Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
101 -Kekacauan IV (Feng Yin)


__ADS_3

Di sekte pedang langit, Liu Chen, Song Quon, Zhang Jiangwu dan orang orang divisi pertahanan muncul di dalam sekte besar aliran netral itu.


Ketika melihat lingkungan sekitar, mereka terkejut ketika melihat kekacauan yang terjadi. Ini bukan diakibatkan oleh penyerangan sekte aliran hitam. Namun, para anggota sekte yang saling menyerang.


"Hei, sadarlah! Aku ini temanmu!"


"Cih, jangan mengaku sebagai temanku. Kau adalah musuh!"


Tetua, guru guru dan patriarch sekte nampak kewalahan menghadapi murid murid mereka. Bukan karna tak bisa mengalahkan murid murid itu. Hanya saja, tidak mungkin bagi mereka menghabisi para murid. Karna mereka sudah mengetahui bahwa para murid ini hanya sedang terkena ilusi.


Banyak murid yang melihat teman, tetua, guru bahkan patriarch sebagai musuh yang masuk ke dalam sekte. Kejadian seperti ini sudah terjadi semenjak suara seruling mulai terdengar. Bahkan sampai sekarang, musik seruling masih terdengar. Walaupun suara seruling dapat didengar semua orang, namun tidak semua orang terpengaruh.


"Sadarlah, senior!"


"Ternyata dampak dari permainan seruling wanita itu bisa sampai seperti ini" batin Song Quon. Ia sudah tau, siapa dalang dibalik permainan seruling ini.


Siapa lagi bila bukan wanita bernama Xin Qian? Wanita yang pernah ditemui Liu Chen dan Song Quon. Wanita itu juga pernah menggunakan suara seruling ilusi ini untuk membunuh para warga desa.


"Suara seruling ini.. Kurasa pernah kudengar sebelumnya" gumam Liu Chen.


Setelah berpikir beberapa waktu, ia pun langsung ingat, "Ternyata wanita bernama Xin Qian itu ada di sini. Sekarang dia membuat kekacauan di sekte pedang langit. Apa dia tidak bisa diam untuk sejenak tidak membuat masalah?!" gumam Liu Chen dengan kesal. Padahal, besok adalah penyerangan aliran hitam. Namun, saat ini sudah ada masalah sebelum masalah penyerangan dilakukan.


"Hei, kenapa kau menyerang kami?" ucap salah satu divisi pertahanan.


"Ternyata sudah ada anggota sekte aliran hitam di sini. Baiklah, aku tidak akan membiarkanmu lepas" ucap anggota yang menyerang temannya. Kejadian ini bukan hanya terjadi pada dia, namun beberapa anggota divisi pertahanan yang lain juga mulai terpengaruh. Mereka saling menyerang satu sama lainnya.


Baik Liu Chen maupun Zhang Jiangwu terkejut melihat hal ini. Mereka lantas menjauh dari para anggota itu agar tidak ada anggota yang menyerang mereka. Bukan karna takut, hanya saja mereka tidak mau karna ketidak sengajaan mereka untuk menahan semua anggota, mereka berdua malah membunuh mereka. Song Quon juga nampak agak menjauh.


"Apa yang harus kita lakukan? Tidak mungkin kita membunuh mereka" ucap Song Quon.


Karna kejadian ini, tidak ada anggota sekte yang memperhatikan kedatangan Liu Chen dan yang lainnya sama sekli. Karna mereka sibuk dengan urusan masing masing untuk menyadarkan sesama anggota sekte.


"Kita harus mencari di mana asal dari suara seruling ini" ucap Liu Cheh dengan serius.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan orang orang di sini?" ucap kembali Song Quon.


"Kalian berdua ikat semua orang yang terpengaruh oleh suara seruling ini. Sementara, aku akan pergi mencari wanita itu. Kalian mengerti?"


Zhng Jiangwu mengangguk. Ia sudah memiliki banyak tali Qi untuk mengikat semua anggota kelompok maupun anggota sekte. Begitupun Song Quon. Ia memiliki cukup banyak tali Qi.


"Tapi berhati hatilah" ucap Song Quon.


Liu Chen mengangguk. Iapun langsung menghilang dari tempatnya berada. Melihat Liu Chen yang menghilang, Zhang Jiangwu dan Song Quon mulai melakukan tugas mereka untuk mengikat orang orang yang terpengaruh oleh suara seruling.


***


Di tempat lain, di kekaisaran Phoenix api. Di istana hanya dijaga oleh beberapa prajurit saja. Sementara prajurit lain sudah dikirimkan untuk berperang melawan kekisaran Elang putih.


Han Liangyi, Lu Tuoli dan Feng Ying langsung membuat semua prajurit tertidur dengan pukulan di tengkuk. Setelah dipastikan bahwa tidak ada prajurit di halaman yang masih sadar, mereka mulai melangkah memasuki istana secara diam diam. Mereka juga menghilangkan hawa keberadaannya.


Ketika mulai masuk, mereka melihat seorang prajurit berdiri di dekat pintu masuk. Melihat hal tersebut, mereka bertiga berniat membuatnya pingsan.


Melihat wajah prajurit tersebut, ketiganya tidak jadi membuat dia pingsan. Karna dia merupakan anggota divisi informasi.


"Antarkan kami ke tempat di mana Kaisar berada. Kau bilang bahwa Kaisar di kekaisaran Phoenix api ini tidak ikut berperang" ucap Feng Ying.


Anggota divisi informasi itu mengangguk. Ia masih mengenakan pakaian prajurit kekaisaran Phoenix api saat ini. Ia mulai memimpin jalan, diikuti Feng Ying, Lu Tuoli dan Han Liangyi.


Setelah beberapa menit berjalan dengan hati hati, mereka kini sampai di dekat sebuah singgasana. Pada singgasana, terlihat seorang pria paruh baya dengan beberapa prajurit di sekitar. Bukan itu saja, pada pegangan kursi singgasana duduk seorang wanita dengan kaki yang disilangkan bertumpuk.


Pria paruh baya nampak tidak marah sama sekali ketika wanita itu duduk di pegangan kursi singgasana miliknya. Karna dia dikendalikan oleh wanita itu.


Di tangan wanita nampak sebuah bola kristal yang bercahaya pada bagian dalamnya.


Feng Ying, Lu Tuoli, Han Liangyi dan satu anggota divisi informasi bersembunyi di balik tembok. Ketika melihat siapa wanita itu, Feng Ying langsung terkejut. Karna, wanita itu adalah kakaknya, Feng Yin.


"A- apa.. Bagaimana mungkin?!" ucap Feng Ying dengan ketidak percayaan.

__ADS_1


"Ada apa?" ucap Han Liangyi dengan heran ketika melihat ekspresi Feng Ying.


"Wanita itu.. Adalah kakak Gong (Feng Ying), Feng Yin" ucap Lu Tuoli yang mengerti kenapa Feng Ying berekspresi seperti itu.


Feng Yin tidak mengetahui bahwa adiknya merupakan anggota kelompok topeng bayangan yang harus ia lawan. Sebenarnya, dia masuk ke dalam kelompok musuh karna dia terpaksa.


Saat itu, Feng Yin bertemu dengan seorang pria. Pria itu mengatakan bahwa dia menyandera adiknya. Bila Feng Yin ingin menyelamatkan Feng Ying, maka ia harus masuk ke dalam sebuah kelompok yang ia sendiri tidak tau kelompok apa itu. Karna Feng Yin saat itu hanya memikirkan keselamatan adiknya, iapun langsung setuju.


Setelah setuju, Feng Yin dibawa ke sebuah tempat. Ia juga dipertemukan dengan adiknya yang dalam keadaan baik. Sejak saat itu, adiknya Feng Ying selalu bersama dengannya. Namun karna ia setuju masuk ke dalam kelompok itu, maka ia diberikan tugas oleh Tuannya saat ini. Sehingga ia tidak bersama Feng Ying.


Padahal sebenarnya, Feng Ying yang selalu bersamanya bukanlah Feng Ying asli. Melainkan orang lain yang menyamar menjadi adiknya. Namun Feng Yin tidak mengetahui hal ini.


Feng Yin tidak bisa berkhianat. Karna ia sudah dipasangkan segel yang dapat membuat tubuhnya meledak ketika ia berkhianat pada Tuannya.


"Tuan mengatakan bahwa akan ada orang orang kemari untuk mencari tau penyebab perang. Aku sudah menunggu beberapa hari di sini. Apa mungkin orang orang yang dimaksud itu akan sampai besok? Bersamaan dengan terjadinya perang?" batin Feng Yin. Ia saat ini ingin segera menyelesaikan tugasnya dan langsung bertemu Feng Ying.


"Kau bilang dia adalah kakak dari dia?!" ucap suara Han Liangyi dengan cukup keras. Jarinya menunjuk Feng Ying.


Karna tempat ini sangat sepi, sehingga suara Han Liangyi tentu sangat jelas terdengar. Bahkan menggema.


"Siapa itu?! Pasukan, tangkap para penyusup yang masuk kemari!", perintah Feng Yin. Segera, semua pasukan yang ada di sana melaksanakan perintah darinya.


"Aarrkh, Liangyi sialan!" kesal Feng Ying. Ia tidak mau melawan kakaknya sama sekali. Ia juga tidak mau bila sesuatu yang buruk terjadi dengan kakaknya. Jadi, ketika tau bahwa Feng Yin mulai bergerak menyerang, maka dia sangat kesal. Karna mau tak mau dia tetap harus melawan kakaknya.


Feng Ying, Lu Tuoli dan anggota divisi informasi mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Hal ini mengakibatkan para pasukan yang berniat mencari ke segala penjuru ruangan berhenti. Mereka menatap ke arah ketiga orang itu dengan tatapan kosong.


Han Liangyi ikut menyusul ketiga pemuda itu. Karna ia ditinggalkan oleh mereka.


Feng Yin berdiri dari posisi duduknya. Ia berjalan pelan ke arah para pasukannya, ia menatap pemuda yang merupakan anggota divisi informasi, "Bagus. Kau sudah menggiring mereka masuk ke dalam sini."


Lu Tuoli, Han Liangyi dan Feng Ying terkejut ketika anggota divisi informasi itu menyerang mereka. "Apa yang terjadi?!" ucap Lu Tuoli dengan terkejut.


"Dia pasti sudah dikendalikan. Dia juga mungkin sengaja mengantarkan kita ke tempat ini agar kita bisa bertemu musuh!" ucap Han Liangyi. Ia menghindari serangan musuh yang mengarah padanya.

__ADS_1


__ADS_2