
Liu Chen menyentuh luka di pipinya. Ia pun melihat tangannya yang berdarah setelah menyentuh pipinya. Ia langsung tersenyum sambil menatap orang di hadapannya, "Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Apalagi orang yang melukaiku ternyata adalah kau, Yong (Wu Anming)"
Semua anggota masih terdiam di tempatnya. Semua rasa sakit yang mereka terima bahkan seakan tak terasa. Pandangan mereka masih terpaku pada Liu Chen. Tepatnya, luka yang ada di pipinya.
Wu Anming dapat menyerang dari bawah tanah karna dibantu oleh Xing Fu yang merupakan orang dengan elemen tanah. Wu Anming mulai masuk ke dalam tanah ketika Xing Fu membuat kubah tanah untuk menutupi apa yang akan dilakukan Wu Anming. Xing Fu membantu Wu Anming dengan membuatkannya jalur bawah tanah.
Lalu, saat Wu Anming keluar dari bawah tanah dan menyerang Liu Chen, ia menggunakan elemen petir untuk mempercepat gerakan. Ia hanya bisa menggores pipi Liu Chen, karna pemuda itu sempat menghindar tadi. Bila Liu Chen tak dapat menghindar sama sekali, maka Liu Chen akan mendapatkan luka yang lebih dari pada goresan itu.
Berbagai serangan yang mereka lakukan tadi, sebenarnya hanyalah untuk pengalihan. Walaupun resikonya akan banyak yang terluka, tapi mereka tetap melakukannya. Hingga akhirnya, kerja keras dan usaha yang mereka lakukan membuahkan hasil. Seperti sebuah ungkapan bahwa usaha takkan mengkhianati hasil.
Jenderal Lin Tian dan Jenderal Xi Wang langsung menghampiri Liu Chen dengan cepat cepat.
"Apa anda baik baik saja pangeran?" ucap cemas Xi Wang.
Liu Chen melirik kedua Jenderal itu, "Aku baik baik saja. Lagi pula, ini hanyalah luka kecil. Kenapa kalian sampai secemas itu? Apa kalian takut Kaisar akan marah?", ia tersenyum.
"Tentu Kaisar akan marah pada kami. Bila pangeran terluka" ucap Lin Tian.
"Haih.. Ini hanyalah luka kecil", Liu Chen menyembuhkan lukanya menggunakan Qi dan hanya beberapa detik, lukanya langsung menghilang tanpa bekas. Seakan tak pernah ada luka disana.
"Kalian kembali saja ke pojok ruangan atau keluar dari ruangan ini, itu terserah kalian. Yang terpenting jangan menggangguku" ucap Liu Chen.
"Kami akan menunggu di pojok ruangan saja, pangeran", keduanya kembali diam di pojok ruangan. Selama mereka menemani Liu Chen melatih anggota kelompok, mereka memang hanya diam di pojok ruangan. Mereka terlihat seperti pajangan saja.
Liu Chen langsung menatap kearah para anggota di depannya. Ia terkejut karna melihat wajah mereka yang agak pucat. "Hei, ada apa dengan kalian?"
Mendengar suara itu, semua anggota langsung mengambil nafas dengan terburu buru. Karna saking terkejutnya, mereka lupa bernafas tadi.
Melihat itu, Liu Chen menggelengkan kepala dan tersenyum. "Tidak sia sia aku menemani kalian berlatih selama sebulan ini. Akhirnya latihan ini membuahkan hasil"
Liu Chen pun akhirnya membagikan pil untuk setiap orang sesuai dengan luka yang mereka dapatkan. Setelah satu jam istirahat, semua orang sudah berbaris rapi menghadap Liu Chen.
"Baiklah, aku akan membagi kalian menjadi 4 divisi. Setelah ini, pelatihan yang sebenarnya baru 'lah dimulai" ucap Liu Chen.
Semua orang terkejut. Bukankah berarti melawan Liu Chen selama ini bukan latihan sebenarnya? Lalu bagaimana latihan yang harus mereka lakukan?
Liu Chen menatap mereka dengan tegas, "Empat divisi yang kukatakan adalah divisi penyerang, divisi pertahanan, divisi pembunuh dan divisi informasi. Setiap divisi akan melakukan latihan yang berbeda. Lalu apa kalian ingin tau, apa maksud dari latihan selama sebulan ini?"
Semua orang mengangguk.
"Itu dilakukan agar aku bisa menempatkan kalian pada divisi yang sesuai. Seperti orang yang menyerangku secara diam diam saat bertarung, maka dia akan ditempatkan pada divisi informasi maupun divisi pembunuh.
Lalu orang yang lebih kuat pada saat menyerang, maka aku akan menempatkannya pada divisi penyerang. Bila orang itu lebih kuat pada pertahanan, maka aku akan menempatkannya pada divisi pertahanan.
Orang dengan divisi informasi dipilih berdasarkan pengamatan kalian pada cara bertarung yang kulakukan dan cara pengumpulan infomasi yang berguna tentangku agar bisa melukaiku saat bertarung.
Selama sebulan ini, aku mengamati semua keahlian yang kalian miliki. Cara bertarung, kemampuan, perilaku kalian, semua kuamati. Terutama kerja sama dan sekarang aku sudah menentukan divisi apa yang akan kalian tempati" ucap Liu Chen dengan tegas.
"Jian (Lao Tzu) akan menjadi pemimpin divisi penyerang. Karna kau hebat dalam mengomando rekan rekan tim mu dan kau dapat menyusun rencana dengan cukup baik. Lalu, Duan (Lu Tuoli) akan menjadi pemimpin divisi informasi. Gong (Feng Ying) akan menjadi pemimpin divisi pembunuh. Terakhir, pemimpin divisi pertahanan adalah Hong (Xing Fu). Aku sudah mengatakan hal ini kepada Guang (Zhang Jiangwu) dan wakil ketua lainnya. Mereka setuju dengan keputusanku.." tegas Liu Chen.
"..bila ada yang tidak setuju, angkat tangan kalian dan berikan alasan yang masuk akal" lanjut Liu Chen. Ia menatap seluruh orang di hadapannya.
Tidak ada yang merespon ucapan Liu Chen. Menandakan bahwa mereka semua setuju. Namun tiba tiba ada satu orang yang mengangkat tangannya.
Liu Chen menatap orang itu yang mana dia adalah Wu Xianlun, adik dari Wu Anming. "Ada apa Hua (Wu Xianlun)? Apa kau tidak setuju dengan keputusanku?"
Wu Xianlun menjadi gugup di tatap seperti itu oleh Liu Chen. "Um.. Bu-bukan itu. A-aku hanya ingin bertanya, kenapa wakil Qiang (Song Quon) tidak menjadi pemimpin salah satu divisi?"
Liu Chen masih menatap Wu Xianlun. "Itu karna Qiang bisa dikatakan sama dengan seorang ketua. Apa kau memiliki pertanyaan lain?"
"Ti-tidak ketua"
Liu Chen kembali mengalihkan tatapannya pada semua orang. "Baiklah, aku akan mengumumkan divisi masing masing orang"
Semua orang memperhatikan Liu Chen dengan seksama.
"Dengarkan ucapanku dengan baik. Karna aku hanya akan mengatakannya satu kali dan tidak akan mengulang lagi", Liu Chen terdiam sejenak dan menatap semua anggota. Melihat bahwa mereka mendengarkannya dengan seksama, Liu Chen melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Divisi informasi: Yelu,....
Divisi pertahanan: Dong, Kai,...
Divisi pembunuh: Hua,...
Divisi penyerang: Yong, Jiao (Zhi Shu),...", Liu Chen mulai mengumumkan divisi masing masing anggota hingga selesai.
Setelah selesai mengumumkannya, seseorang langsung mengangkat tangan. Liu Chen melirik kearah orang itu. "Ada apa, Kai?"
Kai adalah seorang pria yang terlihat berusia 20 tahunan. "Aku tidak setuju bila aku masuk ke dalam divisi pertahanan"
Liu Chen mengerutkan keningnya dan menatap Kai, "Mengapa kau tidak ingin masuk ke dalam divisi pertahanan?"
"Aku tidak ingin diperintah oleh si Hong itu (Xing Fu)" ucap Kai sambil melirik kearah Xing Fu.
Tentunya dia tidak ingin satu divisi dengan Xing Fu, apalagi diperintah olehnya. Karna kejadian turnamen empat bintang saat itu. Ia menyalahkan hukuman yang dijalaninya karna Xing Fu.
"Apa alasanmu?" ucap Liu Chen dengan datar.
"Gara gara dia, aku harus dihukum setelah turnamen empat bintang tahun lalu" ucap Kai.
"Itu karna salahmu sendiri yang membuat masalah. Sehingga kau harus dihukum. Jangan menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri. Bila kau masih saja menyalahkan Hong dan tidak ingin berada di divisi pertahanan, maka aku takkan segan membunuhmu.
Karna aku tak mungkin mengeluarkanmu dari kelompok dan membuatmu menyebarkan informasi tentang kelompok ini. Maka cara terbaik adalah membunuhmu, walaupun ada segel kesetiaan padamu" ucap Liu Chen dengan dingin.
Kai menelan ludahnya. Bila saat latihan, maka Liu Chen akan serius dengan kata katanya. Kai terdiam dan menundukkan kepala. Begitupun anggota lain, mereka langsung terdiam dan menutup mulut rapat rapat.
"Gara gara Kai sialan itu, ketua Xun hampir saja marah. Aku tidak tau apa yang akan dilakukan ketua Xun, bila dia marah saat pelatihan dimulai " batin beberapa orang.
Karna Kai tidak mengeluh lagi, Liu Chen langsung menatap kembali para anggota lainnya. "Baiklah, hari ini kalian bebas ingin melakukan apa. Kalian juga bisa keluar markas, tapi sebelum malam kalian harus sudah kembali. Kalian mengerti?"
"Mengerti"
Liu Chen pun berjalan ke pintu keluar. Kedua Jenderal iblis langsung mengikuti kepergian Liu Chen. Keduanya melirik Kai sebentar. Namun tatapan mereka sangat mengintimidasi. Kai yang melihat itu, langsung mengalihkan pandangan kearah lain. Kedua Jenderal iblis kembali mengikuti Liu Chen dan tak melirik Kai lagi.
Beberapa orang langsung menghampiri Kai.
"Hei, gara gara kau, ketua Xun hampir saja marah. Bagimana bila dia benar benar marah tadi?" ucap kesal seorang wanita.
"Benar apa yang diucapkannya. Semua itu salahmu, seharusnya kau tidak membuat ketua Xun marah" ucap seorang pria.
Kai terus dicaci maki oleh beberapa orang yang geram padanya. Karna kesalahan Kai, Liu Chen marah.
Ketika melihat Kai dicaci maki seperti itu, Xing Fu langsung berdiri di depannya. "Hei, kalian hentikan. Jangan terus menyalahkannya. Lagi pula, ketua Xun tidak benar benar marah"
"Kenapa kau membela si Kai tidak berguna itu?" ucap seorang pria.
"Ya, kau tidak perlu membelanya Hong. Dia tidak berguna, hanya bisa membuat orang lain marah saja"
"Hei, kalian sudahlah. Masalahnya pun sudah selesai, jadi jangan diperpanjang lagi" ucap Xing Fu.
"Semua ini salahmu Hong! Semua salahmu! Aku dihukum saat itu karnamu, sekarang aku dimarahi oleh ketua Xun dan lagi, sekarang semua orang menyalahkanku! Semua ini gara gara kau, Hong. Aku membencimu! Jangan berpikir bahwa bila kau membelaku di depan orang orang akan membuat ku menerima mu", Kai langsung pergi keluar ruang latihan.
Xing Fu hanya menghela nafas, ia menatap kearah orang orang yang memaki Kai. "Kalian sudahlah, jangan memperpanjang masalah"
"Huh!", mereka langsung pergi menjauhi Xing Fu.
Xing Fu menghela nafas kasar. Lalu seseorang menepuk bahunya, "Jangan pikirkan apa yang orang orang itu katakan, terutama Kai. Dia hanya ingin menyalahkanmu atas segala kesalahan yang dibuat dirinya sendiri", orang itu adalah Wu Anming.
Xing Fu menoleh ke samping dan menganggukkan kepala. Iapun teringat sesuatu, "Ngomong ngomong, saat kita menyerang ketua Xun, aku melihat ada rantai dengan ujung tajam. Itu milik siapa? Tidak mungkin Yelu. Karna yang kutau, rantai miliknya hanya bisa untuk mengikat"
Wu Anming pun teringat dengan pertarungan sengit tadi melawan Liu Chen. Ia melihat adanya rantai dengan ujung yang tajam seperti ekor kalajengking. Ia menggelengkan kepala, "Aku tidak tau"
Disisi lain, Kai pergi ke taman yang berada dalam ruangan. Ia duduk di salah satu kursi yang ada disana.
"Kenapa semua orang selalu menyalahkanku?! Kenapa, kenapa?!" gumam nya.
__ADS_1
"Gara gara kau, ayahmu meninggal. Jauh lebih baik bila kau mati saja! "
"Semua ini salahmu! Dasar anak tidak berguna!"
"Ha-hahaha bukankah itu yang diinginkanmu ibu, tapi kenapa kau menyalahkanku atas kematian ayah, haha sungguh lucu", raut wajah Kai terlihat frustasi dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya.
"Bukankah kalian menginginkan aku membunuh? Lalu kenapa kalian marah, ibu, ayah? Kenapa kau menyalahkan kematian ayah padaku ibu?"
Rantai rantai dengan ujung yang tajam seperti ekor kalajengking pun keluar dari tanah dan menghancurkan tanaman tanaman di sekitar.
"Hiks.. Kenapa aku selalu disalahkan?" gumam Kai.
Rantai rantai semakin banyak dan menghancurkan sekeliling ruangan dengan bruntal.
Tanpa disadari, ada seseorang yang berada tepat di depan pintu taman ruangan, sedang mengamati Kai. "Huft.. Dia memiliki kemampuan turunan. Tapi sayangnya dia tak bisa mengendalikan kemampuan itu. Padahal dia bisa menjadi senjata yang kuat" gumam nya.
Dia pun langsung pergi dari sana dengan sangat cepat. Tidak ada seorang pun yang menyadari akan keberadaannya. Karna di sekitar juga memang sepi.
Keesokan harinya, semua anggota sudah berkumpul di lapangan. Mereka kini sedang menunggu Liu Chen. Setelah menunggu, akhirnya Liu Chen datang bersama dua orang Jenderal.
Sebenarnya para anggota sangat penasaran dengan identitas dari dua orang yang selalu mengikuti Liu Chen itu. Apalagi kedua orang itu selalu menyebut Liu Chen dengan sebutan 'pangeran'. Namun tidak ada yang berani bertanya tentang identitas keduanya.
Liu Chen tidak hanya datang dengan Xi Wang dan Lin Tian. Namun ia juga datang bersama Zhang Jiangwu, Song Quon, Lu Tuoli dan Feng Ying.
"Jian (Lao Tzu) dan Hong (Xing Fu) maju ke depan dan berdiri di dekat Gong (Feng Ying)" ucap Liu Chen.
Xing Fu dan Lao Tzu langsung menuruti ucapan Liu Chen. Lao Tzu berdiri di samping Feng Ying. Sementara Xing Fu di samping Lao Tzu.
"Anggota dengan divisi pertahanan berbaris di depan Hong. Lalu anggota dengan divisi penyerang, berbaris di depan Jian. Divisi pembunuh berdiri di depan Gong dan terakhir, divisi informasi berdiri di depan Duan (Lu Tuoli)" ucap Liu Chen.
Seketika, semua orang memisahkan diri sesuai dengan divisi mereka masing masing.
"Divisi pembunuh, kalian akan dilatih oleh ketua divisi kalian, yaitu Gong. Begitupun dengan divisi informasi. Kalian akan dilatih oleh ketua divisi kalian, yaitu Duan.
Sementara divisi pertahanan akan dilatih oleh Jenderal Xi. Bukan begitu, Jenderal?", Liu Chen melirik Jenderal Xi Wang sambil tersenyum.
Jenderal Xi Wang menghela nafas, dia pun mengangguk. Ia sebenarnya terpaksa melakukan ini karna keinginan Liu Chen. Padahal tugasnya adalah menjaga Liu Chen. Tapi kenapa sekarang ia harus melatih anak anak ini?!
Liu Chen menatap kearah divisi penyerang. "Lalu kalian divisi penyerang, akan dilatih oleh Jenderal Lin. Bukan begitu?", Liu Chen melirik Jenderal Lin Tian dan tersenyum.
Jenderal Lin Tian tersenyum dan menganggguk. Setelah mendapat anggukan Jenderal Lin Tian, Liu Chen menatap kearah empat divisi lagi.
Walaupun Jenderal Lin Tian tersenyum, namun dalam hati menghela nafas. "Tujuan kami kesini untuk melindungi pangeran. Tapi kenapa kami malah menjadi pengasuh anak anak ingusan ini? " batinnya.
Para anggota cukup heran karna mendengar ucapan Liu Chen yang menyebut Xi Wang dan Lin Tian dengan sebutan 'Jenderal'. Tapi tak ada yang berani menanyakannya.
"Dengan begini, maka aku bisa terbebas dari Jenderal Xi dan Jenderal Lin " batin Liu Chen sambil terkekeh pelan.
______________________________________
Beberapa hari kini sudah berlalu setelah pembagian divisi setiap orang. Tak ada hari tanpa latihan bagi para anggota. Semuanya berlatih terus menerus.
"Jangan terlalu kaku dalam mengayunkan pedang. Perhatikan bagaimana aku mengayunkannya" ucap Jenderal Lin Tian.
______________________________________
"Kalian harus menyerang ketua Xun secara diam diam. Ini sebagai pelatihan cara membunuh. Jangan sampai dia menyadari apa yang akan kalian lakukan. Kalian lakukan dengan niat membunuh ketua Xun. Kalian mengerti?" ucap Feng Ying.
"Mengerti!"
_______________________________________
"Perkecil jangkauan luas dari tembok tanah, agar pertahanan tanah semakin kuat. Bila kekuatanmu sudah bertambah, maka kau bisa memperbesar lagi panjang dari tembok tanah" ucap Jenderal Xi Wang memberi arahan.
________________________________________
"Terkadang kalian harus menyusup agar mendapatkan sebuah informasi. Jadi sangat penting bagi kalian berlatih cara penyusupan" ucap Lu Tuoli.
__ADS_1
_________________________________________