
Halo, kita ketemu lagi di novel Kelompok Topeng Bayangan🙌😊 Maaf seminggu ini tidak update dikarenakan author yang lagi PAT🙏 Tapi sekarang author akan melanjutkan novel. Maaf juga karna cuman bisa 3 chapter karna author kekurangan ide untuk novel ini. Terimakasih bagi yang setia menunggu updatenya novel ini dan selalu mendukung author. Happy reading! ^_^
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Zong Xian, Yang Jia Li, Chan Juan dan Jenderal Lin Tian saat ini sedang mengungsikan para penduduk kekaisaran Elang putih ke tempat yang aman. Mereka sempat terkejut saat tiba di sana. Karna di sana sudah terjadi kekacauan lagi.
Sekelompok orang dengan topeng yang menutupi setengah wajah mereka nampak melawan masyarakat. Bahkan kultivator yang sedang singgah di kota juga diserang oleh sekelompok orang itu.
Zong Xian, Yang Jia Li, Chan Juan dan Jenderal Lin berusaha mengumpulkan mereka ke tempat yang aman. Lalu, mereka akan langsung diteleportasikan oleh Jenderal Lin. Hanya saja, banyak warga biasa yang sangat panik, sehingga mereka sulit untuk ditenangkan. Apalagi dengan debaman debaman keras dari pertarungan.
Jenderal Lin tidak melawan orang orang bertopeng yang menutupi sebagian wajah mereka. Ia hanya menteleportasikan semua warga saja. Karna itu adalah tugasnya. Juga, karna ia memang tidak terlalu peduli dengan nyawa orang orang ini. Ia hanya khawatir pada Liu Chen juga anggota kelompok lain yang sudah ia latih.
"Kurasa keadaan di dunia manusia ini semakin memburuk saja" batin Jenderal Lin.
"Kau..!! Bagaimana kau masih hidup?!" ucap Zong Xian yang berada di jarak beberapa meter dari Jenderal Lin. Ia menatap ke seorang pria paruh baya di depannya. Pria paruh baya itu baru saja melepaskan topeng miliknya.
"Hm.. Seperti apa yang dikatakan Tuan, ternyata kau adalah orang yang sudah menghancurkan markas bandit serigala hitam kami," pria paruh baya itu tidak sendiri, di sampingnya ada seorang wanita tua, juga beberapa orang lainnya.
Zong Xian menggertakkan gigi, "Apa mereka menggunakan semacam clone saat itu? Tapi aku sudah memastikan bahwa saat itu aku memang benar benar membunuh tubuh makhluk hidup. Tapi bagaimana mereka sekarang masih.."
"Haha, kau pasti bingung bagaimana aku dan teman temanku masih hidup. Hah.. Mudah saja, karna kami yang kau bunuh saat itu hanyalah sebagian roh milik kami yang disimpan pada orang lain. Tubuh itu akan membentuk wujud seperti kami dan kami'lah yang mengendalikannya" ucap salah satu orang di hadapan Zong Xian. Ia tersenyum menyeringai dan seakan mengejek kecerobohan Zong Xian.
Zong Xian menggenggam tombak miliknya dan menatap tajam 5 orang di depan, "Terserah apa katamu, tapi aku akan tetap melawan dan membunuh kalian lagi!"
Zong Xian melesat maju dan menyerang kelima oramg itu. Saat bertarung dengan mereka, Zong Xian terkejut karna kelima orang itu memiliki kekuatan di tingkat bumi bintang 1-2. Sementara dirinya sendiri saat ini berada di tingkat bumi bintang 3.
Peningkatan Zong Xian terjadi karna perjelajahannya dan penemuannya tempat tempat dengan Qi tebal, juga sumber daya yang amat banyak.
***
Liu Chen yang saat ini berada di sekte pedang langit sudah berada di depan seorang wanita cantik yang memainkan seruling. Wanita itu pernah bertemu Liu Chen, bernama Xin Qian.
__ADS_1
Walaupun melihat kedatangan Liu Chen, Xin Qian masih tetap memainkan serulingnya tanpa kesalahan nada sama sekali. Ia menatap pemuda di depannya. Saat ini mereka berdua berada di atap bangunan yang cukup tinggi.
"Hentikan permainan serulingmu itu!" ucap Liu Chen dengan kesal.
Xin Qian mengangkat sebelah alisnya. Ekspresi yang ia perlihatkan seakan mengejek Liu Chen. Namun ia tetap bermain seruling tanpa mengikuti apa yang dikatakan pemuda di depannya.
Liu Chen menghentakkan kakinya. Seketika, dari permukaan atap yang ia injak mulai muncul es yang beku dan bergerak menuju Xin Qian.
Wanita yang memainkan seruling itu segera melompat mundur untuk menghindari serangan Liu Chen. Namun, tetap saja es yang membeku itu terus mengarah padanya. Serangan Liu Chen juga membuat atap membeku.
Xin Qian langsung terbang di langit kala tempatnya untuk mundur tidak ada karna berada di ujung atap. Walaupun saat ini dirinya melayang di udara, ia masih setia dengan permainan serulingnya.
Di sekitar Liu Chen terbentuk padatan es yang tajam dan membentuk bongkahan bongkahan tajam. Semua itu pun melesat ke arah Xin Qian dengan sangat cepat.
Melihat hal tersebut, Xin Qian segera menghindari semuanya. Sehingga ia hanya berfokus pada permainan seruling dan menghindari serangan, tanpa mengetahui bahwa Liu Chen sudah ada di belakangnya.
Liu Chen yang berada di tempat lebih tinggi dari Xin Qian dan sedang ada di belakang wanita itu, berniat menyerang dari belakang menggunakan bongkahan es.
Tiga bongkahan es yang Liu Chen lempar dari belakang, lebih cepat dari pada dengan bongkahan es lain yang tadi ia lemparkan.
Liu Chen terkejut ketika melihat serangannya masuk ke dalam cermin begitu saja. Tak hanya itu, beberapa detik setelahnya, seseorang keluar dari dalam cermin.
Bersamaan dengan keluarnya orang itu, Xin Qian juga membalikkan tubuhnya dan agak menggeser tubuhnya agar berdiri di samping orang yang baru saja keluar tadi.
Liu Chen terkejut ketika melihat bahwa orang yang keluar itu, memiliki wajah yang sama dengannya. "Bagaimana bisa..," Liu Chen tak bisa mengatakan apapun saat ini. Karna ia terlalu terkejut.
"Pena milik wanita itu ternyata sangat hebat. Dia bahkan bisa membuat senjata tingkat langit cermin pemindah dan juga kalung pengubah" batin Xin Qian.
Orang yang keluar dari cermin dan memiliki wajah yang sama dengan Liu Chen itu memakai sebuah kalung. Kekuatannya hanya sedikit lebih rendah dari Liu Chen.
Cermin yang berada di belakang orang itu menghilang menjadi butiran butiran air dan menguap.
__ADS_1
Dua senjata tingkat langit yang dimiliki kelompok musuh adalah seruling ilusi milik Xin Qian dan pena ajaib yang dimiliki salah satu anggota wanita musuh. Jika seseorang menggambar menggunakan pena itu, maka gambar yang ada pada kertas akan menjadi kenyataan.
Jadi, bola kristal yang dapat mengendalikan manusia itu merupakan salah satu hasil dari pena ajaib. Begitupun cermin pemindah dan kalung pengubah yang dipakai orang dengan wajah mirip Liu Chen.
Orang yang mirip Liu Chen langsung menyerang Liu Chen. Sementara Xin Qian kembali memainkan seruling miliknya dan membuat ilusi di lingkungan sekitarnya.
Mendapatkan serangan dadakan dari musuh, Liu Chen langsung menghindar dan terbang dengan lebih tinggi di langit, "Dia memiliki kekuatan yang hampir sebanding denganku. Jadi, aku akan membutuhkan waktu yng cukup lama untuk mengalahkannya" batin Liu Chen. Ia menatap tajam musuh yang mirip dengannya itu.
***
Di tempat lain, orang orang sekte aliran hitam berkumpul dan terus berjalan di gelapnya malam.
Tao Mu yang merupakan Jenderal iblis menjadi pemimpin dari penyerangan diam diam dalam rombongan orang orang sekte aliran hitam. Seluruh divisi pembunuh dan Tao Mu saat ini sudah berpakaian seperti orang dari sekte aliran hitam.
Mereka berada di barisan paling belakang. Namun beberapa orang divisi pembunuh berada diantara kerumunan dalam rombongan untuk mengalihkan perhatian orang orang sekte aliran hitam.
Ketika ada orang yang ingin melihat ke belakang, maka orang orang divisi pembunuh akan mengalihkan perhatian orang sekte aliran hitam itu, agar mereka tak mengetahui apa yang terjadi pada barisan belakang.
Di barisan belakang, sudah banyak orang sekte yang dibunuh oleh divisi pembunuh. Pembunuhan ini dilakukan dengan sangat baik. Bahkan tanpa suara pertarungan sama sekali. Karna semua orang divisi pembunuh melakukannya secara diam diam.
Walaupun sudah banyak orang yang mereka bunuh, bukan berarti orang sekte aliran hitam berkurang banyak. Divisi pembunuh baru saja mengurangi 'sedikit' dari jumlah yang sebenarnya.
"Rencana diubah! Kalian semua, bunuh orang orang sekte aliran hitam sekarang juga! Jangan biarkan satu orang pun lepas dan pergi ke sekte pedang langit!"
Pesan telepati dapat didengar oleh seluruh divisi pembunuh, juga Tao Mu. Suara itu adalah suara Liu Chen. Mendengar bahwa mereka harus membunuh seluruh orang sekte aliran hitam ini sebelum sampai di sekte pedang langit, membuat semuanya keheranan. Namun, mereka tidak menanyakan alasan dari hal ini.
"Kalian sudah mendengarnya tadi. Jadi, ayo lakukan dan bereskan semua semut semut ini!" ucap Tao Mu menggunakan telepati.
Semua anggota divisi pembunuh mengangguk. Mereka pun mengeluarkan senjata secara terang terangan. Suara tarikan pedang yang diambil dari sarungnya terdengar. Mereka segera melancarkan aksinya.
Melihat apa yang dilakukan orang orang divisi pembunuh membuat orang orang sekte aliran hitam terkejut. Karna serangan dadakan, beberapa orang harus terluka. Bahkan mati.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?! Apa kalian ingin berkhianat, HAH?!" ucap salah satu orang sekte aliran hitam. Ia pun mengeluarkan pedangnya dan mengacungkan pedang pada salah satu orang divisi pembunuh yang ada di dekatnya.
"Sejak awal, kami bukanlah bagian dari kalian," ucap divisi pembunuh itu. Iapun langsung menyerang orang sekte aliran hitam di depannya.