KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Teka Teki di Ruang Musik 1


__ADS_3

Saat tiba di sekolah Davira and the gank langsung masuk ke kelas menaruh tas dan bergegas turun ke pos pak Subari ternyata disana bertemu Rani di tangga. Mereka langsung mengajak Rani mengambil karya mereka. Mereka membawa hasil karya nya ke aula. Dan disana sudah ada beberapa suswa-siswi yang berkumpul.


Setelah itu terdengar bel tanda masuk kelas. Semua siswa masuk ke kelas masing-masing.


Semua karya siswa dan siswi di presentasikan didepan para guru.Saat giliran kelompok Davira. Mereka mempresentadikan dengan baik. Dan para guru bertepuk tangan karena karya mereka sangat simpel namun memiliki arti dan pemahaman yang luas.


Setelah selesai mereka masuk ke kelas.


Tak terasa waktu sudah jam dua belas siang. Terdengar suara belum, dan siswa siswi berhamburan keluar ke kantin. Akan terapi tidak dengan Davira and the gank. Mereka memilih ke ruang OSIS dan memesan makanan karena malas keluar.


"Ehh nanti setelah pulang ke ruang musik ya." Kata Putra.


"Hemm, jawab ketiga sahabatnya.


Tak terasa jam sudah menujukkan pukul dua siang.


Mereka bergegas pulang. Davira and the gank langsung ke ruang musik.

__ADS_1


Ruang musik yang biasanya terletak di lantai dua. Namun tidak dengan ruang musik disekolah Davira and the gank. Ruang musik terletak di area depan dan dekat dengan aula depan.


Davira and the gank bernyanyi, memainkan alat musik, bergantian memakai belajar main alat musik yang belum bisa. Dan tak terasa jam sudah menujukkan pukul lima sore.


Dan tiba-tiba terdengar alunan piano. Suara nya sangat merdu.


Sontak membuat Davira and the gank menoleh, Namun tidak ada siapa-siapa disana.


Davira memincingkan matanya melihat secarik kertas disela-sela meja piano dan dinding. Dilihat sekilas memang keliatan seperti kertas buat ginjal. Akan tetapi Davira penasaran. Davira mendekat, mengambil dan membuka lipatan kertas. Putra dan Heri yang penasaran ikut mendekat dan ikut membaca.


"Ini semacam surat cinta ya? " Tanya Putra.


"Ehh bentar ini kan tanggal sudah lama sekitar 20 tahun yang lalu. Jika diperkitakan yang menulis ini sekarang usia nya tak jauh beda dengan Orang tua kita kan? " Tanya Davira.


"Dan bunda Davira, mamaKu, papa Sasa dan ayah Heri kan dulu sekolah di sini hanya beda kelas kan?


Tanya Putra.

__ADS_1


" Iya ya, coba tanya aja kapan -kapan. "Kata Sasa.


Dan tiba-tiba pintu ruangan itu tertutup dengan kerasnya. Dan terdengar suara piano yang sedikit keras dan pembawaannya seperti marah.


Davira and the gank panik sampai-sampai menggedor pintu minta tolong.


Sedangkan disisi lain Piano terus saja berbunyi bahkan kertas-kertas berterbangan. Salah satu kertas itu jatuh mengenai kepala Davira. Dan langsung diambil oleh Heri.


Mereka berempat melihat kertas itu dan ternyata terdapat foto dan ada foto orang tua Davira and the gank.


Tiba-tiba pak Didik selaku guru bimbingan konseling membuka pintu dan berkata.


"Kenapa kalian tidak cepat pulang. Apa orang tua kalinya tidak mencari. Cepat pulang sebelum magrib tiba. " Kata pak Didik dengan nada dingin sedingin es balok.


Davira buru-buru melipat kertas itu dan memasukkan kedalam sakunya. Mereka lalu pamit kepada pak Didik.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Hayo penasaran kan dengan pak Didik yang dingin itu? Tunggu up selanjutnya. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak. πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2