
Siang ini aku sendiri di rumah, Mas Aryo pergi, dan aku rindu Sahabat ku, akhir nya aku mengendarai mobil sendiri dan menuju Hotel nya Boy.
" Kapan balik Loe?" tanya Angel sambil memeluk aku
" Kemaren jam 11 siang!"
" Kenapa ga langsung ke sini Ndut!" tanya Vero, bergantian memeluk aku
" Cape di jalan gw!"
" bilang aja ga kangen!" Seru Mitha dan aku memeluk nya saat ini.
" Kangeeeennn banget, makannya sekarang gw Dateng!" Jawab ku, Mitha membantu aku duduk.
lalu kami duduk, Boy yang baru datang langsung mengusap kepalaku.
" Ndut banget Cha!" dia tertawa
" Banget!"
" Gimana keputusan loe! rubah dong! kan dah balik ke rumah?" tanya Mitha
" Kagak beib, abis lahiran gw gugat cerai, Mas Aryo setuju kok!" Jawab ku dengan Mantab
" Loe berharap Ama Arga?" tanya Boy sambil memanggil seorang waiter dan memesan minuman untuk kami
" Sepertinya gitu deh, Arga Baik, sangat baik, dia terima gw apa ada nya, dan dia muncul di mimpi gw 3 kali berturut turut"
" Maksudnya?" tanya Vero
" Gw sholat malem Beib, gw minta petunjuk, di temukan dengan laki laki yang baik, dan Arga hadir di mimpi gw, itu panduan buat gw!"
Semua sahabat ku tertawa.
" Napa tawa?" tanya ku dengan cemberut kali ini.
__ADS_1
" Ga usah sholat malem juga, gw dah tau Arga Orang Baik, Ciiinnttttt!" Jawab Mitha dengan tawa nya
" loe salah kali berdoa nya!" Seru Angel, wajah nya merah, dia menertawai aku saat ini.
Dan aku diam, memikirkan ucapan Sahabat sahabat ku, Iya mungkin aku salah berdoa, aku salah dengan kata kata dalam doa ku sendiri. dan akhirnya aku tertawa.
" Napa loe?" Tanya Angel
" Loe pada bener semua nya, harus nya gw berdoa, tanya siapa jodoh terbaik gw yah, bukan di pertemukan dengan laki laki yang baik!" Jawab ku dan aku menertawai diri ku sendiri saat ini.
Banyak yang kami obrolkan dan mendekati waktu sholat ashar aku pulang, Arga mengabari aku, dia akan datang bersama Puput setelah mereka pulang bekerja.
Sampai di rumah aku langsung ke dapur, memasak untuk tamu ku, dan sekitar jam 5 lewat Arga dan Puput datang, aku memeluk Puput dan langsung membawanya ke ruang tamu.
" Si Aryo mana Cha?" tanya Arga
" Bentar balik, tadi di jalan, Kangen?" tanya ku sambil tertawa, aku langsung sibuk membuat minuman dingin untuk Puput dan Arga.
" Boro dah!" Arga merebahkan badannya di sofa.
" Makan sekarang ya Put!"
Tidak lama kemudian Mas Aryo datang dengan motor besar nya, suara Motor nya cukup menggema sampai ruang tamu.
" Jangan mau di bonceng Motor motoran!" Seru Arga
" Romantis tau Bang, Di peluk peluk!" Jawab Puput sambil tertawa.
" Lagi hamil Put, meluk juga kealingan Ama perut!" Jawab Arga. dan aku tertawa bersama Puput.
Mas Aryo datang, dan langsung berjabatan tangan dengan Arga, dan berkenalan dengan Puput.
" Puput nih dokter Anak loh Mas, hebat ya Mas!"
" Hebat, aku titip anak ku nanti ya Put, Dia Jagoan, pasti nangis nya kenceng!" Jawab Mas Aryo
__ADS_1
" Ga nyambung Yo!" Celetuk Arga dan aku tertawa. Mas Aryo mengkerucutkan bibir nya.
" Ayo makan yuks!" ajak ku, aku menarik tangan Puput, dan kami makan berempat kali ini.
" Loe yang masak Cha?" tanya Arga
" Iya dong?"
" Pantes rada ga enak!" ucap Arga, aku tertawa, dia bilang tidak enak, tapi dia mengambil lauk nya lagi
" nambah bang?" tanya Puput
" kasian nasi nya ga ada temen!" Jawab Arga dan kami tertawa.
Selesai Makan, kami sholat berjamaah di rumah, Arga menjadi imam nya. sungguh Arga laki laki yang baik, calon imam yang baik dan jadi impian wanita wanita halu seperti aku.
Pada saat Arga pulang, aku membekali nya banyak masakan yang aku masak sendiri, aku ingin Mama Dewi mencicipi masakan ku.
Malam ini setelah sholat Isya, aku masih duduk di atas sajadah ku, banyak doa yang aku pinta lagi, terutama memohon ampun atas semua dosa yang telah aku lakukan.
" Mau ikut hadir ke kajian malam ini ga Cha?" tanya Mas Aryo.
" Aku ga ada temen Mas?"
" Cuma duduk denger, bukan mau berteman kok!" Jawab Mas Aryo
" Malu !"
" Ya udah, aku pergi sendiri, nanti aku pulang sekitar jam 11, kamu istirahat duluan ya Cha!" Ucap Mas Aryo.
" Iya Mas!"
" pengen cium perut nya dulu dong Cha!"
aku tersenyum dan Mas Aryo mulai mencium perut ku, bayi ku bergerak, dan Mas Aryo tertawa.
__ADS_1
" Dia tau aku cium dia Cha!"
dan aku tersenyum, Baby ku memang hebat, dia tau sentuhan dari ayah nya.