
" Dah kaya artis aja!" Keluh istri ku, dia berjalan naik ke kamar nya, aku hanya bisa mengikuti langkah kaki nya menaiki anak tangga
" Ngapain disini, ga ada juga yang ajak ngomong, mending di rumah ibu, ada Mbak Ayu, ada Mbak laras" Keluh nya lagi, dia melepaskan hijab nya, dan mulai memainkan Handpone nya. Bisa bisa nya istri ku cemburu pada anak nya. semua keluarga nya menyapa, mencium dan mengelilingi anak ku.
" Kok gitu sih Cha, semua orang lagi bahagia, mereka baru bisa ketemu anak kita, mereka itu seneng kamu punya anak, anak mu lucu, ga baik cemberut gitu!"
" Iyaaaaa, tapi...Hallllooo ada aku loh, tanya dong, sehat Cha? kapan dari Bogor, Kamu gimana abis lahiran!" Ucap nya, aku tersenyum dan mengusap pucuk kepalanya.
" Manja banget Istriku, mereka tau kamu ga suka basi basi!" Jawab ku
" Pakde Eko selalu tanya kabar Ama aku, siang ini ga nanya kabar aku!" protes nya lagi
" Apa kabar Cha? Kapan dari Bogor?" Ucap ku menggantikan Pakde Eko pada istri ku yang sedang mengeluh,
" Semua orang sayang Ama Rizki, aku ga di sayang lagi!" keluhnya lagi.
" Sayang ochaaaa....masa ga sayang, aku aja tambah sayang Ama kamu, ini pengen lagi kaya malem!"
" Gak lucu!" Jawab nya ketus tapi dia tertawa kecil.
" Serius, yuk Cha, mumpung Ga ada bocah!" aku menggodanya, agar mood nya lebih baik
" Sayang puasa mu, dah jam 2 ini, aku turun deh Mas, Mas Aryo istirahat aja, Nanti Ashar aku bangunin Yah!" Jawab nya. Dan Yes aku berhasil membuat nya untuk bergabung lagi dengan keluarganya, aku nih tidak enak hati, semua keluarga istri ku begitu bahagia, tapi Istriku memang sedang sensi mungkin, jadi yang tidak prinsip untuk nya begitu prinsip untuk nya saat ini.
Istriku turun ke ruang keluarga, aku merebahkan tubuh ku di tempat tidur, kamar istri ku, yang berwarna pink, kamar gadis nya dulu. Mencoba memejamkan mata namun sepertinya tidak bisa, aku kembali turun ke lantai bawah, bergabung dengan semua keluarga istri ku, dan saat ini mood nya istriku sudah lebih baik, dan mengobrol dengan semua keluarga nya.
" Yo...Rizki tidur di sini yah, kamu kalo mau pulang pulang aja!" Ucap Mama Mertua ku
" Waduuhhh, extrem sekali Mama mertua ku ini!" ucap ku dalam hati
" Malem ini tidur di rumah ibu Dulu Mah, malem besok baru tidur di sini!" Jawab ku
" Ga ah....Kamu bawa aja tuh Istri mu pulang ke rumah Ibu, Rizki di sini Aja!" Papa Mertua ku sekarang yang berbicara, aku tertawa kecil.
" Bikin lagi Yo, bisa kan!" seru Pakde Eko, pakde kesayangan nya istriku
" siiiaaappp Pakde!" Jawab Ku dengan semangat.
Rissa yang baru kembali dari klinik nya saja langsung berlarian menuju Anak ku, melewati Mbak nya, seakan Mbak nya tidak terlihat oleh matanya.
" Ga sopan, ada aku ga nyapa aku dulu!" Ucap Istriku, dia menumpahkan kekesalan nya yang tadi pada adik yang biasa di tindas nya, tapi sayangnya Rissa seolah tidak peduli dengan ucapkan Kaka nya, Keponakan nya menjadi pusat perhatian nya kali ini.
" Mas Aryo tidur disini kan?" Tanya Rissa dia duduk di samping ku, dia baru selesai mencium wajah keponakan, dan sepertinya dia lelah
" Malem ini aku tidur di rumah ibu, besok sore baru aku kesini lagi, mau ada acara dulu di rumah ibu ku!"
" Mas.....tas yang tadi aku beli, kasih istrinya sopir mu aja!" Ucap Istriku dan tiba tiba dia duduk juga di samping ku.
" Mbak Ocha, gitu deh, aku tau itu buat aku" seru Rissa adik ipar ku,
" Ada yang ngomong ya Mas?" Tanya Istriku dan kini aku tertawa. aku menggeser posisi duduk ku, membiarkan mereka duduk tanpa penghalang aku di tengahnya.
" Ada gw....loe harusnya nyapa gw dulu! cium tangan gw!" ucap nya,
" Idih marah, tadi aku seneng banget, Dateng Dateng dah ada Rizki, aku kan baru ketemu Mbak, baru liat aslinya!" Jawab Rissa dengan mencium pipi Mbak nya dan merangkul bahunya.
" Ganteng ya dek!"
" Banget Mbak, lucu!" mereka kini saling merangkul, Istriku malah mengusap kepala adik nya.
" Ambil tuh tas nya di masih ada mobil!" jawab Istriku dengan lembutnya. istriku ku nih hanya ingin di perhatikan, tidak meminta lebih. Adik ipar ku dengan semangat mengambil tas yang sudah disiapkan oleh istriku.
" Aku beli di Melbourne, cuma make sekali waktu di sana, aku punya tas baru dari Mbak ayu, kalo kamu suka pake deh!" Ucap Istriku
" Bagusss banget Mbak, mahal ya Mbak!"
" Ga usah nanya harga, ada Papa!" jawab Istriku dan kami tertawa,
" Jangan berlebihan Mbak, beli barang sesuai kebutuhan, tidak harus mahal!" ucap Papa ku,
" Tuuhhh kan!" Ucap Istriku dan aku tersenyum. aku mengusap kepalanya, Papa Mertua ku adalah Pensiunan PNS yang hidup nya selalu jujur, kehidupan yang layak sudah cukup untuk nya, tidak berlebihan dan Mengenal istilah Uang Halal dalam gaji nya, jadi keluarga nya di didik hidup sederhana.
" Gak Mahal Pak, Kita beli karna emang kita butuh waktu itu!" Jawab ku.
" larang istrimu belanja barang barang mewah Yo, Papa ga suka!"
" Iya Pah!" Jawab ku,
" Aku masak dulu deh Mah, Mas Aryo puasa!" istriku seperti nya enggan mendengar Mama nya yang ingin ikut berkomentar
__ADS_1
" Kamu puasa Yo?" Tanya Papa, sekarang fokus lagi pada ku.
" InsyaAllah Pah!" Jawab ku,
Aku ikut duduk di dapur saja, karna sedikit canggung bicara pada keluarga istri ku yang kami hanya sesekali bertemu nya
" Papa nih kalo tau harga tas nya Mitha pingsan kali yah Mas?" Ucap Istriku dengan tertawa kecil
" Kamu mau Cha, kita beli yah, uang dari Koh Felix kan dah masuk ke rekening mu, Sayang!"
" aku cuma ngomong, bukan pengen!"
" Iya aku tau, tapi kamu bisa beli Cha!" Jawab ku
" Pasti ada mau nya!" Dia melirik aku kali ini, aku tertawa
" Taaauuu aja!" Jawab ku Jujur
" Mas, tau ga, Gara gara Kata Boleh nya Mas Haris Kemaren, Mbak ayu tadi pagi gesek ATM nya Mas Haris 200 juta!" Ucap Istriku, dia semangat sekali bercerita
" Kok Bisa?"
" bisa lah, mana pernah mereka tidur bareng ga sama intan Mas, Intan nih ternyata Masih tidur Ama Papa Mamanya biar udah mulai sekolah TK juga!" Jawab Istriku dan aku tertawa.
" Pantesan muka Mbak ayu girang Banget!" ucap ku lagi
" kaya muka mu, girang bener!" Jawab Istriku dan aku tertawa Malu aku...
" Okkk...Aku transfer ya Cha sesuai ceritanya Mbak Ayu, tapi malem ini lagi Cha!" Jawab ku dan Istriku tertawa
" Bolehhh, nanti aku service lah!" Jawab Istriku,
" Siiiaaappp, tapi malem ini Rizki tidur Ama ibu lagi ya!" Jawab ku dan segera ku transfer uang pada rekening Istriku.
" Yang satu itu nanti aku pikir pikir!" Jawab Istriku dan dia selesai dengan masak nya.
" Masa gitu Cha!"
" Gitu gimana?" tanya nya kemudian dia berdiri di depan ku
" Rizki tidur Ama ibu malam ini!"
" kemaren Malem juga kita ga tidur Cha, kita Ampe pagi keringatan loh!" jawab ku mengingatkan Istriku, dan Ocha istri ku tersenyum malu
" Paling bisa kalo ngomong!" Ucap nya
" Emang begitu adanya!" jawab ku
" Puasa puasa ngeres mlulu!" Protes istriku, aku meraih pinggang nya, menyimpan kepalaku lurus di dada nya, merasakan detak jantung nya, dan mengucapkan syukur dalam hati ku, " Terima kasih untuk kesempatan hidup dan kebahagiaan yang telah engkau berikan Ya Rabb!"
ROSSA STORIES
" Besok abis acara Ocha Dateng lagi Mah!" Ucap ku, begitu sulit untuk pamit pulang
" Bener yah! Kalo perlu Rizki nya Mama jemput!" Jawab Mama ku dan aku tersenyum, aku mencium pipi Mama, Nenek nya anak ku. dia bahagia...sangat bahagia dengan cucu nya ini.
sebelum kembali ke rumah ibu, aku hampir untuk membeli diapers anak ku, camilan, coklat coklat untuk keponakan ku dan Ice cream. Sampai di rumah ibu, anak ku sudah disambut oleh Eyang nya di teras rumah.
" Baru Mau di jemput!" ucap Ibu Mertua ku
" Takut lupa jalan pulang nya!" ucap Bapak mertuaku dan aku tersenyum, baru jam 9 malam, tapi sudah sangat di tunggu.
" Malem Mbak Rossa!" Sapa Tommy pada ku, aku tertawa kali ini.
" Pengantennn...kapan Dateng Om?" Tanya ku, aku juga sedikit Kaku kali ini, semua orang berkumpul di sini, suami ku masih sibuk mengeluarkan barang barang bawaan ku di bantu oleh 4 keponakan ku.
" Saya dari Sore!" Jawab nya
Mbak Ayu, meminta Rizki dari ku, aku memberikan baby ku untuk di gendong Mama Ayu, karna Mbak Ayu menolak di panggil Budhe. Teriakan Keponakan ku memecah suasana, aku duduk di samping Mbak Laras. Suami ku berjalan menuju kami. Tommy langsung berdiri melihat suami ku yang sudah semakin dekat.
" Malem Pak Aryo!" Ucap nya, aku menyimpan kepalaku di balik punggung Mbak Laras, Mbak laras tertawa kecil
" Heeeyyy...udah Dateng! kirain besok!" jawab suami ku, dan menjabat uluran tangannya Tommy.
" sendiri?"
" Ama Didit, Didit keluar dulu!"
" ohhh...!" Jawab nya.
__ADS_1
Lalu kami mengobrol malam ini, lengkap semua anak cucu nya ibu mertuaku ku, ibu terlihat Bahagia, candaan dan tawa cucu cucunya jadi semangat nya.
" Sudah Malam Bu, Ibu Harus Istirahat!" Ucap Mas Haris
" Ndak apa apa Ris, ibu tuh seneng, liat cucu ibu itu, ga ada berenti ngomong nya!"
" Tapi ibu harus tidur, Ocha bilang, Ibu bangun dari jam 3 pagi!" Ucap Mbak Laras
" Iya ibu ibu emang ga tidur malem, tapi tadi siang ini tidur ras!" Jawab ibu mertuaku yang masih keukeuh ingin berkumpul bersama kami
" Isssshhh ibu ga tidur, Jaga kesehatan Bu!" Ucap Mas Haris, perhatian sekali dia pada ibu mertuaku.
" Emang Mas Haris Kemaren malem Bisa tidur?" Tanya Mas Aryo
" Kagak,!" Jawab Mas Haris, wajah nya merah tertawa
" Sama aku juga!" Jawab Suami ku, aku dan Mbak Laras Tertawa.
" Intan Bobo Sini lagi?" Tanya Mas Aryo memanggil intan, dan keponakan nya pun langsung berjalan ke arah suami ku, duduk di pangkuan Om nya.
" Kalo ada Ade bayi, aku mau tidur di rumah eyang!" Jawab nya dengan tangan tangan melingkar di leher Om nya
" Anak hebat!" Jawab Mas Aryo dengan Mengelus Rambutnya intan.
" Iya Bobo sini, besok kita beli Mainan lagi!" ucap Bapak Mertua ku
" Mantabbb, 200 juta!" Ucap Mas Aryo dengan menepuk bahu Mas Haris, aku menahan tawa ku, dan Mas Haris tertawa terbahak bahak.
" Siiiaaappp Yo!" Ucap Mas Haris
" Tawa kalian ini!" Ucap Bapak ku, terdengar suaranya inti bahagia, mendengar tawa anak anak nya.
" coba setiap hari Yah Pak! rumah ga akan sepi!" keluh Ibu ku, dan akhirnya kami mengatur nafas kami pelan pelan, tawa kami selesai, ibu sedang mengutarakan keluhan.
" Rumah Ayu dekat Bu, anak anak juga biasa kumpul disini, Coba nanti Laras dan Aryo yang harus siapin waktu buat bisa pulang lebih sering!" Ucap Mbak Laras
" Ya Nanti Laras lebih sering pulang deh Mbak!"
" Aryo Juga Mbak, Rizki juga di suruh sering pulang Ama Nenek nya!"
" Alhamdulillah, ibu senang dengar nya!" Jawab Ibu mertuaku
Malam ini, aku memompa banyak air susu, anak ku sudah di Take oleh Mba Laras, dan 4 keponakan ku, Ibu mertuaku harus istirahat malam ini, besok pagi acara pernikahan nya Mbak Laras.
Dan Malam ini aku sudah Naked, excellent Service untuk suami ku di mulai dengan mandi bersama yang sangat bergairah dan panjang, kami tidak tidur lagi malam ini, bercinta dan terus bercinta, Dan Jam 3 pagi bercinta kami selesai, aku harus menyusui baby ku dan suamiku mengerjakan sholat malam nya.
Jam 9 pagi, acara akad pernikahan Mbak Laras dan Tommy, hanya keluarga kami, Didit dan beberapa keluarga Dari pihak Bapak dan Ibu, Aku yang biasa memanggil Tommy hanya nama saja, mulai memanggil nya dengan sebutan Mas Tommy.
Alhamdulillah Mbak Laras sudah ada yang menjaganya saat ini, aku sangat bahagia, apalagi dengan kisah kisah Mbak Laras yang menjadi rahasia keluarga inti kami.
Air Mata ibu dan bapak mertuaku menetes, mereka menitipkan Mbak Laras pada Mas Tommy untuk menjaga nya dengan baik, dan Tommy memang laki laki yang baik, dia juga bekerja baik dan loyal di kantor suami ku.
Tidak ada acara apapun, hanya akad dan makan di rumah saja, tapi yang penting saat ini Mbak Laras sudah aman.
dan kami mengobrol lagi setelah acara ijab kabul selesai.
" Loe bawa baju banyak ga Cha?" tanya Mbak laras
" Banyak lah, rencana Ampe Kamis malah mungkin lanjut ke Sabtu!" Jawab ku sambil menikmati puding coklat.
" kasih baju loe satu ke gw! gw mau jalan ke Mall abis ini!" Jawab nya
" Loe Ga bawa baju Mbak?" tanya Suamiku
" bawa, tapi Mas Tommy pengen begitu dia nikahin gw, gw pake kerudung kaya Ocha!"
" Alhamdulillah.....!" Ucap ku dan suami ku hampir bersamaan.
" jangan kepaksa Mbak!" ucap Suami ku dengan menepuk bahu Mbak nya
" Awalnya gw pikir itu paksaan Yo, tapi gw pikir pikir barusan, kayanya emang harus deh, gw mau jadi apa kalo ga nurut Ama laki gw!" Jawab nya dan aku tersenyum, aku segera masuk ke kamar, mengambil baju dan kerudung panjang terbaik ku.
" Buat jalan ke Mall siang ini doang, yang penting jalannya dah make baju gamis dan kerudung!" Ucap ku dan memberikan nya pada Mbak Laras.
" ok, thanks Cha!"
" jalan deh sana, belanja Cha bareng Mbak Laras!" perintah suami ku dengan kartu ATM yang sudah di keluarkan dari dompetnya.
" Mantabbb!" jawab aku dan Mbak Laras kompak
__ADS_1
" Anak mu jangan di bawa, biar Ama ibu aja!" suara ibu Langsung terdengar oleh kami. aku segera memompa ASI, dan waktunya memanjakan diri, memutari Mall dan berbelanja baju baju.