
Waktu begitu cepat, kini mereka sudah memasuki semester akhir kelas tiga. Ya mereka sebentar lagi akan kuliah. Satu demi satu anak tangga kehidupan Davira and the gank mereka tapaki.
Banyak godaan dan gangguan dari makhluk astral pun mereka alami. Namun mereka tidak bimbang dan tergoda.
Kali ini mereka mendengarkan cerita dari Rani, ya dia adalah Maharani. Rani sedikit tertarik dengan aktifitas Davira and the gank yang sering menolong makhluk tak kasat mata.
Rani pernah mengalami kejadian aneh ketika dari rumah neneknya. Sebelumnya Rani tidak pernah mengalami hal aneh dan semacamnya bila daru rumah neneknya. Namun beda dengan kali ini. Rani nampak katakutan.
👻👻👻👻👻👻👻
"Gaes gua pingin cerita ini, boleh kan? " Tanya Rani.
"Boleh dong Ran, emang ada apa sih? " Tanya Sasa penasaran.
"Jadi begini gaes." Rani mulai menceritakan semuanya.
Rani disuruh ketempat neneknya dan pulang sekitar jam setengah emam petang. Sudah hal biasa bagi Rani pulang dari tempat nenek jam segitu. Awalnya, dirinya mengaku masih merasa biasa saja, karena masih cukup ramai dan banyak rumah penduduk. Setelah semakin jauh melajukan motornya , rumah penduduk pun sudah mulai berkurang, dan malah banyak kebun dan sawah, karena jalan alternatif tersebut memang melintasi wilayah pegunungan.
Setelah maghrib, sudah merasa tidak enak karena hawanya yang dingin dan suasana yang sepi. Jarang sekali ia melihat motor atau mobil yang melintas. Sampai kemudian, ia melihat dua pemotor di jalan yang sepi dan ia berinisiatif membuntuti agar tidak sendirian.
Tidak terlalu lama, ia mendahului pemotor itu dan berkendara sendirian lagi. Setelah berjalan beberapa menit, keanehan pun mulai dialami oleh Rani.
Kejadian pertama, dari kejauhan ia melihat dua pemotor yang ia dahului tadi. Mencoba berpikir positif, ia mengira kalau ada jalan tembus, yang membuat kedua pemotor itu bisa ada di depannya.
Sampai empat kali, ia menemui dua pemotor yang sama terus-terusan.Rani pun mulai curiga karena tidak mungkin ada jalan tembus, mengingat di kanan dan kiri hanya kebun dan jurang. Penasaran, ia memutuskan untuk mendekati motor tersebut dan ia mendapati wajah pemotor yang hancur dan yang satu lagi memiliki wajah yang rata.
__ADS_1
Panik, ia pun langsung tancap gas. Masih belum reda ketakutan yang dialami Rani. ia malah merasakan kalau motor yang dikendarainya terasa berat. Saat diintip lewat kaca spion, ia melihat sosok wanita dengan raut wajah pucat, duduk membonceng.
Mulai pasrah,Rani hanya membaca doa dan terus melaju dalam kondisi ketakutan. Sepanjang perjalanan ia mengaku diganggu terus-terusan oleh banyak makhluk halus.
Rani sudah mulai tenang ketika ia kembali menemukan rumah penduduk di tepi jalan. Ia memutuskan untuk berhenti sembari menenangkan pikirannya. Saat berhenti itu pun, ia masih terus diganggu oleh makhluk halus sampai ia merasa kesal dan berteriak.
"Jalan ini biasa gua lalui, kenapa gua kalian ganggu hah. Gua capek, jalan ini seharusnya pendek dan cepat sampai." Ucap Rani.
Setelah melampiaskan kekesalannya, gangguan makhluk halus tersebut seketika hilang. Ia pun sudah mulai tenang dan hendak melanjutkan perjalanan. Saat ingin melanjutkan perjalanan, ia malah dikejutkan dengan sosok wanita yang memanggilnya dan memegangnya.
"Dek, ibu nebeng sampai pengkolan arah kata ya. Nanti saya bayar. " Kata ibu itu.
Rani yang masih dalam mode ketakutan dan capek karena gangyan hantu-hantu itu merasa kaduahan. Mungkin ibu ini manusia sungguhan dan bukan hantu.
Rani lalu mengiyakan ibu itu dan langsung ma lakukan motornya berlhan. Di sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka. Hanya Rani terus saja melihat dari spion untuk memastikan ibu tersebut.
"Bu sudah mau sampai, tinggal sekitar seratus meter saja. Ibu mau turun di sebelah mana? " Tanya Rani.
"Di rumah cat coklat muda itu saja dek. " Jawab ibu itu.
Ketika sudah akan sampai. Rani pun memastikan bahwa itu rumahnya. Dan ketika menoleh ke belakang ibu itu masih ada. Ketika akan berhenti ibu itu berbicara.
"Terimakasih dek atas tumpangannya.Hati-hati ya dek jangan keluar magrib-magrib."Kata ibu itu.
Ketika Rani ingin menjawab dan menoleh ibu itu. Ibu itu ternyata sudah tidak ada disana. Rani yang lemas tambah lemas. Rani diam sejenak dan menetralkan pikirannya. Rani kembali melakukan motornya.
__ADS_1
"Terimakasih ibu,sudah menolong ku. Siapapun kamu ibu terimakasih banyak. " Batin Rani lalu pergi dari tempat itu.
Tak beberapa lama Rani sampai kerumah. Dan langsung istirahat. Keesokan harinya ingin menceritakan kejadian itu kepada Davira ank the gank.
👻👻👻👻👻👻👻👻👻
"Begitu gaes ceritanya. "kata Rani.
" Astaga bertubi-tubi gangguannya. "Kata Sasa.
" Untung ada sosok ibu itu, meskipun hantu. "Kata Putra.
" Saran ku Ran, besok-besok jangan keluar pas masuk magrib ya. "Kata Davira.
" Iya, makasih ya udah mau dengar cerita ku. Aku jadi ingin tahu seperti apa mereka itu. "Kata Rani.
" Gak udah tar lu pipis di celana. "Kata Sasa.
Mereka pun tertawa.
Ini ya visual Maharani atau Rani. Foto ini ketika mereka pergi.
Mohon maaf jika tidak sesuai harapan kalian.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya.Dan juga tinggalkan jejak. Papayo👋👋👋👋