KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Teka Teki di Ruang Musik 2


__ADS_3

Termenung memikirkan teka teki ruang musik,itulah yang dilakukan Davira and the gank. Sebuah surat lusuh semasa orang tua mereka masih sekolah putih abu-abu. Ada apa lagi ini? Siapa yang memainkan piano itu. Dan kenapa ada foto orang tua masing-masing. Dan kenapa pak guru.


Berbagai macam pertanyaan yang harus Davira and the gank tanyakan kepada orang tua mereka.


Mereka berencana bertanya pada saat libur. Namun rasa penasaran itu semakin besar. Seakan Surat dan foto itu adalah sebuah petunjuk. Petunjuk siapa sosok yang memainkan piano itu.


Malam hari setelah makan malam. Putra, Sasa dan Heri kerumah Davira. Mereka sepakat betamya kepada bunda Davira.


"Bun, kita boleh bertanya semasa bunda duduk di bangku putih abu-abu? " Tanya Davira pelan.


"Boleh, memang ada apa sih dek? Tumben sekali kepo tentang bunda dulu. " Tanya Bunda.


"Hehehe penasaran aja sih bun kita. " Jawab Heri.


"Ada apa sebenarnya? " Tanya bunda memastikan.


Davira and the gank sekan tidak bisa menjawab. Mereka hanya menunduk ketakutan jika rasa penasaran mereka membuta marah bunda Davira.


"Sekarang begini apa motif kalian bertanya tentang putih abu-abu bunda? " Tanya bunda.


Davira sedikin melirik Heri disebelahnya. Dan Heri pun membuang nafas kasar. Dari tatapan Davira itu mengisaratkan kepada Heri bahwa Heri lah yang akan menjelaskan.


"Jadi begini bun, kita tadi pulang sore karena ke ruang musik terlebih dahulu dan kami minta maaf pulang terlambat. " Kata Heri.

__ADS_1


"Terus apa hubungannya dengan masa putih Abu-Abu bunda? " Tanya bunda lagi.


Davira and the gank semakin menundukkan kepalanya. Semacam diintrogasi karena berbuat kesalahan.


"Ada yang kalian lihat disana? " Lagi lagi bunda bertanya.


Davira and the gang hanya bisa menunduk. Bunda Davira hanya bisa membunag nafas kasar.


"Apa yang kalian temukan disana? " Tanya bunda lagi.


Davira lalu mengambil kertas berisi puisi dan disebaliknya terdapat tempelan foto.


"Ini bun, Vira temukan ini. " Kata Davira.


Berlahan bunda mengambil kertas yang disodorkan Davira. Mata bunda melebar seketika. Raut wajahnya berubah sendu dan perlahan meneteskan air mata.


"Maafkan kita bun, kita tidak akan kepo lagi kita tidak akan bertanya lagi tentang foto ini. Huwaaa maafkan kita bun. " Kata Davira and the gank bersamaan.


"Tidak kalian tidak bersalah hanya bunda teringat oleh foto ini." Jawab bunda.


"Bunda belum bisa bercerita. Maafkan bunda. Sekarang lebih baik kalian istirahat besok kalian masuk sekolah. " Kata bunda.


"Iya bun kita istirahat. Putra pulang bun." Kata Putra.

__ADS_1


"Heri minta maaf bun, Heri juga pamit pulang. " Kata Heri.


"Sasa tidur disini ya bun. " Kata Sasa.


"Maafin Vira bun maaf." Kata Davira menunduk sambil terisak.


Putra dan Heri pun pulang dengan wajah sendu. Davira dan Sasa bergesas masuk kamar dan bersih-bersih. Mereka langsung berbaring tanpa satu patah katapun. Meski mata belum mau terpejam. Pikiran melayang jauh ke mana-mana.


Sedangkan bunda masuk kamar dan menceritakan kepada ayah Davira. Ayah Davira hanya tersenyum dan berkata.


"Davira and the gank punya kemapun yang entah itu anugrah atau sebaliknya bun. Rasa penasaran mereka tidak akan pernah hilang jika mereka belum menemukan apa yang dia cari. Jadi beri tahu perlahan dan beri pemahaman untuk mereka. " Kata ayah.


"Iya yah, besok akan bunda kasih tau." Kata ayah.


Mereka langsung tertidur. Tidak ada percakapan lagi.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Penasaran ya? Simak terus ya.


Selamat hari jumat berkah.


Semoga sehat selalu.

__ADS_1


Mari beribadah.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


__ADS_2