
"Apa." Heri terkejut dengan penuturan Davira.
"Terus tadi malam itu siapa?Setan begitu. Gak mungkin Vina juga kan, kalian berbeda Vir. " Kata Heri.
"Ehh benar tadi malam gua sama Vira ke toilet, ada perempuan keluar, tapi awalnya seperti mandi, tak ketuk tidak ada jawaban. Ternyata tidak ada orang. Dan saat gua, keluar itu perempuan keluar juga." Kata Sasa panjang kali lebar.
"Setelah kunjungan kita cari tau." Kata Putra.
Siswa siswi berangkat. Semua berjalan lancar tidak ada hambatan apapun. Sorenya mereka ke pusat oleh-oleh. Sampai di penginapan mereka bergegas beres-beres. Tepat pukul delapam mereka makam malam dan acara bebas.Itu bisa dipergunakan oleh Davira and the gank. Mereka di lapangn membuat permainan Truth and Dare. Davan yang mencari botol untuk diputar. Siswa siswi yang ikut membentuk lingkaran. Putaran pertama jatuh pada Cacha. Begitupun seterusnya. Sampai mereka lelah dan kini tinggal tersisa Davira and the gank.
Tiba-tiba angin berhembus dengan kencang, bau semerbak bunga melati dan kenanga.
Mereka masih tidak bergeming, mereka tetap mengobrol melihat bintang.
Tiba-tiba lampu kamar mandi berkedip mati nyala lagi mati lagi. Davira and the gank hanya senyum dan mengangguk. Mereka mendekat, Sasa yang mau masuk kamar mandi. Kamar mandi terdengar aliran air seperti orang mandi.
Davira cuci tangan di wastafel dekat pintu masuk. Sedangkan Putra dan Heri berdiri tak jauh dari sana. Tiba-tiba kaki davira terasa berat dan kebas.
Ketika ingin melangkah kaki Davira terasa ada yang menahan. Seperti berlendir dan basah. Seperti ada yang merangkak dari kaki kan Davira. Ketika dilihat tidak ada apa-apa.
"Her, tolong gua. Kaki terasa kebas berat dan seperti ada yang merangkak naik." Pinta Davira.
"Hah, ada yang merangkak?" Tanya Heri memastikan.
"Tapi tidak ada siapa-siapa di sini Vir." Jawab Heri.
"Aaaaaaaa,,,! " Terdengar suara Sasa berteriakan dari dalam.
"Ada apa Sa? " Tanya Putra.
__ADS_1
"Put, itu ada darah put ada darah." Jawab Sasa sambil menunjuk kan tulisan di kaca.
"Tolong aku, tolong adek kecil itu,"
Putra dan Sasa melihat tulisan dari darah di kaca bergegas keluar. Sedangkan Davira dan Heri dibikin pusing oleh sosok anak kecil yang terus merangkak naik ke Davira dan bergantian merangkak ke Heri.
"Bawa pulang aja lah Vir, Terus kita doa bersama kayak kemarin Vir. " Pinta Heri.
"Huhh huhh huft..." Putra dan Sasa bernapas lebih cepat.
Mereka lalu menceritakn kejadian di dalam toilet.
Bau harum bunga kenanga kembali hadir dan tercium.
Tiba-tiba muncul sosok perempuan itu. Dan dia hanya tersenyum lalu menghilang lagi.
"Hah,apa ikut kita?"Tanya Putra.
Kini sosok anak kecil itu merangkak dan mendekati Putra. Putra yang terkejut lalu berlari. Tanpa diguga sosok anak kecil itu justru mengejar Putra. Putra yang kelelhan berlari akhirnya menyerah.
"Oke oke kakak nyerah, mau mu apa sih cil? " Tanya Putra.
"Ikut kakak cantik dan ganteng itu." Jawab anak kecil itu.
Sedangkan Davira dan Heri tertawa terbahak-bahak.
"Oke adek boleh ikut pulang kakak. Tapi harus janji ke kita." Pinta Davira.
"Oke kakak cantik.Aku harus janji apa? " Tanya anak kecil itu.
__ADS_1
"Emm,,, gini pertma namamu sipa? Kenapa bisa ada disini. Terus kakak yang di sana itu siapa?"Tanya Heri.
" Aku tidak tau namaku, aku dibuang oleh orang tuaku."Jawab anak kecil itu sambil menunduk menangis.
Davira and the gang tersentak kaget. Ingin rasanya memeluk anak kecil itu namun tidak bisa. Anak kecil itu tiba-tiba menghilang begitu saja.
Sosok perempuan itu datang lagi. Sosok itu masuk ke tubuh Sasa. Sosok perpuan itu menceritakan semuanya.Betapa kagetnya Davira, Putra dan Heri.Selama ini anak kecil itu dia yang menjaga.Dan sosok perempuan itu tidak bisa membantu apa-apa. Karena dia mati bunuh diri.
"Apa kakak juga ingin ikut kita, Nanti kita coba bantu kakak." Kata Heri.
"Tidak tidak udah. Aku tidak bisa. Karena aku mati bunuh diri.Sulit untuk mendapatkan kilatan cahaya putih untuk penerang jalan ku." Kata sosok perempuan itu.
Setelah itu Sasa sadar. Dan mereka bergegas kembali ke kamar masing-masing. Di perjalanan menuju kamar mereka di ikuti sosok anak kecil itu.
"Hey cil jangan ngumpet di situ kita tau kau mengikuti kita. " Kata Heri.
"Aisss,,,! Aku bukan cil kak. Hanya tidak punya nama saja. " Celoteh sosok anak kecil itu.
"Emmm bagaimana kita beri nama untuk mu cil." Kata Putra.
"Beneran aku mau dikasih nama, jadi aku punya nama saat ini? " Tanyanya.
"Iya." Jawab Davira and the gank.
...🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗...
...... papayo semuanya. Jangan lupa like, komen, gift dan vote juga boleh. ......
...Selamat petang semuanya. 👋👋👋👋👋...
__ADS_1