KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
ROSSA 176 ku


__ADS_3

Sahabat ku sudah kembali ke Jakarta, mereka tenang meninggalkan aku dan Ocha berdua di sini, dan malam ini aku duduk di sofa bersama istri ku, kami sudah menyelesaikan sholat Isya berjamaah kami, dan aku masih menggunakan kain sholat ku, dia meringis kecil, mengeluh panas di pinggang nya, dan aku mengelus pinggang nya dengan lembut.


" Coba di bawa rebahan di tempat tidur Cha, akhir akhir ini posisi tidur mu kan ga bener!"


" Aku baik baik aja Mas, ini biasa!" jawab nya dan aku tersenyum. tapi Istri ku meringis lagi,


" cobalah dulu Cha!" pinta ku, dan dia menurut, dia naik ke tempat tidur ku, dan aku mengusap pinggang, aku Balur kaki nya dengan Minyak kayu putih, agar istri tercinta ku tidak merasakan terlalu pegal di kaki dan punggung nya.


" Udah ga usah di pijit!"


" Kaki mu pegel Cha!"


" iya emang pegel, tapi itu bukan di betis lagi, itu udah di paha!" ucap istri ku dan aku tertawa.


" Aku lagi ngetes syaraf ku berfungsi ga?" jawab ku dan istri ku tertawa


" Berfungsi ga Mas?"


" Kayanya masih, cuma ga yakin kalo belom di buktiin secara langsung!" dan Istriku terkekeh dia menutup wajah nya yang merah dan aku sangat bahagia mendengar suara tawanya.


Malam ini aku tidur dengan memeluk tubuh nya, aku mengusapkan punggung nya, terus dan terus.


Jam 5 pagi alarm handpone nya berbunyi, lalu kami bangun dan sholat subuh berjamaah, Jam 7 pagi aku memesan makanan melalui telepon ke cafetaria, aku tidak ingin istriku keluar ruangan sendiri, dan aku juga belum bisa ke luar ruangan karna dokter belum memeriksa aku pagi ini.


Setelah sarapan, sekitar jam 8 pagi, dokter memeriksa aku pagi ini, dan aku diminta untuk melakukan CT scan lagi. dan hasil nya sangat memuaskan kan, Siang ini aku sudah boleh keluar dari rumah sakit, tapi 2 hari lagi aku diminta datang untuk melakukan CT scan terakhir ku.


" Kita harus reserved kamar Mas!" ucap nya ketika kami sudah kembali ke kamar perawatan ku


" Maenan nya kamar, kangen ya Cha?"


" Kamu tuh, yang pikiran ngamar mlulu!" jawab nya dengan ketus dan aku tertawa, aku memeluk nya, dan dalam posisi berhadapan, perut nya bergerak terus.


" Aku kangen kamu Cha, kangen banget!" ucap ku berbisik dan dia tertawa.


" ya yah...aku tau, semoga syaraf mu masih berfungsi dengan baik!"


aku tertawa dan mencium sudut bibir nya.


" I love you!"


" I love you more, Mas!" jawab Istriku dengan mengusap punggung ku. Bahagia nya aku saat ini


Siang ini Handpone istriku terus berbunyi, panggilan masuk dari Sahabat Sahabatnya terus masuk bergiliran dan Istriku dengan bahagia menjawab semua pertanyaan dari Sahabat nya.


Siang ini juga, Bapak dan Mamah Mertua ku menghubungi nya, dan lagi lagi istriku menjawabnya nya dengan bahagia, dia bercerita dengan semangat dan aku mengusap pinggang nya karna dia meringis lagi di tengah istri ku menjawab telepon dari semua orang.


" Sakit ya Cha?"


" Iya...panas Mas!"


" Mau lahiran kali yah, periksa yuks!"


" Masih 3 Minggu lagi, Baby ku lagi manja, karna dia tau, Papa nya udah sehat, dan waktunya dia minta di manja!"


Aku tersenyum lalu mencium perut istri ku yang saat ini posisinya sudah lebih turun, aku sedikit khawatir melihat nya, mungkin baby ku terlalu di bawa cape dan stress oleh keadaan ku selama ini.


" Gerak nya pelan pelan sayang, takut Mamah ku sakit!" ucap ku dan bukan bergerak pelan, gerak baby ku terasa semakin lincah saja oleh tangan ku yang sedang mengusapnya, dan istri ku mengomel, gerakan begitu nampak dari luar pakaiannya.


" Ngomong nya di jaga, anak ku sensi!" jawab Istriku dan aku tertawa. aku cium lagi perutnya

__ADS_1


" Maafin Papa ya Boy! ayo gerak lagi sayang!" dan Istriku Tersenyum.


Sore ini kami sudah check-in di hotel, istri ku bilang, kemaren itu Sahabat nya menginap di hotel ini, dan istri ku terlihat bahagia, dia sampai di kamar hotel, dia membuka semua belanjaan nya, aku yang duduk di tempat tidur, ikut memeriksa baju baju bayi yang di belinya.


" Kuning lagi?" tanya ku, Karna semua belanjaan berwarna kuning.


" Iya....aku suka!"


" Belanja lagi yuk Cha?"


" Emang kuat jalannya!"


" Kuat lah, dokter bilang aku udah bisa beraktivitas seperti biasa, tapi kamu malu ga jalan Ama aku, aku kan botak!"


" Ga apa apa lagi botak juga, yang penting kamu dah sehat!"


" Jelek ya Cha?"


" iya!" jawab Istriku dan aku tertawa.


" Berapa nilai nya, kalo skala 1 sampai 10 ?"


" 6 lah!" jawab Istriku dia sibuk membuka lalu melipatnya baju baju bayi itu terus dan terus


" Emang biasa nya berapa?"


" 3,7!" jawab nya dengan senyum yang hanya di pipi kirinya aku tertawa dan menarik tangan nya. aku peluk tubuhnya. aku mencium nya pipi dan lehernya yang saat ini tidak menggunakan hijab nya, karna kami hanya sedang berdua saja.


" Geli tau!"


" Biarrriiinnnn, ga sopan banget nilai aku 3,7!"


Aku mencumbu nya, leher nya dan terus ku usap rambut dan kuping nya.


" Katanya mau ngajak belanja?!"


" Abis ini boleh?" tanya ku dan dia tertawa


"kita ga ada baju salin, jangan macem macem dulu, beli baju dulu Mas!" ucap nya dan aku tersenyum.


" Ok....kita belanja dulu, beli baju salin, baju baju baby lagi, dan lingerie ya Cha!"


" Punya uang?" tanya nya sambil tertawa


" Ada kali...aku lupa!" jawab ku dan Istri ku tertawa.


" Ayo Jalan Mas, uang mu masih banyak, ga akan habis kalo di pake belanja hari ini!" Jawab Istriku dan aku tersenyum. dia mulai merapihkan pakaian nya yang sempat terbuka, memakai lagi hijab nya, lalu dia mengambil tas nya, dan memberikan aku dompet dan Handphone ku.


" Simpen di kamu aja sayang!"


" Ok...!" Jawab Istriku


Dan dengan hati yang riang, aku menggenggam tangan istriku, berjalan kaki memasuki Mall yang tak jauh dari hotel kami menginap. beberapa baju untuk salin kami 2 hari ini sudah kami beli, dan waktunya berbelanja lagi perlengkapan baby yang semua nya lucu lucu.


" ini dong Cha!" Pinta ku ketika melihat stroller multifungsi


" kita udah beli itu waktu di Jakarta!"


" tapi ini lebih multifungsi Cha, keren tau!"

__ADS_1


" Ya ya kita beli!" ucap Istriku.


Setelah puas menambah koleksi untuk baby kami, kami menikmati makan malam kami di Mall ini.


" Aku boleh tanya sesuatu?" tanya istri ku


" Boleh, semua boleh kamu tanya, dan aku ga ada rahasia kok!"


" Kamu sejak kapan ngajar di pondok?"


" Ooohhhh itu, sekitar 2 bulan lalu lah, ada apa Cha?"


Dan dia menceritakan kedatangan santri santri yang memanggil aku Ustadz.


" Aku juga ga enak hati Cha, tapi ustadz Zakie bilang, itu adab, dan itu mendidik untuk mereka, padahal aku bukan orang bener Cha...aku nih..... kamu tau lah, aku seperti apa!" jawab ku dengan lemah


" Ya ya...tapi jujur aku bangga Mas, terusin ngajar di sana ya Mas, mereka bilang kamu lagi ada proyek Ama mereka?


" Iya...aku lagi mau bikin sedotan dari bambu, makanya kemaren itu aku Ama ustadz Zakie ke daerah Leuwiliang, disana masih banyak pohon Bambu, dan tanah di sana murah banget loh Cha, aku sempat ngobrol Ama yang punya tanya langsung, makannya waktu itu aku kemaleman pulangnya"


" Buat bikin perumahan?" tanya Istriku


" Bukan!" Jawab ku


" trus mau buat apa?" tanya nya


" kalo kamu ga keBeratan, aku pengen beli tanah di sana, biar jadi tanah wakaf, pemakaman umum Cha!" jawab ku pelan, aku takut istri ku tidak setuju, karna mengingat biaya pengobatan aku selama ini, hutang ku tentang pabrik gula pada nya dan persiapan kelahiran anak kami.


" Beli Mas, aku ngedukung kamu!"


" serius Cha?"


" Iya...aku hampir kehilangan kamu Mas, anggap aja aku sedang berbahagia dan pembelian tanah itu, sebagai rasa syukur dan bahagia nya aku!" Jawab Istriku. emhhh istriku memang luar biasa. Ga akan Nemu model gini lagi, Limited edition lah.


Sampai di hotel kembali, aku diminta nya untuk segera menghubungi ustadz Zakie, aku sempat bilang, " Nanti aja kalo kita dah sampe Jakarta!" tapi Istri ku memaksa nya.


" Buruan kerjain, kita ga pernah tau besok terjadi apa!" dan aku akan selalu ingat kata kata itu. istriku memang Juara.


Aku menghubungi Ustadz Zakie, beliau sangat berbahagia atas keberhasilan operasi ku, dan aku meminta tolong padanya, untuk segera menemui pemilik tanah di Leuwiliang itu.


" Ustadz tunggu di Sentul aja, nanti ada temen saya, namanya Didit datang nemuin Ustadz!"


Aku juga meminta ijin pada ustadz Zakie, untuk memberikan nomor handphone nya pada Didit. setelah itu aku Segera Menghubungi Didit, mengutarakan Maksud ku, dan meminta untuk segera menemui Ustadz Zakie sekarang juga.


" Satu meter nya berapa Mas?" tanya Istriku


" 120 ribu!"


" Whatttt, serius harga nya segitu!" istriku sedikit berteriak


" iyaa...disana tanah nya masih murah, tapi yang bikin aku tertarik, tanah di sana masuk mobil, tapi itu surat nya cuma AJB dari kelurahan ya Cha!" Jawab ku.


" Yah ga apa apa, nanti kita sampe Jakarta bisa di urus sekalian akad wakaf nya!" ucap Istriku dan saat ini Istri ku sedang melakukan Mbanking untuk pembelian 4 hektar tanah ke rekening nya Didit, hebat yah istriku, dia sudah kenal Akad.


Sebagai ucapan terimakasih, aku meminta duduk di sofa, kaki nya aku disimpan di paha ku, aku memijat kaki nya yang sedikit bengkak saat ini, bahkan saat aku menekan kulit kaki nya terdapat lubang kecil hasil tekanan jari ku itu. Istriku tertawa melihatnya.


" Ga sopannnn!" protes istri ku


" Ini bengkak Cha, ke dokter yah!"

__ADS_1


" Ga mau....!" Istriku mencubit lenganku, dan aku tertawa.


__ADS_2