Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
94 -Song Quon II


__ADS_3

Hari terus berganti dengan sangat cepat. Semua anggota divisi pembunuh dan penyerang kini sudah kembali ke markas.


Tao Mu terus berada disisi Liu Chen untuk melindunginya. Berapa kalipun Liu Chen mengatakan agar Tao Mu melakukan hal yang lain, iblis itu selalu menolak. Semenjak keluar dari dunia iblis, Tao Mu menggunakan wujud manusia. Sehingga dirinya bisa berinteraksi dengan anggota kelompok topeng bayangan.


Dia sebenarnya terkejut karena Liu Chen memiliki kelompok seperti ini. Terlebih, ketika melihat kemampuan setiap orang yang menurutnya cukup kuat. Mereka terlihat tumbuh dengan baik karna sebuah pengalaman.


***


Sementara, Jenderal Xi tidak bisa membantu latihan anggota kelompok maupun membantu penyerangan. Karna kondisinya yang harus merawat seekor kucing. Apalagi, kucing itu sangat sulit diatur, juga kucing miliknya tidak boleh terluka sedikitpun. Jadi, walaupun Jenderal Xi marah dengan kucing itu, namun dia tidak bisa melukainya. Bila tidak, maka dia juga akan mendapatkan dampaknya. Menurutnya, kucing yang ia temui adalah pembawa sial baginya.


***


Sementara itu, song Quon sangat tidak memiliki rencana apapun untuk menjauhkan Tao Mu dari Liu Chen. Bila Tao Mu masih saja terus berada di samping pemuda itu, maka ia akan sulit untuk melakukan rencana kedua. Sementara saat ini, satu bulan sudah terlewati yang berarti ia hanya memiliki waktu 2 bulan untuk menyelesaikan misi.


***


Saat ini, sudah banyak berita tentang kelompok misterius di masyarakat. Dikatakan bahwa kelompok itu adalah kelompok baik dan membantu kekaisaran Yang dari kegelapan. Semua orang banyak yang beranggapan bahwa kelompok itu dibentuk oleh Kaisar Yang sendiri untuk membantu sekte sekte aliran putih tetap ada. Namun semua itu dibantah oleh Kaisar Yang sendiri. Hingga membuat masyarakat bertanya tanya siapa pemimpin mereka.


Karna sepak terjang kelompok inilah membuat mereka terkenal. Banyak yang ingin mencari tahu tentang mereka, baik dari aliran hitam, netral, dan putih. Namun, mereka tidak pernah mendapat informasi apapun. Mereka hanya mengetahui dua, yaitu nama dari kelompok adalah, topeng bayangan. Juga, penampilan yang mereka kenakan.


***


Di dalam ruangan besar, tepatnya kamar Song Quon. Nampak Liu Chen yang sedang bermain kartu dengan teman baiknya. Bukan hanya ada mereka, namun ada juga Tao Mu. Ia diminta ikut bermain kartu oleh Liu Chen, namun dia langsung menolak karna tidak bisa bermain kartu.


Kartu Liu Chen kini habis. Ia tersenyum, "Aku menang."


"Heh, kau baru satu kali menang dariku. Aku sudah menang 5 kali. Sementara kau baru satu. Jadi aku hanya sengaja mengalah saja tadi agar kau senang" ucap Song Quon dengan wajah kesal.


"Hehe, bilang saja kau memang kalah dariku. Jangan malu seperti itu," Liu Chen terkekeh.


Tiba tiba, Liu Chen menerima panggilan telepati. "Ada apa?" ucap Liu Chen menggunakan telepati.


"Ada banyak rombongan aliran hitam yang berada di wilayah kita. Mereka menemukan markas kita dan ingin menyerangnya. Jumlah mereka banyak dan Kekuatan mereka terlalu jauh dari tingkatan kami yang berjaga di hutan sekitar markas. Kami membutuhkan bantuan, ketua Xun."

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan mengirimnya," Liu Chen mengakhiri telepati.


Song Quon menatap Liu Chen yang terdiam, "Apa kau mendapatkan pesan telepati?"


Liu Chen mengangguk, "Ada orang orang aliran hitam yang ingin menyerang markas. Jadi kita harus mengirimkan orang kuat untuk membantu divisi pertahanan," Liu Chen melirik Tao Mu.


"Kau bantu mereka membereskan orang orang aliran hitam."


"Tapi pangeran, saya harus terus berada disisi anda. Saya tidak bisa meninggalkan anda."


"Sekarang ini anggota divisi pertahanan membutuhkan bantuan. Sementara divisi pembunuh dan divisi penyerang sedang tidak ada di markas. Lalu Jenderal Xi, dia memiliki masalah sendiri. Kau yang terkuat diantara kita bertiga, Mu. Aku minta tolong padamu untuk membantu mereka dan jangan biarkan satupun anggota tewas."


Tao Mu ragu sejenak. Namun akhirnya mengangguk. Karna ia tidak mau membuat Liu Chen marah. "Baiklah, pangeran. Saya akan pergi ke sana."


Liu Chen mengangguk dan tersenyum, "Baiklah sekarang kau bisa pergi."


Tao Mu memberikan hormat. Setelahnya, iapun pergi meninggalkan Liu Chen dan Song Quon berdua.


Song Quon yang melihat Liu Chen agak lengah dan tidak melihat ke arahnya, ia berniat melakukan rencana kedua. Kuku tangannya memanjang dan menjadi tajam. Ia memandang wajah Liu Chen sejenak untuk memastikan bahwa Liu Chen masih membelakanginya dan tidak memperhatikan.


"Kau ingin bermain kartu lagi, Quon? Apa kau tidak terima dengan kekalahanmu?" ucap Liu Chen smbil tersenyum mengejek.


Song Quon mendengus. Iapun langsung berkata, "Tidak perlu banyak bicara. Kita kembali bermain. Kali ini aku tidak akan kalah lagi darimu."


"Baiklah, terserah kau saja."


Song Quon dan Liu Chen pun kini kembali bermain kartu. "Padahal tadi hampir saja aku mengenainya" batin Song Quon.


Iapun melihat ke arah Liu Chen yang tengah memilih kartu untuk melawan kartu miliknya yang ada di meja. "Lalu bila aku berhasil melakukannya, apa aku akan senang?"


Song Quon menggelengkan kepala dan menatap ke arah kartu miliknya sendiri, "Kenapa aku jadi ragu seperti ini? Dia memang setengah manusia.. Tapi.. dia berbeda dari manusia lain.."


~Song Quon POV

__ADS_1


Sejak pertama kali aku bertemu dengan Chen dan aku mendekatinya, itu karna aku ingin merekrutnya menjadi anggota dan berada di bawah perintah Tuan. Aku tertarik ketika mengetahui dia berada di tingkat bumi saat itu. Padahal dia masih muda.


Saat aku ingin melihat kemampuannya, di waktu yang tepat ada Jenderal iblis yang ingin menyerangnnya. Jadi aku gunakan kesempatan ini untuk melihat kemampuannya. Akupun ikut dengan mereka secara diam diam.


Lalu, aku menyadari bahwa dia adalah pangeran iblis. Karna aku melihat iblis lain takut dengannya dan sekaligus hormat saat dia mulai kehilangan kendali. Aku mengetahui hal ini dari Tuan. Iblis akan sangat hormat pada Kaisar maupun keturunan pertamanya.


Lalu, aku memberitahukan pada Tuan bahwa aku menemukan reinkarnasi dari pangeran iblis. Sejak saat itu, aku diberikan misi pertama dari rencana inti milik Tuan. Bisa dikatakan, misi ini sangat penting. Misi pertama adalah mendekati Chen dan mencaritahu identitasnya. Juga, mencari informasi tentang pedang kaisar langit milik ras iblis darinya.


Aku melakukan rencana pertama dengan baik. Aku mendapatkan kepercayaan darinya, aku mengetahui identitasnya, juga mendapatkan informasi tentang letak dimana pedang kaisar langit berada. Lalu, Tuan memberiku misi kedua dari rencana besarnya saat aku mulai dekat dengan Chen. Dia memberitahukanku ketika aku berada di rumah Chen dan saat aku pertama kali bertemu Liangyi.


Aku bisa melakukan rencana kedua bila Chen sudah menjadi kuat. Jadi aku menunggu waktu hingga saat itu tiba. Lalu, Tuan langsung memerintahkanku menyelesaikan misi kedua setelah kejadian di hutan kabut darah, ketika Chen kehilangan kendali.


Karna beberapa tahun ini aku bersama Chen, aku jadi meragukan rencana kedua ini. Apakah aku bisa melakukannya? Atau tidak. Tapi, bila mengingat bahwa Tuan sudah menolongku saat itu dari manusia dan ketika mengingat perlakuan manusia padaku dan keluargaku, aku ingin melakukan rencana kedua secepatnya.


Tapi kali ini yang menjadi masalah adalah Mu. Dia selalu berada di samping Chen yang membuatku sulit untuk berdua dengannya. Walaupun kami saat ini berdua di kamarku, namun aku berfikir kembali apa akibat yang akan terjadi nanti. Jadi akupun memutuskan tidak melakukan misi kedua hari ini.


Aku banyak dibenci oleh manusia yang ada di dalam kelompok Tuan. Karna mereka bisa berada di kelompok kami pun karna terpaksa.


Aku mendekati mereka satu persatu dan mencaritahu identitas maupun keluarga mereka. Lalu, setelah mengetahui keluarga mereka, aku akan menawarkan dua pilihan pada mereka. Bergabung dengan kelompok Tuan atau melihat keluarganya mati.


Tentu semua orang langsung masuk ke dalam kelompok karna mereka masih menyayangi keluarganya. Mereka bisa membenciku setelah mengetahui bahwa kelompok yang mereka masuki bertujuan untuk menghancurkan semua manusia. Bukankah, bila mereka ikut dan ambil bagian dari kelompok itu, mereka juga menjadi musuh manusia dan berkhianat pada manusia?


Jadi, itulah yang membuat mereka membenciku. Padahal saat pertama kali bertemu denganku, mereka menganggapku teman. Tapi aku mengkhianati mereka. Bukan, bukan aku yang berkhianat karna aku sama sekali tidak menganggap mereka teman. Lagi pula, saat keadaan terdesak, misalnya saat kami dikelilingi demonic beast, maka mereka akan mengorbankanku agar mereka dapat lari. Apakah itu yang disebut teman?


Banyak orang yang menjadi targetku berperilaku seperti itu. Namun tidak dengan Chen. Dia sangat berbeda, dia tidak pernah mengorbankanku untuk menyelamatkan dirinya. Bahkan dirinya 'lah yang siap mati untukku. Semenjak kejadian di kota Bulan Merah, pandanganku pada Chen berbeda dengan pandanganku pada orang lain.


Hanya Chen yang kuanggap teman. Bahkan menurutku, Chen adalah teman baikku. Aku ingin terus bersamanya sebagai teman. Namun, aku tidak tahu apakah keinginanku yang kutulis pada lampion saat itu akan terwujud? Atau tidak.


Song Quon POV End~


"Hei, Quon..! Quon..!!" ucap Liu Chen dengan kesal. Ia sudah memanggil Song Quon dari tadi karna temannya itu terus saja diam.


Song Quon tersadar dari lamunannya. Iapun menatap Liu Chen dengan bingung, "Ada apa?"

__ADS_1


Liu Chen menghembuskan nafas kasar, "Huft.. Lupakan. Sekarang giliranmu."


"Baiklah."


__ADS_2