KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Ternyata Galak.


__ADS_3

Sinar matahari menerobos masuk melalui celah-celah jendela. Membuat Davira terusik dari zona nyamannya. Berlahan mata Davira terbuka. Matanya menyapu bersih ke setiap sudut ruangan.Seakan nyawa Davira belum terkumpul lalu memejamkan matanya lagi. Setelah sekian menit baru tersadar.


"Ya ampun kesiangan, ehh tunggu ini kamar siapa ya? " Tanya Davira pada dirinya sendiri.


Berlahan Davira turun dari tempat tidur. Lalu membuka pintu dan disana melihat pak Didik Putra dan Heri masih tertidur pulas. Ya sehabis pak Didik memberi ijin dan memberi tahu sahabatnya lalu tidur lagi.


Davira langsung teringat jika ini rumah daddynya. Dan kejadian semalam yang membuat pak Didik membawanya kesini.


Davira lalu mencepol rambutnya ke atas. Davira mencari dapur di sebelah mana. Sebelumnya Davira mencuci muka terlebih dahulu.


Davira lalu berjalan menuju lemari pendingin.


Terdapat daging sapi yang telur dan sedikit kol.


"Ahhaa masak nasi goreng aja kali ya. " Kata Davira berbicara sendiri.


Jam menunjukan pukul delapan pagi. Aroma nasi goreng mampu membuat bangun mereka. Mereka mengikuti aroma itu sampai meja dapur. Mereka langsung berbinar.


"Yee sarapan pagi. " Kata mereka serempak.


"Cuci muka dulu. " Perintah Davira.


"Siap bu boss. " Jawab mereka serempak.

__ADS_1


Davira hanya bisa geleng-geleng. Davira lalu membuat teh untuk mereka.Setelah mereka selesai cuci muka mereka lalu sarapan bersama. Ya walaupun bukan jam makan pagi. Dari pada tidak sarapan kan.


"Emmmm enak sekali nasi goreng nya. Ditambah telur mata sapi, toping krupuk, kol, mentimun, tomat dan juga cabe. " Kata Putra.


"Kalau makan diam jangan banyak bicara. " Kata Sasa.


Mereka lalu diam dan hanya terdengar dentingan sendok. Setelah selesai Sasa lah yang membereskan meja makan dan mencuci perakatan makan setelah dipakai.


Davira laku menyapu dari belakang sampi ke halaman depan. Jangan ditanya kemana pak Didik para cowok resek itu. Mereka sudah ada di halaman belakang, mereka memberi makan burung kenari milik pak Didik.


Disana juga ada kolam ikan.


Davira menyapu halaman depan banyak yang menyapa.


"Pagi neng, saudaranya pak guru ya neng? " Tanya tetangga yang lewat.


"Wah pak guru punya anak angkat secantik kamu neng. Dijadikan istri itu lama-lama. " Kata tetangga pak Didik.


"Anak angkatnya pak guru ada empat bu, itu mereka ada di belakang. Lagian saya masih sekolah bu. " Jawab Davira sedikit dongkol.


"Wah langsung empat. " Kata ibu itu.


Tiba-tiba pak Didik, Putra, Sasa dan Heri mendekat.

__ADS_1


"Ada apa bu Dinar? " Tanya pak Didik.


Bu Dinar yang awalnya ingin kepo dan membuat gosip tentang pak Didik langsung terdiam.


Dan menjawab dengan gugup.


"ehh anu pak ini. Neng ini saya kira istri pak guru." Kata ibu Dinar.


"Dia anak ku dan juga mereka. Tolong ibu jangan terlalu kepo dengan kehidupan saya. Dan jangan membuat gosip yang tidak -tidak. " Kata pak Didik.


Bu Dinar lalu pergi begitu saja. Dan mengomel tidak jelas.


"Awas saja kau anak tengik bau kencur. Akan aku balas. " Kata bu Dinar.


Bu Dinar lalu masuk dengan muka kesalnya.


👻👻👻👻👻👻


Tunggu kelanjutannya ya. Masih tentang bu Dinar ya.


Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak.


Buta papi ini berusaha crazy up ya pih.

__ADS_1


Ajak teman-teman papi ya untuk tengok novel ku.


Papayo👋👋👋👋👋👋👋👋👋


__ADS_2