KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
episode 01


__ADS_3

hari ini Amira akan bertemu dengan teman"ya ingin membicarakan tentang universitas mana yg akan mereka pilih, setelah lulus SMA Meraka memutuskan untuk melanjutkan kuliah di universitas yg sama.


"m a a f y a a k u t e l a t ,, "kata Amira pada teman-temanya.


"s u d a h b i a s a k a m u t e l a t R a ,,," sahut Nadia dengan nada kesal karena sudah menunggu Amira lumayan lama..


"m a a f y a.,," sahut Amira kembali sambil memasang wajah memelas..


"s u d a h - s u d a h, a d a h a l y a n g l e b i h p e n t i n g y a n g h a r u s k i t a b a h a s,," kata Mega karena tak mau mendengar ocehan teman-temannya atas keterlambatan Amira..


setelah hampir dua jam berdiskusi akhirnya mereka memutuskan untuk kuliah di universitas ternama di kota A, tempat dimana Anggun kuliah.


bukan karena ingin dibilang kaya, tapi karena universitas itu dekat dengan apartemen Gina dan mereka berencana tinggal bersama di apartemen tersebut saat kuliah.


Gina, Mega dan Nadia adalah teman-teman Amira, keempat gadis cantik ini berteman saat mereka masih duduk di bangku SMP, jadi mereka paham betul dengan kondisi Amira sekarang.


saat perjalanan pulang telpon Amira berdering Amira pun melihat panggilan telepon itu dari paman Hendra.


"h a l o p a m a n a d a a p a?,," jawab Amira


"n a k k a m u d i m a n a,? b i s a c e p a t p u l a n g? a d a h a l p e n t i n g y a n g m a u p a m a n b i c a r a k a n,," Hendra dengan nada gelisah..


" a k u d i j a l a n p a m a n s e b e n t a r


l a g i s a m p a i r u m a h,," jawab Amira dengan cepat..


"ada apa dengan paman? kenapa terdengar begitu gelisah apa terjadi sesuatu" pikir Amira dalam hati.


" pak bisa tolong lebih cepat" pinta Amira kepada supir taksi yang ditumpanginya


"iya mba" jawab pak supir.

__ADS_1


ya nama aku Amira lestari aku mempunyai seorang adik bernama Aldo, aku dan adikku sekarang tinggal di rumah paman ku sejak dua tahun lalu sejak kedua orang tua kami meninggal dunia.


ayah dan ibuku meninggal dunia karena kecelakaan pesawat dan itu membuat kami sangat terpukul bahkan Aldo sempat mengalami depresi selama satu tahun, sejak saat itu hanya paman lah yang selalu ada disamping kami bahkan dia mau menerima kami, merawat kami bahkan menanggung semua biaya hidup kami tampa mengeluh.


paman adalah ayah kedua bagi kami, kami sangat menyayangi paman karena dia kami bisa kembali merasakan kehangatan keluarga.


paman ku bernama Hendra Gunawan seorang pengusaha kaya dikota A, paman seorang duda istrinya meninggal lima tahun lalu, dia memiliki seorang putri bernama Anggun berumur 21 tahun dan ia masih kuliah di salah satu universitas ternama dikota A.


paman Hendra adalah Kaka kembar ayah ku jadi wajah paman mirip dengan ayah meskipun tak terlalu mirip.


Anggun anak dari paman Hendra dia memiliki sifat yg baik namun aga egois dan keras kepala dan kata paman Anggun sudah memiliki calon suami saat dia masih berusia tujuh tahun.


sesampainya di gerbang rumah Amira cepat-cepat keluar dari taksi dan langsung menuju ke arah pintu yang sudah terbuka lebar.


ia melihat paman Hendra sedang duduk di kursir ruang tamu sambil melihat selembar kertas yang ada ditangan kanannya dengan wajah sedih.


" kenapa wajah paman begitu sedih? apa yg terjadi sebenarnya? aku tidak pernah melihat paman seperti ini" ucap Amira dalam hati.


Hendra yang mendengar suara Amira langsung melihat ke arah pintu yg terbuka.


" nak paman bingung, paman ga tau harus bagaimana" jawab Hendra sambil memijat kepalanya dengan tangan kirinya.


" memangnya ada apa? " sahut Amira dengan wajah penuh dengan tanda taya


" anggun nak dia kabur dari rumah karena tak mau dijodohkan dengan Radit teman kecilnya yg sering paman ceritakan kepada mu dulu, dan sekarang paman ga tau harus berbuat apa? satu Minggu lagi keluarga Radit akan datang untuk membicarakan soal pernikahan" jawab Hendra sambil terus memandangi surat dari Anggun.


Amira mengambil surat dari tangan paman Hendra dan membacanya dalam hati " ayah maaf bukannya aku mau jadi anak yang pembangkang tapi bagiku ini semua tidak adil, aku belum mau menikah aku masih mau menikmati masa mudaku, aku masih muda dan aku hanya mau menikah dengan pria yang aku cintai yang pasti bukan Radit.


maaf ayah semoga kau mengerti keputusan ku anak mu Anggun". selesai membaca surat Anggun, Amira hanya diam dan berpikir dalam hati " sebenarnya ka anggun tidak salah dalam hal ini siapapun pasti akan menolak pernikahan yg diatur seperti ini".


sekarang Amira hanya memikirkan cara agar bisa membantu paman kesayangannya itu, karna tak tega melihat kegelisahan sang paman.

__ADS_1


"tenang paman, memangnya tidak ada jalan keluar lain dari masalah ini? kita tinggal bilang kepada keluarganya ka Radit kalau ka Anggun tidak mau dijodohkan" ucap Amira sambil memandangi paman Hendra


" tidak semudah itu nak, karena perjodohan ini keinginan dari kakek mu dan kakeknya Radit bahkan Radit sudah menyukai Anggun sejak kecil" ucap Hendra dengan mata berkaca-kaca karena tak tau harus berbuat apa.


" terus apa yang harus kita lakukan paman? " tanya Amira pada pamannya berharap ada solusi lain dari masalah ini


" jalan satu-satunya adalah, kamu menggantikan posisi Anggun menikah dengan Radit sayang" ucap Hendra sambil melihat kearah keponakan tersayangnya itu. sebenarnya Hendra tidak tega meminta Amira menggantikan Anggun tapi hanya ini jalan keluar yang ia temukan " maafkan paman sayang, semoga kau mengerti posisi Paman sekarang paman benar-benar tidak tau harus bagaimana" kata Hendra dalam hati


Amira yang mendengar ucapan pamannya langsung terbelalak tak percaya kata-kata itu akan keluar dari mulut pamannya


"bagaimana bisa paman menyuruh ku untuk menggantikan posisi ka Anggun sebagai calon istri ka Radit apalagi ka Radit sangat mencintai ka anggun apa paman tidak menghawatirkan aku yang harus hidup dengan laki-laki yang tidak mencintai ku" pikir Amira dalam hati


" paman, apa tidak ada jalan keluar lain selain menggantikan ka Anggun untuk menikah dengan ka Radit" tanya Amira kepada pamannya sambil memegang tangan laki-laki tersebut


" maaf sayang hanya ini jalan keluar satu-satunya yang paman temukan" jawab Paman Hendra sambil mengusap kepala Amira " Kalau bukan karna ini permintaan kake kalian sebelum beliau meninggal dan mengingat bantuan yang diberikan keluarga Radit pada keluarga kita paman tidak mungkin memintamu menggantikan Anggun menikah dengan Radit."


" tapi aku baru saja lulus SMA dan aku baru mau mendaftar kuliah, dan aku juga belum mau menikah" jawab Amira dengan air mata yg menetes di wajah cantiknya berharap pamannya akan berubah pikiran


" maaf sayang, tapi tolong bantu paman kali ini saja" Jawab paman Hendra dengan nada memohon.


" apa yang harus kulakukan? aku juga tidak tega melihat paman seperti ini, paman sudah sangat baik padaku dan Aldo ini juga pertama kalinya paman meminta bantuan padaku, mungkin ini satu-satunya cara agar aku bisa balas Budi kebaikan paman selama ini" guman Amira dalam hati


"paman apa aku bisa pikir-pikir dulu karna ini semua begitu mendadak" ucap Amira lemas karna tak bisa langsung menolak permintaan pamannya


" iya sayang tolong bantu paman" jawab Paman Hendra sambil memohon.


Amira hanya menganggukkan kepalanya, walaupun sebenarnya dia sangat ingin menolak pernikahan ini karna dia juga sama sekali tidak kenal dengan Radit, ia hanya tau Radit adalah orang yang dijodohkan dengan anggun dari kecil.


" Hay readera maaf kalau ada kata dan penulisan yang salah๐Ÿ™๐Ÿ™, karna saya baru belajar dan ini novel pertama author


mohon dukungan dari kalian komen and like serta kritik dan saran dari kalian terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2