Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
47 -Kaisar Muda


__ADS_3

"Sepertinya ras iblis sudah mengetahui tentang kita. Bila kita memakai jubah ini lagi, maka tak ada gunanya. Karna mereka kemungkinan sudah tau bahwa kita memakai jubah seperti ini" ucap Liu Chen. Kini ia dan yang lain berkumpul di dalam gua. Mereka akan membahas tentang rencana ke depannya.


"Kalau begitu, kita tingkatkan kekuatan kita saja terlebih dahulu selama setahun. Jika kita tidak pergi ke kota atau desa selama setahun, mungkin mereka sudah lupa dengan jubah yang dipakai oleh kita" ucap Zong Xian.


"Tapi bagaimana bila mereka masih mengingatnya?" ucap Song Quon.


"Bila mereka masih mengingatnya, maka kita jangan pergi ke desa dan kota disini selama 2 tahun. Bila mereka masih mengingatnya juga, kekuatan kita sudah bertambah. Jadi kita setidaknya bisa melarikan diri dari mereka. Lagi pula, Qi yang ada di dunia ini sangat tebal menurutku" ucap Zong Xian.


"Kalau begitu, kita harus mengajarkan Tuoli dan Ying terlebih dahulu cara menyerap Qi alam secara langsung. Karna mereka tidak bisa melakukan itu. Mereka hanya bisa menyerap Qi dari inti demonic beast" ucap Song Quon.


"Memangnya kau sudah bisa, saudara Quon?" ucap Feng Ying.


"Tentu saja bisa. Kita akan meningkatkan kekuatan secara bergantian untuk berjaga" ucap Song Quon.


"Selain meningkatkan kekuatan dengan menyerap Qi secara langsung dari alam, kita juga harus memiliki sumber daya yang banyak agar cepat menaikan kultivasi. Sementara saat ini, kita tidak memiliki inti demonic beast ataupun sumber daya lainnya.


Aku bisa saja membuat pil yang dapat mempercepat kultivasi. Namun bahan yang dibutuhkan sangat sulit dicari" ucap Liu Chen.


"Huft..kalau begitu, bagaimana bila kita berburu saja terlebih dahulu dan mengumpulkan inti demonic beast?" ucap Zong Xian.


"Kau kira berburu demonic beast di dunia ini mudah? Demonic beast yang ada disini memiliki kultivasi yang tinggi. Berbeda dengan di dunia kita. Di dunia ini, demonic beast paling lemah berada di tingkat grandmaster" ucap Liu Chen.


"Bukankah itu semakin bagus? Semakin kuat demonic beast, maka semakin tebal juga Qi yang ada pada inti mereka" ucap Zong Xian.


Liu Chen menatap Zong Xian, "Aku hanya khawatir bila kita ternyata menemukan demonic beast dengan tingkat yang tinggi dan kita tidak bisa mengalahkannya. Maka kita bisa saja mati"


"Tenang saja, kita hanya perlu melarikan diri dari demonic beast itu ataupun menghindari mereka" ucap Zong Xian dengan entengnya.


"Kau pikir mudah melarikan diri dari mereka?"


"Kita hanya perlu menjauh saja dari mereka dan jangan menemui mereka"


"Kau terlalu meremehkan demonic beast yang ada disini"


"Haih..lupakan saja, aku sudah bilang kita hanya perlu mencari demonic beast yang kultivasinya berada di bawah kita. Lalu bila menemukan demonic beast yang kultivasinya diatas kita, kita hanya perlu menjauh darinya"


Liu Chen menghela nafas, "Huft..percuma saja menjelaskannya padamu, Xian. Kau keras kepala. Yasudahlah, aku setuju saja dengan ide mu untuk berburu demonic beast"


Zong Xian tersenyum dan mengangguk. "Kalau begitu, mari kita mulai bersiap sekarang juga" ucapnya dengan semangat.


Yang lain mengangguk mendengar ucapan Zong Xian.


Hari hari terus berlalu begitu cepat. Yang dilakukan mereka selama setengah tahun ini adalah memburu demonic beast untuk mengumpulkan inti demonic beast itu.


Waktu terus berlalu, hari ke bulan dan bulan ke tahun. Kini sudah sekitar 1 tahun lebih mereka semua berada di hutan. Kekuatan mereka juga bertambah. Karna terus berkultivasi dengan menyerap Qi langsung dari alam, juga dari inti demonic beast yang mereka dapatkan. Mereka sudah selesai berkultivasi dari kemarin.


Saat ini, mereka berenam berkumpul di dekat sebuah pohon besar yang memiliki dedaunan rindang.


"Aku sudah naik belasan bintang karna berkultivasi disini" ucap senang Feng Ying. Awalnya ia hanya berada di tingkat master, namun kini ia sudah berada ditingkat jenderal.


"Bukan hanya kau saja, aku juga meningkat" ucap Lu Tuoli senang. Ia juga awalnya hanya berada ditingkat master. Namun kini ia sudah berada di tingkat jenderal.


Qi alam sekitar memang padat. Apalagi mereka juga berkultivasi menggunakan inti demonic beast yang dimana inti itu mengandung Qi yang cukup tebal. Karna demonic beast yang mereka dapatkan ada di tingkat grandmaster sampai jenderal.


Mereka juga pernah bertemu dengan demonic beast tingkat bumi. Namun mereka segera lari karna menyadari bahwa mereka takkan menang melawan demonic beast itu. Ungtungnya demonic beast itu sudah kenyang karna sudah memakan banyak demonic beast yang lain. Jadi demonic beast tingkat bumi tidak mengejar mereka.


Liu Chen yang awalnya berada di tingkat kaisar bintang 8, kini dia hanya naik 1 bintang. Sebab, semakin tinggi tingkat kultivasi seseorang, semakin sulit juga untuk meningkatkannya.


Zong Xian juga awalnya berada di tingkat kaisar bintang 8. Namun kini hanya naik 1 bintang. Lalu Zhang Jiangwu yang awalnya berada ditingkat kaisar bintang 9, sudah naik menjadi tingkat bumi bintang 1.


Song Quon sendiri, tidak naik satu bintang pun. Karna kultivasinya sudah tinggi dan sangat sulit meningkatkannya. Jadi, yang terkuat diantara mereka berenam tentunya Song Quon. Karna pemuda itu berada ditingkat bumi bintang 2.


Liu Chen menghela nafas kecewa, "Huft..aku hanya naik satu bintang saja"


Zong Xian pun nampak memiliki ekspresi yang sama dengan Liu Chen. Ia juga cukup kecewa dengan peningkatannya. "Huft..aku juga hanya naik satu bintang saja. Sangat sulit untuk menaikkan kultivasi saat ini. Kau berada ditingkat apa Jiangwu?", Zong Xian melirik kearah Zhang Jiangwu. Ia penasaran dengan pencapaian pemuda itu.


"Bumi pertama"

__ADS_1


Baik Zong Xian, Liu Chen, Feng Ying dan Lu Tuoli terkejut. "Apa itu benar?!" ucap mereka secara bersamaan.


Lu Tuoli dan Feng Ying dapat mengetahui lanjutan dari tingkat kultivasi karna setiap anggota kelompok topeng bayangan memang sudah diberitaukan hal seperti ini.


Zhang Jiangwu hanya mengangguk.


"Aku jadi iri padamu. Kau sudah mencapai tingkat bumi. Sementara aku baru saja tingkat kaisar" ucap Zong Xian.


Liu Chen mengangguki ucapan dari Zong Xian. Ia juga ingin segera mencapai tingkat itu.


"Aku tidak akan tertinggal darimu, Jiangwu. Aku pasti akan menyusulmu mencapai tingkat itu" ucap Liu Chen.


"Aku juga! Aku tidak akan kalah darimu!" ucap Zong Xian.


Liu Chen tiba tiba mengerutkan keningnya, "Bukankah sekarang hampir 2 tahun? Kaisar iblis akan segera bangkit. Kita harus segera pergi dari dunia ini. Sebelum kita tidak bisa pergi dari sini selamanya"


Zong Xian mengangguk. "Kita harus segera pergi dari sini sekarang. Tapi bagaimana caranya?"


"Kita harus mencari rumah kosong itu dulu Quon. Tapi dimana rumah itu? Kita muncul di tempat yang berbeda dari saat kita masuk ke dunia ini pertama kali. Kita juga tidak mengetahui arah", Liu Chen menatap kearah Song Quon.


"Kurasa tempat kita berada sekarang ini tidak terlalu jauh dari desa saat itu" ucap Song Quon.


"Bagaimana kau bisa mengetahui hal itu? Aku bahkan tidak mengetahuinya", Liu Chen mengerutkan kening sambil menatap Song Quon.


"Bukankah saat itu aku pernah bilang bahwa aku pergi mencari informasi agar dapat keluar dari dunia ini? Disaat itulah aku tak sengaja melihat tempat ini dari jarak yang cukup jauh" ucap Song Quon.


Liu Chen mengangguk. Iapun berkata, "Lalu apa kau mengingat dimana tempat kau berada, saat melihat tempat ini dari jauh?"


Song Quon mengangguk, "Walaupun sudah cukup lama, namun aku mengingatnya. Kita bisa pergi sekarang. Kita akan aman bila berangkat pada malam hari"


Liu Chen mengangguk, "Kalau begitu, kita akan segera pergi sekarang. Bagaimana?", ia menatap satu persatu temannya.


Semuanya mengangguk setuju dengan Liu Chen.


Mereka pun mulai berangkat dengan Song Quon sebagai pemandu jalan. Lagi pula, dia yang mengetahui jalan menuju rumah kosong dimana tempat mereka bisa kembali ke dunia mereka berasal.


Mereka terus berjalan pada malam hari dengan diterangi oleh cahaya bulan. Walaupun bulan tidak utuh sepenuhnya, namun itu cukup menerangi para pemuda ini.


Langit terlihat menunjukkan pagi akan datang. Hingga mereka dapat melihat jelas bangunan yang ada dihadapan mereka saat ini.


Sebuah rumah dengan ukuran sedang, yang nampak sudah kosong dan tidak terurus. Banyak tanaman rambat yang menutupi rumah.


"Apa itu rumah yang kau maksud, saudara Quon?" ucap Feng Ying sambil menunjuk bagian rumah.


Song Quon mengangguk. "Karna aku sudah memiliki tokennya, jadi kita tidak perlu mencari nya lagi"


Mereka mulai berjalan mendekat ke dalam rumah. Suasana terasa tidak mengenakkan. Mungkin itu karna rumahnya yang terlihat sudah tua.


Mereka pergi ke bagian tengah ruangan. Disana ada sebuah meja.


Song Quon segera mengambil sebuah token dan langsung menempelkannya pada meja. Seketika, terbentuklah portal di dekat mereka.


"Ayo kita segera masuk. Sebelum portal menghilang, bila itu terjadi maka kalian tidak akan bisa kembali" ucap Song Quon. Iapun mulai melangkahkan kakinya menuju portal. Begitupun yang lainnya mulai mengikuti pemuda itu.


Di tempat Jenderal besar, Ding Bang. Setelah beberapa waktu Liu Chen dan teman temannya masuk ke dalam portal.


Seorang iblis tiba tiba masuk ke dalam ruangan. Ia langsung berlutut, "Hormat Jenderal Ding. Saya sudah melihat bahwa manusia manusia itu telah keluar dari sini. Kekuatan mereka saat ini juga sudah meningkat. Namun itu tetap tidak akan bisa mengalahkan kita"


"Kita lihat apa yang akan terjadi setelah itu. Ikuti mereka dan tetap awasi. Kau bisa pergi" ucap Jenderal Ding Bang.


"Baik Jenderal Ding. Saya pamit undur diri", iblis itu pun berdiri kembali dan pergi dari ruangan.


"Apa kalian sudah menemukan manusia yang menipu kita itu?" ucap Jenderal Ding Bang.


"Bawahan kami tidak menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan manusia itu. Dia sangat hebat dalam bersembunyi. Dia akan sulit ditemukan" ucap Jenderal Jing Mi.


"Sepertinya manusia yang menipu kita bukanlah orang biasa. Nyatanya dia dapat bersembunyi dari kita dengan waktu cukup lama. Apa kalian tau siapa dia sebenarnya?"

__ADS_1


"Maaf jenderal Ding. Kami tidak mengetahui hal lebih lanjut tentang manusia itu" ucap seorang iblis wanita yang berdiri di belakang Jenderal Ding Bang.


"Baiklah tidak masalah. Lalu bagaimana dengan pasukan yang kita miliki?"


"Kita memiliki banyak pasukan yang mencukupi untuk memusnahkan semua manusia yang ada di dunia itu. Apalagi dengan adanya Kaisar yang akan segera bangkit, kita akan menang dengan mudah" ucap Jenderal Jing Mi.


"Meski begitu, kita tidak boleh meremehkan mereka. Bila tidak, maka kita akan kalah dalam perang seperti 1.000 tahun lalu" ucap Jenderal Ding Bang.


"Kami mengerti Jenderal Ding!", ucap ketiga iblis yang berdiri dibelakang Jenderal Besar.


Liu Chen dan teman temannya pergi menuju tempat tinggal Liu Chen. Karna pemuda itu ingin melihat keadaan kedua orangtuanya. Ia agak khawatir dengan mereka. Firasatnya mengatakan untuk segera menemui mereka.


Zong Xian, Zhang Jiangwu, Lu Tuoli dan Feng Ying pun tidak keberatan dengan hal itu. Padahal mereka bisa saja pergi lebih dahulu ke markas. Namun mereka tidak melakukannya.


Membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai di desa tanpa nama. Mereka tiba disana pada saat sore hari. Keadaan sekitar sudah sepi saat sore.


"Kenapa disini sepi? Apa tempat ini memang selalu sepi ketika sore?" ucap Lu Tuoli.


Liu Chen mengangguk, "Yah..begitulah"


Saat sampai didekat rumahnya, ia dapat melihat bahwa kedua orangtuanya berada diluar. Bukan itu yang menjadi pusat perhatian dari Liu Chen. Namun beberapa orang yang mengacungkan pedang kearah orangtuanya.


Liu Chen langsung berteriak, "Siapa kalian?! Kenapa mengganggu orangtuaku?!", ia pun berlari mendekat dan kini berdiri dihadapan kedua orangtuanya.


"Chen'er" ucap Liu Hongli dan Li Wei.


Teman teman Liu Chen segera mendekat kepada Liu Chen.


Liu Chen menatap tajam orang orang dihadapannya. Dia dapat melihat bahwa orang orang ini tidak memiliki niat yang baik.


Orang orang itu langsung menurunkan senjatanya dan menatap Liu Chen. "Sebaiknya kau tidak menghalangi kami. Kami memiliki urusan dengannya", salah satu orang menunjuk Liu Hongli.


Liu Chen melirik kearah yang ditunjuk. Iapun kembali melihat ke depan, "Ada urusan apa kalian dengan ayahku?" ucapnya dengan penuh penekanan pada kata.


"Hoo..jadi kau adalah anaknya?"


Setelah mengatakan hal itu, orang yang berada paling depan langsung mengacungkan pedangnya tepat di leher Liu Chen. Ia pun menatap kearah Liu Hongli, "Apa kau akan ikut dengan kami..atau kau ingin menyaksikan kematian anakmu?"


"Chen'er" ucap Li Wei.


Liu Hongli menggertakkan giginya, "Apa kalian adalah orang orang suruhan kakak pertama?"


Salah satu orang langsung menjawab, "Ya, kami adalah orang suruhan pangeran pertama. Anda sebaiknya segera ikut dengan kami secara baik baik"


Tiba tiba saja, kesepuluh orang dihadapan Liu Chen terdiam membeku. Mereka bahkan seperti ketakutan.


"Cih, sebaiknya katakan apa tujuan kalian mencari ayahku?" ucap Liu Chen menatap tajam orang yang mengacungkan pedang padanya.


Karna tekanan yang diberikan Liu Chen, kesepuluh orang itu langsung berlutut, tidak kuat menahan kekuatan yang menerpa mereka.


Liu Hongli dan Li Wei nampak heran melihat orang orang dihadapan mereka yang tiba tiba saja berlutut. Karna mereka tidak merasakan tekanan apapun.


Orang yang mengacungkan pedang pada Liu Chen segera menurunkan pedangnya. Karna dia jatuh berlutut. Dia pun segera berkata dengan kesulitan, "Ka-kami hanya diperintahkan oleh pangeran pertama untuk membawa Kaisar muda. Pangeran pertama ingin Kaisar muda menyatakan dirinya untuk menyerahkan gelarnya pada pangeran pertama"


"Cih, dia awalnya ingin menghabisiku. Tapi sekarang? Dia ingin aku menyerahkan gelarku? Apa dengan kepergianku, dia tidak juga puas?!" ucap Liu Hongli kesal.


Teman teman Liu Chen mengerti apa yang sedang dibicarakan saat ini. Ketika mendengar itu pun, mereka terkejut dan secara bersamaan menoleh kearah Liu Chen.


Liu Chen membalikkan tubuhnya dan menatap Liu Hongli (Ayahnya). "Apa maksud ayah?" ucapnya dengan terkejut. Ia secara tiba tiba langsung menghilangkan tekanan yang menerpa kesepuluh orang itu.


Akhirnya kesepuluh orang suruhan pangeran pertama bisa bernafas lega. Mereka kembali berdiri dan menyarungkan pedang masing masing.


Liu Hongli menghela nafas. Iapun menatap putra keduanya ini. "Ayah sebenarnya adalah Kaisar dari benua utara. Namun ayah pergi dari sana dan pergi ke benua timur ini. Alasannya karna kakak pertama mengincarku dan ingin membunuhku.


Beberapa kali aku mendapat berita bahwa pasukan kekaisaran dari benua utara datang kemari dan mencari ku. Mereka adalah orang orang yang ayahku perintahkan untuk mencariku.


Namun karna aku datang kemari tanpa memberitaukan margaku pada oranglain, maka tidak ada orang yang mengetahui bahwa aku adalah kaisar benua utara dan hanya Wei'er yang mengetahuinya. Sudah bertahun tahun ayahku mencariku di benua ini. Namun mereka akhirnya menyerah setelah cukup lama mencariku dan tak menemukanku.

__ADS_1


Seharusnya kakak pertama senang, bukan? Karna aku pergi. Lalu kenapa dia mencariku lagi? Seharusnya dia langsung ditunjuk menjadi Kaisar dan menggantikanku", tatapan Liu Hongli pun terarah pada sepuluh orang suruhan pangeran pertama.


Salah satu dari kesepuluh orang itu berkata, "Tidak ada yang bisa menggantikan Kaisar muda. Karna Ayah anda mengatakan bahwa tidak ada yang boleh menggantikan Kaisar muda sebelum Kaisar muda sendiri yang menyerahkan gelar 'Kaisar' anda"


__ADS_2