menunjuk kearah lain. Disana juga terlihat ikan terbang.


Han Liangyi berniat mendekati ikan terbang. Sehingga dirinya saat ini sudah berada di wilayah hutan wisteria. Saat Han Liangyi berjalan beberapa langkah untuk mendekati ikan, tiba tiba ikan itu hilang. "Eh? Kemana ikan itu?", iapun melirik ke kanan dan kiri. Namun tetap tak menemukannya.


Han Liangyi menjadi kesal. Padahal ia sangat penasaran dengan ikan terbang itu. Iapun mengepalkan tangan dan memukul ke depan. Ketika memukul, Han Liangyi dapat merasakan bahwa ia seperti memukul sesuatu dan benar saja, satu detik kemudian muncul ikan di tempat dimana Han Liangyi memukul. Namun ikan kali ini nampak mengembung.


"Wah! Bagaimana bisa ada ikan disini? Aku bahkan tidak merasakan kehadirannya sama sekali", kaget Han Liangyi.


Semakin lama, tubuh ikan itu semakin membesar. Melihat itu, membuat Han Liangyi merasa aneh dengan ikan di depannya. "Kenapa semakin lama ikan ini terlihat semakin besar? Apa ini hanya firasatku saja?"


"Liangyi, hati hati.. Sepertinya ada yang tidak beres dengan ikan itu" ucap Liu Chen. Ia dan yang lainnya masih belum masuk ke wilayah hutan wisteria.


Han Liangyi melirik ke belakang, "Aku juga merasa seperti it-"


Boomm


Belum selesai menyelesaikan kalimatnya, Han Liangyi langsung terpental. Karna ikan yang ada di depannya meledak begitu saja.


"Waaa!!", Han Liangyi terpental semakin kearah samping.


Ledakan yang dihasilkan ikan itu cukup besar. Hingga membuat sebuah cekungan sepanjang 5 meter. Setelah ikan itu meledak, muncul beberapa ikan yang memiliki tubuh sama dengan ikan yang baru saja meledak. Mereka melayang di udara dan memiliki tubuh yang mengembung.


"Kalian semua, menjauh dari sini" ucap Liu Chen.


"Bagaimana dengan Liangyi?" ucap Song Quon.


"Biarkan saja dia, karna dia akan baik baik saja. Ikan ikan itu sepertinya akan meledak seperti ikan pertama kali. Jadi jangan mendekati ikan ikan melayang itu" ucap Liu Chen.


Tao Mu dan Song Quon mengangguk. Mereka dan Liu Chen langsung mundur ke arah hutan.


"Tck, ikan sialan! Kau membuatku terlempar!", kesal Han Liangyi. Iapun mulai berdiri. "Huh?"


Sebuah ledakan beruntun mulai terjadi. Han Liangyi melebarkan mata. Ia berniat pergi dari sana, namun ledakan terlalu dekat dengannya.


Boom


Boom


Boom


"Waaaa!!", Han Liangyi terus terlempar ke berbagai arah. Cekungan tanah yang terjadi pada permukan tanah pun semakin banyak, karna ledakan beruntun itu.


Ledakan terus terjadi hingga puluhan menit. Setelah ledakan berakhir, nampak asap yang menutupi hutan wisteria.


Ketika sudah memastikan bahwa tidak ada lagi ledakan, Liu Chen, Song Quon, dan Tao Mu langsung kembali menuju perbatasan hutan dengan hutan wisteria ungu.


Mereka terkejut ketika melihat dampak yang terjadi. Terlihat bahwa tempat itu sangat kacau. Semua pohon wisteria di sekitar roboh bahkan ada yang berubah menjadi debu maupun kepingan kayu. Kini hutan wisteria berubah menjadi cekungan besar. Jika cekungan terus terisi air, kemungkinan cekungan itu menjadi danau yang cukup besar.


"Dampaknya.. Besar sekali.." gumam Song Quon. Ia tidak percaya bahwa ikan yang dapat melayang itu bisa meledak dan membuat dampak separah ini.


Di bagian tepi cekungan, nampak Han Liangyi yang berdiri. Sudut bibirnya mengeluarkan darah, rambutnya berantakan dan penuh debu. Begitupun pakaiannya. Di beberapa bagian tubuhnya juga terluka. "Sialan! Ungtung saja aku sempat melindungi tubuhku dengan Qi sebelum ledakan semakin besar mengenaiku tadi" gumamnya. Ia memiliki ekspresi kesal saat ini.


Liu Chen dan yang ainnya langsung menghampiri Han Liangyi. "Aku sudah bilang, tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi pada Liangyi" ucap Liu Chen dengan santai.


"Cih, kalau saja aku tidak segera melindungi tubuhku dengan Qi.. Maka aku bisa langsung mati", Han Liangyi menatap Liu Chen dengan kesal.


"Tapi kau bisa hidup lagi. Maka dari itu tadi aku membiarkanmu", Liu Chen tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Cih!"


Han Liangyi menjadi semakin kesal mendengar ucapan Liu Chen. Sementara Song Quon dan Tao Mu tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dua pemuda ini.


"Ikan tadi sangat berbahaya. Sepertinya mereka dapat menyembunyikan diri. Mereka menampakkan diri mungkin karna keinginan mereka sendiri atau dalam beberapa waktu tubuh mereka memang akan muncul dan bisa juga tidak terlihat. Aku bahkan tidak dapat merasakan kehadiran mereka.


Terlebih, kita sepertinya tidak bisa menyentuh ikan itu. Karna bila kita menyentuhnya, maka ikan itu akan meledak. Ledakan yang diakibatkan pun lumayan besar dan kuat" ucap Liu Chen dengan serius.


Song Quon dan Tao Mu mengangguk setuju. "Apa mungkin mereka hanya berada di hutan wisteria saja?" ucap Tao Mu.


"Lalu, bagaimana mungkin hutan yang kita gunakan untuk bersembunyi tadi tidak mendapat dampak apapun? Padahal sudah jelas, bila tadi ada beberapa ikan yang meledak di tempat yang sangat dekat dengan hutan" ucap Song Quon.

__ADS_1


"Sepertinya ada sesuatu yang membuat serangan tidak dapat mengenai hutan. Bisa saja, itu karna ada sebuah pelindung tak terlihat" ucap Liu Chen.


"Bisa saja", Song Quon mengangguk.


"Kalau begitu, kita segera pergi sekarang dari sini."


"Hei, kau tidak lihat kondisiku?" ucap Han Liangyi.


"Kau akan sembuh cepat atau lambat. Aku lupa membawa pil. Lalu, disekitar sini tidak ada tanaman obat. Jadi kau harus menyembuhkan lukamu sendiri" ucap Liu Chen dengan ketus.


Han Liangyi memanyunkan bibirnya, "Menyebalkan!"


"Ayo kita segera pergi," Liu Chen langsung berbalik dan pergi meninggalkan ketiga temannya.


Tao Mu langsung mengikuti Liu Chen. Bagaimanapun, dia harus melindungi pemuda itu.


"Mereka pergi.. Akupun akan pergi. Kau harus mengikuti kami dengan cepat," Song Quon langsung pergi juga meninggalkan Han Liangyi.


"Tck menyebalkan. Kenapa aku selalu saja ditinggal seperti ini?", keluh Han Liangyi. Iapun mulai mengikuti ketiga orang di depannya. Ia juga memulihkan dirinya perlahan.


"Maaf Liangyi, karna aku menyuruh agar kita segera pergi. Padahal lukamu cukup dalam. Namun ini juga untuk kebaikan kita semua" batin Liu Chen.


Mereka terus berjalan menuju hutan wisteria yang masih tersisa. Mereka kini tidak langsung masuk ke area tersebut. Karna tahu bahwa disana ada ikan melayang yang berbahaya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Disini juga ada ikan itu" ucap Han Liangyi. Ia dapat melihat seekor ikan melayang di udara yang berjarak beberapa meter darinya.


"Bila kita tidak bisa merasakan hawa keberadaan mereka, maka dengan penciuman bisa dilakukan" ucap Liu Chen. Iapun melirik Song Quon, "Apa kau mengerti?"


Song Quon menghembuskan nafas, "Aku mengerti"


Song Quon langsung menggunakan penciumannya untuk mendeteksi dimana ikan ikan melayang. "Ikuti aku", iapun langsung berjalan kearah samping.


Semua orang mengikuti Song Quon. Begitupun Tao Mu. "Siapa pemuda itu? Dia sepertinya memiliki penciuman yang tajam" batin Tao Mu.


"Terus ikuti jalan dimana aku lalui. Karna jika tidak-"


Belum sempat Song Quon menyelesaikan ucapannya, Han Liangyi berkata, "Aku.. Sepertinya mengenai sesuatu"


Mendengar itu, Song Quon menjadi kesal. Begitupun Liu Chen dan Tao Mu. Mereka pun melihat kearah Han Liangyi dan melihat bahwa di samping pemuda itu terlihat ikan yang mulai menggelembung.


Melihat hal tersebut, Song Quon segera berteriak. "Lari!", iapun langsung berlari.


"Ahk!", Han Liangyi terkena ledakan salah satu ikan. Iapun terjatuh dengan wajah mencium tanah.


Song Quon, Liu Chen dan Tao Mu sudah jauh dari Han Liangyi saat ini.


"Ahk! Kenapa harus aku lagi?!" teriak Han Liangyi.


Boom


Boom


Boom


Ledakan beruntun mulai terjadi. Liu Chen dan yang lainnya berlari sejauh mungkin dan berusaha mencapai ujung hutan wisteria ungu yang hanya tinggal berjarak beberapa meter lagi.


Setelah sampai di padang rumput luas, ketiganya menghela nafas.


"Kita selamat Li-", Liu Chen menghentikan ucapannya kala tidak melihat Han Liangyi. "Dia tertinggal!"


"Tidak ada yang bisa kita lakukan. Semoga arwahmu bisa tenang di alam sana, Liangyi. Walau kau menyebalkan, namun aku ini baik. Aku mendoakanmu agar kau bisa mati dengan tenang, doaku ini adalah doa yang terbaik" ucap Song Quon.


"Menurutmu doa itu adalah doa yang terbaik?" batin Liu Chen sambil menatap Song Quon dengan datar. Iapun menggelengkan kepala pelan.


Selama beberapa menit, ledakan akhirnya telah selesai. Tak lama, sebuah sosok keluar dari asap tebal yang menyelimuti hutan wisteria. Ia adalah Han Liangyi dengan pakaian yang nampak sangat kacau. Banyak sobekan dimana mana, juga darah. Pakaiannya nampak gosong. Wajahnya juga tertutup banyak debu hingga membuat wajahnya terlihat agak hitam.


"Kau ternyata selamat, Liangyi. Sudah kuduga kau akan selamat. Jadi aku mendoakanmu doa yang terbaik" ucap Song Quon sambil tersenyum.


Liu Chen menatap Song Quon dengan datar. Padahal pemuda di sampingnya ini mendoakan agar arwah Han Liangyi tenang dan sudah mengira Han Liangyi tewas. Namun setelah Han Liangyi kembali, pemuda di sampingnya ini mengatakan bahwa dia sudah menduga bahwa Han Liangyi masih hidup dan dia sudah mendoakan yang terbaik untuk Han Liangyi.


"Kenapa kalian terus meninggalkanku?!", kesal Han Liangyi. Ia langsung menyeka darah di sudut bibirnya sambil berucap.


"Salahmu sendiri. Kau tidak mengikuti langkahku tadi dan ledakan yang terjadi adalah karna salahmu. Jadi jangan protes bila kau tiba tiba di tinggal. Karna kami terlalu panik tadi, sehingga kami baru sadar bila kau menghilang" ucap Song Quon.


"Ugh..", Han Liangyi seperti akan terjatuh. Namun Liu Chen segera menangkap tubuhnya. "Bukankah kau adalah orang yang kuat? Lalu kenapa kau bisa terluka seperti ini hanya karna ledakan seperti itu?" ucap Liu Chen dengan nada mengejek.


"Ugh.. Ledakan itu bukanlah ledakan biasa. Di dalamnya terdapat kekuatan yang besar. Walaupun jangkauan satu ledakan hanya 5 meter. Maka dari itu aku terluka. Terlebih, aku tadi terkena beberapa ledakan sebelum menyelimuti tubuhku dengan Qi" jelas Han Liangyi dengan kesal.


"Ternyata disini adalah tempat yang cukup berbahaya. Awalnya tadi adalah ilusi. Lalu, baru saja tadi terjadi ledakan" ucap Song Quon. Iapun menghela nafas. "Sebenarnya apa yang ada di dalam hutan kabut darah dan apa kita masih di dalam hutan itu?"

__ADS_1


Semuanya saling berpandangan dengan pertanyaan Song Quon yang kedua. Apa mereka saat ini masih di dalam hutan kabut darah? Jika dilihat seksama, tempat ini berbeda dengan hutan kabut darah yang mereka lewati pertama kali.


"Sebaiknya kita istirahat dulu sekarang. Aku ingin memulihkan diriku dulu" ucap Han Liangyi.


"Baiklah" ucap Song Quon. Tao Mu pun mengangguk setuju. Ia juga sudah lelah. Jadi dia ingin beristirahat.


"Hah.. Baiklah", Liu Chen menghela nafas.


"Hm?", Liu Chen menggumam. Iapun melirik Tao Mu, tubuh iblis itu nampak bersinar.


"A- apa yang terjadi?" ucap Tao Mu, Song Quon dan Han Liangyi dengan terkejut dan heran.


Perlahan, cahaya mulai redup. Bersamaan dengan itu, kekuatan kultivasi Tao Mu meningkat. Yang asalnya tingkat bumi, kini dirinya sudah berada di tingkat langit bintang 3 dalam sekejap. Itu adalah satu bintang diatas Liu Chen yang saat ini berada di tingkat langit bintang 2.


"Kekuatanku.. Meningkat?!", kaget Tao Mu. Bukan hanya dia, namun Han Liangyi dan Song Quon pun demikian. Bagaiman bisa kekuatan Tao Mu meningkat begitu saja?


"Permintaan pertamanya untuk menjadi kuat.. Sudah.. Terkabulkan.." batin Liu Chen dengan tatapan kosong.


"..kalau begini, maka aku harus lebih ketat mengawasinya" batin Liu Chen.


Kini, sore akhirnya berganti malam. Mereka berencana untuk istirahat sampai pagi tiba.


Kini, yang berjaga adalah Liu Chen dan Song Quon. Awalnya Tao Mu ingin berjaga. Namun Liu Chen mengatakan agar dia istirahat saja. Tao Mu cukup sulit untuk menuruti ucapan Liu Chen yang satu ini. Namun akhirnya menuruti ucapan Liu Chen.


Sementara Han Liangyi duduk bersila dan memulihkan semua luka yang ada di dalam tubuhnya. Bukan hanya tubuhnya yang terluka. Namun roh nya pun terluka. "Tempat ini sangat berbahaya. Pantas saja tidak ada iblis tingkat bumi yang selamat setelah masuk ke dalam hutan kabut darah" gumam Han Liangyi. Iapun melanjutkan penyembuhan terhadap tubuh dan rohnya.


Liu Chen dan Song Quon duduk agak jauh dari Han Liangyi dan Tao Mu.


Song Quon melirik Liu Chen, "Kulihat, dari tadi kau terus memperhatikan iblis itu. Ada apa?"


"Aku.. Khawatir" ucap Liu Chen dengan lirih.


Song Quon menaikkan sebelah alisnya, "Apa yang kau khawatirkan? Dia baik baik saja"


Liu Chen menghela nafas. Iapun menatap Song Quon. "Aku takut dia bertemu 'itu'. Jika sampai dia bertemu dengan itu dan mengatakan dua permintaan lagi padanya.. Maka ia akan dalam bahaya"


"Itu? Itu, apa yang kau maksud?"


"Aku seperti tahu apa nama dari 'itu'. Namun aku tidak mengingatnya. Aku juga tidak tahu bagaimana bisa mengetahui tentang makhluk 'itu' secara tiba tiba"


Song Quon mengerutkan kening tak mengerti. "Apa kau bisa mengatakannya lebih jelas? Aku tak paham maksud dari ucapanmu"


"Makhluk 'itu' sangat berbahaya bagi manusia dan iblis. Juga, mungkin akan berbahaya bagi demonic beast yang sudah memiliki wujud manusia sepertimu"


Song Quon tambah tidak mengerti dengan apa yang Liu Chen katakan.


"Ah, sudahlah lupakan. Mungkin lain kali aku akan memberitahukannya", Liu Chen langsung menatap langit malam yang indah dengan banyaknya bintang bertaburan dan bulan sabit.


Song Quon mengangguk, "Bila sekarang kau tidak ingin mengatakannya, aku tidak masalah," Song Quon terdiam sejenak. Iapun mulai kembali bersuara, "Kau pernah mengatakan bahwa saat itu kau dibunuh oleh naga yang berubah menjadi manusia, bukan?"


Liu Chen mengangguk. Iapun kembali mengalihkan tatapannya pada Song Quon.


"Bila naga itu masih hidup dan mengincarmu, apa yang akan kau lakukan? Dan bagaimana kau akan mengalahkannya, Chen?" ucap Song Quon dengan serius.


"Hm.. Entahlah.. Dia pasti akan datang padaku, suatu saat nanti. Kapan dan dimana, aku tidak tahu. Jadi aku pun tak mungkin meminta bantuan pada ayah. Bila saja aku memiliki senjata yang sangat kuat, seperti pedang kaisar langit yang merupakan salah satu senjata tingkat langit, mungkin aku dapat mengalahlannya"


"Pedang kaisar langit.." batin Song Quon. "Aku baru mendengar ada nama senjata tingkat langit seperti itu. Sebenarnya apa kegunaan senjata itu?"


"Pedang kaisar langit adalah senjata terkuat diantara senjata tingkat langit lainnya. Sedikit saja kau terkena tebasan pedang ini, maka Qi mu perlahan akan terkuras habis.


Bukan hanya itu, namun energi kehidupanmu juga akan diserap sampai habis. Bisa dikatakan, tidak akan ada yang selamat bila sudah terluka karna pedang kaisar langit. Mereka hanya akan mendapat kematian.


Bila kau tidak hati hati saat memegangnya, bisa saja kau tergores oleh ketajaman pedang itu. Pedang kaisar langit juga akan memberikan kekuatan yang sudah diambilnya kepada pemegang dirinya. Sehingga orang yang memegang pedang itu pasti akan menjadi orang yang sangat kuat.


Pedang kaisar langit tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. Hanya Kaisar iblis dan semua keturunannya yang dapat memegang senjata itu. Tapi, walau aku mengatakan bahwa pedang itu dapat dipegang oleh Kaisar iblis dan keturunanya, belum tentu pedang itu dapat mengeluarkan kemampuannya.


Pedang kaisar langit akan mengeluarkan kemampuannya bila ia mengakui pemegang dirinya adalah orang yang kuat. Bila itu adalah orang lemah, maka pedang kaisar langit hanya akan menjadi pedang biasa dan ia tidak akan mengeluarkan kemampuannya" jelas Liu Chen.


Song Quon terkejut, "Bila kemampuannya sedahsyat itu, kenapa tidak ada orang di dunia manusia yang mengetahui tentang pedang itu sama sekali?"


"Karna pedang kaisar langit adalah rahasia ras iblis. Pedang itu juga berada di dunia iblis, tepatnya di bawah tanah istana. Letak pedang itu hanya diketahui oleh Kaisar dan aku yang masih hidup. Oh ya, Jenderal Ding pun tahu. Lalu, Kami tidak mungkin memberitahukan tentang pedang itu pada orang lain" ucap Liu Chen dengan santai.


"Bila begitu, kenapa kau malah memberitahukannya padaku?"


"Karna kau adalah teman baikku dan aku percaya padamu", Liu Chen tersenyum.


Song Quon tersenyum, "Terimakasih karna kau mau menjadikanku temanmu dan terimakasih sudah percaya padaku"


Liu Chen membalas dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2