
hari pernikahan
acara pernikahan digelar di sebuah Fila milik keluarga Radit tempat yang bisa dibilang pulau pribadi itu, karna jauh dari keramaian dan bahkan jarak dari rumah penduduk setempat pun sangat jauh, mereka tak mau k a l a u p e r n i k a h a n d i a d a k a n d i rumah akan mengundang kecurigaan tetangga seperti yang sudah disepakati Radit dan Amira tak ingin pernikahan mereka diketahui banyak orang, orang tua mereka pun terpaksa menuruti.
Amira hanya mengundang ketiga sahabatnya itu begitu juga Radit ia hanya mengundang beberapa sahabat dan keluarga dekat saja
Radit dan Amira sekarang ada dikamar masing-masing Radit bersiap dibantu oleh 2 sahabatnya begitu juga dengan Amira ia bersiap dibantu ketiga sahabatnya.
dikamar Amira
" R a b e r h e n t i l a h m e n a n g i s riasan mu akan rusak nanti " ucap Nadia ia sedih melihat keadaan Amira tp ia juga sedikit kesal karna terus memperbaiki riasan wajah Amira
" t a p i n a d a k u. . ." belum selesai Amira bicara ucapan nya dipotong oleh Mega
" R a i n g a t l a h k a m u m e l a k u k a n ini demi siapa, paman mu akan membatalkan pernikahan ini bila dia melihat mu terus menangis seperti ini d a n k a u t a u k a n akibatnya bila pernikahan ini batal " mendengar ucapan Mega Amira Sadar kalau ia tak boleh egois
" b a i k l a h... t e r i m a k a s i h k a l i a n sudah mengingatkan ku kalo tidak mungkin sekarang aku sudah kabur dari pernikahan ini" Amira mencoba menenangkan diri ia mengambil nafas dan membuangnya pelan-pelan beberapa kali
" k i t a a d a l a h s a h a b a t t a k p e r l u mengucapkan terimakasih " Gina memeluk Amira Mega dan Nadia yang melihat itu pun ikut memeluk, Amira sangat bersyukur karna disaat seperti ini ia mempunyai seorang sahabat yang selalu ada untuknya
dikamar Radit
Radit sudah selesai bersiap ia dan teman-temannya sekarang hanya bersantai ditempat tidur karna waktu akad pukul 11 siang dan Sekarang Masih pukul 10: 23
" bro katakan pada kami bagaimana tampang calon istrimu itu kalo engga salah dia cintai masa kecil mu kan? " tanya Riko teman Radit sambil menepuk pundak Radit
" d i a b u k a n c i n t a m a s a k e c i l k u
orang yang seharusnya menikah dengan ku kabur ia tak menginginkan pernikahan ini..." Jawab Radit wajahnya terlihat begitu kecewa
" k e n a p a b e g i t u b u k a n k a h d i a s u d a h t a u d a r i d u l u k a l a u kalian dijodohkan kenapa baru sekarang dia menolak? "
__ADS_1
" d i a t a k m a u m e n i k a h d e n g a n orang yang gendut dan pendek ia malu akan hal itu " kedua sahabatnya dapat melihat jelas kekecewaan yang Radit rasakan
" d i a y a n k a k a n m e n y e s a l karna telah meninggalkan mu ketika dia tau dirimu sekarang ini " ucap Riko
" dia tak tau perjuangan mu sampai bisa seperti sekarang semua itu semua demi dia " perkataan Danil membuat Radit diam ia teringat masa lalunya
flashback on
saat itu Radit masih berusia 10 tahun,ia sedang jalan-jalan disekitar taman komplek perumahan tempat ia dan keluarganya tinggal, melihat sekelompok anak seusianya sedang bermain bola ia mendatangi mereka berniat ingin ikut bermain entah apa yang terjadi mereka malah mendorong Radit.
" a p a a k u b o l e h i k u t m a i n? " tanya Radit sambil berjalan mendekati mereka
" e n g g a b o l e h, k a m u i t u p e n d e k dan juga gemuk pasti lari mu lambat pergi sana jangan ganggu kami main " salah satu dari anak nakal itu mendorong Radit hingga terjatuh
" k e n a p a k a l i a n h a r u s k a s a r begitu aku hanya ingin ikut bermain " Radit ingin sekali melawan tapi ia tak bisa karena ia tau yang dikatakan mereka memang benar
anak-anak nakal itu pergi meninggalkan Radit y a n g t e r d u d u k d i t a n a h a k i b a t didorong tadi, tak lama seorang gadis kecil mendatangi Radit
" h a y. . . k e n a l i n n a m a a k u Anggun
" n a m a a k u R a d i t " Anggun duduk disebelah Radit dan mengajak nya mengobrol
setelah lama berbincang-bincang mereka pun pulang Radit sangat bahagia karena kini ia punya seorang teman
setelah berbulan-bulan berteman Radit dan Anggun diberi tahu kalo sebenarnya mereka sudah dijodohkan Radit sangat bahagia mendengar itu
" kita dijodohkan aku sangat bahagia dengan ini semoga saja Anggun juga begitu, aku akan melakukan apapun agar aku bisa menjadi laki-laki sempurna Dimata Anggun dan agar dia tidak dipermalukan " ucap Radit dalam hati
tapi berbeda dengan Radit, Anggun sangat keberatan dengan perjodohan ini
" aku tak keberatan kalau harus berteman dengan Radit tapi kalo harus menikah aku tidak mau aku mempunyai impian ingin menikah dengan seorang pangeran tampan seperti di cerita dongeng " pikir Anggun dalam hati
__ADS_1
tapi tak ada yang tau kalo saat itu Anggun tak ingin dijodohkan dengan Radit hingga keluarga Anggun pindah ke kota A karna urusan bisnis
flashback off
dikamar Radit ia dikejutkan dengan panggilan seseorang yang mengajak dia untuk keluar
dan orang tersebut tak lain adalah ibunya
" s a y a n g s u d a h w a k t u n y a a y o cepat keluar " ia berjalan mendekati Radit dan menggandeng tangan Radit
" b a i k m a h " mereka pun keluar
Radit dan Amira sudah berada di depan penghulu dan bersiap untuk melakukan ijab kabul, Radit sangat gugup saat itu sedangkan Amira ia berusaha tidak menangis dan tak berapa lama kata sah pun memenuhi seluruh ruangan tersebut Radit dan Amira kini resmi menjadi suami istri
Amira mencium tangan Radit, dan Radit mencium kening Amira, Amira sangat kaget dan ia menatap Radit, Radit yang mengerti hal itu ia hanya melirik orang tuanya dan Amira pun diam
" nak selamat ya sayang sekarang kalian sudah sah jadi suami istri dan mulai sekarang Amira jangan panggil Tante lagi panggil aku mama " Alisa menyentuh pipi Amira dan mencium kening anak itu dengan lembut
Amira terharu dengan sifat baik dan lembut Alisa padanya dan Amira langsung memeluk ibu mertuanya itu Alisa sempat kaget melihat menantunya tiba-tiba memeluknya tak lama ia pun membalas pelukan Amira dan mengusap punggung Amira
Radit hanya tersenyum melihat istri dan ibunya saling berpelukan.
" sayang sekarang kmu istirahat lah pasti kmu cape kan, Radit bawa istri mu istirahat dikamar pengantin kalian "
Radit hanya menganggukkan kepalanya ia pun memegang tangan Amira dan membawanya ke kamar sesuai yang diperintahkan ibunya.
.
.
.
__ADS_1
.
. bersambung