
Jangan lupa like, vote, rate ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️, favorite, dan komen.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
5 mayat yang Liu Chen bangkitkan kini mulai menyerang iblis. Namun nyatanya, walaupun diserang oleh 5 mayat yang dikendalikan dan juga 2 orang manusia, iblis itu masih dapat berkonsentrasi mengendalikan Lu Tuoli.
Liu Chen kembali membangkitkan beberapa mayat. Kali ini, yang dibangkitkannya adalah demonic beast berwujud harimau maupun singa dengan tubuh yang dipenuhi api setelah Liu Chen membangkitkannya.
Liu Chen langsung memerintahkan pasukan mayat untuk menyerang iblis. Ketika yang menyerang iblis itu semakin banyak, kemungkinan ada puluhan, iblis itu agak tidak fokus untuk mengendalikan Lu Tuoli. Hingga akhirnya satu benang terputus oleh Song Quon.
"Sialan! Kalian mengganggu saja!", iapun langsung memukul satu persatu mayat yang menyerangnya. Beberapa mayat langsung diterbangkan dengan Jauh. Bahkan ada mayat yang langsung hancur.
Saat melihat bahwa Lu Tuoli mulai dikendalikan lagi oleh iblis, membuat Liu Chen kesal. Ia kemudian mengeluarkan 3 mayat manusia yang memiliki kultivasi tingkat kaisar dan memerintahkan ketiga mayat itu menyerang.
"Seharusnya dia bisa langsung menghabisi kami. Tapi kenapa dia malah mengendalikan Tuoli? Walaupun dengan mengendalikan Tuoli membuat kami tidak bisa menyerang secara sembarangan, namun seharusnya iblis itu langsung membunuh kami saja dan tak menggunakan Tuoli. Lagi pula, Tuoli hanya berada ditingkat master.
Bila ingin mengendalikan teman kami, kenapa yang dia kendalikan Tuoli? Padahal Xian memiliki tingkat kultivasi yang tentunya lebih besar dari Tuoli" batin Liu Chen.
Ia sadar, bahwa tingkat kultivasi iblis di depannya ini ada berada diatasnya. Lalu kenapa iblis ini mau repot repot mengendalikan Lu Tuoli? Itulah yang Liu Chen pikirkan. Bukan hanya dia yang merasa aneh, namun Zhang Jiangwu dan Song Quon pun seperti itu. Apa yang direncanakan para iblis?
Namun, Liu Chen segera sadar bahwa Zhang Jiangwu membutuhkannya. Liu Chen pun langsung membantu pemuda itu untuk menyerang iblis. Walaupun Liu Chen sudah mengendalikan mayat, namun tentunya dia juga masih harus membantu.
Zong Xian bergerak cepat kearah Lu Tuoli. Ia berniat memutuskan salah satu benang yang mengendalikan pemuda itu. Namun, saat dirinya akan memutuskannya, Lu Tuoli langsung menahan dengan tubuhnya sendiri hingga membuat tangannya terputus.
Zong Xian melompat ke belakang dan terkejut. "Iblis sialan! Cepat lepaskan Tuoli" teriaknya kesal.
Zong Xian langsung menatap Song Quon dan Feng Ying yang juga berusaha memutuskan benang. Ia segera berteriak, "Kalian tahan Tuoli. Sementara aku akan memutuskan benang benang yang mengendalikannya!"
Song Quon dan Feng Ying mengangguk. Mereka langsung mendekat kearah Lu Tuoli, berniat memegangi pemuda itu. Saat mereka sudah menangkap Lu Tuoli dengan susah payah, pemuda itu berusaha melepaskan dirinya dari Song Quon dan Feng Ying.
"Tenanglah, saudara Li" ucap Feng Ying. Ia memegangi kaki kanan pemuda itu. Sementara kaki kiri Lu Tuoli nampak menendang nendang tubuh Feng Ying. Walaupun terus dipukul dengan kaki Lu Tuoli, Feng Ying tidak melepaskan Lu Tuoli. Jadi dirinya hanya bisa menahan sakit.
Song Quon nampak menempatkan tangan kanannya di depan leher Lu Tuoli. Ia seperti mencekik. Sementara tangan kirinya memegangi tangan kiri dari Lu Tuoli ke belakang tubuh pemuda itu.
"Sekarang, Xian!" ucap Song Quon.
Zong Xian mengangguk. Iapun mulai melompat tinggi kearah Lu Tuoli dan berputar di udara. Iapun langsung mengayunkan tombak miliknya kearah benang benang yang tertuju pada Lu Tuoli.
Sreett
Benang benang yang mengendalikan Lu Tuoli segera putus. Zong Xian pun menapak di tanah dengan mulus. "Sudah selesai"
Seketika Lu Tuoli yang memberontak segera tenang. Karna pemuda itu terlihat tidak sadarkan diri. Song Quon segera melepaskan cengkramannya. Begitupun Feng Ying.
Feng Ying langsung menaruh Lu Tuoli di punggungnya.
"Apa kau baik baik saja?" ucap Song Quon. Dia dapat melihat ada noda darah di tepi bibir temannya itu.
Feng Ying mengangguk, "Hanya sedikit sakit", luka yang diterimanya tentu karna Lu Tuoli yang terus memberontak saat tadi.
Ketika mengetahui benang yang mengendalikan musuh sudah putus, iblis langsung melompat mundur. Iapun langsung memukul tanah menggunakan kedua tangannya.
Seketika, tanah tanah tajam muncul dari dalam tanah dan langsung menusuk pasukan mayat Liu Chen. Untungnya, Liu Chen dan Zhang Jiangwu langsung terbang di udara tepat waktu. Bila tidak, mungkin mereka juga akan tertusuk tanah tanah itu.
"Sepertinya sudah berakhir untuk saat ini. Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami, ras iblis. Bila kalian tidak memiliki kemajuan sama sekali" ucap iblis. Sudut bibirnya terangkat. "Kami akan memenangkan perang dan memusnahkan semua manusia!"
Setelah mengatakan hal itu, ia pun langsung pergi dengan sangat cepat. Bahkan Liu Chen dan Zhang Jiangwu tidak melihat pergerakan iblis itu.
Di saat iblis itu sudah pergi, tanah yang tajam juga langsung masuk kembali ke dalam tanah. Liu Chen dan Zhang Jiangwu terbang kearah dimana teman teman mereka berada. Mereka pun mendarat di tanah dengan mulus.
"Huft..akhirnya sudah selesai" ucap Song Quon.
Liu Chen menghembuskan nafas panjang, "Padahal mayat manusia yang ku keluarkan tadi memiliki tingkat kaisar. Namun sekarang tak bisa kugunakan lagi"
"Biarkan saja, yang terpenting kita semua selamat" ucap Zong Xian.
"Tapi ini sangat aneh. Kenapa iblis itu pergi begitu saja? Padahal dia bisa menghabisi kita dengan mudah" ucap Liu Chen.
Song Quon berfikir, apakah mungkin itu karna dirinya yang juga berada di tingkat bumi bintang 2 sama seperti iblis? Karna bila iblis itu melawannya, maka mereka bisa saja seimbang. Lalu bila Song Quon dibantu juga oleh Liu Chen dan yang lain, mungkin dirinya bisa menang. Tapi Song Quon segera membantah pemikiran itu.
__ADS_1
Bukankah ini wilayah iblis? Jadi tidak sulit bila ingin meminta bantuan. Jadi, iblis itu hanya perlu meminta bantuan untuk dikirimkan iblis yang kuat agar dapat mengalahkan mereka.
"Sudahlah, lebih penting sekarang kita pergi dari sini dan mencari tempat untuk kita tinggali" ucap Feng Ying.
Semuanya mengangguk. Lambat laun, mereka pun akan mengetahui jawabannya. Mereka mulai pergi dari sana dan pergi mencari gua untuk ditinggali.
Setelah sampai di sebuah gua, Liu Chen langsung membuat pil yang dapat menumbuhkan tubuh yang hilang, seperti tangan. Ia juga membuat pil yang dapat menyembuhkan luka. Untungnya ia masih memiliki bahan bahan untuk membuat pil.
Ia membuat pil karna pil miliknya sudah habis. Tentu itu karna dia menyerahkan semua pil nya pada Yang Jia Li untuk dijual pada asosiasi bulan perak. Agar kelompok mereka mendapatkan pendapatan dan dapat berkembang. Lagi pula, tidak mungkin mereka terus memakai harta yang diberikan guru mereka karna itu bisa habis kapan saja.
Mengikat bisnis dengan asosiasi bulan perak cukup menguntungkan bagi mereka. Sebab, mereka akan mendapatkan setengah dari hasil penjualan. Apalagi, asosiasi bulan perak akan menyediakan bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pil.
Asosiasi bulan perak melakukan itu karna menurut mereka, akan menguntungkan bila dapat menjalin hubungan baik dengan orang yang membuat pil pil ini. Setengah dari hasil penjualan pil juga sangat banyak bagi mereka dan lebih dari cukup.
Liu Chen mengendalikan api ditangannya dan memasukkan bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pil.
"Kau hebat sekali dapat membuat pil tanpa tungku, Chen" ucap Song Quon saat melihat bagaimana Liu Chen membuat pil.
Feng Ying dan Zong Xian mengangguki ucapan Song Quon. Baru pertama kali mereka melihat hal seperti ini dan itu sangat luar biasa.
"Apa tidak terjadi sesuatu padamu, Xian?" ucap Song Quon sambil menatap Zong Xian.
"Heh, kau kira aku selemah itu? Tentu aku baik baik saja. Kau lihat" ucap Zong Xian dengan percaya diri.
Song Quon hanya mengangguk, "Kau terlihat baik baik saja". Melihat bahwa tidak ada yang aneh dari Zong Xian, dia hanya bisa mengangguk.
Setelah beberapa menit membuat pil, akhirnya Liu Chen sudah selesai. Ia membuat 1 pil yang dapat menumbuhkan tubuh yang hilang, lalu 5 pil untuk mengembalikan Qi yang telah habis. Iapun mulai memberikan satu persatu pada temannya.
"Kalian telanlah itu dan berikan pil berwarna merah ini pada Tuoli" ucap Liu Chen sambil memberikan dua buah pil pada Feng Ying.
Feng Ying mengangguk. Iapun menelan satu pil yang diberikan Liu Chen. Hanya dalam beberapa detik, Qi nya telah terisi kembali. "Hebat!", kagumnya.
Iapun mulai memasukkan pil ke dalam mulut Lu Tuoli dan membantu pemuda itu menyerap khasiat dari pil. Secara mengejutkan, tangan Lu Tuoli yang seharusnya sudah hilang, kini mulai tumbuh kembali menjadi tangan yang baru lagi.
"Hebat!" ucap Feng Ying, Song Quon dan Zong Xian.
Semuanya kembali dikejutkan dengan hal itu. "Kau yang membuat resepnya?", kaget Song Quon, Zong Xian dan Feng Ying.
Wajah Zhang Jiangwu nampak datar. Namun sebenarnya dia juga terkejut mendengar bahwa Liu Chen lah yang membuat resep pil dengan manfaat mengagumkan itu.
Di sebuah ruangan yang nampak agak gelap. Seseorang duduk disebuah kursi. Sementara ada 3 orang dibelakangnya. Mereka adalah iblis karna memiliki dua buah tanduk di kepala mereka.
Seorang iblis tiba tiba masuk ke dalam dan berlutut. "Saya sudah melakukannya sesuai rencana jenderal Ding"
Iblis yang duduk disebuah kursi adalah jenderal besar. Bernama Ding Bang. Dia merupakan jenderal terkuat dan merupakan tangan kanan Kaisar iblis. Karna Kaisar iblis disegel, maka dirinya harus mengurus kekaisaran.
Dunia iblis merupakan tempat yang luas. Namun hanya memiliki satu kerajaan juga satu orang Kaisar. Tidak ada Kaisar iblis lain.
Bagian mata jenderal Ding Bang nampak tersorot cahaya. Tatapannya terlihat tajam dan tegas. "Bagus, untuk saat ini biarkan saja mereka disini. Tidak perlu mengejar dan menangkap mereka. Sekarang kau bisa pergi" ucapnya dengan suara berat.
"Baik, saya pamit undur diri", iblis yang berlutut itu pun langsung pergi dari hadapan jenderal besar.
"Kau memang memiliki rencana yang bagus, jenderal Jing" ucap jenderal Ding Bang. Tangan kanannya berada di pegangan kursi, dagunya bertopang pada tangan kanan.
Iblis yang berdiri di bagian kiri tersenyum, "Terimakasih jenderal Ding". Dia bernama Jing Mi.
Awalnya ia hanya akan menangkap Zong Xian dan Lu Tuoli agar manusia lain muncul dan menyelamatkan dua pemuda itu. Sementara satu manusia dilepaskan untuk memberitaukan masalah penangkapan kedua manusia itu. Itu adalah rencana awal mereka untuk mengetahui apakah orang yang bersama jenderal muda, Tao Mu adalah manusia ataukah iblis.
Rencana awal adalah milik Tao Mu karna dia merasa curiga dengan orang orang yang bersamanya saat festival lampion, bahwa mereka manusia. Jadi dia memberitaukan rencana miliknya pada jenderal Jing Mi untuk mengetahui jawabannya.
Tao Mu memberitaukan jenderal Jing Mi untuk memeriksa sekitar. Karna merasa kemungkinan ada manusia lain. Ia juga memberitaukan rencana awal pada jenderal Jing Mi bila dia menemukan manusia disekitar kota.
Setelah menangkap Zong Xian dan Lu Tuoli, jenderal Jing Mi menemukan hal yang menarik dan membuat rencana tambahan. Iapun langsung memberitaukannya pada jenderal Ding Bang terlebih dahulu dan akhirnya mendapatkan persetujuan dari jenderal besar.
Jenderal Jing Mi mulai melakukan rencana tambahannya. Setelah selesai, maka dia baru memberitaukan pada Tao Mu bahwa dia mengubah sedikit rencana. Tao Mu pun tidak keberatan dengan itu.
Rencana yang dilakukan jenderal Jing Mi dapat menimbulkan masalah besar bagi kelompok topeng bayangan. Namun masalah itu belum disadari Liu Chen dan yang lain.
Keesokan harinya, di sebuah gua. Kini nampak 6 orang manusia yang terlihat mengerumuni api unggun. Disana bukan hanya ada api unggun, namun ada daging yang sedang dipanggang.
__ADS_1
Feng Ying mulai menggigit daging yang dipanggangnya. "Rasanya hambar, tidak enak, tidak ada rasa", keluhnya.
"Yah..mau bagaimana lagi? Kita tidak bisa membuat bumbu masakan. Yang terpenting kita masih bisa makan" ucap Zong Xian. Iapun mulai menggigit daging miliknya.
"Huft..tapi tetap saja..rasanya tidak enak..aku jadi tidak selera makan", keluh Feng Ying.
Zong Xian tersenyum kearah pemuda itu, "Kalau begitu untukku saja", ia langsung merebut daging milik Feng Ying dan memakannya.
"Eh?! Kembalikan!", Feng Ying berusaha merebut makanan yang diambil Zong Xian. Namun pemuda itu langsung berlari sambil memakan daging.
"Kalian ini seperti kucing yang kehabisan makanan hingga membuat kalian berebut", Liu Chen menggelengkan kepala.
"Tolong bantu aku menghentikan saudara Xian!" teriak Feng Ying.
"Lebih baik kau bakar daging lagi saja. Lagi pula, masih ada sisa yang belum dibakar" ucap Lu Tuoli.
Saat ia melihat kearah dimana daging daging mentah berada, ia dapat melihat bahwa disana hanya tinggal tersisa tulang. Tidak ada daging yang tersisa sedikitpun. "Ke-kemana semua daging it.."
Saat melihat kearah Song Quon, dia dapat melihat pemuda itu yang nampak kenyang. Wajah Song Quon nampak bahagia dengan senyuman terukir diwajahnya. "Maaf, aku sudah menghabiskannya"
Lu Tuoli terkejut, "K-kau makan daging mentah?!"
"Ya, memangnya kenapa? Lagi pula akan lama bila dibakar terlebih dahulu. Aku sudah terlalu lapar" ucap Song Quon dengan entengnya.
Lu Tuoli melihat Song Quon dari bawah sampai atas. "Apa kau tidak jijik memakan daging mentah?"
"Aku suka daging mentah maupun matang. Jadi tidak masalah bila daging yang kumakan tadi masihlah mentah"
Lu Tuoli menatap aneh Song Quon, "Kau memang aneh"
Song Quon menjadi protes, "Tidak hanya aku saja yang menyukai daging mentah. Ada banyak orang di dunia ini yang juga menyukainya. Jadi jangan menatapku seperti itu"
"Haha, kau belum tau saja Tuoli. Quon ini sangat banyak makan. Dia memang menyukai daging mentah ataupun matang", Liu Chen tertawa.
Lu Tuoli menatap Song Quon, "Sebenarnya kau ini apa? Makan sangat banyak sekali. Tapi kau tidak gemuk juga"
"Huh, kau iri saja denganku. Aku ini tidak akan gemuk makan sebanyak apapun juga" ucap Song Quon dengan bangga.
"Cih, aku tidak iri sama sekali. Lagi pula, aku juga tidak gemuk", kesal Lu Tuoli.
Zong Xian berhenti berlari, "Sudah habis! Maaf Ying, aku sudah menghabiskan semuanya" ucap Zong Xian dengan entengnya.
Feng Ying berhenti dihadapan Zong Xian. "Apa?! Kembalikan makanan milikku!", kesalnya.
"Kau ingin aku mengembalikannya? Kalau begitu", Zong Xian terlihat seperti akan memasukkan tangannya ke dalam mulut.
"Sudahlah lupakan, aku tidak memintanya lagi" ucap kesal Feng Ying. Iapun mulai duduk kembali.
Zong Xian tersenyum, "Baiklah, bila kau tidak ingin aku mengembalikannya", iapun duduk kembali.
Zhang Jiangwu menyodorkan daging pada Feng Ying. Iapun mendapatkan tatapan heran dari pemuda itu.
"Apa ini untukku? Bagaimana denganmu?" ucap Feng Ying.
Zhang Jiangwu hanya mengangguk.
"Wah! Untukku saja!", Zong Xian berniat mengambil daging yang disodorkan Zhang Jiangwu.
Namun tangannya segera ditepis oleh pemuda dengan ekspresi datar itu. "Ying"
Feng Ying langsung mengambil daging yang Zhang Jiangwu sodorkan. Iapun menatap Zong Xian dengan senyum mengejek, "Hahaha, aku yang dapat"
"Cih!", Zong Xian membuang muka dengan kesal.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Ramadhan untuk semua umat islam.
Semoga berkah di bulan Ramadhan ada pada kita semua. Semoga Allah mengabulkan doa dan puasa kita. Amin... 🙏^_^
__ADS_1