
Ketika Liu Chen masih mengamati Han Liangyi dan para iblis didepan temannya itu, tiba tiba pundak Liu Chen disentuh oleh seseorang.
Hal ini, membuat Liu Chen melompat ke belakang. Bahkan ia hampir terjatuh ke bawah karna saat ini ia berada di atap sebuah rumah. Ia langsung menatap waspada kearah sebuah sentuhan yang mengenai pundaknya.
Ketika melihat siapa dihadapannya, membuat Liu Chen menghela nafas. Dihadapannya ternyata adalah Song Quon.
Song Quon mengerutkan keningnya, "Kau kenapa?"
Liu Chen menatap Song Quon dengan kesal, "Kau membuatku terkejut saja. Lain kali panggil saja aku, jangan mengagetkanku lagi"
"Aku hanya menyentuh pundakmu dan tidak mengejutkanmu sama sekali", Song Quon menggelengkan kepala.
"Huft..sudahlah, dari mana saja kau selama ini? Aku mencarimu. Aku kira kau ditangkap para iblis atau mungkin dimakan hewan buas. Tapi sepertinya tak terjadi apapun padamu"
"Kau terlalu jahat berpikiran seperti itu tentangku, apa tidak ada pikiran lain selain itu tentangku?", Song Quon nampak tidak senang.
"Baiklah, baiklah..maafkan aku. Sekarang katakan, kemana saja kau selama ini? Aku mencarimu, kau membuatku khawatir"
"Tidak perlu khawatir memikirkanku, aku baik baik saja"
"Bagaimana tidak khawatir? Kau itu terlalu lama pergi hingga membuatku khawatir. Kau itu temanku, aku tak mungkin membiarkan sesuatu terjadi padamu. Jika kau mendapat masalah maka aku akan membantumu sebisaku. Jadi katakan saja bila terjadi sesuatu padamu"
Song Quon tersenyum, "Tak perlu khawatir padaku seperti itu. Aku tadi hanya pergi untuk mencari informasi dan akhirnya aku mendapatkan hasil. Aku mengetahui cara keluar dari dunia ini"
Liu Chen terkejut sekaligus kagum dan senang, "Apa kau serius? Kau hebat sekali, bisa mendapatkan informasi secepat itu.Kalau begitu, kita sekarang bisa kembali"
Song Quon mengangguk, "Ya, kita bisa kembali sekarang juga. Ayo, ikuti aku!"
"Tunggu, Liangyi ada disini. Kita harus kembali bersamanya", Liu Chen menunjuk sebuah kerumunan tanpa menatap kearah yang ditunjuknya.
Song Quon menatap kearah dimana Liu Chen menunjuk, iapun mengerutkan keningnya. "Dimana? Tidak ada. Coba kau lihat baik baik, tidak ada Liangyi disana. Lihatlah dengan baik, mungkin tadi kau salah lihat karna terlalu memikirkannya"
"Aku melihatnya disana, disa-", ucapan Liu Chen terhenti kala dirinya melihat kearah yang ditunjuk dirinya sendiri. Disana hanya ada beberapa iblis yang berkerumun, ia juga tak melihat Han Liangyi.
"Tadi dia ada disana. Tidak mungkin aku salah lihat", Liu Chen menatap kearah Song Quon seperti meyakinkan temannya.
Song Quon menggelengkan kepala, "Sudahlah, kau terlalu memikirkannya hingga kau berkhayal bahwa kau melihat Liangyi"
"Tapi-"
"Sudahlah, ayo pulang. Kita tak boleh terus berada disini. Ini adalah wilayah musuh"
Liu Chen melihat kearah kerumunan itu sekali lagi, berharap apa yang dilihatnya adalah kenyataan. Namun tetap saja, saat ini dirinya tak melihat Han Liangyi berada disana. Iapun menghela nafas dan menatap Song Quon sambil mengangguk.
"Baiklah, ayo!" ucap Song Quon.
Liu Chen langsung mengikuti Song Quon lompat dari atap rumah yang tak terlalu tinggi. Mereka pun langsung pergi dari sana.
Setelah cukup lama berlari dari desa, akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah yang terlihat sudah tak terawat. Ada tanaman menjalar dirumah tersebut. Rumah itu juga terlihat sudah tua.
Liu Chen menatap aneh kearah Song Quon, "Kenapa kita kesini? Bukankah kita akan pulang? Apa kau mengajakku menginap ditempat seperti ini?"
Song Quon menggelengkan kepala, "Ikuti saja aku, didalam sana terdapat sebuah portal yang akan membuat kita kembali ke dunia kita. Tentunya kita harus memiliki sebuah token agar portal itu dapat tercipta. Aku juga memiliki tokennya. Ada seseorang yang menyimpan token itu sembarangan diatas meja, jadi aku langsung mengambilnya.
Mungkin dia sudah tak membutuhkan token hingga menyimpannya begitu saja diatas meja hehe, bukankah aku ini beruntung?", Song Quon langsung terkekeh.
"Bilang saja kau mencuri dari seorang iblis!", Liu Chen ikut terkekeh pelan. "Kalau begitu, ayo cepat. Aku ingin segera kembali, tinggal di wilayah musuh membuatku tidak nyaman"
Song Quon mengangguk. Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah yang terlihat tua itu.
Ketika sudah berada di dalam, mereka dapat melihat bahwa di dalamnya terlihat kotor dan tak terurus. Tanaman rambat menjalar pada dinding rumah. Ada juga sarang laba laba yang terlihat.
"Tempat ini sangat kotor, kenapa mereka membuat portal di tempat seperti ini?" ucap Liu Chen dengan aneh.
"Mungkin agar tak menarik perhatian. Tidak banyak iblis yang mengetahui dimana dan bagaimana cara masuk ke dunia kita, kemungkinan seperti itu", Song Quon mengangkat kedua bahunya.
"Lalu bagaimana cara menggunakan token yang kau maksudkan tadi? Apa kau mengetahui caranya?", Liu Chen menatap kearah Song Quon dan menunggu jawaban dari pemuda itu.
"Tentu saja aku mengetahuinya, aku mendapatkan informasi itu dari beberapa prajurit iblis", Song Quon tersenyum dengan percaya diri.
Liu Chen mengangguk, "Kalau begitu cepat lakukan. Jangan sampai ada iblis yang melihat kita berada disini"
"Tanpa kau beritau, akupun sudah mengetahuinya", Song Quon langsung berjalan ke sebuah meja yang tak jauh darinya. Iapun langsung menempelkan token yang dibawanya pada permukaan meja yang datar.
Tak lama setelahnya, token itupun bersinar. Hanya dalam beberapa detik, sinar yang terlihat pada token menghilang, digantikan dengan sebuah portal yang berada pada dinding rumah.
"Benar benar berhasil?!", Liu Chen kini berdiri disamping Song Quon.
Iapun merangkul pemuda disampingnya ini dan tersenyum kearahnya, "Kau memang hebat, Quon! Kita sekarang tidak perlu berada disini lagi, ini semua berkatmu!", ucap Liu Chen semangat.
__ADS_1
"Hehe, itu bukanlah masalah besar", Song Quon langsung tersenyum dengan percaya diri.
"Kalau begitu, ayo kita masuk. Kita harus segera pergi"
Song Quon langsung mengangguk. Keduanya masuk ke dalam portal yang muncul pada dinding ruangan tersebut.
Kini Liu Chen dan Song Quon muncul kembali di ruangan singgasana. Disana sangat sepi tanpa adanya suara apapun.
"Kita berhasil, Quon!", senang Liu Chen. Karna terlalu senang, bahkan ia tak sadar langsung memeluk temannya itu.
"Chen, apa yang kau lakukan?!", kaget Song Quon.
Liu Chen langsung tersadar, iapun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh, "Hehe, maaf Quon. Aku tak sengaja"
Song Quon menatap Liu Chen dengan aneh dan tak percaya akan apa yang diucapkan pemuda itu.
Menyadari tatapan itu, Liu Chen berkata, "Jangan berfikiran aneh aneh tentangku. Aku benar benar tidak sengaja, ti..dak..se..nga..ja. kau faham?"
Song Quon langsung mengangguk dengan cepat, "Maaf"
"Sudahlah, yang terpenting kita sekarang sudah keluar dari dunia itu! Walaupun tempat itu memiliki Qi yang cukup tebal, namun aku merasa tak nyaman disana karna itu adalah wilayah musuh"
Song Quon hanya mengangguk.
"Seharian itu, kau kemana saja?" tanya Liu Chen sambil menatap Song Quon.
"Ah, itu..aku pergi ke desa itu lagi untuk mencari informasi. Tentunya aku mengawasi mereka dari jauh"
"Jadi kau tau tentang keadaan dibagian pusat desa itu?"
"Hm? Yang mana? Aku mengawasi bukan didekat pusat desa, aku hanya mengawasi di pinggir desa"
"Lalu kenapa aku tak menemukanmu?"
"Em..mungkin saat kau masuk ke dalam desa, aku pergi sebentar dari sana untuk menemuimu yang saat itu, aku kira kau masih berada dihutan. Jadi kau tidak bertemu denganku karna itu"
"Em..baiklah, aku percaya"
"Sekarang kita pergi saja dari sini secepatnya. Disini masihlah wilayah iblis, jadi mungkin saja akan ada iblis yang keluar dari portal, maupun yang akan masuk ke dalam portal sehingga harus datang ke dalam istana ini terlebih dahulu"
Liu Chen mengangguk mendengar ucapan Song Quon. Belum saatnya mereka menyerang. Apalagi jika seorang jenderal iblis yang datang, maka Liu Chen tak dapat mengatasinya. Kekuatannya masihlah lemah saat ini, sementara seorang jenderal iblis sangat kuat. Walaupun tentunya masih lebih lemah dari Kaisar iblis.
Setelah berada cukup jauh dari istana, Liu Chen menghentikan langkahnya dan menatap Song Quon, "Lalu bagaimana dengan Liangyi?"
Song Quon langsung menjawab, "Dia pasti sudah keluar dari istana itu. Mungkin sekarang dirinya pergi keluar karna kita berada di dunia iblis selama seharian. Jadi Liangyi pasti pergi"
Liu Chen nampak agak kecewa, "Jadi begitu, sepertinya dia pergi"
"Kau terlihat kecewa, ada apa?", Song Quon menatap Liu Chen dengan heran.
Liu Chen tersenyum canggung, "Tidak ada, sudahlah. Kita harus pergi sekarang!"
Song Quon mengangguk. Mereka kembali berlari. Kini hari nampak sudah siang dengan matahari yang tepat berada diatas kepala.
Beberapa minggu telah berlalu setelah kejadian tersebut, Liu Chen dan Song Quon kini berada disebuah kota bernama kota Melati.
Kota Melati memiliki bangunan yang dominan memiliki warna putih. Kota Melati juga merupakan kota yang cukup besar di kekaisaran Yang ini. Kota Melati terkenal akan pil nya yang cukup banyak dan memiliki pil hingga tingkat menengah.
Tingkatan pil:
* Rendah
* Menengah
* Tinggi
* Legenda
Pil dengan tingkat legenda adalah tingkatan pil yang paling tinggi. Bahkan hampir tidak pernah ada lagi saat ini. Bisa dikatakan, tidak ada lagi seorang alkemis yang mampu membuat pil dengan tingkat itu.
Pil dengan tingkat menengah saja sudah termasuk cukup langka. Tapi di kota Melati, pil dengan tingkat menengah cukup banyak ditemukan.
Karna kota Melati disebut sebagai kota obat, maka banyak kultivator yang ke kota Melati untuk membeli pil pil disana.
Saat ini Liu Chen sudah mendapatkan anggota baru yang ditemuinya di kota Melati. Dia adalah seorang gadis dengan rambut berwarna biru dan juga seorang kakak dari gadis itu yang merupakan pria dengan rambut berwarna biru.
Gadis itu bernama Wu Xianlun. Sementara pemuda yang merupakan kakaknya adalah Wu Anming. Mereka mengikuti Liu Chen sebab, pemuda itu telah memberikan mereka banyak bantuan.
Awalnya mereka hanyalah pengemis jalanan yang bahkan untuk makan saja sulit. Kedua orangtua mereka sudah tewas karna sebuah kejadian. Namun kini mereka bisa mendapatkan makanan yang layak dan bisa mendapatkannya setiap hari. Bukan itu saja, bahkan Liu Chen memberikan mereka sumber daya untuk membuat mereka menjadi lebih kuat. Jadi mereka memilih untuk mengikuti Liu Chen apapun yang terjadi. Karna bagi mereka, pemuda itu adalah seorang penyelamat.
__ADS_1
Liu Chen pun tidak masalah bila kedua orang itu ingin mengikutinya, ia juga memang ingin kedua orang itu bergabung dengannya. Karna kedua orang itu memiliki bakat yang cukup besar.
Liu Chen juga membagikan sumber daya pada Song Quon. Agar temannya itu dapat naik tingkatan dengan cepat, ia tidak tau bahwa Song Quon memiliki tingkat kultivasi yang tinggi. Yang diketahui Liu Chen, Song Quon baru ditingkat Qi Foundation. Jadi Liu Chen ingin membantu temannya berkembang.
Wu Xianlun memiliki tingkat kultivasi Qi foundation bintang 5 hanya dalam beberapa minggu. Sementara kakaknya, Wu Anming tingkat Qi foundation bintang 8.
Jika oranglain tau tentang perkembangan mereka hanya membutuhkan waktu beberapa minggu, maka mereka akan muntah darah karna terlalu terkejut.
Mereka berempat saat ini sedang berkeliling di kota Melati. Lebih tepatnya, saat ini mereka pergi menuju asosiasi bulan perak. Karna Liu Chen ingin memesan banyak pakaian.
Tentunya, bukan pakaian biasa. Pakaian ini biasanya dipakai oleh sekte sekte. Karna pakaian ini dapat melindungi seseorang dari serangan. Tergantung dengan kualitas pakaian itu sendiri, juga seberapa kuat serangan yang mengarah padanya.
Liu Chen ingin memberikan pakaian seperti itu pada kelompok nya. Tentunya bukan untuk mereka berempat saja, namun juga dengan Zong Xian, Zhang Jiangwu, Yang Jia Li dan anggota lainnya.
Setelah sampai, mereka langsung masuk ke dalam cabang asosiasi bulan perak.
Liu Chen langsung menghampiri seorang penjaga wanita yang ada disana, "Apa aku bisa bertemu manajer?"
Wanita itu melihat Liu Chen dari atas sampai bawah dengan penuh selidik. "Maaf tuan, ada urusan apa anda ingin bertemu manajer kami?"
"Antarkan saja aku menemuinya. Ada sesuatu yang ingin kutawarkan padanya", Liu Chen tersenyum.
Untuk sesaat, wanita itu terpesona dengan senyuman Liu Chen. Namun ia segera menanggapi pemuda dihadapannya, "Kalau begitu, mari ikuti saya tuan"
Liu Chen mengangguk, iapun mengalihkan tatapannya pada Song Quon, Wu Xianlun, dan Wu Anming. "Kalian tunggu disini saja, kalian bisa memilih senjata yang kalian suka. Aku yang akan membayarnya"
"Tapi-"
Ucapan Wu Xianlun dipotong oleh Liu Chen, "Anggap saja sebagai hadiah untuk kalian", Liu Chen pun langsung pergi bersama wanita penjaga.
"Kalau begitu, aku takkan sungkan!" ucap Wu Anming yang terlihat senang dan bersemangat.
"Kakak..", Wu Xianlun tersenyum kecut menatap kakaknya.
"Chen sudah mengatakannya bukan? Kalau begitu, ayo kita cari pedang yang bagus!", Song Quon langsung pergi dari sana dan langsung melihat lihat tempat bagian senjata.
Wu Anming mengikuti Song Quon, begitupun Wu Xianlun.
"Aku akan selalu mengikuti tuan Chen, karna tuan adalah penolong bagiku dn adikku" batin Wu Anming sambil tersenyum.
Mereka langsung memilih senjata masing masing. Ada berbagai macam senjata yang ada di asosiasi bulan perak ini. Tingkatannya pun berbeda beda, yang paling tinggi hanyalah tingkat menengah disini.
Namun ada juga beberapa tingkat tinggi, tentunya senjata itu dijual dengan harga yang mahal.
Song Quon memegang sebuah pedang dengan gagang yang berwarna hitam. Pedang itu terlihat seperti langit malam. Nampak elegan dan indah dengan beberapa titik warna cerah seperti bintang. Benar benar seperti langit malam.
"Pedang yang bagus, ini juga merupakan pedang tingkat tinggi. Walaupun tidak sehebat pedang tingkat langit seperti milik Chen, tapi aku menyukainya" gumam Song Quon sambil tersenyum.
Wu Xianlun nampak memilih sepasang belati dengan pegangan berwarna merah cerah. Belati itu dihiasi oleh ukiran bunga mawar yang indah. "Aku menyukainya! Belati ini terasa nyaman dipegang. Belati ini juga berada ditingkat menengah", Wu Xianlun tersenyum senang.
Beberapa menit kemudian, Liu Chen datang bersama seorang wanita penjaga dan seorang pria paruh baya. Pria paruh baya itu adalah manajer dari cabang asosiasi bulan perak ini.
"Kira kira kapan pakaian yang aku pesan selesai?" tanya Liu Chen.
Manajer itu tersenyum, "Mungkin sekitar 2 minggu. Karna pakaian yang tuan muda pesan sangat banyak"
Liu Chen mengangguk, "Tidak masalah", iapun mengarahkan tatapannya pada ketiga temannya.
"Apakah pil yang kuberikan cukup untuk membayar senjata yang mereka pilih?"
"Tentu tuan muda, anda memberikan kami banyak pil yang berharga. Semuanya sudah cukup bila ditambah dengan senjata teman tuan muda"
Liu Chen mengangguk dan tersenyum, "Hei kalian, ayo kita pulang. Urusan kita disini sudah selesai. Kita tinggal menunggu 2 minggu lagi"
Ketiga temannya menoleh kearah Liu Chen, mereka langsung menghampiri pemuda itu.
"Tuan Chen, apa tidak apa saya memilih senjata tingkat menengah ini?" ucap Wu Xianlun sambil menunjukkan belati yang dipegangnya.
"Tentu saja, senjata yang kalian pilih sudah kubayar. Jangan terus memanggilku tuan, panggil saja saudara Chen atau kakak Chen. Kau mengerti?", Liu Chen langsung mengelus kepala Wu Xianlun dan tersenyum.
Wu Xianlun mengangguk, "Baik, kak Chen", iapun tersenyum.
Liu Chen menyingkirkan tanggannya dari kepala Wu Xianlun, iapun mengarahkan tatapannya pada Wu Anming. "Kau panggil aku saudara Chen saja"
"Tentu", Wu Anming mengangguk dan ikut tersenyum. "Anda sangat baik pada kami, kami pasti akan membalas kebaikan anda"
"Chen, kau terlalu baik. Dengan orang yang tak kau kenal pun, kau memberikan mereka sumber daya dan kehidupan yang sangat layak" batin Song Quon sambil menatap Liu Chen.
Liu Chen langsung mengajak teman temannya untuk pulang. Ia juga pamit pada manajer asosiasi dan langsung pergi setelah itu.
__ADS_1