KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
episode 03


__ADS_3

saat melihat orang yg ditunggu-tunggu pamannya sudah datang ia buru-buru pergi ke kamar dan meninggalkan pamannya menyambut kedatangan keluarga Radit


dikamar Amira


" mereka sudah datang, semoga mereka menolak aku menggantikan ka Anggun jadi aku bisa bebas Tampa harus melawan paman " ia berbicara sambil menatap dirinya di cermin


disisi lain


ayah dan ibu Radit sudah duduk dan sedang berbincang-bincang dengan Hendra


" dimana Radit apa dia tidak ikut? " tanya Hendra


" dia ada di mobil sedang mengurus pekerjaan " sahut Hardi ayah Radit


" dan dimana Putri mu? aku tidak sabar ingin melihatnya apakah sama cantiknya dengan di foto " sambungnya


Radit dan keluarganya pernah melihat foto Anggun yang diberikan oleh Hendra


" sebenarnya ada yang mau aku sampaikan pada kalian, aku minta maaf Putri ku kabur dari rumah dia menolah perjodohan ini "jawabnya sambil menundukkan kepala


Radit yang baru saja masuk kedalam rumah mendengar ucapan Hendra ia sangat kecewa hari yang ia tunggu-tunggu untuk bertemu dengan wanita yang ia cintai sejak kecil justru menolak menikah dengannya


" nak sayang kmu sudah mendengar semuanya bukan " tanya Alisa ibu Radit.


Radit hanya diam dan berjalan mendekati ibunya


Hendra melihat kearah Radit ia sedikit heran karna Radit sangat berbeda dengan waktu dia kecil " apa dia Radit? " tanya Hendra


" iya dia Radit sangat berbeda bukan " jawab Alisa


" iya sangat berbeda " ucap Hendra dan ia terus menatap Radit


" anak ini sangat berbeda dengan waktu dia kecil, dulu dia pendek gendut bahkan selalu memakai kacamata " pikir Hendra dalam hati


" Hendra terus bagaimana dengan perjodohannya " tanya Hardi


" perjodohan akan tetap berlangsung " jawab Hendra


" bagaimana bisa lanjut anakmu saja kabur tak tau kemana " ucap Hardi heran bahkan Radit dan ibunya pun heran mendengar ucapan Hendra


" aku sudah punya calon lain untuk menggantikan Anggun menikah dengan Radit" ucapan Hendra membuat Radit dan orang tuanya tambah heran


" bi tolong panggil Amira kesini " pinta Hendra pada pembantunya


" baik tuan "


tak berapa lama Amira turun dia terlihat sangat cantik dengan dress warna putih yg ia kenakan


" ada apa paman kata bibi paman memanggilku " tanya nya lembut


" sini sayang biar ku kenalkan pada tamu kita" jawab Hendra sambil tersenyum meminta Amira duduk disebelahnya

__ADS_1


sebelum ia duduk, ia terlebih dulu memberi salam kepada kedua orang tua Radit Tampa memandang ke arah Radit sedikitpun


" ciih dia bahkan tak melihatku sedikitpun, cantik emang tapi aku hanya menyukai Anggun semoga dia berubah pikiran dan kembali aku hanya ingin menikah dengannya" ucap Radit dalam hati ia masih sangat berharap kepada Anggun.


" dia Amira putri dari adik kembar ku orang tuanya meninggal dua tahun lalu dan sekarang dia tinggal bersama ku dia yang akan menggantikan Anggun untuk menikah dengan Radit " ucap Hendra


" dan ayak kita dulu cuma berjanji untuk menikahkan cucu mereka bukan dia juga cucu ayah ku " sambungnya


" tidak masalah tapi apa dia mau dijodohkan dengan Radit " tanya Hardi ia pun bertanya kepada Amira karna ia tak mau gadis itu merasa dipaksa


" nak kenapa kamu mau menjadi pengganti Anggun? kamu tau kan keputusan mu ini akan merubah seluruh hidupmu? " tanya Hardi


" aku hanya ingin membantu paman menyelesaikan masalah ini, paman adalah orang yang sangat aku sayangi aku akan melakukan apapun yang paman minta mungkin itu yang terbaik untuk ku juga " jawab Amira walau sebenarnya ia sangat ingin menolak.


" andai saja aku bisa menolak tapi aku tau paman sangat ingin mengabulkan permintaan kakek karna ini permintaan terakhir kakek dan ini juga tanggung jawab ku sebagai cucu kakek " ucap Amira dalam hati


" tapi nak kau bahkan belum pernah melihat Radit bagaimana kalo dia memiliki wajah yang sangat jelek dan sifat yang buruk " tanya Hardi penasaran mendengar jawaban Amira


" saya tidak menilai orang dari segi fisik dan saya percaya paman saya tidak akan menikahkan saya pada orang yang yang salah karna paman sangat menyayangi ku" tegasnya


" baiklah nak sekarang ajaklah Radit pergi berkeliling rumah kita dan berbincang-bincang agar kalian bisa saling kenal " pinta Hendra kepada Amira


Amira bingung karna Anggun pernah cerita kalo Radit itu memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk dan ia tak melihat sosok laki-laki seperti cerita Anggun yang ia lihat adalah seorang laki-laki sempurna duduk di samping ibu Radit dan ia yakin kalau itu bukan Radit


" kenapa sayang " tanya Hendra


" paman dimana ka Radit " tanya nya pelan tapi masih bisa terdengar oleh Radit dan kedua orangtuanya


" nak emang apa yang kamu tau tentang Radit?" tanya Alisa ibu Radit


" aku pernah dengar cerita dari ka Anggun katanya ka Radit gemuk dan pendek " jawab Amira jujur


Radit yang mendengar jawaban Amira pun merasa sangat kesal


"gadis ini apa perlu jawab terlalu jujur seperti itu... sok memasang wajah polos lagi " Radit sangat tidak suka kalo ada orang yang membicarakan tentang masa lalunya karna waktu dia kecil dia sering di bulli teman-temannya cuma Anggun lah yang baik padanya.


" ha ha ha.. semua orang pasti berubah nak tak mungkin mereka akan seperti itu terus termasuk Radit, dia adalah Radit putra ku" ucap Hardi sambil menatap Radit dengan senyum bangga Nya


Amira sangat terkejut saat tau kalo laki-laki yang dari tadi didepannya adalah Radit


" ternyata dia ka Radit orang yang katanya dulu pendek dan gemuk sekarang jd tinggi dan sangat ganteng andai ka Anggun tau pasti dia tak akan menolak pernikahan ini " Amira tau kalo penyebab utama Anggun menolak pernikahan ini karna fisik Radit yang akan membuatnya malu pada teman-temannya.


" ya sudah sana ajak Radit berkeliling jangan bergabung di pembicaraan orang tua akan sangat membosankan " pinta Alisa sambil tersenyum


" ayo ka Radit kita pergi ke taman belakang disana adalah tempat paling bagus disini " ajak Amira


Amira bangun dari duduknya dan berjalan menuju halaman belakang dan Radit pun mengikutinya, halaman belakang dulunya hanyalah tanah kosong tak terawat tapi paska kedatangan Amira tanah kosong itu disulap menjadi taman bunga ada banyak macam bunga disana tp paling banyak bunga mawar merah dan mawar putih karna ia sangat suka mawar.


mereka pun sampai dihalaman belakang


" silahkan duduk ka " ucap Amira

__ADS_1


" kenapa kau menerima pernikahan ini? " tanya Radit


" kan aku tadi sudah bilang alasan ku " jawab Amira


" apa kau tak tau orang yang aku sukai adalah Anggun " ucap Radit ia mengira Amira tak tau tentang perasaannya pada Anggun


" aku tau " jawab nya singkat


" terus kenapa kau tetap saja menerima pernikahan kita kenapa tak kau Tolak " pertanyaan Radit membuat Amira sedikit emosi


" kenapa bukan Kaka saja yg menolak, aku tak bisa menolak karna aku tak mau menyakiti hati paman ku " tegas Amira


mendengar jawaban Amira Radit hanya diam mereka berdua sama-sama tak bisa menolak permintaan orang tua mereka


" baiklah kita jalani saja dulu siapa tau nanti ada cara untuk membatalkan pernikahan ini " ucap Radit


Amira hanya mengangguk


" ayo kita kembali " ajak Amira


disisi lain


" bagaimana apa kalian setuju " tanya Hendra


" ya kami setuju ayo kita tetapkan tanggal pernikahan mereka lebih cepat lebih baik " ucap Hardi ia tak sabar ingin cepat-cepat menikahkan anaknya


"aku setuju bagaimana kalau 2 Minggu lagi" Alisa memberi saran


" tidak masalah " jawab Hendra


Radit dan Amira kembali bergabung Dengan para orang tua itu


" sayang kau kembali disaat yang tepat kami sudah memutuskan pernikahan kalian akan dilakukan 2 Minggu lagi " ucapan Hendra sontak membuat Amira dan Radit terbelalak


" apa " ucap Amira dan Radit bersamaan dengan volume suara yg besar


" ini terlalu cepat, apa yang harus kulakukan agar pernikahan ini batal " ucap Radit dalam hati


" bagaimana ini seandainya Rizki disini dia pasti akan membantu ku mencari cara menghindar dari pernikahannya ini, aku bahkan belum bicara padanya tentang perjodohan ini aku tak mau menambah bebannya " ucapnya dalam hati ia tak mau menambah beban Rizki laki-laki itu sekarang sedang diluar negeri menjaga ibunya yang rawat di rumah sakit ia tak mau membuat Rizki dalam dilema.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**bersambung


__ADS_2