
Suasana malam yang dingin seakan semakin dingin serasa masuk menusuk tulang.Menambah suasana panik
Sesampainya di rumah sakit. Nevan dilarikan ke IGD. Begitupun Davira. Sasa memberitahu Orang tua Davira.
Semua panik sedih. Heri yang mondar mandir di depan pintu IGD, Sasa yang terus saja menangis,Putra yang meremas rambutnya sendiri frustasi.
Selang 20 menit orang tua Davira datang.
"Kenapa bisa terjadi, sekarang Davira bagaimana? " Tanya Ayah Davira.
"Maaf Yah, kita yang salah. Tidak bisa jaga Davira. " Kata Heri meminta maaf.
"Sudah-sudah,,, Ayah tidak menyalahkan kalian semua. Yang Ayah tanyakan kejadiannya seperti apa. "Terang Ayah Davira.
Ketika Putra dan Heri hendak menceritakan semuanya. Pintu ruang IGD terbuka.
Orang tua Davira segera menghampiri dokter, begitupun juga Putra, Sasa, dan Heri. Berbagai macam pertanyaan telah mereka lontarkan.
"Dok bagaimana keadaan anak saya? " Tanya Ayah Davira.
"Dok bagaimana keadaan Vira? "Tanya Putra dan Heri bersamaan.
"Syukur,,,Saudari Vira tidak ada yang serius. Hanya saja sesak nafas karena terlalu banyak menghirup asap ledakan itu. Untung cepat bawa ke sini. Saran saya besok atau lusa baru boleh pulang.
Dan Untuk Saudara Nevan juga tidak ada yang serius. Luka dilengannya tidak terlalu dalam.Nanti ada yang menjelaskan pada pihak keluarga."Kata dokter Arif.
"Terimakasih dok, apa boleh kita masuk? " Tanya Bunda Davira.
"Setelah kami pindah ke rawat inap ya bu." Pinta dokter Arif.
"Iya dok, sekali lagi terimakasih." Ucap Ayah Davira.
Beberapa perawat mendorong tempat tidur Davira menuju ruang rawat inap. Davira masih terlihat pucat, di hidung dan mulutnya terdapat sekang oksigen dan tangan ada selang infus.
Sasa dan Putra berpamitan pulang terlebih dahulu. Ayah Davira kembali ke rumah mengambil pakaian ganti. Bunda Davira duduk di dekat ranjang pesakitan.
__ADS_1
"Dek,bangun sayang." Ucap Bunda Davira.
"Bun,istirahat aja, biar Heri yang jaga." Pinta Heri.
"Nanti nak,Kamu sudah makan? Makan dulu ya. Nanti gantian Bunda."Pinta bunda Davira.
" Tapi Heri tidak lapar bun. "Jawab Heri.
" Nanti Kalau Davira sudah siuman, dia nanti sedih nak, makan dulu ya."Mohon bunda Davira .
"Iya bun,,, tunggu Putra dan Sasa saja nanti." Jawab heri.
Tak beberapa lama Davira membuka mata berlahan.
Davira melihat Bunda nya bersandar di pinggir tempat tidur sambil tertidur. Mata Davira memincing melihat Heri duduk bersandar sofa mata terpejam.
"Bun haus,,, Her gua haus." Lirih Davira.
Tidak ada jawaban dari Bunda dan Heri. Davira membuka selang oksigennya dan tangan kanan bergerak pelan menjatuhkan gelas di meja dekat ranjang.
"Sayang udah dadar nak.? Mana yang sakit nak? " Tanya Bunda.
Heri dengan sigap memencet tombol darurat.
Dokter dan dua perawat bergegas ke ruang perawatan.
Dokter memeriksa keadaan Davira. Dokter mengatakan Davira tinggal pemulihan dan tetap memakai selang oksigen dulu.
"Bun,,, Vira haus." Kata Davira lirih.
Bunda dengan sigap memberi minum pada Davira.
"Bunda istirahat aja ya. Nanti bunda sakit." Pinta Davira.
"Iya Bunda istirahat di sana ya. " Kata Bunda.
__ADS_1
Hanya anggukan yang Davira lakukan.
"Vir, jangan nekat lagi ya. Kita semua panik. " Kata Davira.
Hanya anggukan pula yang Davira lakukan. Selang beberapa menit Ayah Davira Putra dan Sasa datang bersamaan.
"Makan dulu Her sudah gua bawakan. Ini ada karpet bulu buat kita tiduran disana."Kata Putra.
" Makasih ya."Ucap Heri.
Bunda dan Ayah Davira sudah terlelap. Tapi tidak dengan Putra,Sasa dan Heri. Dan tiba-tiba Aciel datang.
"Kak, Aciel sudah katakan pada Kakak, Aciel tidak berbohong kan kak? " Kata Aciel hantu.
"Kak Vira sakit kak, apa kak Vira tidak percaya Aciel? " Tanya Aciel lagi.
"Aciel sayang, kak Vira tidak begitu. Kak Vira percaya. Kak Vira tadi menolong Kak Nevan." Jawab Sasa.
Putra dan Heri hanya bisa menghelai nafas. Mengudao wajahnya frustasi.
Aciel sudah naik keatas ranjang dan duduk memandang Davira yang masih sedikit pucat.
"Maafkan Aciel kak, Aciel tidak berbohong. Aciel melihat asap hitam itu kak.Hick hick hick. " Tangis Aciel pecah.
"Kakak,,, ! " Teriak Aciel.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Bersambung...
Jangan lupa Like, comen,gift ya .
Hayo ada apakah gerangan Aciel berteriak?
Tunggu episode selanjutnya. ππππππ
__ADS_1