
"Aaaaaaa,,,! " Teriak Davira.
"Vira,,,! " Teriak Heri mendekat.
"Kenapa ada apa? " Tanya Putra.
Davira tidak bisa berkata apa-apa.Badan gemetar dan pandangan ke arah rumah sebelah. Sasa dengan mode kepo yang sudah on sedari tadi langsung berjalan ke arah rumah itu dan benar disana ada sosok yang dilihat olehnya malam itu.
Sosok itu kemudian hilang begitu saja. Sasa lalu mendekat lagi kepada Davira.
"Vira,dia udah gak ada disana. Mungkin dia manyampaikan sesuatu." Kata Sasa.
"Ehh maimunah,,, yang kau lihat cewek atau cowok? " Tanya Putra.
"Ehh Duladi, dia cowok pakaian rapi namun wajah tidak terlihat. " Jawab Sasa kerus karean di panggil maimunah.
"Dia cowok dan dia tampan namun ketiak dia sedang sedih dia terlihat menyeramkan. " Jawab Davira tiba-tiba.
"Hah,,,!" Kata Heri dan Putra bersamaan.
"Mari kita berpetualang." Celetuk Davira.
"Astaga Vira, kau kira ini hutan apa berpetualang. Dia hantu vir hantu." Kata pak Didik dengan suara agak tinggi.
"Ahh daddy gak asyik,Bilang aja takut. " Grutu Davira.
"Daddy dengar Vira." Kata pak Didik.
Davira lalu pergi begitu saja, Davira mendekat ke arah pohon rambutan rumah sebelah Heri.
Davira tengok kanan kiri namun tidak mendapatkan sosok itu.
Tiba-tiba dari arah belakang muncul sosok itu.
Sosok itu menepuk baju Davira.
"Hay,,, kau mencari ku? " Tanya David sosok hantu itu.
__ADS_1
"Hay kau siapa? " Tanya Davira.
"Aku David, aku anak dari yang punya rumah ini. Aku baru disini.
" Salam kenal, sepertinya kita seumuran."Kata Davira.
Putra dan Sasa mengerutkan dahinya. Mereka berpikir."Dia hantu lho dengan gamblangnya berkenalan. "
Heri tiba-tiba datang dan ikut nimbrung.
"Hay." Sapa Heri.
Begitu pun Putra dan Sasa.
"Kenapa kemarin malam kau ganggu kami. Kami hampir gila karena ulahmu. " Kata Davira.
"Maaf, aku hanya butuh teman."Kata David.
" Yeee Aciel punya teman baru. "Celetuk Aciel muncul tiba-tiba.
Yang diteriaki semakin lompat-lompat kesenangan.
"Dia sama seperti ku? " Tanya David.
"Iya." Jawab Putra.
Jangan tanya dimana pak Didik. Beliau justru masuk rumah dan tidur di sofa kamar tamu.
"Kenapa kau bisa berubah menyerampan? " Tanya Sasa.
David hanya tertunduk dalam tidak bisa menjawab apapun.Davira dan Heri saling pandang dan mengangguk tanda mengerti.
"Mari kita berteman, lain kali kita bertemu lagi ya. Rumah kami sudah tau kan? Datang aja ya. " Kata Davira.
"Iya, makasih kalian sudah mau berteman dan menyapaku. Biasanya kebanyakan orang pada ketakutan ketika melihatku. " Kata David sendu.
"Udah jangan dipikirkan. Kita balik dulu Dav. " Kata Putra.
__ADS_1
David berjalan kearah pohon rambutan dan duduk atas dahan. Dan melambaikan tangan kepada Davira and the gank. Davira and the gank pulang ke Heri.
Mereka bergelud dengan pikiran masing-masing.
"David sipa sih, kenpa baru kali ini tertarik banget mengorek hantu ganteng itu. " Guman Davira.
"Harus dipancing pake apa ya agar dia bisa cerita. Jelas-jelas kemarin ku lihat dia sangat seram. " Kata Sasa.
"Kesedihan." Jawab Davira, Putra dan Heri bersamaan.
"Idih kompak bener, mau paduan suara? " Kata Sasa.
"Iya." Lagi-lagi mereka menjawab berteman.
"Udah-udah yok pulang, besok malam kita beraksi. " Kata Davira.
"Siap."Jawab Heri.
Davira pun pulang duluan, disusul Sasa dan Putra.
Malam ini meraka terlelap dengan nyenyak. Sudah tidak seperti kemarin malam.
Bersambung...
👻👻👻👻👻👻
like
Komen
Vote
Gift
👋👋👋👋👋😄😄😄😄😄😄
Jangan lupa tin
__ADS_1