
Indahnya pedesaan dimalam hari. Lampu remang-remang. Disinari bulan purnama dan bintang.
Laju mobil yang Davira tumpangi membelah jalan dan dinginnya angin malam.
"Dad, pelan-pelan saja." Pinta Davira.
"Jangan aneh-aneh. " Kata Heri.
Sedangkan Davira hanya tertawa saja.
Heri tau jika Davira melihat sosok anak kecil kepala plontos sedang duduk menopang dagunya.
"Ahh gak lucu., nanti berantem dengan Aciel. " Kata Davira.
Mereka melaju begitu saja. Ketika melewati pohon besar pak Didik lupa membunyikan klaksonnya.
Dan mobil itu tetap melaju, namun ada yang aneh. Mereka hanya berputar-putra saja di situ dan balik lagi ke situ.
"Oke, kita nyerah dad, kita beneran diganggu. " Kata Davira.
"Kita turun kita cari orang lewat. " Kata pak Didik.
"Mana ada orang lewat jam segini dad? " Tanya Putra.
"Udah diem, sekarang kita turun kita tunggu orang lewat. Jika tidak ada orang lewat kita putar balik ke rumah mommy.Kita bermalam disana. " Kata Davira sedikit kesel.
"Maafkan Daday." Kata pak Didik.
"Tak masalah dad, Daddy tidak salah. Ini justru sangat asyik. " Celetuk Heri.
"Iya asik dad, tadi Sasa liat ada tukang sate di belokan sana. Sapa tau itu tukang sate lewat sini." Kata Sasa.
"Satenya 200 tusuk bang. " Goda Putra.
__ADS_1
"Jangan sok serem, palah bikin nahan ketawa. " akata Pak Didik.
Sedangkan Putra menggerutu namun masih terdengar oleh Davira.
"Udah ngomel nya?" Tanya Davira.
"Kelar." Jawab Putra.
Lama mereka menunggu. Namun tidak ada satu pun yang lewat.Kap mobil belakang dibuka buat tiduran Heri. Davira yang tiduran dijok belakang pintu terbuka lebar. Sasa yang bermain tepuk tangan dengan nyamuk. Putra yang duduk dibawah dekat ban mobil depan. Pak Didik juga begitu. Sedangkan Putra berdiri mondar mandir.
Tiba-tiba Aciel datang sambil berdecak pinggang.
Aciel tidak tau jika mereka tersesat. Tunggu bukan tersesat melainkan diganggu salah satu penunggu disana.Aciel ngomel tak karuang.
"Diem...! " Kata Davira and the genk serempak.
"Kita tersesat Cil, lu diem aja mending. " Kata Sasa Sewot.
"Ada makhluk astral semacam lu yang ganggu kita Aciel dudul. " Geram Putra.
"Ohh diganggu."Kata Aciel.
Beberapa detik kemudian Aciel melompat kaget.
" Apa dia ganggu? Kenapa baru bilang bang? "Kata Aciel.
" Lu gak tanya, dateng-dateng ngomel kek emak tiri. "Dengus Heri.
Aciel pergi begitu saja entah kemana.
Aciel berkeliling disekitar sana. Ternyata benar disana ada kakek tua yang sedang duduk bersila di tengah jalan dekat pohon besar
Aciel lalu permisi dan bertanya.
__ADS_1
" Permisi kek, mohon maaf sebelumnya.Perkenalkan saya Aciel hantu cilik yang ganteng."Kata Aciel.
"Hem ada apa kau kemari? " Tanya kakek tua itu.
"Ehh emm itu kek, mereka orang yang baik kek, mereka banyak menolong teman-teman sebangsa kita kek.Mereka juga tolong Aciel yang terbuang. " Kata Aciel.
"Mereka lupa permisi ketukan akan pulang." Kata kakek tua.
"Biar Aciel kasih tau ya kek." Kata Aciel.
"Tidak usah, sebentar lagi mereka akan sadar kesalahan mereka. Hanya saja mereka kakek putar-putra karena ada yang mau ikut mereka dan mencelakai mereka."Kata kakek tua.
" Terus Aciel mau harus bagaimna? "Tanya Aciel.
" Lihat dan perhatikan. Jika itu bahaya kakek beri kode. "Jawab Kakek tua.
Aciel lalu kembali lagi ke Davira and the gank. Mereka masih bingung kesalahan apa yang mereka perbuat. Apakah lupa membunyikan klason.Akan tetapi pada saat putaran ketiga mereka sudah membunyikan klakson, masih saja berputar pada jalan yang sama berhenti pada jalan yang sama.
Terdengar sama-sama penjual sate keliling.
"Bang satenya. " Kata Pak Didik.
👻👻👻👻👻👻
Sekian dulu ya.
Pasti penasaran.
In Sya Allah nanti malam up lagi.
Jangan lupa mampir dan tinggal akan jejak ya.
Papayo👋👋👋👋
__ADS_1