Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
71 -Liu Chen Menjadi Target II


__ADS_3

Liu Chen palsu menghilang dari tempatnya berdiri tadi. Hal ini, membuat Yelu waspada. Ia melihat sekitar dengan teliti dan sudah memastikan bahwa tidak ada Liu Chen di dekatnya.


"Huft.. Sekarang ketua Xun dimana? Sekarang aku jadi harus mencarinya" gumam Yelu. Iapun langsung pergi dari sana tanpa menolong pria yang dilihatnya tadi. Lagi pula, ini adalah latihan. Jadi resiko terluka pasti ada.


Pada malam hari, salah satu clone es milik Liu Chen mengamati Lao Tzu yang duduk di taman yang berada di halaman. Tempat sekitar sudah sepi saat ini. Namun tentunya masih ada anggota dari divisi pembunuh dan divisi informasi yang masih saja mengincar Liu Chen.


Jadi kebanyakan dari mereka tidak akan tidur hari ini. Beberapa dari mereka ada di dekat clone Liu Chen yang tengah memperhatikan Lao Tzu.


Liu Chen palsu menghilangkan hawa keberadaannya. Sehingga Lao Tzu tidak mengetahui keberadaannya. Namun berbeda lagi dengan orang orang yang sedang mengawasi Liu Chen saat ini. Walaupun mereka sudah menyembunyikan hawa keberadaannya, namun Lao Tzu tetap mengetahui adanya mereka. Karna kekuatan kultivasi dirinya lebih tinggi sekitar 2 bintang dari orang orang itu.


"Kenapa banyak kehadiran yang sepertinya sedang mengawasi di dekatku? Apa yang mereka lakukan? " batin Lao Tzu.


Divisi lain tentu tidak akan mengetahui pembelajaran apa saja yang dilakukan divisi lainnya. Sehingga Lao Tzu tidak mengetahui sama sekali tentang pelatihan yang dilakukan divisi pembunuh dan divisi informasi.


"Cih, kenapa mereka masih saja mengawasiku. Bahkan sampai malam seperti ini " batin Liu Chen palsu dengan kesal.


"Haha, kasihan sekali Chen. Dia sepertinya menjadi target dari 2 divisi " batin Han Liangyi. Ia berdiri di lantai 2 sambil memperhatikan ke bawah. Tepatnya tatapan Han Liangyi terarah pada salah satu pilar, dimana Liu Chen palsu berada.


"Apa yang akan kita lakukan? Lihatlah, pangeran diincar seperti itu " ucap Lin Tian menggunakan telepati pada Xi Wang.


"Ya, aku juga melihatnya. Tapi kita sudah diberitau pangeran agar kita tidak melakukan apapun" ucap Xi Wang yang juga menggunakan telepati.


Mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa Liu Chen yang mereka perhatikan hanyalah clone. Begitupun dengan Han Liangyi.


Seorang wanita nampak menarik busurnya. Namun belum menembakkan anak panah. Dia menyipitkan mata kearah target, yang mana targetnya adalah Liu Chen. "Sekarang", anak panah langsung ditembakkan kearah Liu Chen.


Panah itu bukan panah biasa, namun panah itu sudah dialiri oleh elemen petir. Hingga membuat panah semakin cepat.


Wanita itu terkejut karna targetnya tidak berada di tempatnya berada.


"Kau kira dengan panahmu itu dapat mengenaiku?" ucap suara di belakang wanita itu.


Wanita tersebut menoleh ke belakang. "Ke-ketua"


"Aaahhkk"


Semua orang yang mengawasi Liu Chen terkejut karna Liu Chen menghilang. Namun yang lebih mengejutkan adalah suara teriakan wanita yang mereka dengar.


Liu Chen sudah menghilang lagi dari tempatnya berada. Sementara wanita pemanah tadi nampak berusaha melepaskan anak panah yang menancap di kakinya.


Lao Tzu yang mendengar suara teriakan, langsung datang ke tempat suara berasal. Ia terkejut ketika melihat seorang anggota yang terluka. Ia membantu mencabut panah yang menancap pada kaki wanita itu.


"Te-terimakasih" ucap wanita.


Lao Tzu langsung pergi tanpa mengucapkan satu katapun. Ia berniat akan pergi ke kamar saja karna ia menjadi tidak nyaman dengan sekitarnya. "Apa yang terjadi dengannya? Kenapa bisa terluka seperti itu? ", Lao Tzu menggelengkan kepala dan tidak lagi mempedulikan apa yang baru saja terjadi.


Di salah satu koridor yang berada di markas, Yelu nampak berjalan dengan waspada. Ia juga seperti tengah berfikir.


"Tadi Hua (Wu Xianlun) mengatakan ketua Xun ada di taman ruang. Tapi disaat yang bersamaan, aku melihat ketua Xun ada di halaman markas. Ada dua ketua Xun di waktu yang bersamaan, sementara tempat munculnya berbeda.


Apa mungkin ketua Xun menggunakan clone es? Bila ketua Xun menggunakan clone es, berarti kemungkinan ketua Xun yang selalu dilihat semua orang hanyalah clone nya.


Karna, tidak mungkin ketua Xun yang asli keluar. Ketua Xun bisa menggunakan clone nya. Jadi dia tak perlu keluar. Bila ketua Xun yang kami lihat hanyalah clone, dimana ketua Xun yang asli?


Divisi ku dan divisi pembunuh memiliki target yang sama. Jadi pasti banyak orang tersebar yang mengawasi ketua Xun. Jadi saat ketua Xun yang asli keluar, maka kami akan langsung mengawasinya lagi. Kemungkinan ketua Xun yang kami lihat hanyalah clone, kemungkinan itu semakin besar. Karna untuk apa ketua Xun keluar bila saja sudah ada clone miliknya?


Bukankah bila ketua Xun yang asli keluar, semua yang dilakukannya akan sisa sia? Dia hanya akan membuang buang Qi karna membuat clone es. Bila ujung ujungnya dirinya yang asli tetap diawasi lagi oleh kami.


Kalau apa yang kupikirkan benar, berarti dimana ketua Xun yang asli? Ketua Xun yang asli pasti bersembunyi di tempat yang tidak kami ketahui dan tidak bisa kami lihat dari permuka-tunggu! Permukaan?", Yelu tersenyum misterius.


"Ah~ benar, permukaan. Jadi begitu, ketua Xun pasti bersembunyi di bawah tanah. Tidak mungkin ketua Xun keluar dari markas. Karna bila ia melakukan itu, dia akan ketahuan oleh dua orang yang menjaga pintu keluar.

__ADS_1


Tempat bawah tanah yang dibuat oleh ketua Xun pasti bukan di tempat yang ramai dengan banyaknya anggota lewat. Bila ia membuat ruang bawah tanah di kamar seorang anggota, maka dia akan ketahuan oleh anggota itu dan bisa saja anggota itu memberitaukannya pada yang lain.


Lalu, ketua Xun tidak mungkin membuat jalan menuju ruang bawah tanah di kamarnya. Karna kamar ketua Xun bahkan diawasi oleh lebih banyak orang dari pada tempat lainnya. Ketua Xun pasti membuat jalan menuju bawah tanah di tempat yang tidak dilewati banyak orang saat ini. Hm.. Tapi dimana?"


Yelu terus bergelut dengan pikirannya. Akhirnya Yelu memutuskan untuk berkeliling markas saja dan melihat lihat tempat mana saja yang cukup jarang dilewati orang dan tidak banyak dimasuki orang.


Yelu terlihat sangat ahli dalam menyimpulkan segala sesuatu. Ia bahkan mampu memikirkan kemungkinan apa yang dilakukan Liu Chen. Dia tidak seperti anggota lainnya yang terjebak dalam perngkap Liu Chen untuk mengelabui para anggota.


Para anggota lainnya kebanyakan hanya memikirkan untuk mencari Liu Chen dan melakukan pelatihan seperti apa yang dikatakan pelatih mereka. Mereka tidak memikirkan kemungkinan yang ada. Fokus mereka hanya terpaku pada Liu Chen yang mereka lihat dan temui. Mereka tidak memikirkan bahwa Liu Chen yang selalu mereka lihat hanyalah clone.


Namun itu wajar saja, karna mereka baru saja berlatih. Mereka masih harus mempelajari banyak hal.


Setelah berkeliling selama berjam jam sambil berfikir, akhirnya Yelu mendapatkan kesimpulan. "Sekarang kebanyakan orang orang sudah tidur. Jadi aku tidak bisa mengetahui tempat mana saja yang ramai dan sepi. Namun pikiranku terlintas beberapa rekomendasi tempat ketua Xun bersembunyi.."


"..Pertama, ketua Xun akan bersembunyi di kamar ketua Xinxin. Karna itu adalah kamar ketua, jadi pasti tidak akan banyak orang berani masuk kesana. Walaupun tidak ada ketua Xinxin. Lalu kemungkinan kedua adalah kamar ketua Haocun. Alasanku masih sama.


Ketiga, kamar ketua Guang dan alasanku masih sama. Keempat, kamar wakil Qiang. Karna dia adalah orang yang paling dekat dengan ketua Xun. Walaupun hanya ada 4 pilihan, tapi sangat sulit menentukannya!" gumam Yelu.


"Ah, iya! Bagaimana reaksi mereka bila kamarnya dijadikan tempat jalan menuju bawah tanah? Bila ketua Xinxin dan ketua Haocun tentunya tidak akan tau. Karna mereka tidak ada disini. Lalu bila wakil Qiang, maka mungkin dia akan memperbolehkan ketua Xun membuat jalur ruang bawah tanah di kamar nya.


Sementara reaksi ketua Guang, bila ketua Xun membuat ruang bawah di kamarnya maka..? Aku tidak tau reaksi apa yang akan ditunjukkan ketua Guang"


Yelu menghela nafas panjang, "Sekarang pilihanku ada dua. Kamar ketua Guang atau wakil Qiang? Karna tidak mungkin ketua Xun membuat jalan menuju bawah tanah di kamar seseorang tanpa izin. Ayo pikirkanlah, pikir"


Sementara itu, di tempat Liu Chen berada. Pemuda itu nampak sangat bosan karna terus di bawah tanah. Bawah tanah itu memang berada di bawah kamarnya. Namun jalur untuk masuk kesana bukanlah di kamarnya. Namun kamar orang lain.


Karna terlalu bosan, ia iseng saja membuat clone es lagi untuk menemaninya disini dan mengajaknya mengobrol.


Kini sudah ada clone es di depan Liu Chen. Liu Chen pun akhirnya membuat satu kursi lagi agar clone itu duduk.


Tanpa disuruh oleh Liu Chen, clone itu langsung duduk di kursi kosong. Ia langsung menopang dagu dengan tangan kanan, "Huft.. Ada apa?"


Kini, clone itu menopang dagu dengan kedua tangan. "Kenapa kau melakukan semua ini? Kenapa kau melatih mereka untuk melindungi dunia dan melindungi semua orang dari kejahatan?"


Liu Chen mengerutkan kening, ia merasa aneh karna clonenya mengatakan hal seperti itu. "Memangnya kenapa? Aku hanya ingin melindungi semua orang. Aku ingin semua orang bahagia"


Clone menatap Liu Chen dengan malas. Ia menaruh kepalanya ke meja dengan tangan sebagai bantal. Namun ia menatap kearah Liu Chen. "Kau kira, kau bisa membahagiakan semua orang? Tidak mudah melakukannya. Bisa dikatakan itu mustahil, kau takkan bisa membahagiakan semua orang"


"Aku tau itu. Namun aku akan berusaha sebisaku", Liu Chen tersenyum.


"Apa kau ingat? Kelemahan para iblis dan kenapa mereka marah ketika kau terbunuh?"


Liu Chen mengangguk, "Aku tau. Mereka pasti akan marah bila aku mati terbunuh oleh seseorang"


"Bukankah berarti mereka marah dan membalas dendam pada manusia bukan karna tulus menghargaimu?"


Liu Chen menatap kearah langit langit yang membeku. Ada pantulan dirinya pada es itu. "Ya, tapi aku tidak masalah tentang itu. Selagi Kaisar yang merupakan ayahku itu menyayangiku. Aku tak peduli bagaimana dengan ketulusan iblis lain padaku. Tapi yang jelas, mereka tidak akan pernah berkhianat"


"Jangan memandang baik pak tua itu. Apa kau lupa apa yang sudah dilakukannya pada kita, hah?!", kesal clone. Ia langsung mendekatkan wajahnya pada Liu Chen sambil menggebrak meja.


Liu Chen mengerutkan kening bingung, "Apa maksudmu? Ayah memang iblis yang baik. Lalu apa maksudmu untuk tidak memandangnya dengan pandangan baik?"


Clone langsung duduk kembali dengan tenang dan menatap Liu Chen dengan dingin, "Sepertinya pak tua itu sudah menyegel ingatanmu, hingga kau tidak bisa mengingatnya. Walaupun kau sudah bereinkarnasi dan bersatu dengan jiwa seseorang, tetap saja segel itu masih mengikutimu"


Liu Chen semakin bingung dan aneh dengan tingkah laku clone di depannya. Semua clone yang ia ciptakan memang memiliki pemikiran sendiri, namun clone nya tidak pernah bersikap seperti clone yang ada di hadapannya saat ini. Seakan, clone ini memiliki perasaan benci. Padahal clone yang biasa ia ciptakan tidak memiliki perasaan seperti itu.


Sifat, perilaku dan lainnya pada clone, itu tergantung dengan sifat pembuatnya. Jadi Liu Chen tentu merasa aneh dengan clone di depannya. Padahal setaunya, ia tidak pernah membenci siapapun. Lalu hal apa yang dibenci clone di hadapannya ini?


"Ingatan? Ingatan apa maksudmu? Kurasa, aku sudah mendapatkan semua ingatanku" ucap Liu Chen.


Sementara itu, di desa tanpa nama.

__ADS_1


Banyak pasukan kekaisaran yang datang kesana. Mereka datang ketika hari sudah pagi. Kedatangan mereka tentu membuat banyak orang langsung terkejut. Apa yang dilakukan para prajurit kekaisaran disini? Itulah yang dipikirkan mereka.


Disana juga, nampak Yang Jia Li bersama temannya, Chan Juan.


Melihat kecantikan kedua wanita itu tentu membuat banyak pria disana tertarik. Namun mereka tidak melakukan apapun karna takut dengan pasukan yang mengikuti kedua wanita itu membunuh mereka.


Yang Jia Li memandang sekelilingnya dengan datar. "Kalian cari orang itu di semua tempat. Jangan sampai ada yang kalian lewatkan"


"Baik Tuan putri", segera semua prajurit dan beberapa orang Jenderal memasuki rumah rumah warga untuk memeriksa sesuatu.


"Apa yang kalian lakukan di rumahku? Siapa kalian?"


"Kalian tidak sopan, masuk ke dalam rumah orang tanpa izin!"


Beberapa warga menjadi kesal. Karna para prajurit masuk ke dalam rumah tanpa izin sama sekali dan langsung menggeledah rumah mereka.


Yang Jia Li langsung mengeluarkan sebuah kertas. Disana, merupakan kertas pengumuman dengan adanya foto Zong Xian, "Siapa yang pernah melihat orang ini? Katakan padaku. Kalian jangan menyembunyikannya!" teriak Yang Jia Li dengan menggunakan Qi hingga terdengar seluruh warga.


Banyak warga yang langsung mendekat pada Yang Jia Li. Beberapa dari mereka masih belum mengetahui kalau Yang Jia Li merupakan seorang putri kekaisaran Yang. Mereka melihat kearah poster yang ditunjukkan Yang Jia Li.


Mereka menggelengkan kepala, "Kami tidak mengetahui dia"


"Aku sama sekali tak mengenalnya"


"Aku tak pernah bertemu dengannya"


Semua menggelengkan kepala. Sementara itu, Liu Hongli (Ayah Liu Chen) dan Li Wei (Ibu Liu Chen) nampak terdiam melihat gambar yang ada di dalam poster. Mereka mengingat ada satu orang dengan wajah yang mirip dengan di poster pernah bersama anak mereka dan berkunjung.


Melihat ada dua orang yang hanya diam tanpa menjawab, Yang Jia Li menghampiri mereka bersama dengan Chan Juan. Ia langsung menunjukkan poster pada kedua orang tua Liu Chen.


"Apa paman dan bibi pernah melihat orang ini? Jika kalian mengetahui dimana dia berada, tolong beri tau kami. Karna kami sedang mencarinya" ucap Yang Jia Li.


Kini Liu Hongli dan Li Wei semakin jelas melihat tulisan yang ada di bagian bawah gambar.


"Kenapa kalian mencarinya? Lalu siapa kau?" ucap Liu Hongli.


"Perkenalkan, aku adalah putri kekaisaran Yang. Namaku Yang Jia Li. Kami mencarinya karna dia telah membunuh permaisuri"


Liu Hongli dan Li Wei terkejut mendengar ucapan Yang Jia Li. Bagaimana mungkin? Mereka yakin, Zong Xian adalah anak yang baik. Dia tidak mungkin membunuh sembarangan orang. Apalagi permaisuri.


Beberapa orang yang mendengar bahwa Yang Jia Li merupakan Tuan putri, langsung terkejut. Mereka tak menyangka akan kedatangan tamu yang tidak diduga ini.


Liu Hongli dan Li Wei segera menggelengkan kepala, "Maaf putri, kami tidak mengetahui siapa dia. Kami bahkan tidak pernah bertemu dengannya" ucap Liu Hongli berbohong.


Yang Jia Li menyipitkan mata dan menatap Liu Hongli, "Tapi kenapa tadi kalian tidak menjawabku sama sekali?"


"Ah, itu karna kami tadi tidak jelas melihat gambarnya putri" ucap Li Wei berbohong.


Yang Jia Li mengangguk, "Baiklah. Dan untuk semua warga disini, maaf aku mengganggu kalian. Aku hanya ingin memeriksa semua rumah kalian agar memastikan bahwa pembunuh permaisuri tidak bersembunyi disini"


Semua warga terdiam. Awalnya beberapa ada yang marah karna tiba tiba saja orang masuk tanpa izin. Namun ketika tau identitas dari Yang Jia Li, mereka terdiam.


Sebenarnya saat itu, Yang Jia Li dan yang lainnya pernah menemukan markas bandit kalajengking yang ada di dekat kekaisaran. Mereka tidak menangkap para bandit sama sekali. Karna tujuan mereka hanya mencari Zong Xian. Yang Jia Li sendiri yang mengatakan agar tak menangkap mereka. Karna menurutnya, itu hanya akan membuang waktu untuk mencari Zong Xian.


Jadi Mereka hanya menggeledah markas bandit itu saja. Awalnya para bandit melawan, namun dengan kekuatan Yang Jia Li, semua bandit tak bisa melawan. Untungnya, saat itu Zong Xian sedang pergi mengantar Kaisar iblis menuju tempat Liu Chen. Sehingga Yang Jia Li tidak menemukan Zong Xian di markas bandit.


Semua bandit pun tidak mengatakan apapun tentang pemimpin mereka. Karna tau bila yang dicari Yang Jia Li adalah pemimpin mereka. Sepertinya mereka mulai setia pada Zong Xian. Karna berkat pemuda itu juga, mereka bisa bertambah semakin kuat.


Yang Jia Li pergi ke desa tanpa nama, bukan tanpa alasan. Desa tanpa nama adalah kumpulan orang orang dengan identitas yang tak biasa. Desa itu adalah tempat pelarian para penjahat dari berbagai benua maupun kekaisaran. Namun ada juga yang hanyalah warga biasa. Bukan hanya penjahat bahkan ada juga beberapa orang dengan identitas menakjubkan, seperti Liu Hongli. Namun selain dirinya, ada juga orang dengan identitas tak biasa.


Karna desa tanpa nama merupakan tempat dimana orang dari berbagai kekaisaran bahkan benua berkumpul, maka desa itu dinamakan 'desa tanpa nama'.

__ADS_1


__ADS_2