KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Ikut Sholat


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB,Davira waktu itu pun terbangun setelah sempat tertidur sejak pulang sore tadi dari sekolah. Ia terbangun karena ingat kalau dia belum salat Isya, bahkan tak sengaja melewatkan salat Maghrib.


Dengan memaksakan diri, dia pun menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Letak kamar mandi berada di ujung lorong rumah yang ia tempati. Setelah berwudhu, dia pun mengenakan mukena dan menggelar sajadah di kamarnya.


Dia kemudian mengambil posisi berdiri, mengucapkan takbir dan memulai salat. Awalnya tidak ada hal aneh saat salat, namun ketika duduk di antara dua sujud di rakaat ketiga, dia mendengar suara doa dalam salat. Suara itu terdengar berasal dari belakangnya, seperti makmum.


Sempat terpikir, mungkin saja itu adalah suara Sasa, karena pada saat itu menginap di rumah Davira. Sasa yang sering masuk tiba-tiba langsung ikut sholat. Untuk memastikan perasaannya itu, dia mengintip makmum itu saat sujud. Dilihatnya ada kain putih seperti ada seseorang yang sujud juga di belakangnya.


Saat salam, dia terkejut karena tidak ada siapa-siapa di belakangnya. Merasa ada yang tak beres, dia menoleh Sasa yang masih tertidur pulas. Sasa kembali tertidur dan Davira mengetuk kamar Bi Ira namun, tidak ada jawaban dari dalam kamar. Dia pun baru teringat kalau bi Ira baru saja pulang kampung pagi tadi. Davira kemudian berjalan menuju kamarnya.


Davira kemudian menghubungi kak Tamara, tetangga kamar sebelah yang tinggal di sana karena karyawan Mama Davira nyatanya, Tamara sudah balik ke Pontianak sore itu. Usai menelepon kak Tamara, Davira merasa ada seseorang yang duduk di belakangnya. Perasaannya semakin tak karuan, merinding, namun dia hanya bisa membaca kalimat doa sambil memejamkan mata.Sedangkan Sasa terlelap dan berada dialam mimpi.


"Apa itu tadi." Cuman Davira dalam hati.


Davira tidak berani menoleh kebelakang.Mata kantuk menyelimuti Davira. Sama-sama terdengar suara tempat tidur di tepian ranjang ada yang duduk. Setengah sadar Davira membaca doa.Tak berselang lama serasa ada usapan di kepala Davira.


Davira yang sudah mengantuk justru terasa nyaman ketika kepala diusap dan terdengar Sama-sama seperti sholawatan.


Pagi harinya Sasa bangun terlebih dahulu. Sasa membangunkan Davira. Perlahan Davira membuka matanya. Senyum terukur indah dibibir Davira.

__ADS_1


"Vit,lu kenapa senyum-senyum begitu? " Tanya Sasa.


"Seneng aja, tadi pas tidur kepalaku dielus sama mama. " Jawab Davira.


"Ehhh sarapan, bukannya mama lu sama mama gua nginep di engkong buat yasinan 7 harinya Bibi. " Ucap Sasa.


"Iya ya. Lha terus yang elus kepalaku siapa dong? " Tanya Davira.


"Ya mana gua tau. " Jawab Sasa.


Davira laku bangkit dari tempat tidur, tak lupa Davira mengajak Sasa duduk di sofa.


Davira menceritakan kejadian tadi malam, ada yang ikut sholat dan terakhir ada yang mendekat ke tempat tidur dan memengekus kepalanya sambil sholawatan hingga tertidur.


"Ahh lu gitu. Tadi malam aja tak bangunin ketika gua ketakutan hanya ham hem ham hem doang." Ucap Davira.


"Udah ahh yok kita beres-beres dan kita joging. " Ajak Sasa.


"Yok cuss, berangkat. Sapa tau ada cowok kecantol yang nyamperin. " Ucap Davira.

__ADS_1


"Ya kali ada. Yang ada mereka pada ngacir lari, karena kita ini dibilang aneh. " Ucap Sasa.


"Iya ya, hahahaha. " Jawab Davira.


Davira dan Sasa langsung beres-beres kamar. Dan bersiap untuk joging. Sasa sudah menghubungi Putra dan Heri.


Setelah pukul 06:30 mereka berangkat joging.


👻👻👻👻👻👻


Selamat malam.


Selamat membaca.


Jangan lupa


*Like


*Koment

__ADS_1


*Tambahkan ke favorit


Papayo 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2