KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
ARYO 182


__ADS_3

" Ini lah akhir perjalanan kita hari ini Dek!" Ucap istri ku pada baby ku, ketika kami tiba di rumah. Para pekerja langsung menyambut kami, mereka terlihat bahagia dengan keberhasilan operasi ku dan kehadiran Bayi laki laki ku saat ini.


" Malem ini tidur nya agak malem ya Bik, Ibu Ama Mama ku mau Dateng!" perintah istri ku pada Bi Sum dan Bi surti, dan 2 orang ini langsung menjawab Iya.


Istriku langsung membersihkan tubuh nya, lalu menyiapkan air hangat untuk ku mandi. aku juga langsung membersihkan tubuh ku sendiri, lengket karna perjalanan panjang hari ini " Ade Bayi masih tidur kan Mas?" tanya nya dengan memegang baju salin untuk ku.


" Masih, Cha!" Jawab ku dan memeluk tubuh istriku yang masih sangat lembab dan harum.


" Mas, Mau tidur?"


" Aku belum Ngantuk, kamu mau tidur?"


" Boleh?"


" Boleh....biar aku yang tunggu Mama, nanti aku bangunin yah!" Jawab ku lalu mencium keningnya dan melepaskan pelukan ku. aku mematikan lampu ruangan dan menyisakan lampu tidur yang redup, saat ini istri ku mulai merebahkan tubuhnya di samping bayi laki laki ku.


Aku duduk di sofa, berjaga apabila anak ku menangis. dan baru sekitar 20 menit, bayi ku mulai bergerak, aku menepuk nepuk paha nya pelan, dan tidak berhasil, Bayi ku menangis dan istri ku begitu spontan membuka tali kimono nya, dia menyusui bayi ku dengan mata yang tertidur, sungguh tidak tega melihat nya, aku mengusap kepala istriku. membuatnya agar lebih nyaman dan tidak terganggu dengan bayi nya yang selalu ingin menyusu.


aku terus memperhatikan bayi ku, setelah ku lihat bayi ku tenang aku mengendong nya, aku rapihkan kimono Istriku yang terbuka dan membawa bayi ku keluar kamar.


" Biar saya yang gendong Pak!" Pinta Bi Surti.


Aku tersenyum dan memberikan bayi ku untuk di gendong oleh Bi Surti, sementara itu aku meminta secangkir kopi pada Bik Sum.


Aku bukan type orang yang senang bicara pada ART, tapi mulai hari ini, aku akan mulai mengikuti hal hal baik yang dilakukan oleh istriku. Dan itu ternyata menyenangkan.


Satu jam kemudian Baby ku menangis lagi, pasti susu lagi dan aku tersenyum, dengan suara tangisnya yang sangat kencang.


" Biar saya gendong Bi, Pasti Haus lagi!" ucap ku, aku mengendong lagi Baby ku dan ku bawa masuk ke dalam kamar, ada rasa tak tega membangunkan istri ku yang sedang tertidur, tapi apalah daya, Hanya Mamih nya yang di butuhkan saat ini oleh baby ku.


" Cha...Bangun dulu sayang, anak ku nangis!"


" Heeemmmhhh, nangis ya Mas!" suaranya begitu lelah.


" Sini Mas, biar aku susuin!" ucap nya lagi. dan kali ini istri ku mencoba untuk bangun, dia meminum segelas air yang sudah aku siapkan, dan meminta untuk menggendong Baby nya.


" Maaf, Mamih nya ngantuk banget!" ucap Istriku, dia mencium pipi baby ku dan membuka kimono nya. 10 menit, 15 menit, baby ku masih terus menyusu pada Mamih nya. aku yang duduk di sampingnya hanya bisa mengusap punggung nya.


" Jangan pernah ngeluh soal nyusuin baby kita ya Cha, itu ladang pahala banget buat kamu!"


" Siapa yang ngeluh, aku cuma bilang aku ngantuk! salah ngerti deh!" protes nya, dan aku segera mencium pipi Istriku.


" Aku ga bilang kamu ngeluh sayang, aku cuma bilang, nyusuin itu ladang pahala, kamu lagi ngantuk, tapi masih harus tetep nyusuin anak kita!"


" Itu kewajiban!" Jawab nya ketus, heeemmmhhh sensi banget istri ku.aku mengusap lagi punggung nya.


" Iya....maaf aku salah sayang, Sini aku gendong lagi, kayanya dah berhenti deh nyusu nya!"


" Mana yang berenti...aku cabut nangis nih!"


" Coba dulu!"


" Ngeyel deh!"


dan benar saja, pada saat istri ku mencabut Putin* susu nya, baby ku langsung menangis.


" Manja ya!" ucap ku sambil tertawa


" Kaya kamu!"


aku tertawa mendengar jawaban istri ku. Istri ku menyusui nya lagi, sekarang baby ku lebih tenang dan sepertinya tertidur


" Sini aku gendong Cha!" pinta ku dan istri ku memberikan baby nya pada ku.


" Mama belom Dateng Mas?"


" Belum, sayang!"


" Temenin aku makan mau ga?" pinta nya, dan aku mengusap rambut nya.


" Ayooo aku temenin Cha!"


Kami keluar kamar, istri ku minta untuk dipanaskan lauk lauk yang masih ada, dan dengan cepat BI Sum dan Bi Surti melakukan pekerjaan nya.


Istri ku makan dengan sangat lahap nya, aku tersenyum dan di saat istri ku makan, suara mobil mulai masuk ke halaman rumah, dan ternyata yang kami tunggu baru tiba malam ini karna jalanan yang macet.


Ibu ku, aku mencium tangannya, dan ibu langsung memeluk aku, mencium seluruh wajah ku dan menangis.


" Kamu dah sehat Cah Bagus?" tanya nya dengan Isak tangis

__ADS_1


" Alhamdulillah Aryo, Bu! ibu sehat!"


" Ibu sehat Yo, begitu dapet kabar operasi mu berhasil ibu makin kuat, ibu sehat!" jawab ibu ku, dan saat ini mulai mencium pipi baby ku. aku memberikan baby ku untuk di gendong Eyang Putri nya.


Bapak ku, aku memeluk nya, bapak mengusap kepala ku.


" Apa yang sekarang kamu rasain Yo?"


" Aryo bahagia Pak, Alhamdulillah Aryo sehat, anak Aryo dah lahir!" jawab ku dan bapak mengusap mata nya yang berair.


Mama Mertua ku, aku mencium punggung tangan nya


" Sehat Yo?" beliau memeluk aku, air matanya menetes dan aku tersenyum.


" Jangan sedih lagi Mah, cucu mama nanti ikut nangis!" Ucap ku dan Mama Mertua ku tersenyum dan memukul bahu ku.


Papa Mertua ku, beliau memeluk aku, mengucapkan selamat atas operasi ku dan juga melahiran Baby ku.


" Ochhhaaa lagi makan dulu, Bentar ya!" Teriak istri ku dan kami tertawa.


Mama Mertua setelah mencium baby ku, mendekati Istriku,


" Makan malem malem, gemuk loh!"


" Laper mah, nyusuin Mlulu!" jawab Istriku dan aku tertawa.


" Ga cium Ocha Mah? ga kangen?" tanya nya


" Ga ah, bosen!" jawab Mama mertua ku dengan mencium pucuk kepala Istriku.


Selesai Menghabiskan makan tengah malam nya, Istriku langsung menghampiri kami di sofa, dia mencium tangan Ibu ku, bapak ku dan Papa nya. kami saat ini lebih banyak membahas soal baby kami, terkesan Baby ku jadi Pusat perhatian di bandingkan kesehatan ku.


" Ayu besok siang Dateng Cha, masih ada kamar kosong kan Cha? ucap Bapak ku


" Ada pak, Nanti Ocha minta bibi rapihin lagi!" Jawab Istriku, dan Bapak ku tersenyum, Alhamdulillah di rumah ini masih tersedia 4 kamar tamu yang kosong, pada saat membangun rumah ini dulu, keluarga besar dan banyaknya sahabat Istriku, menjadi bahan pertimbangan untuk membuat banyak kamar tamu.


" kapan Mau Akikah Yo?" tanya Papa Mertua ku.


" InsyaAllah lusa Pah, lusa Pah!" Jawab Istri ku


" Ga hari ke tujuh aja Cha?" Tanya ibu ku


Malam ini Baby selalu di gendong Eyang dan Neneknya, Ibu ku yang lebih sepuh mengeluh pegal tangan nya.


" Berat juga ya Cha!" Ucap Ibu ku, dan hebat nya Istri ku langsung memijit bahu ibu ku. " Emang berat Bu, Makanya Ocha nih jarang gendong, Mas Aryo aja yang gendongin kalo Rizki nangis!" jawab Istriku, yang sepertinya mulai memanggil baby ku dengan nama Rizki. Dan ibu ku Tersenyum.


" Ibu Ama Mama Istirahat dulu Deh, Ini dah malem!" Ucap ku dan akhirnya Mama dan ibu ku setuju, Mereka masuk ke kamar tamu nya masing masing.


Aku dan istriku ku juga beristirahat malam ini, dan seperti biasa, aku memilih untuk tidur di samping nya, walau Istriku tidak setuju.


" Takut Rizki jatoh Mas, kamu jagain di pinggir sana!"


" Belom bisa guling gulingan Cha, jadi masih aman!" Jawab ku, aku terus memeluk istri ku, dia memunggungi ku karna khawatir akan Bayi kami.


" Hadep ke aku!"


" Ga mau!"


" Ada Rizki lupa deh Ama aku!" keluh ku dan ku simpan tangan ku di Perutnya, aku membuka tali kimono nya dan istri ku tertawa.


" Mau apa Mas?"


" Mau bantuin kamu aja, jadi kalo Rizki nangis kamu ga perlu buka buka lagi!" jawab ku dan Istri ku tertawa. dan Istriku hanya bisa pasrah dengan kelakuan ku yang mengusap usap tubuh nya. mungkin karna terlalu lelah, Istriku tidak merespon belaian ku.


Pagi Jam 4, aku membangunkan istri ku.


" Cha....temenin aku sahur dong!"


" Heemmhh!"


" Temenin yuks, ga enak makan sendiri aku!" pinta ku, dan hebat nya lagi Istriku tidak menolak permintaan ku.


" Mau puasa?" tanya nya dengan mencium pipiku


" Puasa ah Cha, napsu ku kan gede, berharap bisa ngurangin napsu ku ini!" Jawab ku dan istriku tertawa.


" Selamat berpuasa 35 hari kedepan! kalo kamu bisa full puasa, aku kasih Hadiah!"


" Hadiah nya apa Cha?" tanya ku dengan semangat

__ADS_1


" Ya nanti lah aku kasih tau nya, puasa nya aja belom!" jawab Istriku dengan ketus dan aku tertawa.


" Jangan tawa kenceng kenceng, nanti anak mu nangis!" ucap Istriku lagi, dia memakai Coat panjang nya lagi, untuk menutupi kimono tidurnya.


Istri ku hanya menyiapkan nasi goreng kecap, dengan telur mata sapi diatasnya, Teh manis panas dan irisan buah apel. Istriku duduk di meja makan, menyuapi aku makan sahur, dan aku adalah laki laki beruntung yang memiliki istri seperti nya.


" selesai!" Ucap nya dan cup mencium pipi ku.


" Udah ga usah deket deket aku lagi!" ucap Istriku lagi dan aku tertawa, Alhamdulillah sudah banyak nikmat yang aku terima pagi ini.


Seperti biasa, aku sholat Subuh di Mesjid Sentul, Alhamdulillah Bapak dan Papa juga ikut, aku memakai kopiah putih yang diberikan oleh Papanya Arga kemarin.


Aku bertemu Ustadz Zakie, para Jamaah kajian subuh dan semua orang mengucapkan rasa Syukur nya untuk semua yang terjadi pada ku.


" Diluar prediksi Manusia!" Ucap salah satu Jamaah yang mengetahui kondisi ku saat aku koma kemarin.


" Kesempatan ke dua Mas Aryo, Alhamdulillah!" Ucap Ustadz Zakie dan aku Harus selalu mengingat itu. tidak akan ku biarkan kesempatan berharga ini hilang begitu saja.


Setelah sholat subuh berjamaah, aku mengutarakan Maksudku untuk mengadakan acara Akikah nya Rizki, anak laki laki ku, Aku meminta Ustadz Zakie untuk memimpin acaranya besok, karna aku memang tidak mengetahui tata cara nya. dan Alhamdulillah Ustadz Zakie setuju, bahkan untuk acara pengajiannya besok, Imam di mesjid Sentul bersedia hadir ke acara syukuran esok hari.


Pagi Jam 7, Mbak Laras sudah tiba di rumah ku, Bapak ku sempat kesal padanya, Karna dia tidak menjemput nya kemarin Malam.


" Ih bapak nih ga tau aja kerjaan aku di kantor pak, Bos aku nih galak dan kejam!" celoteh Mbak Laras yang sedang mengendong Rizki anak ku, Ocha istriku terkekeh sementara aku tersenyum sinis pada nya.


Dan David sepupu ku yang tau kedatangan Ibu dan bapak ku sudah tiba pagi ini juga. David ini memang di asuh oleh ibu ku, jadi dia pun memanggil ibu pada ibu ku.


" Om David belum beli kado ya dek, nanti siang om David beli, Om David nya belom terima transferan!" ucap nya dan mencium pipi nya Rizki


" emang belom gajian Vid?" tanya Bapak ku


" Udah Pak, cuma nunggu transferan lagi dari Mas Aryo!" Jawab nya cengengesan


" Emang gw punya utang apa Vid?"


" Bentar gw kirim ke hape loe, Mas?" Ucap David, dia dengan enak nya menikmati kopi dan roti bakar di depan aku yang sedang berpuasa, tidak lama Handphone ku Berbunyi, semua mata tertuju pada ku, termasuk Istriku.


" Gimana Mas, Apa mau kirim juga ke ibu?" tanya nya dengan senyum yang sangat merekah, aku dan istriku tertawa, melihat photo yang di kirim oleh David ke handphone.


Photo 3 wanita yang sedang duduk di sofa rumah sakit, 3 wanita cantik yang pernah mengisi hari hari ku. Iya itu photo Melly mantan istriku, Rossa istriku dan Febby, wanita yang pernah rusak hidup nya.


" Lama deh!" Ucap David


" apa sih Vid? coba ibu liat!" tanya ibu ku


" Ihhh nanti aja Bu, kalo Mas Aryo ga mau transfer baru Aku kasih tau!"


" Apa Vid?" Tanya Bapak ku dengan tegas, dan istri ku tertawa. " Jangan Mas, nanti dia gede kepala!" saran istriku


" Mbak Ocha ga seru ah, kita bisa bagi dua Mbak!!" ucap David


" Ok...kalo bagi dua ma gw, gw setuju! Transfer Sekarang Mas, itu Bahaya!" Ucap Istri ku dan Bapak ku sudah menatap aku dengan tajam.


" Apa Yo?" Tanya bapak ku lagi


" Photo kambing buat besok pak, tapi harga nya ga masuk akal banget!" jawab Istriku, dan David tertawa


" Ibu aja yang bayar kambing nya Vid, Aryo Ga uang mungkin!" ucap ibubku


" Ya terserah aja Bu, pokok nya harga nya 10 Juta!" Jawab David dengan merebahkan kepalanya di bahu ibu ku.


" Nanti ayu Dateng, ibu ke Bank Vid, lagi kamu nih, ngambil untung nya ke gedaan Vid!" Ucap Ibu ku dengan mengusap kepala nya David.


" Ibu nih kaya ga tau aja, Mas Aryo itu kalo minta sesuatu Sekarang bunting sekarang beranak!" Jawab David, aku menatap tajam pada David, dia memang pintar mengambil kesempatan dalam kesempitan.


" Ga usah Bu, Aryo ada uang!" Jawab ku, dan segera ku transfer uang sejumlah permintaan nya.


" Dah gw kirim tuh!"


" Ga berasa Mas!"


" Mau sambil di sambit, biar berasa?"


Jawab ku dan David tertawa. David memeriksa Handphone nya, lalu dia tertawa Dan menunjukkan Transaksi bank nya pada ibu.


" Nanti ibu tambahin, tunggu Ayu ya Vid!"


" Alhamdulillah, Makasih Bu!" Jawab David dan istriku tertawa


" Menang banyak Vid!" Ucap Istri ku,

__ADS_1


" Bagi dua Mbak, tenang aja!" Jawab David dengan tidak tau malu. aku mengusap punggung Istri ku, senang melihatnya bisa tertawa kecil walaupun tidak lucu menurut ku.


__ADS_2