
Han Liangyi saat ini berada di hutan bambu yang ada di dalam markas kelompok. Dia saat ini bersandar di rimbunan pohon bambu. Iapun menghela nafas pasrah.
"Sangat sulit membujuknya" gumam Han Liangyi. Ia menatap ke arah atas. Tidak ada siapapun di sini, selain dirinya sendiri.
Flashback~
Beberapa hari setelah Liu Chen, Han Liangyi, Song Quon dan Tao Mu kembali ke markas.
Selama Han Liangyi kembali dari sunia iblis, ia selalu memperhatikan gerak gerik Song Quon dari kejauhan. Tanpa diketahui pemuda itu. Namun selama ini, ia tidak pernah melihat ada yang aneh dengan Song Quon.
Han Liangyi yang masih saja curiga dengan Song Quon ingin melihat masa lalunya, agar dia bisa tahu niat Song Quon dekat dengan Liu Chen. Karna ia merasa bahwa Song Quon tidak akan mendekati Liu Chen tanpa memiliki niat apapun.
Han Liangyi mencari waktu yang tepat. Yaitu ketika Song Quon sedang lengah. Tentunya saat itu pastilah ketika dia tidur. Namun, karna Song Quon memiliki tingkat kekuatan yang tinggi, maka dia bisa tidak tidur berhari hari.
Ketika sudah mendapat kesempatan, Han Liangyi langsung menyelinap masuk ke dalam kamar Song Quon sambil menyembunyikan auranya. Ia melakukan semua itu dengan baik.
Setelah berhasil masuk ke kamar dan dekat dengan Song Quon, Han Liangyi langsung menggunakan jurusnya yang dapat melihat masa lalu. Semua masa lalu Song Quon, dari ia masih kecil hingga saat ini. Semua informasi penting, Han Liangyi dapatkan dari melihat masa lalu pemuda itu.
Keesokan harinya, Han Liangyi mengajak Liu Chen untuk bertemu di hutan bambu. Karna hutan bambu yang sepi, membuat Han Liangyi dapat bebas mengatakan semuanya. Namun tentu saja dia tidak akan percaya dengan sangat mudah karna lingkungan yang sepi. Ia langsung membuat pelindung tak terlihat sebelum memulai pembicaraan.
"Kenapa kau ingin berbicara denganku di sini? Apa ada hal yang penting? Kau bahkan membuat pelindung kedap suara" ucap Liu Chen sambil mengerutkan keningnya.
"Sebaiknya kau jauhi Quon. Dia itu mendekatimu karna menginginkan sesuatu darimu" ucap Han Liangyi dengan serius.
Han Liangyi melanjutkan, "Dia ingin mendekatimu untuk mencari informasi tentang pedang kaisar langit. Dia adalah bawahan dari seseorang yang mengetahui tentang ras iblis. Tuan nya adalah orang yang pernah membunuhmu di kehidupan pertama dan orang yang sudah melukaiku 1.000 tahun lalu.
Quon pernah ditolong oleh naga itu. Jadi Quon pasti tidak akan berkhianat pada naga tua itu. Apalagi, Tuannya mengatakan akan membunuh semua manusia. Karna Quon memiliki dendam dengan manusia, dia juga mengambil bagian dari rencana Tuannya. Quon termasuk bawahan yang paling dipercaya oleh naga tua itu.
Quon sudah banyak memaksa manusia untuk masuk ke dalam kelompok Tuannya dan membuat kelompok mereka semakin kuat. Terlebih, ada dua orang pemilik senjata tingkat langit di kelompok mereka saat ini.
Tuannya mengincar pedang kaisar langit untuk menjadi semakin kuat. Karna pedang kaisar langit hanya bisa dipakai oleh Kaisar iblis maupun keturunan pertamanya, diapun mengincarmu. Tepatnya, mengincar dantian milikmu.
Lalu, Quon sebagai orang yang melakukan misi kedua. Yaitu mengambil dantian milikmu. Dia menunggu saat kau sudah semakin kuat agar dantian milikmu juga semakin kuat. Karna, pedang kaisar langit hanya akan mengakui kaisar maupun keturunan pertamanya yang kuat. Bila tidak, maka dia tidak akan bisa menggunakan pedang kaisar langit. Walaupun dia adalah Kaisar atau keturunan pertamanya.
__ADS_1
Jadi Chen, jauhi Quon. Dia mengincar dantianmu saat ini. Bila dia berhasil mengambilnya dan memberikan itu pada Tuannya. Ditambah bila Quon mengetahui lokasi pedang kaisar langit, maka dunia manusia akan dalam bahaya. Semua penduduk manusia bisa mati. Bila, pedang kaisar langit ada di tangan naga tua itu, maka dia sangat sulit dihentikan. Bahkan mustahil.
Sebaiknya Quon tidak kau jauhi saja. Tapi kau singkirkan dia juga agar rencana naga itu tidak tercapai," Han Liangyi mengakhiri ucapannya.
Liu Chen mengerutkan kening, "Maksudmu aku harus membunuh Quon?"
Han Liangyi mengangguk, "Jangan ragu untuk membunuhnya. Walaupun menurutmu, dia adalah temanmu. Karna, Quon akan menjadi ancaman bagi manusia bila dia memberikan semua informasi yang ia miliki pada Tuannya dan berhasil melakukan misi kedua untuk mengambil dantianmu.
Selama ini, kau sudah dibohongi olehnya. Kau mudah percaya dengannya. Sebab itulah Quon akan mendapatkan kesempatan menyelesaikan misi dengan lebih mudah. Karna aku sudah memberitahumu, jadi kau harus segera membunuh Quon. Jangan pikirkan bahwa dia temanmu untuk saat ini. Karna dia adalah musuh dalam selimut."
"Kau pikir aku tidak tahu niat Quon mendekatiku?" ucap Liu Chen.
"Ya, kau memang tidak mengetahui apapun tentang niat jahatnya. Kau langsung percaya dengan begitu mudahnya pada Quon sialan itu. Maka dari itu, aku memberitahumu agar kau dapat mengetahui niat jahatnya. Dia mendekatimu bukan karna niat yang baik."
"Apa menurutmu, aku sebodoh itu hingga tidak menyadari adanya niat jahat dari Quon sama sekali?," Liu Chen tersenyum.
"Tentu sa- maksudmu, kau sudah mengetahui bahwa Quon mendekatimu dengan niatan yang jahat? Lalu bila seperti itu, kenapa kau masih membiarkannya?! Apa itu karna Quon temanmu? Hingga kau tidak bisa membunuhnya? Atau karna kau percaya dengan Quon dan menepis semua pikiranmu tentang niatan jahat Quon?" ucap Han Liangyi dengan tegas.
"Hahaha," Liu Chen tertawa kencang ketika mendengar ucapan Han Liangyi. Namun, bukan tawa seperti biasanya. Tawanya terdengar sangat menyeramkan. Bahkan membuat Han Liangyi yang ada di depannya tak percaya.
Liu Chen berhenti tertawa. Ia menatap Han Liangyi dengan wajah datar, "Kau pikir aku sebegitu bodohnya hingga membiarkan seseorang yang berniat jahat padaku terus mengikutiku tanpa kucurigai sama sekali? Aku bisa mengetahui niatan seseorang hanya dengan melihatnya saja," Liu Chen memegang bagian bawah matanya.
"Semenjak melihatnya, aku tahu ada niatan tersembunyi yang dia inginkan dariku. Lalu, setelah aku selesai bertarung dengan salah satu Jenderal iblis, aku dapat melihat niatan Quon padaku lebih jelas. Aku dapat melihat niatan jahat dari melihat matanya saja. Walaupun aku tidak mengetahui tujuannya. Tapi sekarang aku mengetahuinya darimu," tangan Liu Chen yang berada di bawah matanya langsung diturunkan.
"Lalu, kenapa kau masih membiarkannya?!" ucap ulang Han Liangyi.
"Aku membiarkannya ikut denganku agar aku bisa mengubah dirinya. Walaupun aku tahu dia memiliki niatan jahat padaku, namun disaat yang bersamaan, aku juga melihat dirinya yang baik. Quon tidak sepenuhnya jahat. Dia hanya dimanfaatkan.
Lalu untuk masalah dantianku yang bisa saja diambil olehnya, itu tidak akan terjadi bila tekad Quon untuk terus berada disisi Tuannya berkurang. Aku akan menurunkan tekadnya itu hingga membuatnya tak bisa menyerangku. Aku memberikannya kesempatan untuk berubah."
"Kau terlalu baik membiarkan demonic beast seperti Quon itu tetap hidup," Han Liangyi memberikan tatapan tajam pada Liu Chen.
Liu Chen terkekeh, "Aku? Terlalu baik? Hehe, apa aku memang terlihat sebaik itu bagimu?", Liu Chen berhenti tertawa. Iapun menatap Han Liangyi dengan datar, "Aku membiarkan Quon hidup agar dia dapat memeberikanku kekuatan."
__ADS_1
Liu Chen mulai menyeringai dan berjalan memutari Han Liangyi. "Kau mungkin merasa aku ini seperti orang bodoh yang mudah mempercayai orang lain bukan?"
Nada dari ucapan Liu Chen terdengar dingin. Han Liangyi menelan ludahnya dan ia hanya menatap ke depan.
"Bukan aku yang mudah mempercayai mereka. Tapi mereka 'lah yang mudah mempercayaiku. Aku melatih dan membesarkan kemampuan mereka bukan tanpa alasan."
"Bukankah kau membuat kelompok ini untuk menolong orang orang? Itulah tujuanmu. Jadi kau harus memperkuat semua anggota" ucap Han Liangyi.
Iris mata Liu Chen kini tidak lagi berwarna hitam. Namun berubah menjadi merah, semenjak ia mulai memutari Han Liangyi. "Kau benar, itu juga bisa menjadi alasan kenapa aku melatih mereka. Namun ada alasan lain mengapa aku memberikan mereka sumber daya yang begitu besar dan melatih mereka. Kau tahu alasannya? Itu karna mereka bisa menjadi kekuatanku.
Kau tahu bukan, bila aku memberikan semua anggota sebuah tanda di telapak tangan mereka? Tanda itu bukan hanya sebagai tanda kesetiaan agar mereka tidak berkhianat. Namun kemampuan tanda itu adalah untuk menghisap energi kehidupan seseorang yang memilikinya.
Walaupun saat itu aku pernah membuat tanda itu bersama Jiangwu dan memberikannya pada semua anggota, namun aku tetap memberikan tanda yang dapat mengisap energi kehidupan mereka juga.
Setiap hari, energi kehidupan mereka terus diambil dan membuat waktu hidup mereka berkurang. Jumlah energi kehidupan ditentukan dari seberapa besar kekuatan yang dimiliki. Jadi, semakin mereka kuat.. Maka energi kehidupan yang dimiliki juga semakin besar.
Energi kehidupan yang diambil oleh tanda itu, akan tersalurkan padaku setiap aku menginginkannya. Jadi sebelum energi kehidupan tersalurkan padaku, energi kehidupan itu masih ada di tanda itu. Energi kehidupan memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada Qi. Jadi, aku bisa menjadi kuat lebih cepat.
Bila energi kehidupan pada seseorang habis, maka orang itu hanya akan mati. Sementara, kekuatan yang ada pada tanda api akan langsung tersalurkan padaku bila mereka mati, walaupun aku sedang tidak menginginkannya. Jadi mereka hanya seperti makanan bagiku. Semakin mereka kuat, maka aku pun akan semakin kuat.
Sekalipun orang itu melepaskan segel tanda kesetiaan tanpa izinku, energi kehidupan mereka akan tetap terserap dan tersalurkan padaku secara langsung."
Liu Chen berhenti bicara sejenak. Ia juga berhenti mengelilingi Han Liangyi. Kini dia ada di depan pemuda itu untuk melihat bagaimana ekspresi yang akan diperlihatkannya.
"J- jadi.. Kau hanya memanfaatkan mereka hanya untuk keuntunganmu sendiri?!" kaget Han Liangyi. Ia tak menyangka, ternyata sosok yang ia anggap baik dan bodoh karna mudah percaya dengan orang lain, ternyata seperti ini.
Liu Chen menyeringai, "Bukan hanya anggota kelompok saja yang energi kehidupannya terserap setiap hari. Namun juga semua orang yang sudah memegang koin emas yang kuberikan saat itu pada sekelompok bandit. Bila orang biasa yang memegangnya, maka mereka akan mati dengan cepat. Karna energi kehidupan yang terus terserap.
Koin koin emas itu pasti sudah tersebar ke seluruh titik kekaisaran Yang, atau mungkin sudah sampai di kekaisaran lain. Maka dari itu, semakin banyak orang yang dapat memberikanku kekuatan."
"Apa kau tidak memikirkan, bagimana bila banyak orang yang mati karna energi kehidupan mereka telah habis?! Sebaiknya kau hentikan semua ini!" ucap Han Liangyi dengan setengah berteriak.
"Hahaha, menghentikannya? Tidak bisa. Aku sudah melakukannya. Maka aku tidak akan menghentikannya begitu saja. Selain itu, aku juga memiliki alasan lain mengapa melakukan semua ini. Lagi pula, walaupun energi kehidupan milikmu diambil terus menerus.. Itu tidak akan membuatmu mati. Karna kau adalah salah satu pilar dunia," Liu Chen menatap Han Liangyi dengan santai, "Baiklah.. Sekarang kau buka pelindung kedap suara itu. Aku ingin keluar."
__ADS_1
"Kau harus menghentikan dulu apa yang sudah kau lakukan!" ucap Han Liangyi dengan kesal.