Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
27 -Istana Ras Iblis


__ADS_3

Keesokan harinya, Liu Chen pamit pada kedua orangtuanya. Dia mengatakan akan pergi untuk mencari sesuatu. Namun tak mengatakan apa yang dicarinya.


Awalnya kedua orangtuanya melarang Liu Chen untuk pergi. Namun ketika mereka berfikir fikir kembali, akhirnya mereka memperbolehkan Liu Chen pergi. Sebab, mereka tak mungkin terus menahan Liu Chen.


Liu Chen juga mengajak Song Quon. Ia mengatakan agar Han Liangyi merawat orangtuanya. Namun Han Liangyi menolak dan mengatakan akan ikut dengannya.


Han Liangyi memaksa terus Liu Chen agar ia diizinkan untuk ikut. Akhirnya Liu Chen membiarkannya ikut, asalkan Han Liangyi tidak menjadi beban. Tentunya Han Liangyi setuju.


Bagaimanapun, Han Liangyi tidak mungkin menjadi beban. Karna ia memiliki tingkatan yang sangat tinggi. Namun, baik Song Quon maupun Liu Chen, tidak ada yang mengetahui tingkatan sebenarnya dari Han Liangyi.


Setelah pamit, mereka pun langsung pergi.


"Apa tujuanmu pergi dari rumah saudara Chen? bukankah dirumah lebih enak? kau bisa makan setiap hari dan tidur dengan nyenyak" ucap Han Liangyi.


"Aku memiliki tugas yang harus ku selesaikan. Aku menundanya terlalu lama, mungkin mereka sudah melakukan tugas pertama" ucap Liu Chen.


Tugas pertama yang dimaksud adalah, tugas untuk mengumpulkan anggota sebanyak banyaknya. Sementara Liu Chen baru memiliki satu anggota, yang tak lain adalah Song Quon. Yang sekaligus akan menjadi wakilnya.


"Memangnya tugas apa itu?" tanya Han Liangyi.


"Kalau kau masih ingin ikut denganku, jangan banyak bertanya", jawab Liu Chen dengan acuh tak acuh.


"Baiklah, aku takkan menanyakan banyak hal"


"Kekuatannya berkembang dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu 2 minggu dia bisa mencapai tingkat kaisar bintang 8. Bagaimana bisa? apa dia memakai sebuah jurus atau pil yang dapat meningkatkan kekuatan dengan cepat?tidak, kurasa bukan. Jika iya, seharusnya akan memberikan sebuah efek padanya. Lalu apa yang menyebabkan dia bisa naik tingkat dengan cepat?" batin Han Liangyi sambil terus menatap kearah jalan.


"Maaf kak, aku tak bisa menunggumu lebih lama lagi. Aku memiliki tugas yang harus ku selesaikan. Aku tak bisa melibatkanmu dengan memasukkanmu ke dalam kelompok" batin Liu Chen.


"Kira kira dimana istana atau wilayah iblis berada, ya? jika aku mengetahuinya, mungkin aku akan mendapat beberapa informasi. Mungkin tentang kelemahan ras itu..tunggu! guru pernah mengatakan bahwa dia pernah pergi kesana. Kalau tak salah letaknya di bagian barat kekaisaran Yang ini. Namun letaknya cukup tersembunyi" batin Liu Chen.


Setelah berfikir sejenak, Liu Chen memutuskan untuk pergi menuju kearah bagian barat kekaisaran Yang.


Kebetulan, dia juga saat ini pergi menuju bagian barat. "Apa benar ada disana? tapi semoga saja benar. Mungkin jika aku terus berjalan kearah barat kekaisaran Yang, membutuhkn waktu beberapa hari"


"Kita akan kemana Chen?" tanya Song Quon.


"Kita akan terus melangkah kearah barat kekaisaran Yang ini. Aku ingin tau, apakah disana memang ada istana ras iblis", Liu Chen menatap kearah pemuda yang bertanya padanya itu.


Baik Song Quon, maupun Han Liangyi terkejut. Apa mereka tak salah dengar? istana ras iblis?


"Lalu jika memang istana iblis ada disana, maka kenapa tidak ada anggota kekaisaran ataupun orang orang sekte yang kesana untuk mencari informasi ataupun mengambil barang barang berharga milik para iblis?" tanya Han Liangyi dengan heran.


"Mungkin ada banyak orang dari kekaisaran maupun dari sekte sekte yang pergi ketempat itu. Namun ada sebuah pelindung yang membuat istana tak bisa dimasuki dan kemungkinan kedua adalah, tidak ada orang yang tau bahwa disana ada istana iblis. Mungkin karna disana ada semacam pelindung tak terlihat yang membuat istana tak dapat dilihat orang orang luar.


Lalu kemungkinan ketiga adalah kedua duanya yang aku sebutkan benar dan tempat istana ras iblis juga memang tersembunyi sehingga sulit dicari" jelas Liu Chen.


"Lalu, dari mana kau mengetahui letak istana ras iblis? apa kau membaca sebuah buku sejarah? atau kau hanya menebak saja?" tanya Song Quon.


"Aku diberitaukan oleh seseorang. Tak ada salahnya kita mencoba pergi kesana, bukan?"


"Kau ada benarnya juga", Song Quon mengangguk.


"Untuk apa kau pergi kesana? mungkin disana akan ada banyak jebakan atau mungkin ada bahaya lain. Apa alasanmu pergi kesana?", Han Liangyi mengerutkan keningnya sambil menatap Liu Chen.


"Sudah kukatakan tadi, jangan banyak bertanya. Jika kau takut, maka kau bisa pergi saja dan jangan mengikutiku. Aku sama sekali tak melarangmu untuk pergi", Liu Chen menatap kearah Han Liangyi yang berjalan disamping nya.


"baiklah..baiklah, aku takkan terus bertanya. Aku akan tetap ikut denganmu dan jangan mengatakan bahwa aku takut hanya karna pergi ke istana ras iblis" protes Han Liangyi.


"baiklah"


Setelah berhari hari berjalan kaki, akhirnya mereka sampai di bagian barat kekaisaran Yang.


Yang mereka lihat saat ini hanyalah hutan hutan yang hijau, tanpa ada bangunan apapun.


"Kau bilang disini ada istana iblis. Mana? tidak ada. Kita sudah jauh jauh kemari tanpa mendapatkan hasil apapun" protes Han Liangyi.


Liu Chen juga terlihat bingung. Ia melihat sekitar, namun hanya ada pepohonan yang rindang tanpa adanya bangunan sama sekali.


"Guru pernah mengatakan bahwa istana ras iblis tersembunyi. Pasti ada sesuatu disini yang dapat membuka jalan menuju istana itu" batin Liu Chen.


Liu Chen berjalan jalan disekitar untuk memeriksa setiap titik hutan bagian luar ini. Namun tidak juga menemukan apapun.

__ADS_1


"Kalian juga carilah disekitar sini. Mungkin akan ada benda yang dapat membawa kita ke istana iblis berada" ucap Liu Chen.


"mencarinya seperti apa, saudara Chen? kita saja tidak mengetahui bagaimana bentuk dari benda yang dapat membawa kita ke istana iblis itu. Apa batu dengan ukiran aneh? atau pohon dengan bentuk berbeda dari yang lainnya?" ucap Han Liangyi.


Liu Chen terdiak sejenak, sementara tangannya terlihat meraba raba tanah. Ketika sedang berfikir, tangannya tak sengaja tergores batu yang tajam.


Liu Chen menoleh kearah tangannya dan langsung mengalirkan Qi miliknya untuk menyembuhkan luka ditangannya itu. Iapun berdiri.


Beberapa darah menetes ketanah. Tak lama setelahnya, dihadapan mereka bukan lagi sebuah hutan, namun berubah menjadi sebuah bangunan yang terlihat besar.


"Woah..!!", Song Quon nampak takjub ketika tiba tiba saja dihadapannya terdapat sebuah bangunan yang besar.


"Saudara Chen, apa dia.." batin Han Liangyi sambil menatap kearah darah Liu Chen di tanah yang perlahan menghilang seperti terserap oleh tanah.


"Apa ini istana iblis itu?" gumam Liu Chen.


"Ayo cepat, kita pergi kesana. Jangan diam terus disini" ucap Song Quon.


Han Liangyi dan Liu Chen mengangguk.


Mereka bertiga pun bergegas menuju istana yang jaraknya hanya beberapa meter dari mereka.


Setelah sampai, mereka dapat melihat bangunan yang tinggi dan besar. Namun tempat itu agak kacau karna beberapa bangunan yang terlihat sudah roboh. Tidak ada bangunan lain disekitarnya dan hanya ada istana tersebut.


"Bukankah, jika ini adalah istana iblis, maka seharusnya disekitar sini juga ada rumah rumah untuk penduduk bukan? tidak mungkin hanya ada istana saja" ucap Liu Chen sambil melihat kekanan maupun kiri. Tapi tak menemukan bangunan lainnya. Selain, istana dihadapannya ini yang terlihat luas.


"Kau ada benarnya, aku jadi agak ragu bahwa ini merupakan istana iblis yang sebenarnya", Song Quon mengangguk.


Istana tersebut berwarna hitam dengan ukiran berwarna merah hingga membuat istana nampak cukup seram. Apalagi dengan bangunan yang sudah agak roboh dan terlihat bangunan sudah lama ditinggalkan.


"Kita coba masuk saja. Namun harus tetap berhati hati. Kemungkinan akan ada banyak jebakan disini. Jadi jangan gegabah", Han Liangyi mengamati istana dihadapannya sambil menyipitkan mata.


"kalau begitu, ayo masuk. Kita sudah jauh jauh kemari, tak mungkin pergi begitu saja tanpa mendapatkan apapun", Liu Chen mulai melangkah maju kedepan.


Song Quon langsung mengikuti Liu Chen dari belakang. Han Liangyi juga mulai mengikuti kedua pemuda itu.


Ketika mereka baru saja masuk, tiba tiba ada sebuah batu yang terjatuh dari atas.


Boomm


Batu itu cukup besar sampai menimbulkan suara yang menggema didalam istana.


"Fiuh..hampir saja" ucap mereka.


"Sepertinya tempat ini sudah sangat lama. Sehingga bebatuan yang disusun disinipun terlihat mudah runtuh", Liu Chen melihat keatas langit langit istana, untuk memastikan bahwa tidak akan ada lagi bebatuan yang jatuh.


"Kita harus berhati hati dengan bebatuan yang bisa saja runtuh" ucap Han Liangyi.


"Ayo kita pergi untuk mengecek semua ruangan disini. Lebih baik kita berpencar agar lebih cepat. Kita tidak tau kapan bangunan ini akan benar benar runtuh" ucap Song Quon.


Liu Chen mengangguk, iapun mengalihkan tatapannya pada Han Liangyi, "Kau juga carilah benda apapun yang ada disini yang terlihat mencurigakan"


"Memangnya untuk apa aku mengambil benda benda yang ada disini? setidaknya, beritau aku apa yang kau cari?", Han Liangyi menatap Liu Chen dengan bingung.


"Apapun, apapun benda yang ada disini. Nanti akan kujelaskan. Sekarang kita berpencar", Liu Chen langsung menghilang darisana.


"Huft..", Han Liangyi menghembuskan nafas. Iapun mulai berjalan menuju sebuah ruangan. Sementara Song Quon sudah pergi dari tadi.


"Kalau saudara Chen memang benar dia, maka hanya dia yang bisa menghentikan perang melawan iblis. Bila raja iblis bangkit nanti" gumam Han Liangyi.


Pandangan Han Liangyi pun langsung melihat adanya sebuah lukisan besar di sebuah dinding.


"Eh? ada lukisan. Hm? kurasa aku tau siapa orang yang berada dilukisan ini. Namun aku tak yakin. Lukisan ini kurang jelas. Namun bila tebakanku benar, orang yang berada dilukisan ini adalah raja iblis" gumam Han Lingyi.


"Apa aku harus mengambilnya? hm..aku ambil saja, lagi pula saudara Chen mengatakan untuk mengambil barang apapun yang ada disini", Han Liangyi langsung mengambil lukisan tersebut dan memasukannya ke dalam cincin ruang.


"Tidak mungkin disini ada buku jurus bukan? tentunya itu tak mungkin. Sebelum perang dimulai, pasti raja iblis sudah memindahkan buku buku jurus miliknya atau mungkin sudah membuangnya dan membakarnya"


Han Liangyi langsung berkeliling kembali untuk memeriksa barang apa lagi yang ada didalam istana.


Liu Chen menatap kearah pot dihadapannya. Di dalam pot itu terdapat sebuah bunga yang memiliki 5 mahkota bunga, namun tak memiliki batang. Di tengah tengahnya, terdapat sebuah benda bulat kecil yang bersinar.

__ADS_1


"Tanaman apa ini? aku tak pernah melihatnya, benda bulat ditengahnya itu terlihat unik", Liu Chen pun langsung mengambil benda bulat tersebut.


Saat disentuh, benda itu terasa kenyal.


Liu Chen memperhatikan benda ditangannya dengan teliti. "sepertinya ini tak berbahaya, bagaimana rasanya, ya? apa rasanya enak bila dimakan?"


Liu Chen menggelengkan kepala, "bagaimana jika ini berbahaya. Sebaiknya aku simpan saja ini dan tanaman itu juga"


Liu Chen langsung memasukkan tanaman beserta benda bulat itu kedalam cincin ruangnya. Iapun melihat kekanan dan ke kiri. "Apa tidak ada benda lain lagi, disini? ruang utama, ya..ruang utama..disana mungkin ada sesuatu"


Liu Chen langsung pergi kearah ruangan utama.


Sementara itu, diruangan utama, Song Quon nampak berada disana. "Mungkin disini akan ada informasi dimana letaknya pedang itu" gumamnya.


Song Quon mencari kesana kemari, namun tak menemukan benda apapun selain singgasana. "Gghh sial, ditempat duduk itupun tidak ada. Apa informasi mengenai letak pedang itu tidak ada disini?!"


"Kalau begini, aku hanya bisa mendapat informasi bila menangkap seorang iblis. Itupun mereka takkan memberitaukannya begitu saja. Tapi-", Song Quon menatap kearah pintu. "Chen akan kemari"


Tak lama setelah Song Quon mengatakan hal tersebut, Liu Chen langsung berjalan masuk kedalam ruang utama. "Eh? Quon, kau ada disini?"


"Ya, aku mencarinya disini. Namun aku tak menemukan benda apapun. Hanya ada singgasana untuk raja saja, tak ada benda lain disini", Song Quon menggelengkan kepala.


"apa kau sudah memeriksa singgasana itu?", Liu Chen berjalan mendekat kearah Song Quon yang berada didekat singgasana.


"aku sudah memeriksanya. Namun tidak ada apapun dan hanya ada singgasana ini"


Liu Chen memperhatikan dengan teliti singgasana didepannya. "Jika ini sudah ditinggalkan sangat lama, lalu kenapa ada noda darah baru disini?", Liu Chen menunjuk bagian singgasana.


"Aku juga sempat memperhatikan itu tadi. Namun aku juga tak mengetahui kenapa bisa ada noda darah disana" ucap Song Quon dengan bingung.


"Oh, mungkin kita harus meneteskan darah kita ke bagian singgasana ini untuk pergi menuju suatu tempat", Song Quon mengira ngira.


"Baiklah, kau saja yang teteskan darahmu. Kita akan mencobanya. Lagi pula, tidak ada salahnya mencoba"


"Ta-tapi.."


"Lakukan saja"


"Huft..baiklah"


Song Quon menggigit jarinya dan meneteskan darahnya pada singgasana. Tak lama setelah itu, muncul patung patung di pinggir pinggir ruangan.


Patung itu terlihat muncul dari bawah tanah dan naik keatas.


"Woah, apa yang terjadi?" ucap keduanya.


Mereka melihat kearah patung patung yang terlihat terbuat dari batu.


Mata dari patung patung itu bersinar, tak lama setelahnya patung setinggi 2 meter tersebut langsung mengarahkan tombak yang mereka pegang, kearah Liu Chen dan Song Quon.


"Eh, patung bisa bergerak? baiklah, sepertinya ini jebakan. Patung patung itu terlihat sangat keras, kita takkan mudah menghancurkan mereka. Setiap patung pun, memiliki kekuatan tingkat prajurit dan jendral", Liu Chen menatap kearah patung patung disekeliling.


"Kau benar, patung patung itu terlihat sangat keras. Jumlah dari mereka ada 30", Song Quon menatap kearah patung patung didepannya.


"Sepertinya hal ini terjadi karna aku meneteskan darahku di singgasana itu. Seharusnya Chen yang melakukan itu, bila itu dirinya, mungkin tidak akan ada patung yang menyerang" batin Song Quon.


"Quon, menghindar!"


Mendengar hal itu, Song Quon melihat kearah depan dan langsung melompat kesamping.


Sebuah tombak menancap di tempat Song Quon tadi berdiri. Tak lama setelahnya...


Boomm


Tombak yang dilempar salah satu patung langsung meledak, Liu Chen maupun Song Quon terdorong beberapa langkah kesamping.


Lantai tempat meledaknya tombak langsung menjadi cekungan yang cukup besar.


"Daya ledakan dari tombak patung disini besar juga. Jika mereka menyerang hanya dengan melempar tombak, maka kami bisa saja menang dengan cepat. Sebab mereka tak lagi memiliki tombak, jika semuanya sudah melemparkan tombak masing masing. Namun ini...", Liu Chen dapat melihat sebuah tombak yang tercipta ditangan patung yang tadi melempar tombak miliknya.


"Tubuh yang keras, tombak yang bisa kembali muncul...ras iblis memiliki kekuatan yang tentunya lebih besar dari manusia. Namun bagaimana bisa iblis kalah dan disegel? guru dan ketiga temannya memang kuat, namun tak mungkin mereka bisa mengalahkan semua ras iblis sekaligus. Pasti ada oranglain yang membantu manusia untuk mengalahkan iblis. Tentunya jika itu manusia, maka dia adalah manusia terkuat yang ada di dunia ini. Namun dibuku sejarah, tidak ada yang membahas tentangnya" batin Liu Chen.

__ADS_1


__ADS_2