
Eyang Tomo menyuruh kami untuk berdoa sambil menunggu subuh tiba.Karena setelah subuh kita akan menuruni Gunung tidak diperbolehkan naik lagi. Eyang Tomo sambil bercerita tentang larangan ketika mendaki gunung. Ada pantangan ada larangan tidak boleh ini dan itu. Dan eyang bercerita tentang asal mulai patung itu. Kami mendengarkan tidak terasa subuh pun tiba. Kami bergegas menuruni Gunung. Cika yang belum sadar kami angkat dengan tandu. Sesampainya di pos 2 yang sebelumnya terlihat ada bangunan kuno, sekarang tidak ada dan kami merasa heran. Tiba-tiba Cika terbangun dan menari di area itu. Kami memberi tahu pihak yang ni bawah. Dan untung para tokoh masyarakat dan warga sekitar menanti kami di gerbang dekat Gunung. Setelah kami sampai dibawah kami disambut para warga dan tokoh setempat. Dan Cika seketika bangun langsung menari dan bernyanyi seperti sinden khas jawa sambil tersenyum dan berkata.
"Jiwa dan Raga ini telah ku miliki. "
Eyang Tomo mengeluarkan tasbi dan mulai berdoa dibantu para warga. Cika kembali tak sadarkan diri. Pucat lelah itu yang kami rasakan. Cika berangsur membaik dan sudah sadar. Kami disana diberikan ritual agar terhindar dari bahaya semacam ini lagi.
Setelah itu kami berpamitan pulang.. Dengan hati yang lega dan tenaga terkuras habis kami sampai di rumah Cika. Dan kami bermalam disana karena kelelahan. Saat akan memejamkan mata Putraanggil Davira dan Sasa untuk melihat Cika. Jika ada musik cika menari seperti penari profesional. Dengan kondisi lelah kami hanya membiarkan Cika didalam kamar menari nari kesana kemari. Dan kami terlelap di sofa ruang tamu milik Cika. Malam harinya Davira terbangun karena mendengar alunan musik dan Suara nyanyian dari kamar Cika. Dan benar Cika sedang bernyanyi didepan cermin sambil menyisir rambutnya. Davira bergegas membangunkan Putra, Sasa dan Heri. Dan betapa kagetnya Davira melihat pantulan dicermin ada sosok yang berbeda. Itu bukan pantulan tubuh Cika yang sedang bercermin. Namun sosok perempuan penari berkebaya yang wajahnya penuh luka dan darah di mana-mana. Sosok itu tersenyum dan bernyanyi bersaman dengan Cika. Kemudian Sosok itu tertawa dan berkata.
__ADS_1
"Hihihihi sudah saya katakn Jiwa dan Raga ini milik ku. Sampai kapan pun akan aku ikuti kemana dia pergi."
Davira, Putra, Sasa, Heri hanya bisa menghelai nafas. Ini murni kesalahan Cika yang telah mengganggu mereka. Pantas saja terus mengikuti Cika.
Singkat cerita Cika dibawa orang tuanya ke Gunung itu dan meminta maaf tidak akan mengulangi lagi. Para warga, tokoh masyarakat setempat dan juga eyang Tomo kembali membantu Cika. Dan pada akhirnya Raga Cika tidak kuat dan Cika dinyatakan sembuh tidak diikuti lagi.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi Davira and the gank. Mereka sudah terbiasa dengan hal mistis. Namun kali ini sangat syok dengan kejadian pendakian kali ini.
__ADS_1
👻👻👻👻
Dan untuk para pecinta alam yang baru maupun yang sudah lama. Taati peraturan dan larangan ketika, kalian mendaki gunung, menyusuri tempat manapun. Selalu berdoa dan tidak berbuat aneh-aneh.
👻👻👻👻
Selamat membaca ya. Salam sayang dari author. jangan lupa tinggalkan jejak ya. like komen vote dan gift. Selmat pagi selamat beraktifitas.
__ADS_1